Asuransi Penyakit Kritis – Manfaat, Daftar Cover, dan Pilihannya

Apa itu asuransi penyakit kritis? Asuransi penyakit kritis adalah jenis asuransi yang dapat memberikan pertanggungan hingga 100% ketika tertanggung mengalami resiko penyakit kritis.

Asuransi penyakit kritis atau pertanggungan penyakit kritis sendiri memang dinilai sangat penting, apalagi mengingat bahwa saat ini biaya pengobatan untuk berbagai penyakit kritis sangatlah mahal.

Belum lagi ditambah inflasi biaya kesehatan yang terus naik tiap tahunnya. 

Selain memberikan pertanggungan untuk biaya perawatan penyakit kritis, pertanggungan penyakit kritis juga akan memberikan pertanggungan apabila tertanggung meninggal dunia.

Inilah yang menjadi alasan lain mengapa pertanggungan penyakit kritis ini penting untuk dimiliki. Namun, sebelum menentukan asuransi mana yang akan dipilih, lebih baik pahami dulu beberapa poin penting berikut ini.

Manfaat asuransi penyakit kritis

Asuransi Penyakit Kritis – Manfaat, Daftar Cover, dan Pilihannya

Memutuskan untuk memiliki satu pertanggungan penyakit kritis ternyata dapat memberikan berbagai manfaat atau keuntungan, yaitu:

1. Mendapatkan Jaminan Bantuan Medis

Dengan memiliki salah satu pertanggungan penyakit kritis, orang yang menderita berbagai penyakit kritis dan berat ini memiliki kesempatan sembuh yang lebih besar.

Hal ini karena mereka akan mendapatkan jaminan bantuan medis dari asuransi yang mereka ikuti. Bantuan medis ini biasanya memiliki batas tertentu, tergantung pada jenis polis yang dipilih oleh tertanggung. 

2. Mendapatkan jaminan kematian

Tidak ada orang yang ingin meninggalkan keluarga dengan kondisi yang sulit.

Karenanya salah satu manfaat pertanggungan penyakit kritis ini adalah memberikan pertanggungan berupa jaminan kematian bagi ahli waris, ketika tertanggung meninggal dunia.

Hal ini berarti pertanggungan penyakit kritis juga turut memberikan dukungan finansial bagi keluarga atau ahli waris yang ditinggalkan. 

3. Manfaat perlindungan dan tabungan

Saat memilih untuk mengikuti program pertanggungan penyakit kritis, maka selain mendapatkan manfaat perlindungan peserta juga mendapatkan manfaat tabungan.

Apabila selama jangka waktu tertentu tertanggung tidak melakukan klaim,maka premi yang sudah dibayarkan dapat dikembalikan.

Adapun jumlah premi yang dikembalikan adalah berbeda tergantung perjanjian yang tercatat di polis. 

4. Membantu mengelola uang dengan lebih bijak

Dengan memiliki pertanggungan penyakit kritis, umumnya seseorang akan secara otomatis dipaksa untuk menyisihkan sebagian dari penghasilan mereka.

Secara tidak langsung hal ini juga dapat membantu mereka dalam mengatur keuangan, dimana uang yang mereka hasilkan tidak habis untuk memenuhi gaya hidup saja. 

Daftar penyakit kritis yang di-cover asuransi

Sebelum memilih atau menggunakan pertanggungan penyakit kritis, ada baiknya ketahui dulu jenis penyakit apa saja yang dapat ditanggung atau di-cover asuransi ini.

Hal ini untuk menghindari adanya kekeliruan informasi, dan jangan sampai ketika sudah membayar premi ternyata penyakit yang diderita tidak ditanggung atau di-cover asuransi. 

Berikut ini adalah beberapa daftar penyakit yang ditanggung asuransi penyakit kritis.

