Asuransi Pertanian Terbaik 2023 Plus Promo Premi dan Manfaat

Dapatkan Diskon 10% + Cashback 10% Daftar sekarang untuk penawaran terbatas
+62

Cari Asuransi Semudah 1, 2, 3!

1
2
3
Isi Formulir Untuk Melihat Pilihan Sesuai Profil & Kebutuhanmu
Konsultasi Gratis Melalui Telepon Dengan tim ahli, cukup 5 menit
Temukan Asuransi Terbaik Sesuai Kebutuhan dan Anggaranmu
1
Isi Formulir Untuk Melihat Pilihan Sesuai Profil & Kebutuhanmu
2
Konsultasi Gratis Melalui Telepon Dengan tim ahli, cukup 5 menit
3
Temukan Asuransi Terbaik Sesuai Kebutuhan dan Anggaranmu

Pengertian Asuransi Pertanian

Siapa DuitPintar PT Anugrah Atma Adiguna AAA dan Lifepal

Asuransi pertanian adalah salah satu jenis produk asuransi yang memberikan ganti rugi atas risiko gagal panen akibat kondisi alam yang tidak menentu.

Program asuransi pertanian ini sebenarnya diinisiasi oleh pemerintah sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

Tidak hanya berpaku pada bidang pertanian, jenis asuransi ini juga tersedia untuk nelayan.

Hanya saja yang membedakan untuk nasabah nelayan adalah perlindungan asuransi jiwa ketika sedang melaut.

Jadi, polisnya memberikan santunan kepada keluarga nelayan yang mengalami kecelakaan selama bekerja.

Sementara itu, cara membeli asuransi pertanian, pemerintah menyediakan platform digital yaitu SIAP (Sistem Informasi Asuransi Pertanian).

Lihat informasi manfaat pertanggungan yang ditawarkan oleh asuransi pertanian di sini!

Rekomendasi Asuransi Pertanian di Indonesia

Asuransi Pertanian di Indonesia ditawarkan oleh perusahaan Jasindo. Berikut adalah informasi polis dan manfaat pertanggungan lengkapnya:

1. Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) Jasindo

  • Produk asuransi pertanian yang memberikan ganti rugi dari ancaman risiko gagal panen akibat banjir, kekeringan, penyakit dan serangan organisme pengganggu tanaman.
  • Harga premi: Rp180 ribu (bantuan pemerintah 80% premi dari pemerintah menjadi Rp36 ribu)
  • Maksimal harga pertanggungan Rp6 juta per hektar 
  • Kriteria petani penggarap atau petani pemilik lahan maksimal 2 hektar
  • Kriteria lahan Irigasi atau lahan tadah hujan yg dekat dengan sumber air
  • Ganti rugi umur padi sudah melewati 10 hari tanam (HST) 
  • Umur padi sudah melewati 30 hari (tabela/gogo rancah) 
  • Pertanggungan intensitas kerusakan ≥ 75% 
  • Luas kerusakan ≥75% pada tiap petak alami

2. Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS)

  • Program asuransi kerjasama pemerintah dan Jasindo untuk melindungi peternak sapi dari risiko kematian akibat beranak, penyakit dan kecelakaan serta kehilangan akibat kecurian.
  • Harga premi: Rp200 ribu (bantuan pemerintah 80% premi menjadi Rp40 ribu)
  • Manfaat pertanggungan maksimal harga pertanggungan Rp10 juta per ekor sapi
  • Kriteria peternak: peternak pembibitan, pembiakan dan peternak skala kecil yang diatur undang-undang.
  • Kriteria sapi yang diasuransikan: sapi indukan atau sapi betina dalam kondisi sehat
  • Usia produktif minimal 1 tahun
  • Ganti rugi: sesuai harga pertanggungan dikurangi hasil penjualan daging (dalam hal sapi dilakukan potong paksa)

3. Asuransi Pertanian Nelayan Jasindo

  • Polis asuransi yang memberikan pertanggungan kepada nelayan dari ancaman resiko meninggal dunia baik di saat melakukan aktivitas penangkapan ikan maupun di luar aktivitas.
  • Harga premi: Rp175 ribu (100% dibayar pemerintah)
  •  Uang santunan kepada ahli waris apabila nelayan mengalami kematian pada saat melaut
  • Tertanggung harus memiliki kartu nelayan yang masih berlaku
  • Tertanggung sebagai nelayan menggunakan kapal penangkapan ikan berukuran paling besar 10 (sepuluh) gross tonnage (GT)
  • Tertanggung berusia maksimal 65 tahun*

