Asuransi Jiwa – Jenis, Keuntungan, Premi, dan Pilihan Terbaik

Apa itu asuransi jiwa? Asuransi jiwa adalah jenis asuransi yang memberi uang pertanggungan sebagai penggantian dampak hilangnya sumber pendapatan seseorang atau suatu keluarga akibat kematian nasabah asuransi.

Asuransi jiwa atau pertanggungan jiwa ini memberikan dukungan finansial bagi ahli waris atau keluarga yang ditinggalkan karena mungkin akan mengalami kesulitan karena hilangnya sumber penghasilan dari nasabah.

Ketika seorang nasabah yang notabene adalah seorang kepala keluarga sekaligus tulang punggung utama meninggal dunia, kondisi keuangan keluarga otomatis terdampak.

Beberapa mungkin mengalaminya dalam waktu yang singkat, tapi banyak juga yang mengalami hal ini dalam jangka waktu yang panjang.

Itulah mengapa penting untuk mempersiapkan asuransi jiwa bagi keluarga.

Fungsi asuransi jiwa

Asuransi menjadi salah satu bagian penting dalam perencanaan keuangan. Memiliki asuransi jiwa melengkapi kepemilikan asuransi kesehatan.

Ibarat memiliki BPJS Kesehatan, kamu juga perlu memiliki BPJS Ketenagakerjaan untuk menutupi kerugian finansial akibat risiko terhadap kesehatan dan jiwa.

Lalu, apa fungsi asuransi jiwa? Fungsi asuransi jiwa yang utama adalah mengganti penghasilan peserta yang hilang yang biasa diterima ahli waris.

Selain itu, ada beberapa fungsi asuransi jiwa lainnya, yaitu:

  • Melunasi utang atau kredit yang masih ada sewaktu hidup.
  • Menjamin biaya pendidikan anak yang ditinggalkan.
  • Menjadi warisan.
  • Menjamin keamanan finansial keluarga.

Keuntungan dan manfaat asuransi jiwa

Asuransi Jiwa – Jenis, Keuntungan, Premi, dan Pilihan Terbaik

Memutuskan untuk memiliki atau mempersiapkan pertanggungan jiwa dapat memberi banyak keuntungan dan manfaat, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan nasabah. 

Apa saja keuntungan dan manfaatnya?

1. Perlindungan dari risiko kematian

Pertanggungan jiwa dapat memberikan perlindungan apabila suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan pada tertanggung.

Misalnya, meninggal dunia atau sebab lain yang mengakibatkan nasabah kehilangan sumber penghasilan. 

Dalam hal ini, perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah uang pertanggungan ke ahli waris sesuai dengan polis.

2. Memastikan kelangsungan hidup ahli waris

Saat sumber penghasilan dalam suatu keluarga hilang, tentu kondisi ekonomi juga akan menjadi lebih sulit.

Peran pertanggungan jiwa adalah memastikan bahwa keluarga atau ahli waris mendapatkan santunan yang dapat dimanfaatkan untuk kelanjutan hidup mereka. 

3. Manfaat santunan cacat permanen atau sebagian

Umumnya pertanggungan jiwa juga memberi perlindungan terhadap cacat permanen atau sebagian yang disebabkan kecelakaan atau sebab lainnya.

Besarnya manfaat yang diberikan bisa mencapai 100% dari nilai pertanggungan atau sesuai perjanjian sebelumnya. 

4. Membantu mengelola uang dengan lebih bijak

Memiliki pertanggungan jiwa berarti seseorang dipaksa untuk menyisihkan sebagian penghasilan mereka demi terjaminnya keberlangsungan hidup keluarga di masa depan.

Hal ini tentu akan jauh lebih baik dibandingkan uang habis untuk keperluan yang tidak terlalu penting setiap bulannya. 

Gaya hidup boros nantinya justru akan menimbulkan kesulitan keuangan.

