Asuransi Jiwa – Jenis, Keuntungan, Premi, dan Pilihan Terbaik

Apa itu asuransi jiwa? Asuransi jiwa adalah jenis asuransi yang memberi uang pertanggungan sebagai penggantian dampak hilangnya sumber pendapatan seseorang atau suatu keluarga akibat kematian nasabah asuransi.

Asuransi jiwa atau pertanggungan jiwa ini memberikan dukungan finansial bagi ahli waris atau keluarga yang ditinggalkan karena mungkin akan mengalami kesulitan karena hilangnya sumber penghasilan dari nasabah.

Ketika seorang nasabah yang notabene adalah seorang kepala keluarga sekaligus tulang punggung utama meninggal dunia, kondisi keuangan keluarga otomatis terdampak.

Beberapa mungkin mengalaminya dalam waktu yang singkat, tapi banyak juga yang mengalami hal ini dalam jangka waktu yang panjang. Itulah mengapa penting untuk mempersiapkan asuransi jiwa bagi keluarga. 

Keuntungan asuransi jiwa

Asuransi Jiwa – Jenis, Keuntungan, Premi, dan Pilihan Terbaik

Memutuskan untuk memiliki atau mempersiapkan pertanggungan jiwa dapat memberi banyak keuntungan, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan nasabah. Apa saja keuntungannya?

1. Perlindungan dari risiko kematian

Pertanggungan jiwa dapat memberikan perlindungan apabila suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan pada tertanggung.

Misalnya, meninggal dunia atau sebab lain yang mengakibatkan nasabah kehilangan sumber penghasilan. Dalam hal ini, perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah uang pertanggungan ke ahli waris sesuai dengan polis.

2. Memastikan kelangsungan hidup ahli waris

Saat sumber penghasilan dalam suatu keluarga hilang, tentu kondisi ekonomi juga akan menjadi lebih sulit.

Peran pertanggungan jiwa adalah memastikan bahwa keluarga atau ahli waris mendapatkan santunan yang dapat dimanfaatkan untuk kelanjutan hidup mereka. 

3. Manfaat santunan cacat permanen atau sebagian

Umumnya pertanggungan jiwa juga memberi perlindungan terhadap cacat permanen atau sebagian yang disebabkan kecelakaan atau sebab lainnya.

Besarnya manfaat yang diberikan bisa mencapai 100% dari nilai pertanggungan atau sesuai perjanjian sebelumnya. 

4. Membantu mengelola uang dengan lebih bijak

Memiliki pertanggungan jiwa berarti seseorang dipaksa untuk menyisihkan sebagian penghasilan mereka demi terjaminnya keberlangsungan hidup keluarga di masa depan.

Hal ini tentu akan jauh lebih baik dibandingkan uang habis untuk keperluan yang tidak terlalu penting setiap bulannya. Gaya hidup boros nantinya justru akan menimbulkan kesulitan keuangan.

5. Sebagai persiapan pensiun

Bagi pemegang pertanggungan jiwa unit link atau dwiguna, pertanggungan jiwa juga dapat dimanfaatkan untuk mempersiapkan masa pensiun.

Selain dapat memberi uang pertanggungan, asuransi ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tabungan masa tua, khusus dwiguna ataupun unit link.

6. Memberi rasa aman dan tenang

Sesuatu hal buruk bisa saja terjadi pada siapa pun sewaktu-waktu.

Dengan memiliki pertanggungan jiwa, hal tersebut setidaknya bisa memberi rasa aman dan tenang karena ahli waris atau keluarga masih bisa mendapatkan jaminan bantuan finansial setelah tertanggung meninggal atau cacat dan harus kehilangan sumber penghasilan.

Jenis asuransi jiwa dan preminya

Mengerti dan memahami berbagai jenis pertanggungan jiwa menjadi keharusan ketika akan membeli polis asuransi ini.

Jenis pertanggungan jiwa yang dipilih tentu akan memberi manfaat dan pertanggungan serta premi yang berbeda pula. Berikut ini adalah beberapa jenis pertanggungan jiwa yang umum ditawarkan perusahaan asuransi.

1. Asuransi jiwa seumur hidup (whole life insurance)

Karakteristik utama pertanggungan jiwa seumur hidup adalah memberi pertanggungan seumur hidup selama polis berlaku dan memberi manfaat pertanggungan sekaligus manfaat tabungan.

