Asuransi Kesehatan untuk Lansia – AXA, Cigna, hingga Manulife

Asuransi kesehatan untuk lansia adalah jenis produk asuransi yang ditujukan khusus bagi warga senior atau nasabah yang sudah lanjut usia.

Mereka yangs udah memasuki usia lanjut umumnya memang membutuhkan perawatan khusus terkait kesehatan, baik untuk pencegahan maupun pengobatan. 

Akan tetapi, tidak semua perusahaan asuransi yang ada di Indonesia memiliki produk asuransi untuk para lansia.

Kabar baiknya adalah ternyata ada juga lho beberapa produk asuransi yang memang khusus diperuntukkan bagi para nasabah lansia.

Nah, berikut ini adalah tips dan rekomendasi beberapa produk asuransi kesehatan untuk orang tua yang perlu kamu perhatikan. 

Mengapa usia tua penting memiliki asuransi kesehatan untuk lansia?

Asuransi Kesehatan untuk Lansia – AXA, Cigna, hingga Manulife

Sebenarnya, produk asuransi kesehatan memang sangat penting dimiliki siapa pun dengan usia berapa pun, termasuk juga di dalamnya para lansia atau warga senior.

Kita tentu paham bahwa lansia termasuk golongan usia yang paling banyak menderita berbagai jenis penyakit. 

Lansia memang lebih banyak menderita penyakit tidak menular, seperti masalah gigi dan mulut, hipertensi (tekanan darah tinggi), osteoarthritis, diabetes melitus, dan penyakit paru obstruktif kronis.

Risiko lain yang sering mengintai para lansia adalah jatuh atau kecelakaan yang disebabkan kondisi tubuhnya yang kian lemah. 

Adanya produk asuransi kesehatan untuk manula memberikan jaminan kehidupan yang lebih nyaman dan tenang.

Sebab mereka tidak perlu khawatir jika suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan terkait kondisi kesehatan mereka.

Tak hanya itu, adanya produk asuransi kesehatan orang tua ini juga ditujukan agar para lansia dapat hidup dengan lebih sehat, mandiri, aktif, dan produktif secara sosial dan ekonomi. 

Apa saja yang harus diperhatikan saat akan memilih produk asuransi kesehatan usia lanjut?

Di Indonesia batas usia untuk mendaftarkan diri sebagai nasabah asuransi kesehatan khusus lansia adalah 65 tahun. Dalam menentukan produk asuransi ini, ada baiknya anak ikut serta dalam proses pemilihan.

Hal ini karena ada beberapa hal yang mesti diperhatikan atau dipertimbangkan dengan saksama, yaitu:

1. Memeriksa kelengkapan asuransi

Biaya premi memang biasanya menjadi salah satu pertimbangan saat seseorang akan membeli produk asuransi kesehatan.

Bagi kamu yang akan membeli produk asuransi kesehatan untuk lansia, ada hal lain yang perlu diperhatikan terkait kelengkapan asuransi semisal apakah asuransi yang akan dipilih sudah meng-cover:

  • Biaya kamar dan rawat inap.
  • Biaya kunjungan dokter ataupun dokter spesialis di rumah sakit.
  • Biaya kamar ICU atau ICCU.
  • Biaya operasi atau bedah plastik akibat jatuh atau kecelakaan.
  • Biaya pembiusan serta biaya kamar bedah.
  • Biaya ambulans.
  • Biaya rawat jalan darurat untuk gigi akibat terjadinya kecelakaan.
  • Biaya rawat jalan darurat akibat jatuh maupun kecelakaan.
  • Biaya konsultasi lanjutan setidaknya hingga 60 hari setelah lepas rawat.
  • Biaya transplantasi organ tubuh, seperti misalnya jantung, hati, paru-paru, ginjal, dan sumsum tulang.

Tak  hanya itu, beberapa hal berikut ini juga sebaiknya jadi pertimbangan saat akan memilih produk asuransi kesehatan untuk lansia, yaitu:

  • Apa saja pelayanan medis yang tercakup dalam asuransi tersebut.
  • Bagaimana sistem pembayaran rumah sakit, apakah dibayar nasabah terlebih dahulu atau langsung oleh pihak asuransi (ini tentu terkait dengan kemudahan dan kepraktisan) ataupun tidak.
  • Rumah sakit rekanan yang bekerja sama dengan pihak asuransi.
  • Besarnya jumlah biaya yang ditanggung, misalnya apakah termasuk biaya rawat jalan, rawat inap, pemeriksaan tambahan, pengobatan, serta biaya operasi.
  • Sampai kapan asuransi berlangsung, apakah ada batas usia ataukah tidak.