5. Sebagai persiapan pensiun

Bagi pemegang pertanggungan jiwa unit link atau asuransi dwiguna, pertanggungan jiwa juga dapat dimanfaatkan untuk mempersiapkan masa pensiun.

Selain dapat memberi uang pertanggungan, asuransi ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tabungan masa tua, khusus dwiguna ataupun unit link.

6. Memberi rasa aman dan tenang

Sesuatu hal buruk bisa saja terjadi pada siapa pun sewaktu-waktu.

Dengan memiliki pertanggungan jiwa, hal tersebut setidaknya bisa memberi rasa aman dan tenang karena ahli waris atau keluarga masih bisa mendapatkan jaminan bantuan finansial setelah tertanggung meninggal atau cacat dan harus kehilangan sumber penghasilan.

Jenis asuransi jiwa dan preminya

Mengerti dan memahami berbagai jenis pertanggungan jiwa menjadi keharusan ketika akan membeli polis asuransi ini.

Jenis pertanggungan jiwa yang dipilih tentu akan memberi manfaat dan pertanggungan serta premi yang berbeda pula. 

Berikut ini adalah beberapa jenis pertanggungan jiwa yang umum ditawarkan perusahaan asuransi.

1. Asuransi jiwa seumur hidup (whole life insurance)

Karakteristik utama pertanggungan jiwa seumur hidup adalah memberi pertanggungan seumur hidup selama polis berlaku dan memberi manfaat pertanggungan sekaligus manfaat tabungan.

Asuransi jiwa seumur hidup juga terbagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Asuransi jiwa seumur hidup tradisional atau traditional whole life insurance adalah jenis pertanggungan jiwa yang memberi pertanggungan selama seumur hidup dengan pembayaran premi yang tetap serta tidak bertambah seiring bertambah usia. 
  • Survivor life insurance atau second-to-die life insurance adalah pertanggungan jiwa gabungan yang mana premi akan dibayar jika kedua orang nasabah meninggal dunia. Sasaran asuransi ini adalah para pasangan yang ingin mempunyai dana guna membayar pajak harta warisan yang dikenakan setelah mereka meninggal.
  • Asuransi jiwa seumur hidup gabungan atau joint whole life insurance adalah asuransi yang memiliki manfaat sama seperti pertanggungan jiwa seumur hidup individu, tapi asuransi ini menanggung dua jiwa dalam satu polis. Jika salah satu tertanggung meninggal, manfaat pertanggungan akan diberikan kepada tertanggung yang masih hidup dan pertanggungan polis juga berakhir.

2. Asuransi jiwa berjangka (term life insurance)

Pilihan pertanggungan jiwa ini memberi pertanggungan dalam jangka waktu tertentu atau disebut jangka waktu polis (policy term).

Manfaat polis hanya akan dibayarkan apabila tertanggung meninggal dunia dalam jangka waktu yang sudah ditentukan selama polis masih berlaku.

Jika ternyata nasabah menghentikan keaktifan asuransinya, otomatis polis terhenti dan perusahaan tidak lagi memiliki kewajiban memberi pertanggungan.

Beberapa jenis pertanggungan pertanggungan jiwa berjangka, yaitu:

  • Term life insurance atau asuransi jiwa berjangka dengan uang pertanggungan tetap: pertanggungan jiwa yang memberi manfaat akibat kematian dalam nominal yang sama selama jangka waktu polis yang ditentukan.
  • Decreasing term life insurance atau asuransi jiwa berjangka dengan uang pertanggungan menurun: pertanggungan jiwa yang memberikan manfaat kematian dalam nominal yang menurun dalam masa pertanggungan.
  • Increasing term life insurance atau asuransi jiwa berjangka dengan uang pertanggungan meningkat: pertanggungan jiwa yang memberi manfaat akibat kematian dalam nominal yang meningkat dalam masa pertanggungan dengan nilai atau persentase tertentu.

3. Asuransi unit link

Asuransi unit link adalah gabungan antara pertanggungan jiwa dan investasi. Premi yang dibayar nasabah nantinya akan dialokasikan menjadi premi dasar untuk uang pertanggungan dan premi investasi.