  • Stroke
  • Jantung
  • Diabetes
  • Kanker
  • Gagal ginjal
  • Gangguan saraf akut
  • Hepatitis
  • Meningitis
  • HIV/Aids
  • Penyakit Hati Kronis
  • Parkinson
  • Luka Bakar
  • Penyakit Paru Kronis
  • Koma 
  • Pankreatitis (Pembengkakan Pankreas) Kambuhan Kronis
  • Disabling Primary Pulmonary Hypertension
  • Rheumatoid Arthritis Kronis
  • Kehilangan Pendengaran secara Total
  • Kista Meduler
  • Tumor
  • Kardiomiopati Parah
  • Penyakit Crohn 
  • Severe Creutzfeldt-Jakob Disease (Gangguan Saraf Degeneratif)
  • Ensefalitis 
  • Severance of Limbs (Kehilangan Anggota Tubuh)
  • Hepatitis Virus Fulminan
  • Terminal Illness
  • Penyakit Motor Neuron
  • Sklerosis Multipel

Penyakit-penyakit di atas memang dikenal sebagai penyakit yang ganas dan dapat menimbulkan kematian pada penderitanya.

Biaya perawatan dan pengobatan pun panjang, sebab penyakit diatas memang butuh terapi medis yang banyak dan bertahap. 

Beberapa asuransi mungkin memiliki daftar yang berbeda untuk penyakit yang bisa ditanggung. Untuk itu, sebaiknya pastikan untuk meminta detail informasi sebelum memilih produk asuransi yang akan digunakan. 

Daftar penyakit kritis yang tidak di-cover asuransi

Asuransi Penyakit Kritis – Manfaat, Daftar Cover, dan Pilihannya

Meski sebagian besar penyakit kritis mendapatkan perlindungan dari manfaat pertanggungan penyakit kritis, akan tetapi ada beberapa penyakit atau kondisi yang membuatnya tidak lagi ter-cover oleh asuransi. Apa sajakah itu?

  • Kelainan jiwa
  • Cacat mental
  • Neurosis
  • Psikosomatis atau psikosis
  • Segala penyakit 
  • penyakit kritis yang disebabkan oleh cacat bawaan atau kelainan bawaan
  • HIV/AIDS yang bukan disebabkan transfusi darah

Beberapa produk asuransi tentunya memiliki penawaran yang berbeda dalam hal penyakit yang dicover atau tidak di cover. Ini juga tergantung pada nilai premi yang sanggup dibayarkan tertanggung. 

Pengecualian asuransi penyakit kritis

Setiap produk asuransi tentu memiliki beberapa pengecualian atas pertanggungan yang akan diberikan pada tertanggung. Pengecualian ini bisa saja mencakup tentang penyebab penyakit atau hal lainnya. 

Beberapa pengecualian yang umum diberlakukan, seperti:

1. Apabila kondisi kritis yang dialami tertanggung terjadi pada saat masa tunggu. 

2. Kondisi kritis yang dialami oleh tertanggung disebabkan oleh:

  • pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh tertanggung.
  • percobaan atau tindak pidana tertanggung yang dilakukan oleh pihak yang memiliki hak manfaat asuransi.
  • dugaan atau percobaan bunuh diri.
  • tertanggung sedang dalam penerbangan dan bukan menjadi penumpang, melainkan merupakan bagian dari manifes dan atau awak pesawat maskapai penerbangan sipil komersial yang sudah memiliki lisensi dan beroperasi dalam penerbangan rutin.
  • kegiatan olahraga ekstrim, termasuk beberapa diantaranya skydiving, bungee jumping, diving, gantole, terjun payung dan jenis olahraga lain yang masuk dalam pengecualian. 
  • Tertanggung utama merupakan pengguna atau pecandu narkotika, psikotropika, alkohol, racun, gas, bahan sejenis, maupun berbagai jenis obat (kecuali bahan tersebut merupakan resep dari obat dokter).
  • segala bentuk perang, invasi, permusuhan militer tentara baik asing, perang saudara dan sebagainya.