Asuransi jiwa seumur hidup juga terbagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Asuransi jiwa seumur hidup tradisional atau traditional whole life insurance adalah jenis pertanggungan jiwa yang memberi pertanggungan selama seumur hidup dengan pembayaran premi yang tetap serta tidak bertambah seiring bertambah usia. 
  • Survivor life insurance atau second-to-die life insurance adalah pertanggungan jiwa gabungan yang mana premi akan dibayar jika kedua orang nasabah meninggal dunia. Sasaran asuransi ini adalah para pasangan yang ingin mempunyai dana guna membayar pajak harta warisan yang dikenakan setelah mereka meninggal.
  • Asuransi jiwa seumur hidup gabungan atau joint whole life insurance adalah asuransi yang memiliki manfaat sama seperti pertanggungan jiwa seumur hidup individu, tapi asuransi ini menanggung dua jiwa dalam satu polis. Jika salah satu tertanggung meninggal, manfaat pertanggungan akan diberikan kepada tertanggung yang masih hidup dan pertanggungan polis juga berakhir.

2. Asuransi jiwa berjangka (term life insurance)

Pilihan pertanggungan jiwa ini memberi pertanggungan dalam jangka waktu tertentu atau disebut jangka waktu polis (policy term).

Manfaat polis hanya akan dibayarkan apabila tertanggung meninggal dunia dalam jangka waktu yang sudah ditentukan selama polis masih berlaku.

Jika ternyata nasabah menghentikan keaktifan asuransinya, otomatis polis terhenti dan perusahaan tidak lagi memiliki kewajiban memberi pertanggungan.

Beberapa jenis pertanggungan pertanggungan jiwa berjangka, yaitu:

  • Term life insurance atau asuransi jiwa berjangka dengan uang pertanggungan tetap: pertanggungan jiwa yang memberi manfaat akibat kematian dalam nominal yang sama selama jangka waktu polis yang ditentukan.
  • Decreasing term life insurance atau asuransi jiwa berjangka dengan uang pertanggungan menurun: pertanggungan jiwa yang memberikan manfaat kematian dalam nominal yang menurun dalam masa pertanggungan.
  • Increasing term life insurance atau asuransi jiwa berjangka dengan uang pertanggungan meningkat: pertanggungan jiwa yang memberi manfaat akibat kematian dalam nominal yang meningkat dalam masa pertanggungan dengan nilai atau persentase tertentu.

3. Asuransi unit link

Asuransi unit link adalah gabungan antara pertanggungan jiwa dan investasi. Premi yang dibayar nasabah nantinya akan dialokasikan menjadi premi dasar untuk uang pertanggungan dan premi investasi.

Dana dari premi investasi ini akan dikelola manajer investasi. Dengan memilih asuransi unit link, nasabah akan mendapat dua keuntungan sekaligus: uang pertanggungan dan profit investasi. 

4. Asuransi jiwa dwiguna (endowment insurance)

Pertanggungan jiwa dwiguna memberi manfaat tertentu dengan dua kondisi, apakah tertanggung meninggal selama jangka waktu pertanggungan atau hidup sampai akhir jangka waktu pertanggungan.

Polis pertanggungan jiwa dwiguna umumnya memiliki waktu jatuh tempo yang merupakan batas waktu bagi perusahaan asuransi untuk membayarkan uang atau dana pertanggungan pada pemegang polis jika ternyata tertanggung masih hidup.

Tanggal jatuh tempo akan jatuh pada saat usia tertanggung sudah mencapai batas usia atau sesuai jangka waktu yang telah ditetapkan.

Cara klaim asuransi jiwa

Asuransi Jiwa – Jenis, Keuntungan, Premi, dan Pilihan Terbaik

Untuk melakukan pengajuan klaim pertanggungan jiwa, umumnya memang membutuhkan waktu.

Dalam arti proses pengajuan klaim ini bisa saja lambat atau cepat, tergantung pada dokumen dan hal-hal lain selama proses pengajuan klaim.

Berikut ini adalah beberapa tata cara klaim pertanggungan jiwa.

1. Melaporkan kematian atau kecelakaan tertanggung ke perusahaan asuransi

Jika tertanggung meninggal dunia atau mengalami kecelakaan hingga menderita cacat tetap, hal yang perlu dilakukan pertama kali adalah memberitahu perusahaan asuransi.

Ahli waris biasanya akan dimintai informasi terkait nomor polis dan berbagai informasi mengenai tertanggung. 