Dana dari premi investasi ini akan dikelola manajer investasi. Dengan memilih asuransi unit link, nasabah akan mendapat dua keuntungan sekaligus: uang pertanggungan dan profit investasi. 

4. Asuransi jiwa dwiguna (endowment insurance)

Pertanggungan jiwa dwiguna memberi manfaat tertentu dengan dua kondisi, apakah tertanggung meninggal selama jangka waktu pertanggungan atau hidup sampai akhir jangka waktu pertanggungan.

Polis pertanggungan jiwa dwiguna umumnya memiliki waktu jatuh tempo yang merupakan batas waktu bagi perusahaan asuransi untuk membayarkan uang atau dana pertanggungan pada pemegang polis jika ternyata tertanggung masih hidup.

Tanggal jatuh tempo akan jatuh pada saat usia tertanggung sudah mencapai batas usia atau sesuai jangka waktu yang telah ditetapkan.

Cara menghitung premi asuransi jiwa

Besaran premi asuransi jiwa dihitung dengan mempertimbangkan beberapa faktor.

  • Jenis asuransi. Premi jenis term life berbeda dengan premi whole life. Premi term life tidaklah sebesar premi whole life
  • Jangka waktu asuransi. Semakin jangka waktu atau tenor yang diambil, semakin besar premi yang dibayarkan.
  • Usia tertanggung. Premi peserta yang berusia muda lebih kecil dibandingkan peserta yang berusia tua.
  • Jumlah pertanggungan. Nilai uang pertanggungan untuk satu peserta berbeda dengan peserta lainnya. Pembedanya adalah usia hidup, usia pensiun, pendapatan per bulan, waktu pertanggungan, hingga inflasi.
  • Kondisi kesehatan. Kesehatan menjadi penentu besaran premi. Gangguan kesehatan cenderung membuat nilai premi menjadi tinggi.
  • Rider. Adanya rider bertujuan untuk melengkapi benefit dasar asuransi. Konsekuensi dari membeli rider tentu saja membuat premi menjadi lebih tinggi.
  • Komponen investasi. Mendapatkan manfaat pertanggungan sekaligus manfaat investasi memang terdengar menarik sebab memberi keuntungan lebih. Namun, perlu dicatat kalau membeli polis asuransi dengan manfaat dobel ini memperbesar nilai premi.

Lalu, bagaimana menghitung premi asuransi jiwa?

Perhitungan asuransi jiwa menggunakan rumus: Jumlah Premi = Tarif Premi x Jumlah Pertanggungan.

  • Jumlah premi: sejumlah uang yang nilainya ditentukan perusahaan asuransi untuk dibayar peserta agar memiliki hak atas manfaat asuransi.
  • Tarif premi: besarannya ditentukan perusahaan asuransi sesuai pilihan asuransinya, apakah asuransi murni atau tidak.
  • Jumlah pertanggungan: uang pertanggungan yang diharapkan peserta untuk nantinya diwariskan.

Cara baca polis asuransi jiwa

Ada istilah look period yang penting diketahui peserta asuransi. Look period adalah masa atau waktu bagi peserta untuk mempelajari polis selama 14 hari sejak tanggal polis diterima.

Dengan adanya look period, peserta dapat memastikan kalau isi polis tidak ada yang merugikan nantinya. 

Itu berarti peserta berhak membatalkan dan mengembalikan polis apabila tidak setuju dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Pastinya ada biaya dalam pembatalan dan pengembalian polis.

Inilah alasannya kenapa penting tahu cara baca polis asuransi, termasuk cara baca polis asuransi jiwa.

Bagaimana cara baca polis asuransi jiwa?