3. Tertanggung utama meninggal akibat:

  • Percobaan, dugaan atau tindakan bunuh diri dan pencederaan diri dalam keadaan sadar.
  • Percobaan atau tindak pidana kejahatan yang dilakukan oleh penerima manfaat asuransi pada tertanggung. 
  • Pelanggaran peraturan perundang-undangan.
  • Putusan hukuman mati oleh peradilan. 

Beberapa pengecualian tambahan mungkin juga dimiliki oleh perusahaan asuransi lainnya. Untuk itu, penting bagi nasabah asuransi untuk melakukan pengecekan mendetail terkait pengecualian klaim atau manfaat pertanggungan. 

Premi asuransi penyakit kritis

Premi asuransi penyakit kritis merupakan sejumlah dana yang wajib dibayarkan oleh tertanggung sebagai salah satu bentuk kewajiban agar dapat mendapatkan hak pertanggungan dari perusahaan asuransi.

Besaran biaya premi pertanggungan penyakit kritis ini tentu akan sangat bervariasi, tergantung dari manfaat pertanggungan yang bisa diberikan oleh perusahaan.

Misalnya saja, besar premi pertanggungan penyakit kritis yang harus dibayarkan nasabah A lebih besar dari nasabah B sebab manfaat yang didapat lebih banyak.

Mulai dari jenis penyakit yang di-cover, pilihan rumah sakit, jumlah dana pertanggungan lebih besar, jangka waktu polis yang lebih panjang dan berbagai manfaat lainnya.

Sementara nasabah B mungkin saja membayarkan premi yang lebih sedikit sebab manfaat yang diperoleh juga lebih sedikit. 

Umumnya besar atau kecilnya biaya premi pertanggungan penyakit kritis juga dipengaruhi faktor berikut:

  • usia masuk calon nasabah.
  • apakah calon nasabah perokok atau bukan.
  • kondisi kesehatan umum nasabah.
  • jumlah pembayaran tunai dan juga asuransi yang ingin dimiliki. 
  • apakah asuransi yang dipilih merupakan asuransi murni atau rider.

Jenis asuransi penyakit kritis

Untuk kamu yang ingin membeli produk pertanggungan penyakit kritis, ada baiknya pahami dulu jenis-jenis dari asuransi ini. Saat Ini terdapat dua jenis pertanggungan penyakit kritis yang mana keduanya memiliki perbedaan, yaitu:

1. Asuransi penyakit kritis murni

Asuransi penyakit kritis murni merupakan jenis asuransi yang hanya fokus pada pertanggungan penyakit-penyakit kritis saja.

Umumnya pertanggungan penyakit kritis murni berdiri sendiri, artinya tidak bergandengan dengan asuransi lain seperti misalnya asuransi kesehatan.

2. Asuransi penyakit kritis rider

Asuransi jenis rider ini merupakan asuransi tambahan yang biasanya tidak bisa dibeli jika kamu tidak atau belum memiliki asuransi kesehatan.

Kelebihan asuransi ini adalah tertanggung akan mendapatkan pertanggungan dari lebih banyak jenis penyakit kritis. 

Cara klaim asuransi penyakit kritis

Klaim asuransi dapat dicairkan apabila pihak keluarga sudah mengajukan proses klaim pada perusahaan asuransi. Berikut ini adalah tata cara pengajuan klaim asuransi penyakit kritis secara umum:

  • Lengkapi formulir pengajuan klaim. Kamu bisa mendapatkan formulir ini dengan mengunduh di website perusahaan asuransi terkait. Isi data dengan lengkap mulai dari nomor KTP atau paspor tertanggung, nama pemegang polis, nomor polis dan sebagainya.
  • Lampirkan dokumen persyaratan pengajuan klaim. Misalnya saja dokumen rekam medis, tagihan rumah sakit, resep obat, pemeriksaan laboratorium dan lainnya dalam bentuk dokumen asli (bukan copy).
  • Lampirkan dokumen lain yang mungkin diminta oleh perusahaan asuransi sebagai syarat klaim, misalnya saja dokumen dari kepolisian dan sebagainya. 
  • Selanjutnya perusahaan asuransi akan melakukan analisis terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menerima atau menolak pengajuan klaim. Proses ini bisa memakan waktu antara 7 – 14 harim tergantung perusahaan masing-masing. 
  • Jika pengajuan klaim diterima, kamu hanya perlu menunggu dana cair ke rekening.

