Asuransi Nelayan – Cara Membuat Kartu dan Klaim Pencairannya

Luasnya lautan yang dimiliki Indonesia membawa negeri tercinta ini menyandang status sebagai negeri maritim. Kondisi ini juga menyebabkan banyaknya masyarakat pesisir yang bekerja sebagai nelayan. Untuk menghindarkan mereka dari kerugian finansial, asuransi nelayan pun disediakan Pemerintah.

Seperti yang kamu ketahui, para nelayan bertugas mencari sumber pangan dari laut guna mencukupi kebutuhan konsumsi ikan di dalam negeri. 

Besarnya hasil yang didapat kadang tak setimpal dengan risiko kecelakaan yang tinggi selama mereka melaut.

Itulah sebabnya, Pemerintah melalui berbagai regulasi menghadirkan program asuransi nelayan atau pertanggungan nelayan.

Program pertanggungan nelayan ini ditujukan untuk memberikan perlindungan ketika terjadi kecelakaan kerja saat melaut.

Adanya program ini diharapkan para nelayan dapat bekerja lebih tenang tanpa rasa khawatir jika terjadi sesuatu pada mereka.

Dasar hukum pemberian asuransi nelayan mandiri oleh KKP

Penyelenggaraan program pertanggungan nelayan dilakukan dengan berdasarkan pada beberapa dasar hukum yang jelas dan pasti.

Berikut ini adalah dasar-dasar hukum yang digunakan dalam penyelenggaraan pertanggungan nelayan.

  • Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam.
  • Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18/PERMEN-KP/2016 tentang Perlindungan Jaminan Atas Risiko Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam.
  • Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 39/PERMEN-KP/2017 tentang Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan.
  • Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 70/PERMEN-KP/2016 tentang Pedoman Umum dalam rangka Penyaluran Bantuan Pemerintah di Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 60/PERMEN-KP/2017.

Asuransi nelayan sendiri merupakan implementasi dari Pasal 30 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 yang berbunyi:

“Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya memberikan Perlindungan kepada Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam atas risiko yang dihadapi saat melakukan Penangkapan Ikan, Pembudidayaan Ikan, dan Usaha Pergaraman”.

Sasaran dan tujuan bantuan asuransi nelayan

Asuransi Nelayan – Cara Membuat Kartu dan Klaim Pencairannya

Program pertanggungan nelayan tentu dibuat dengan sasaran dan tujuan yang juga jelas.

Saat ini sasaran program asuransi nelayan adalah untuk memberikan perlindungan pada setiap individu nelayan, baik itu nelayan kecil maupun nelayan tradisional, dengan jaminan risiko berupa perlindungan atas kematian karena kecelakaan, kematian alami, cacat tetap, serta biaya pengobatan akibat kecelakaan.

Para nelayan yang berhak menjadi penerima manfaat program pertanggungan nelayan harus memiliki kriteria sebagai berikut.

  • Berusia maksimal 65 tahun pada tanggal 31 Desember 2021.
  • Terdaftar dalam modul KUSUKA secara perseorangan pada laman satudata.kkp.go.id.
  • Nelayan yang tidak menggunakan alat penangkap ikan terlarang sesuai ketentuan dan peraturan undang-undang yang berlaku.
  • Nelayan kecil dan tradisional yang menangkap ikan dengan kapal penangkap ikan berukuran paling besar 5 (lima) gross tonnage.
  • Penerima pertanggungan nelayan diutamakan mereka yang tidak pernah mendapatkan program asuransi dari Kementerian, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, ataupun kota.
  • Jika sudah pernah menerima pertanggungan nelayan sebelumnya, diperbolehkan mendapatkan program pertanggungan nelayan apabila polis asuransi sudah berakhir masa berlakunya atau jenis risiko yang dijamin berbeda. 

Selain itu, pelaksanaan program pertanggungan nelayan juga memiliki beberapa tujuan, yaitu:

  • Memberikan jaminan perlindungan untuk menghindarkan nelayan dari risiko yang mungkin akan dialami pada masa yang akan datang.
  • Memindahkan risiko yang seharusnya ditanggung nelayan kemudian dialihkan kepada pihak penyedia asuransi.
  • Memberikan santunan atau bantuan pada ahli waris nelayan.
  • Bertujuan agar para nelayan lebih sadar tentang pentingnya memiliki asuransi.
  • Membangun minat nelayan untuk mau turut serta menggunakan asuransi secara mandiri.

Manfaat pertanggungan nelayan

Manfaat pertanggungan mencakup santunan dalam bentuk sejumlah uang yang diserahkan pada tertanggung akibat terjadinya kecelakaan, baik yang menyebabkan kematian, cacat tetap atau biaya pengobatan atas badan, maupun hilangnya nyawa seseorang ketika melakukan kegiatan atau rutinitas sehari-hari.

1. Manfaat pertanggungan untuk aktivitas penangkapan ikan

Besarnya manfaat pertanggungan yang bisa didapatkan peserta asuransi nelayan jika terjadi kecelakaan saat melakukan kegiatan penangkapan ikan adalah sebagai berikut.

  • Santunan kematian mencapai Rp200 juta. 
  • Santunan cacat tetap mencapai Rp100 juta. 
  • Santunan biaya pengobatan akibat kecelakaan saat menangkap ikan sebesar Rp20 juta. 