  1. Cari dan cek halaman informasi umum yang informasinya mencakup tanggal jatuh tempo premi, nilai premi, status polis, nama pemegang polis, tanggal mulai dan berakhirnya polis.
  2. Cari dan cek halaman informasi tertanggung sebagai penerima manfaat dan persentase pembagiannya bila penerima manfaat lebih dari satu orang. Cek juga alamat tertanggung.
  3. Cek uang pertanggungan yang nantinya diterima tertanggung, apakah sudah sesuai yang dipilih di awal atau belum.
  4. Cek lingkup jaminan yang menjadi syarat klaim dan risiko apa saja yang dikecualikan.
  5. Pastikan tambahan atau rider telah sesuai dengan yang dipilih sebelumnya.
  6. Pastikan tanda tangan penanggung telah dibubuhkan.

Cara klaim asuransi jiwa

Asuransi Jiwa – Jenis, Keuntungan, Premi, dan Pilihan Terbaik

Untuk melakukan pengajuan klaim pertanggungan jiwa, umumnya memang membutuhkan waktu.

Dalam arti proses pengajuan klaim ini bisa saja lambat atau cepat, tergantung pada dokumen dan hal-hal lain selama proses pengajuan klaim.

Berikut ini adalah beberapa tata cara klaim pertanggungan jiwa.

1. Melaporkan kematian atau kecelakaan tertanggung ke perusahaan asuransi

Jika tertanggung meninggal dunia atau mengalami kecelakaan hingga menderita cacat tetap, hal yang perlu dilakukan pertama kali adalah memberitahu perusahaan asuransi.

Ahli waris biasanya akan dimintai informasi terkait nomor polis dan berbagai informasi mengenai tertanggung. 

Jangan lupa juga untuk meminta informasi mengenai dokumen atau persyaratan yang wajib disiapkan untuk proses pengajuan klaim!

2. Lengkapi formulir klaim serta siapkan dokumen yang dibutuhkan

Selanjutnya, perusahaan akan mengirimkan formulir klaim yang wajib diisi dengan lengkap, detail, dan benar ahli waris.

Perusahaan asuransi juga akan meminta sejumlah dokumen pendukung. Jenis dokumen yang diminta bisa jadi berbeda tergantung pada kondisi tertanggung, apakah meninggal dunia atau kecelakaan.

Biasanya dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan klaim pertanggungan jiwa, yaitu:

  • formulir klaim,
  • surat keterangan dokter,
  • legalisasi identitas tertanggung,
  • fotokopi legalisasi akte kematian, dan
  • dokumen lain yang mungkin disyaratkan.

Pengajuan berkas umumnya bisa dilakukan secara online melalui email, datang ke kantor asuransi secara langsung, atau bisa juga melalui bantuan agen asuransi  yang masih aktif.  

3. Proses analisis klaim

Jika seluruh dokumen sudah diserahkan ke perusahaan asuransi, selanjutnya adalah proses analisis klaim.

Perusahaan asuransi perlu melakukan verifikasi data terkait informasi polis, data tertanggung, informasi terkait kematian, dan sebagainya. 

Pada proses ini, ahli waris diharapkan untuk terus memantau perkembangan klaim agar jika terjadi kekurangan dokumen atau persyaratan lain dapat segera diurus kembali.

4. Pembayaran klaim

Apabila proses analisis sudah dinyatakan benar dan sah, selanjutnya adalah pengajuan klaim akan dilanjutkan ke proses penghitungan kewajiban.

Di sini perusahaan akan menghitung berapa besar nilai dana pertanggungan yang bisa diberikan pada ahli waris sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati.

Setelah itu, ahli waris hanya cukup menunggu pencairan dana pertanggungan.

Alasan klaim asuransi jiwa ditolak

Penerima manfaat yang hendak melakukan klaim bisa saja mendapat penolakan dari perusahaan. Ada beberapa alasan klaim asuransi jiwa ditolak.

1. Ketidaksesuaian informasi

Adanya perbedaan informasi mengenai peserta dan penerima manfaat dengan informasi yang diterima perusahaan asuransi dapat menjadi penyebab klaim ditolak.

