Asuransi – Tujuan, Cara Kerja, dan Macam serta Contohnya

Pasti kita sudah tidak asing lagi dengan produk keuangan yang satu ini. Sebenarnya apa sih asuransi?

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), asuransi adalah perjanjian antara perusahaan asuransi dan pemegang polis yang menjadi dasar bagi penerimaan premi sebagai imbalan untuk memberikan penggantian atas kerugian atau hal yang tidak terduga.

Singkatnya, nasabah pemegang polis wajib membayar premi sesuai kesepakatan untuk memperoleh hak pertanggungan. Karena itulah, asuransi juga disebut sebagai pertanggungan.

Sementara perusahaan asuransi wajib memberi pertanggungan atas risiko finansial yang diderita nasabah sesuai kesepakatan.

Untuk lebih jelas, apa saja jenisnya yang ada di Indonesia, apa manfaatnya, dan bagaimana dasar hukumnya? Yuk, kita bahas satu per-satu secara detail !

Manfaat dan tujuan asuransi

Asuransi – Tujuan, Cara Kerja, dan Macam serta Contohnya

Di Indonesia tidak sedikit yang tidak memahami manfaat dan tujuan dari produk finansial ini. Salah satunya biasanya hanya karena dapat dari kantor tempat bekerja.

Namun, saat ini tidak sedikit juga kalangan yang sudah merasa pertanggungan merupakan salah satu tujuan keuangan yang penting. Hal ini dikarenakan adanya biaya tinggi akibat risiko yang tidak terduga.

Berdasarkan penjelasan di atas, manfaat ini jelas ditujuan untuk memberikan rasa tenang kepada nasabah jika terjadi risiko atau musibah yang merugikan secara finansial.

Hal  ini membantu pengalihan risiko dari dana darurat atau tabungan ke  proteksi yang dimiliki nasabah.

Jadi dapat kita simpulkan bahwa pertanggungan memiliki tujuan:

  • mengganti kerugian akibat risiko finansial yang menimpa nasabah,
  • sebagai pembayaran santunan jika tertanggung terkena musibah atau risiko meninggal dunia.

Cara kerja asuransi

Bagaimana cara kerjanya?

  • Perusahaan asuransi bertindak sebagai penanggung risiko atau pengelola dari dana yang dibayarkankan nasabah yang disebut dengan premi.
  • Calon nasabah membeli polis dari perusahaan. Polis adalah kontrak yang terikat secara hukum yang berisi hak, kewajiban, dan tanggung jawab tertanggung ataupun perusahaan pengelolanya.
  • Saat tertanggung atau peserta polis mengalami kejadian tak terduga yang tercakup dalam kontrak atau buku polis, nasabah atau peserta polis berhak untuk mengajukan klaim kepada perusahaan.
  • Uang ataupun penggantian ataupun pertanggungan yang diberikan sesuai dengan kontrak terikat yang tertera pada polis yang dimiliki nasabah.

Macam asuransi dan contohnya di Indonesia

Pertanggungan dikenal masyarakat terdiri dari berbagai macam. Keragaman produknya dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah fungsi dan fokus pertanggungan itu sendiri.

Banyaknya jenis bertujuan untuk mengantisipasi potensi kerugian serta menetapkan tingkat premi sesuai risikonya. Berikut beberapa jenis pertanggungan yang dikenal di Indonesia.

1. Asuransi jiwa

Asuransi jiwa adalah pertanggungan yang fokus pada perlindungan finansial keluarga nasabah jika nasabah meninggal dunia.

Jenis pertanggungan ini dapat dibeli siapa saja, baik berkeluarga maupun belum berkeluarga.

Di berbagai perusahaan, jenis proteksi ini dapat diklaim sebelum kematian ataupun setelah kematian, tergantung isi polis dan kebijakan perusahaan tersebut.

Tujuan utama pertanggungan jiwa ini adalah menghindari risiko dari keluarga nasabah atas kehilangan penghasilan yang menyebabkan hilangnya kesejahteraan dari keluarga yang ditinggalkan.

Terlebih jika nasabah merupakan pencari nafkah utama dalam keluarga.

Di Indonesia pertanggungan jiwa terbagi menjadi:

  • Pertanggungan jiwa berjangka (term life)
  • Pertanggungan jiwa seumur hidup (whole life)
  • Pertanggungan jiwa unit link (termasuk asuransi dana pensiun)
  • Pertanggungan jiwa dwiguna

Selain pilihan di atas, ada pilihan lain, yaitu asuransi pendidikan, asuransi kredit, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Pertanggungan pendidikan memberi jaminan biaya pendidikan anak apabila salah satu orang tua mengalami risiko meninggal dunia.

Sementara asuransi kredit bertujuan sebagai pembayaran atas utang debitur yang belum lunas karena debitur mengalami risiko yang dipertanggungkan.

Untuk BPJS Ketenagakerjaan, program jaminan sosial ini diselenggarakan negara dan menjadi kewajiban perusahaan dalam mengikutsertkann karyawannya.

Program BPJS Ketenagakerjaan meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Hari Tua (JHT).

2. Asuransi kesehatan

Jenis proteksi ini sangat umum dikenal dalam masyarakat Indonesia. Sesuai dengan namanya, pertanggungan ini menanggung biaya pengobatan atau perawatan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya.

Jenis ini biasa dibeli untuk pertanggungan pribadi ataupun keluarga. Tidak jarang tempat kerja pun memfasilitasi karyawannya sebagai asuransi pekerja.