Apabila pengajuan klaim ditolak, maka pihak nasabah berhak untuk mengajukan surat banding kepada perusahaan asuransi.

Surat banding ini berisi berbagai alasan atau penjelasan rasional mengapa klaim kamu seharusnya bisa diterima. Tentunya dalam surat banding juga harus disertakan dokumen dan bukti atau fakta.  

Tips memilih pertanggungan penyakit kritis

Ada beberapa tips yang sebaiknya kamu perhatikan saat akan memilih pertanggungan penyakit kritis, diantaranya:

1. Ketahui manfaat untuk ahli waris

Penyakit kritis memang memiliki kemungkinan besar membuat penderitanya meninggal meski tidak selalu.

Sebaiknya, jika kamu akan menggunakan pertanggungan penyakit kritis, pilihlah asuransi yang bisa memberikan manfaat perlindungan finansial bagi ahli waris.

Nantinya saat kamu pergi, anak-anak tetap dapat hidup dengan layak. 

2. Cakupan perlindungan

Ketika akan memilih pertanggungan penyakit kritis, penting untuk memperhatikan cakupan perlindungan yang diberikan. Semakin banyak cakupan penyakit yang bisa di-cover, tentu akan semakin baik. 

3. Kemampuan finansial

Ketika memutuskan untuk membeli produk asuransi, tentu kamu jadi punya kewajiban untuk  membayarkan premi rutin.

Pastikan bahwa kamu memilih produk asuransi yang nilai preminya tidak terlalu memberatkan kondisi finansial. Biar bagaimanapun kamu tetap memiliki kehidupan sehari-hari yang juga membutuhkan dana. 

4. Perusahaan yang terpercaya

Hal terpenting saat akan membeli asuransi adalah memilih perusahaan yang terpercaya. Bagaimana cara mengetahuinya?

Umumnya perusahaan asuransi yang terpercaya sudah terdaftar secara resmi di OJK. Selain itu, mereka juga memiliki pengelolaan keuangan yang terbuka dan transparan. 

Daftar asuransi penyakit kritis terbaik di Indonesia

Untuk kamu yang sedang mencari perusahaan asuransi penyakit kritis terbaik di Indonesia, berikut ini beberapa perusahaan asuransi yang layak kamu masukkan dalam list tinjauan:

  • Asuransi Sun Critical Medcare
  • FWD Critical Illness
  • PRUearly Stage Crisis Cover Plus
  • Manulife Crisis Cover Protection
  • AIA Critical Protection
  • Cigna for Your Serenity
  • Asuransi Mandiri Proteksi Kanker
  • Critical Illness 100
  • Flexi CI Protection
  • Sequis Q Early Payout Critical illness Plus

Tiap-tiap pilihan tentu memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Untuk itu sebaiknya teliti dulu satu demi satu, lalu temukan produk asuransi yang paling pas dan cocok dengan kebutuhan dan kemampuan finansial kamu.

FAQ

Di mana membeli asuransi penyakit kritis online?

Kamu bisa membeli asuransi online melalui website perusahaan asuransi atau bisa juga melalui broker asuransi semisal Lifepal.

Apakah penyakit kritis katastropik di-cover asuransi?

Ada beberapa penyakit kritis katastropik yang di cover asuransi seperti misalnya jantung, stroke, kanker, dan sebagainya.

Akan tetapi, ada juga penyakit katastropik lain yang tidak di-cover asuransi sehingga membutuhkan pertanggungan penyakit kritis.

Tinggalkan komentar