Perubahan informasi semisal perubahan alamat penting untuk disampaikan ke perusahaan asuransi. Dengan begitu, penerima manfaat terhindar dari kesulitan untuk mengklaim manfaat.

2. Adanya waiting period

Apabila ada ketentuan waiting period dan klaim hendak dilakukan saat masa tersebut, klaim yang dilakukan penerima manfaat akan ditolak.

Apa itu waiting period? Waiting period adalah masa tunggu yang mana penerima manfaat belum bisa melakukan klaim selama masa tersebut belum selesai.

Biasanya waiting period ini berlangsung rata-rata 30 hari sejak awal periode polis.

3. Tidak terpenuhinya syarat dokumen klaim

Perusahaan asuransi akan menolak pengajuan klaim yang syarat dokumennya tidak lengkap. Penting sekali bagi penerima manfaat atau ahli waris dalam melengkapi dokumen-dokumen yang diminta.

Informasi mengenai dokumen-dokumen yang dibutuhkan bisa dicari tahu di halaman website resmi perusahaan asuransi. Bisa juga ditanyakan ke agen asuransi.

4. Polis tidak aktif

Masa aktif telah selesai adalah salah satu sebab polis tidak aktif. Polis tidak aktif sama aja dengan manfaat tidak lagi berlaku.

Selain itu, tidak adanya pembayaran premi menyebabkan polis juga tidak aktif.

5. Jangka waktu pengklaiman berakhir

Dalam polis, ada ketentuan jangka waktu pengklaiman manfaat asuransi. Penerima manfaat harus melakukan klaim sebelum jangka waktu berakhir. Kalau tidak, klaim ditolak.

Daftar asuransi jiwa terbaik di Indonesia

Untuk menentukan pertanggungan jiwa mana yang kamu pilih, mungkin kamu bisa memilih pertanggungan jiwa berdasarkan risk based capital atau RBC.

Apa itu RBC? Risk based capital atau RBC adalah ukuran batas tingkat solvabilitas sebagai acuan untuk melihat tingkat kesehatan keuangan perusahaan asuransi.

Semakin tinggi angka rasio solvabilitas perusahaan asuransi, semakin sehat keuangannya. Ketentuan RBC minimum diatur Otoritas Jasa Keuangan berdasarkan POJK No. 71/POJK.05/2016, yaitu minimal 120 persen.

Berikut ini adalah daftar pertanggungan jiwa terbaik di Indonesia beserta RBC-nya di tahun 2020.

Perusahaan asuransi jiwa RBC
PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG 1.367,74%
PT Asuransi Jiwasraya (Persero) 1.003,67%
PT FWD Life Indonesia 1.103%
PT Panin Dai-chi Life 1.643%
PT Ace Life Assurance 2.659%
PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha 239% (2019)
PT AIA Financial 630%
PT Asuransi Allianz Life Indonesia 472%
PT Avrist Assurance 430%
PT AXA Financial Indonesia 282%
PT AXA Mandiri Financial Services 536%
PT Asuransi Jiwa BCA 535,06%
PT BNI Life Insurance 795%
PT Asuransi BRI Life 264%
PT Central Asia Financial 1.045,13%
PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya 212%
PT Asuransi CIGNA 289%
PT Commonwealth Life 1.103%
PT Equity Life Indonesia 278,36%
PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia 475%
PT Great Eastern Life Indonesia 846,19%
PT Hanwha Life Insurance Indonesia 6.363,08%
PT Asuransi Jiwa Indosurya Sukses 210%
PT Lippo Life Assurance 189,43%
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia 943%
PT Asuransi Jiwa Mega Indonesia 2.109%
PT MNC Life Assurance 142,99%
PT Prudential Life Assurance 549%
PT Asuransi Jiwa Astra 454%
PT Asuransi Jiwa Kresna 340,98% (2019)
PT Asuransi Simas Jiwa 1.113%
PT Capital Life Indonesia 198,44%
PT Heksa Eka Life Insurance 352,98%
PT Indolife Pensiontama 167,34%
PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia 647%
PT Sun Life Financial Indonesia 600%
PT Asuransi Jiwa Recapital -462,94% (2018)
PT Asuransi Jiwa Reliance 324,69%
PT Asuransi Jiwa Sequis Financial 599%
PT Asuransi Jiwa Sequis Life 567%
PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia 982%
PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri 257%
PT Zurich Topas Life 643%
PT Asuransi Jiwa Taspen 243,24%