Asuransi kesehatan pada dasarnya terdiri dari benefit-benefit dasar, yaitu:

  • asuransi rawat jalan,
  • rawat inap, dan
  • pembedahan.

Nah, untuk mendapat benefit selengkap-lengkapnya, pertanggungan kesehatan dapat ditambah dengan benefit:

  • asuransi kesehatan keluarga,
  • asuransi melahirkan,
  • asuransi gigi, dan
  • asuransi penyakit kritis.

Di luar pertanggungan kesehatan di atas, Indonesia memiliki program jaminan kesehatan wajib bagi masyarakatnya, yaitu BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan menjamin penggantian biaya pengobatan dan perawatan di fasilitas kesehatan, baik klinik, puskesmas, hingga rumah sakit.

3. Asuransi umum

Jenis pertanggungan ini bertujuan untuk memberi pertanggungan, seperti penggantian atas kerugian, kerusakan, biaya yang muncul, kehilangan keuntungan, atau tanggung jawab hukum ke pihak ketiga akibat peristiwa tertentu.

Asuransi umum di Indonesia mencakup:

  • Asuransi perjalanan (travel insurance)
  • Asuransi kendaraan bermotor (asuransi mobil dan asuransi sepeda motor)
  • Asuransi kecelakaan diri
  • Asuransi kebakaran atau asuransi rumah atau asuransi properti
  • Asuransi tanggung gugat hukum (liabilty insurance)

Dasar hukum asuransi di Indonesia

Hukum di Indonesia sangat memerhatikan akan perkembangan pertanggungan sampai saat ini. Apa pun jenisnya dan siapa pun pengelolanya harus tunduk pada hukum yang sudah ditetapkan.

Pelaksanaan dan kegiatannya berpedoman pada lima dasar hukum, yaitu:

  • Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian.
  • Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 1320 dan Pasal 1774.
  • Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) Bab 9 Pasal 246.
  • Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 1992.
  • PP Nomor 63 Tahun 1999.

Mengenal asuransi konvensional dan syariah serta perbedaannya

Pertanggungan dalam proses pengelolaan dananya terdiri dari dua jenis, yaitu konvensional dan syariah.

Secara singkat, cara kerjanya hampir sama, yaitu menanggung biaya akibat risiko yang menimpa nasabah dengan menggunakan akumulasi dana premi yang dibayarkan untuk menutup klaim para nasabah.

  • Konsep pengelolaan proteksi konvensional adalah transfer risk. Peserta yang bergabung nantinya mendapat pertanggungan atas risiko yang menimpanya dari perusahaan. Jadi, risiko sepenuhnya dibayarkan perusahaan ke nasabah.
  • Konsep pengelolaan proteksi syariah adalah sharing risk, yaitu peserta yang ikut dalam pilihan ini terbantu oleh konsep tolong-menolong melalui investasi aset yang dikumpulkan (tabarru). Perusahaan berperan sebagai pengelola yang nantinya akan mendapat imbalan ujrah.
  • Akad syariah adalah perjanjian yang tidak mengandung gharar (ketidakjelasan), maysir (perjudian), riba (bunga), zhulum (penganiayaan), risywah (suap), barang haram, dan perbuatan maksiat.

Istilah dalam asuransi

Asuransi – Tujuan, Cara Kerja, dan Macam serta Contohnya

Ada banyak sekali istilah dalam pertanggungan yang perlu diketahui, yaitu:

  • Asuransi tradisional: pertanggungan murni tanpa ada investasi di dalamnya.
  • Asuransi unit link: pertanggungan untuk nasabah yang ingin mendapat benefit uang penggantian dan investasi.
  • Klaim: tuntutan penanggung kepada tertanggung sesuai dengan isi polis yang sudah disepakati.
  • Premi: uang yang disetorkan/dibayar nasabah kepada pihak penanggung/pengelola dana sebagai imbal jasa/dana kumpulan untuk pengalihan risiko.
  • Rider: manfaat tambahan yang diberikan dalam suatu program.
  • Tertanggung: orang yang memperoleh jaminan atau penggantian kerugian.
  • Polis: bukti perjanjian tertulis antara perusahaan asuransi dan nasabah.
  • Lapse: penangguhan manfaat pertanggungan karena polis tidak aktif.
  • Biaya akuisisi: biaya yang dibebankan perusahaan ke nasabah ketika membeli polis.
  • Cuti premi: nasabah memutuskan untuk berhenti membayar premi, tetapi tetap mendapatkan manfaat pada masa tertentu.

FAQ

Bagaimana sistem asuransi?

Cara kerja pertanggungan bermula dari:

  • Calon nasabah membeli polis. 
  • Saat tertanggung atau peserta polis mengalami kejadian tak terduga yang tertulis polis, nasabah atau peserta polis berhak untuk mengajukan klaim ke perusahaan asuransi.
  • Perusahaan wajib membayar klaim apabila pengajuan telah memenuhi ketentuan.

Apakah uang asuransi bisa diambil?

Pada dasarnya, uang yang kita setor ke perusahaan adalah murni untuk proteksi yang nantinya akan diterima tertanggung jika mengalami risiko.

Namun, jika pilihannya unit link, benefit investasinya bisa diambil dalam jangka waktu tertentu dengan nilai sesuai perkembangan investasi saat itu.

Apakah asuransi bisa digunakan untuk mencari untung?

Walaupun sangat sering terdengar seperti ini, ini adalah konsep yang keliru dalam memahami asuransi. Asuransi adalah pertanggungan atas risiko yang tidak terduga dan untuk melindungi keuangan.

Tinggalkan komentar