Jangan lupa juga untuk meminta informasi mengenai dokumen atau persyaratan yang wajib disiapkan untuk proses pengajuan klaim!

2. Lengkapi formulir klaim serta siapkan dokumen yang dibutuhkan

Selanjutnya, perusahaan akan mengirimkan formulir klaim yang wajib diisi dengan lengkap, detail, dan benar ahli waris.

Perusahaan asuransi juga akan meminta sejumlah dokumen pendukung. Jenis dokumen yang diminta bisa jadi berbeda tergantung pada kondisi tertanggung, apakah meninggal dunia atau kecelakaan.

Biasanya dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan klaim pertanggungan jiwa, yaitu:

  • formulir klaim,
  • surat keterangan dokter,
  • legalisasi identitas tertanggung,
  • fotokopi legalisasi akte kematian, dan
  • dokumen lain yang mungkin disyaratkan.

Pengajuan berkas umumnya bisa dilakukan secara online melalui email, datang ke kantor asuransi secara langsung, atau bisa juga melalui bantuan agen asuransi  yang masih aktif.  

3. Proses analisis klaim

Jika seluruh dokumen sudah diserahkan ke perusahaan asuransi, selanjutnya adalah proses analisis klaim.

Perusahaan asuransi perlu melakukan verifikasi data terkait informasi polis, data tertanggung, informasi terkait kematian, dan sebagainya. 

Pada proses ini, ahli waris diharapkan untuk terus memantau perkembangan klaim agar jika terjadi kekurangan dokumen atau persyaratan lain dapat segera diurus kembali.

4. Pembayaran klaim

Apabila proses analisis sudah dinyatakan benar dan sah, selanjutnya adalah pengajuan klaim akan dilanjutkan ke proses penghitungan kewajiban.

Di sini perusahaan akan menghitung berapa besar nilai dana pertanggungan yang bisa diberikan pada ahli waris sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati.

Setelah itu, ahli waris hanya cukup menunggu pencairan dana pertanggungan.

Daftar asuransi jiwa terbaik di Indonesia

Untuk menentukan pertanggungan jiwa mana yang kamu pilih, mungkin kamu bisa memilih pertanggungan jiwa berdasarkan risk based capital atau RBC.

Apa itu RBC? Risk based capital atau RBC adalah ukuran batas tingkat solvabilitas sebagai acuan untuk melihat tingkat kesehatan keuangan perusahaan asuransi.

Semakin tinggi angka rasio solvabilitas perusahaan asuransi, semakin sehat keuangannya. Ketentuan RBC minimum diatur Otoritas Jasa Keuangan berdasarkan POJK No. 71/POJK.05/2016, yaitu minimal 120 persen.

Berikut ini adalah daftar pertanggungan jiwa terbaik di Indonesia beserta RBC-nya di Triwulan II 2021.

Perusahaan asuransi RBC
PT Prudential Life Assurance 428%
PT Asuransi Simas Jiwa 936,27%
PT Asuransi Allianz Life Indonesia 359,74%
PT AIA Financial 695%
PT AXA Mandiri Financial Services 343%
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia 984%
PT Asuransi BRI Life 429,31%
PT BNI Life Insurance 706,31%
PT Panin Dai–ichi Life 1.576%
PT Asuransi Jiwa Sequis Life 526%
PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia 310,52%
PT Sun Life Financial Indonesia 480%

FAQ

Asuransi jiwa menanggung apa saja?

Asuransi jiwa memberi uang pertanggungan kepada ahli waris atas kerugian finansial akibat meninggalnya nasabah atau sebab lain yang membuat sumber penghasilan menghilang. 

Apakah asuransi jiwa bisa dicairkan?

Asuransi jiwa hanya dapat dicairkan ketika nasabah meninggal dunia atau bisa juga ketika nasabah mengalami cacat tetap yang membuat penghasilannya menghilang.

Apakah premi asuransi bisa dikembalikan?

Pada umumnya, asuransi jiwa tidak akan mengembalikan premi yang sudah dibayarkan. Akan tetapi, ada beberapa produk yang akan mengembalikan premi dengan persentase berbeda, tergantung situasi dan kondisi.

Bagaimana jika premi asuransi tidak dibayar atau terlambat?

Jika premi tidak dibayarkan, status keanggotaan akan ditangguhkan sementara, terkena denda atau bisa juga status keanggotaan diblokir. Hal ini juga berisiko membuat proteksi diri tidak berlaku lagi.

Tinggalkan komentar