Produk asuransi jiwa dan preminya

Buat kamu yang ingin memiliki asuransi jiwa, berikut ini informasi beberapa produk asuransi jiwa di Indonesia beserta preminya.

1. Simas Jiwa SIJI Guard 4

  • Premi: Mulai Rp120.000 per bulan.
  • Masa perlindungan: 1 tahun.
  • Usia masuk tertanggung: 0,5-69 tahun.
  • Masa peninjauan polis: 14 hari.
  • Tidak ada masa tunggu.
  • Santunan meninggal dunia akibat kecelakaan Rp500.000.000.
  • Santunan cacat tetap Rp250.000.000.
  • Santunan meninggal dunia Rp250.000.000.

2. Ciputra Life Citra Jaminan Pasti 50

  • Premi: Mulai Rp175.000 per bulan.
  • Masa perlindungan: 20 tahun.
  • Usia masuk tertanggung: 5-60 tahun.
  • Masa pembayaran premi: 5 tahun.
  • Pengembalian premi: 160% di tahun ke-20.
  • Masa peninjauan polis: 14 hari.
  • Masa tunggu: 180 hari.
  • Pembayaran premi: bulanan.
  • Santunan meninggal dunia karena kecelakaan Rp100.000.000.
  • Santunan meninggal dunia karena sakit Rp50.000.000.

3. Pacific Life JELITA

  • Premi: Mulai Rp20.000 per tahun.
  • Usia masuk: 18-59 tahun.
  • Polis dapat diperpanjang hingga usia 65 tahun.
  • Uang pertanggungan (UP) hingga Rp500.000.000.
  • Risiko penyakit kritis yang ditanggung: kanker payudara, kanker serviks, kanker rahim, kanker paru, kanker usus besar, hingga kanker kulit.
  • UP diberikan atas risiko meninggal dunia akibat sakit atau kecelakaan.
  • Manfaat pengembalian premi hingga 25% di tahun ke-3.

4. Asuransi Jiwa Central Asia Raya

  • Premi: Mulai Rp250.000 per bulan.
  • Usia masuk tertanggung: 18 – 55 tahun.
  • Bayar 5 tahun, masa perlindungan 20 tahun.
  • Manfaat nilai tunai dan pengembalian 100% UP di tahun ke-10.
  • Santunan meninggal dunia sampai Rp1.000.000.000.

5. Allianz SmartLink New Flexi Account

  • Premi mulai Rp300.000 per bulan.
  • Usia masuk tertanggung 1-70 tahun.
  • Premi mulai dari Rp300.000 per bulan.
  • Santunan meninggal dunia.
  • Manfaat investasi.
  • Manfaat akhir polis.
  • Perluasan manfaat penyakit kritis dan pertanggungan rawat inap.

6. Chubb Life Extra Cash Back Protection

  • Premi mulai Rp100.000 per bulan.
  • Usia masuk tertanggung 6-55 tahun.
  • Proteksi jiwa selama 10 tahun dengan pembayaran premi 5 tahun saja.
  • 100% Uang pertanggungan akibat apa pun.
  • Pengembalian premi pada tahun ke-10.

7. Takaful Al-Khairat Individu

  • Pilihan asuransi jiwa.
  • Premi mulai Rp64.000 per bulan.
  • Masa perlindungan: 1 tahun.
  • Usia masuk tertanggung: 18-54 tahun.
  • Masa tunggu: 30 hari.
  • Masa tunggu 1 tahun untuk kematian akibat penyakit pre-existing condition.
  • Santunan meninggal dunia Rp150.000.000.
  • Pengelolaan dana mengikuti syariat Islam.