2. Memahami dana pertanggungan

Dana pertanggungan adalah sejumlah dana yang harus dibayarkan pihak penanggung atau perusahaan asuransi jika nasabah mengalami suatu risiko yang dijamin dalam polis asuransi. 

Sebelum memastikan untuk memilih salah satu produk asuransi kesehatan untuk manula, ada baiknya baca dengan teliti mengenai dana pertanggungan ini agar nantinya kamu punya gambaran berapa dana yang bisa diperoleh ketika orang tua kita mengalami risiko yang dimaksud. 

3. Keterbukaan informasi

Keterbukaan informasi tidak hanya harus dilakukan pihak perusahaan asuransi, tetapi juga dari pihak nasabah.

Hal ini karena jika kamu tidak terbuka dan jujur sejak awal mengenai kondisi kesehatan orang tua, bisa jadi perusahaan dalam beberapa kasus kaan menolak klaim yang diajukan. 

Adapun beberapa informasi yang wajib disampaikan secara jujur dan terbuka, yaitu:

  • Adanya penyakit kronis yang diderita lansia, misalnya tekanan darah tinggi, diabetes, sakit jantung, asma, dan sebagainya. 
  • Adanya penyakit yang membahayakan nyawa, misalnya kanker. 
  • Adanya kondisi tertentu, misalnya cacat tubuh atau cedera akibat kecelakaan atau yang lainnya. 

Dengan berbagai kondisi di atas, kamu juga wajib mencari tahu apakah asuransi kesehatan lansia yang akan dipilih bisa mencakup biaya perawatan dan pengobatan atas penyakit atau kondisi tersebut di atas. 

4. Lebih cermat pada perlindungan penyakit kritis

Pada asuransi penyakit kritis umumnya, perusahaan asuransi diharuskan untuk membayarkan dana sebesar uang pertanggungan pada pemegang asuransi ketika mereka terkena penyakit kritis.

Penyakit kritis ini mencakup penyakit jantung, gagal ginjal, kanker, dan stroke.

Yang perlu dipertimbangkan saat akan memilih produk asuransi kesehatan untuk orang tua adalah sejauh mana perusahaan asuransi tersebut dapat memberikan pertanggungan.

Tidak sedikit perusahaan asuransi yang akan membayar klaim penyakit kritis hanya jika penyakit tersebut sudah memasuki tahap stadium lanjut.

Hal ini tentu bisa jadi pertimbangan tersendiri untuk kamu yang akan memiliki produk asuransi kesehatan untuk orang tua. 

Tips memilih asuransi kesehatan terbaik untuk lansia

Selain mempertimbangkan beberapa hal di atas, berikut ini adalah beberapa tips untuk kamu yang akan membeli asuransi kesehatan untuk lansia.

1. Pilihlah asuransi yang bisa menanggung seumur hidup

Sebisa mungkin carilah produk asuransi yang bisa memberikan pertanggungan seumur hidup atau setidaknya sampai dengan usia 99 tahun.

Jika kamu tidak bisa menemukannya, pilihan terbaik sejauh ini adalah mencari polis asuransi yang bisa menanggung setidaknya mengikuti usia harapan hidup Indonesia, yakni 74 tahun.

2. Pilih asuransi yang bisa menanggung pre-existing condition

Pilihlah asuransi yang bisa memberikan pertanggungan riwayat penyakit yang diderita sebelum menandatangani polis.

Hal ini karena banyak asuransi yang tidak mau menanggung penyakit yang sudah ada sebelum kamu membeli produk asuransi tersebut.

Contoh sederhananya, orang tuamu memiliki penyakit jantung. Jika asuransi yang  kamu pilih menanggung pre-existing condition, penyakit jantung yang sudah diderita tersebut juga akan mendapatkan pertanggungan. 

3. Perhatikan besar uang pertanggungan

Sebelum memutuskan untuk membeli produk asuransi tertentu untuk orang tuamu, pastikan dulu bahwa nilai pertanggungan yang diberikan setidaknya sesuai dengan besarnya biaya rumah sakit.