2. Manfaat pertanggungan untuk aktivitas selain penangkapan ikan

Jika pada saat nelayan sedang beraktivitas selain menangkap ikan, misalnya sedang naik kendaraan lalu mengalami kecelakaan, besar manfaat pertanggungan yang bisa diperoleh, yaitu:

  • Santunan kematian sebesar Rp160 juta. 
  • Santunan cacat tetap sebesar Rp100 juta. 
  • Santunan berupa biaya pengobatan sebesar Rp20 juta. 

Premi asuransi nelayan

Premi asuransi nelayan adalah sejumlah uang yang nilainya ditetapkan pihak penanggung dan wajib dibayarkan pihak tertanggung sebagai syarat sah perjanjian pertanggungan nelayan, serta memberi hak kepada tertanggung berupa manfaat pertanggungan.

Nelayan yang sudah terdaftar dalam pertanggungan nelayan harus membayar premi tersebut sesuai dengan kesepakatan perjanjian.

Untuk tahun pertama pembayaran premi, nelayan umumnya akan mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Apabila pada tahun selanjutnya nelayan ingin memperpanjang proteksi asuransi, nelayan harus membayar secara mandiri dengan tetap mendapat dukungan dari APBD Pemda.

Lalu, berapa besar premi asuransi nelayan? Biaya premi asuransi nelayan yang berasal dari Pemerintah Pusat akan dikenakan premi sebesar Rp140.000 bagi nelayan kecil dan tradisional.

Khusus bagi asuransi mandiri yang diberlakukan pada nelayan besar, nilai premi yang harus dibayarkan berkisar antara Rp100.000 hingga Rp175.000 dengan nilai pertanggungan yang berbeda.

Tahap pendaftaran dan cara membuat kartu asuransi nelayan

Asuransi Nelayan – Cara Membuat Kartu dan Klaim Pencairannya

Sebelum terdaftar sebagai peserta pertanggungan nelayan, tentunya para nelayan harus melakukan proses pendaftaran terlebih dahulu.

Proses pendaftaran sendiri bisa dilakukan secara online melalui Dinas Perikanan setempat atau melalui penyuluh perikanan.

Nelayan yang akan melakukan pendaftaran mandiri dapat dilakukan secara online dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini.

  1. Buka laman browser lalu masuk ke laman website resmi www.satudata.kkp.go.id.
  2. Isi data pendaftaran.
  3. Lakukan verifikasi akun melalui email.
  4. Jika akun sudah terverifikasi akan muncul penampakan aplikasi KUSUKA dan BP. 
  5. Pilih menu ‘Pemohon Perseorangan’.
  6. Tahap selanjutnya jika data NIK tidak ditemukan maka klik pada menu ‘Daftar KUSUKA’.
  7. Isi data diri di form KUSUKA.
  8. Pengisian data blok khusus untuk nelayan jika sudah klik menu ‘Kirim’. 
  9.  Lanjutkan proses pengajuan asuransi dengan masuk ke menu BP.
  10. Pilih kategori ‘Pemohon Perseorangan’.
  11. Masukkan 6 digit NIK, lalu jangan lupa untuk cek NIK. 
  12. Klik pada menu ‘Permohonan Bantuan’ lalu pilih Bantuan Premi Asuransi sebagai pengajuan, selanjutnya klik menu Ajukan.
  13. Blok ‘Alokasi Bantuan Pemohon’, kemudian isi ‘Daftar Paket’ dan beri tanda centang pada kotak ‘Premi Asuransi Bagi Nelayan’ lalu klik tombol OK untuk melanjutkan.
  14. Klik menu ‘Simpan’ agar bisa mengirim pengajuan bantuan ke unit eselon terkait.
  15. Pantau proses pengajuan dapat dilihat di menu ‘Riwayat Pengajuan’.

Waktu pemrosesan akan selesai umumnya dalam jangka waktu antara 2 bulan hingga 3 bulan. Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, nelayan dapat menghubungi penyuluh atau Dinas Perikanan setempat. 

Lalu, bagaimana cara mendapatkan kartu asuransi nelayan?

Apabila proses pengajuan telah selesai dan disetujui, proses pencetakan kartu asuransi akan dilaksanakan pihak ketiga yang berperan sebagai penyedia asuransi.

Teknis pencetakan kartu akan mengikuti kebijakan dari pihak ketiga selaku penyedia asuransi. 

FAQ

Bagaimana cara membuat kartu asuransi nelayan?

Untuk membuat Kartu Asuransi Nelayan, para nelayan dapat melakukan pendaftaran atau pengajuan terlebih dahulu, baik secara mandiri (online), melalui penyuluh perikanan, maupun Dinas Perikanan setempat.

Bagaimana cara klaim asuransi nelayan?

Proses klaim diajukan melalui Kepala desa atau Lurah untuk disampaikan pada Dinas Kabupaten/Kota dilanjutkan ke Dinas Provinsi dan Dinas Perizinan untuk diteruskan ke pihak penanggung.

Klaim dari tertanggung melalui Dinas Kabupaten/Kota kepada Penanggung diajukan paling lambat 30 hari sejak tanggal kejadian.