8. Heksa Rencana Aman

  • Premi mulai Rp100.000 per bulan.
  • Masa pertanggungan 8 tahun.
  • Masa pembayaran premi 5 tahun.
  • Usia masuk tertanggung 1-52 tahun.
  • Pengembalian premi tahunan: 108%.
  • Santunan meninggal dunia karena kecelakaan 100% uang pertanggungan.
  • Santunan meninggal dunia 50% uang pertanggungan.

9. Sequis Life Financial Smart Life

  • Premi mulai Rp75.000 per bulan.
  • Masa pertanggungan sampai usia 100 tahun.
  • Usia masuk tertanggung 1-50 tahun.
  • Masa pembayaran premi mulai dari 10 tahun.
  • Uang pertanggungan Rp250.000.000.
  • Manfaat nilai tunai jika tidak ada klaim.

10. Asuransi Jiwa Manulife

  • Usia maksimal 99 tahun.
  • Premi mulai Rp55.000.
  • Jaminan nilai tunai tidak dipengaruhi nilai pasar.
  • Pilihan masa pembayaran 5-20 tahun.

11. Asuransi Al Amin

  • Perawatan rumah sakit akibat kecelakaan.
  • Pelunasan pinjaman ketika tertanggung meninggal dunia.
  • Manfaat tambahan sesuai yang dijaminkan dalam polis.

12. Asuransi Jiwa Tugu Mandiri

  • Uang pertanggungan (UP) hingga Rp1.000.000.000.
  • Uang pertanggungan ditambah nilai tunai investasi.

13. Asuransi Jiwa AIA

  • Manfaat pertanggungan hingga usia 99 tahun.
  • Pertanggungan biaya perawatan ICU mak Rp250.000.000.
  • Santunan meninggal dunia berupa uang pertanggungan 100%.

14. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Life

  • Santunan meninggal dunia hingga Rp1.200.000.000.
  • Pengembalian premi di akhir polis.
  • Premi mulai Rp100.000 per bulan.

15. Asuransi Jiwa Generali Indonesia

  • Manfaat bonus 200% dari premi dasar tahunan.
  • Santunan meninggal hingga Rp25.000.000.
  • Manfaat pilihan jenis investasi yang bervariasi.

16. Asuransi Jiwa BRI Life

  • Premi mulai Rp10.000.
  • Santunan meninggal dunia hingga Rp100.000.000.
  • Santunan rawat jalan hingga Rp5.000.000.

17. Asuransi Jiwa Inhealth

  • Manfaat hidup (nilai tunai) apabila karyawan masih hidup, tapi masa pertanggungan berakhir.
  • Manfaat meninggal dunia apabila karyawan meninggal dunia dalam masa pertanggungan asuransi.

FAQ

Asuransi jiwa menanggung apa saja?

Asuransi jiwa memberi uang pertanggungan kepada ahli waris atas kerugian finansial akibat meninggalnya nasabah atau sebab lain yang membuat sumber penghasilan menghilang. 

Apakah asuransi jiwa bisa dicairkan?

Asuransi jiwa hanya dapat dicairkan ketika nasabah meninggal dunia atau bisa juga ketika nasabah mengalami cacat tetap yang membuat penghasilannya menghilang.

Apakah premi asuransi bisa dikembalikan?

Pada umumnya, asuransi jiwa tidak akan mengembalikan premi yang sudah dibayarkan. Akan tetapi, ada beberapa produk yang akan mengembalikan premi dengan persentase berbeda, tergantung situasi dan kondisi.

Bagaimana jika premi asuransi tidak dibayar atau terlambat?

Jika premi tidak dibayarkan, status keanggotaan akan ditangguhkan sementara, terkena denda atau bisa juga status keanggotaan diblokir. Hal ini juga berisiko membuat proteksi diri tidak berlaku lagi.

Tinggalkan komentar