Selain itu, perhatikan juga besarnya dana pertanggungan untuk rawat inap, biaya dokter spesialis, obat-obatan, hingga untuk cek di laboratorium. 

4. Pilih asuransi yang memberikan manfaat asuransi jiwa sekaligus

Pilihlah asuransi kesehatan khusus lansia yang juga mencakup manfaat asuransi jiwa sekaligus.

Hal ini akan  menjamin kehidupan lansia dari segi kesehatan dan juga finansialnya. Manfaat asuransi jiwa ini biasanya bisa dimanfaatkan untuk warisan atau biaya pemakaman.

Rekomendasi produk asuransi kesehatan untuk lansia

Asuransi Kesehatan untuk Lansia – AXA, Cigna, hingga Manulife

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi produk asuransi kesehatan untuk lansia yang bisa jadi pertimbangan.

1. Cigna

Melalui produk bernama Cigna Family EaziLife, nasabah rupanya bisa menikmati penawaran perlindungan untuk tujuh anggota keluarga yang terdiri atas anak, pasangan, dan orang tua dalam satu polis sekaligus.

Produk ini sebenarnya merupakan produk asuransi jiwa yang menawarkan perlindungan finansial apabila tertanggung meninggal.

Akan tetapi, produk ini juga memiliki fasilitas perlindungan untuk berbagai risiko kesehatan terkhusus penyakit kritis. 

Beberapa penyakit kritis yang ditanggung oleh Cigna Family EaziLife, yaitu:

  • Kanker
  • Gagal ginjal
  • Penyakit paru-paru
  • Penyakit meningitis bakteri
  • Penyakit pembuluh darah otak (stroke)

Usia masuk bagi orang tua adalah 46-65 tahun dengan masa perlindungan bagi orang tua yang bisa diperpanjang hingga usia 75 tahun.

2. Asuransi Manulife

Manulife Value Protector adalah produk asuransi dari Manulife yang ditujukan untuk orang tua.

Salah satu manfaat yang menjadi favorit nasabah adalah adanya fitur Advanced Hospital Benefit Plus yang memberikan perlindungan kesehatan berupa penggantian biaya rawat inap rumah sakit karena sakit atau kecelakaan. 

Guna memudahkan nasabah Manulife juga menyediakan dua jenis layanan, yaitu cashless dan double claim.

Fitur cashless ini membuat proses administrasi di rumah sakit menjadi lebih nyaman karena kamu gak perlu melakukan pembayaran tunai di rumah sakit.

Sementara double claim memungkinkan penggunanya untuk melakukan klaim secara bersamaan dengan kuitansi legalisir.

3. AXA Mandiri Financial Services

Asuransi Mandiri Kesehatan Prima adalah salah satu produk asuransi untuk lansia dari AXA Mandiri Financial Services.

Nasabah atau orang yang akan ditanggung risikonya harus memiliki usia antara 15-60 tahun. Sementara itu, usia untuk pemegang polis utama ditetapkan berusia 18-60 tahun.

Sementara usia maksimal (usia masuk) untuk orang tua yang akan memiliki produk ini adalah 60 tahun. 

Kelebihan asuransi ini adalah dapat memberikan pertanggungan hingga usia tertanggung mencapai 80 tahun. Pertanggungan meninggal dunia karena kecelakaan sampai dengan tertanggung berusia 70 tahun.

4. Asuransi jiwa Cigna Second Life

Asuransi Rencana Cigna Second Life adalah produk asuransi khusus lansia dari Cigna yang mana nantinya para lansia yang berusia antara 55-80 tahun bisa terjamin diterima tanpa pemeriksaan kesehatan.

Salah satu hal yang menjadi kelebihan utama asuransi ini adalah perlindungan usia hingga 100 tahun.

Selain itu, nasabah juga bisa mendapatkan berbagai manfaat lain, seperti santunan kematian, layanan konsultasi telemedika, hingga berbagai diskon menarik untuk para nasabah setianya.

FAQ

Apa itu ciri asuransi kesehatan untuk lansia?

Salah satu ciri asuransi kesehatan untuk lansia adalah usia masuk nasabah biasanya lebih dari 50 tahun, contohnya pada asuransi Cigna Second Life, batas usia masuk nasabah adalah 55 tahun.

Berapa batas usia asuransi kesehatan untuk lansia?

Batas usia untuk asuransi kesehatan berbeda, tergantung pada produk dan perusahaan asuransi yang  kamu pilih.