4. Asuransi Non Program Pemerintah Jasindo

  • Produk ditawarkan oleh Jasindo diluar kerjasama dengan pemerintah untuk tertanggung pelaku usaha pertanian atau lembaga keuangan untuk memberikan perlindungan usaha tani.
  • Pilihan polis: Asuransi Usaha Tani Padi, Asuransi Usaha Ternak Sapi, Asuransi Usaha Tani Jagung, dan Asuransi Nelayan Mandiri.
  • Untuk detail polisnya akan disesuaikan dengan kondisi tertanggung dan kebijakan perusahaan

Manfaat Asuransi Pertanian

Bagi kamu tertanggung yang membeli produk asuransi pertanian, berikut adalah detail manfaat pertanggungan selengkapnya:

1. Mengelola Risiko Gagal Panen

Tujuan asuransi pertanian adalah mengelola risiko gagal panen.

Jadi, kamu sebagai tertanggung akan mendapatkan ganti rugi ketika mengalami gagal panen atas penyebab tertentu.

2. Menghindari Risiko Berutang ke Tengkulak

Manfaat asuransi pertanian juga akan membantu kamu terhindar dari risiko hutang kepada tengkulak.

Jadi, kamu tidak perlu menjual hasil panen dengan harga murah untuk menutupi hutang dengan adanya uang asuransi.

3. Membantu Petani Bisa Melanjutkan Produksi di Musim Selanjutnya

Selain terhindar dari risiko hutang pada tengkulak saat gagal panen, tertanggung juga bisa tetap melakukan produksi di musim selanjutnya.

Sebab uang santunan dari asuransi bisa dijadikan modal pertanian.

4. Nilai Ganti Rugi yang Tinggi

Manfaat asuransi pertanian juga memiliki nilai uang pertanggungan yang tinggi.

Kamu sebagai nasabah cukup membayar premi mulai Rp36 ribu (subsidi pemerintah) bisa mendapatkan Rp6 juta per hektare jika mengalami gagal panen selama musim tanam (4 bulan).

5. Tertanggung Merasa Lebih Tenang

Keuntungan asuransi pertanian nasabah juga merasa lebih tenang.

Jadi, ketika tertanggung gagal panen karena risiko tertentu akan mendapatkan kompensasi sehingga bisnis yang dijalankan tetap aman.

6. Cara Beli Produknya Praktis

Kemudahan membeli asuransi pertanian juga menjadi manfaat yang menguntungkan bagi nasabah.

Sebab pemerintah dan Jasindo Asuransi sudah menyiapkan platform digital, yaitu Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP).

Jadi, para calon peserta bisa mendaftarkan diri secara online.

Harga Premi Asuransi Pertanian

Besaran biaya premi Jasindo asuransi pertanian berbeda-beda pada tiap polisnya.

Namun, luas sawah dan jumlah sapi untuk asuransi peternakan menjadi faktor utama penentu besaran premi.

Untuk itu, berikut adalah daftar premi asuransi pertanian subsidi pemerintah selengkapnya:

  • Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP): Rp36 ribu per hektar
  • Asuransi Usaha Tani Sapi: Rp40 ribu per ekor
  • Asuransi Pertanian Nelayan: Gratis

Skema Premi dan Mekanisme Asuransi Pertanian

Mekanisme pembayaran premi asuransi pertanian menggunakan dua skema sebagai syarat yang perlu dipenuhi oleh tertanggung.

Skema asuransi pertanian ada menggunakan premi swadaya dan premi subsidi.

Berikut penjelasan lengkap tentang masing-masing skema tersebut:

1. Skema Premi Swadaya

Pada skema swadaya ada tiga pilihan yaitu mandiri, kredit, dan kemitraan. Berikut penjelasan lengkap tiap skema premi swadaya lengkapnya:

Ketika kamu petani yang mendaftar dan memilih skema premi mandiri maka segala pembayaran dilakukan secara pribadi.

Pada skema premi kemitraan kamu tidak membayar penuh premi sendirian.

Namun, petani akan dibantu perusahaan kemitraan dengan perjanjian yang sudah ditentukan dan disepakati oleh kedua belah pihak.

Pada skema ini pembayaran premi akan disesuaikan dengan jumlah kredit yang dilakukan oleh petani.

Sehingga petani hanya akan membayar sesuai nominal pada kredit tersebut.

2. Skema Premi Subsidi dari Dana APBN

Pada skema premi subsidi, petani harus melalui berbagai rangkaian aturan yang ada.

Sebab pemerintah memiliki beban 80 persen pembayaran premi dan sisanya ditanggung petani.

Meskipun lebih rumit dibandingkan skema sebelumnya, kamu sebagai petani hanya perlu melakukan pendaftaran melalui kelompok tani.

Sementara syarat yang harus dipenuhi ketika ingin mendapatkan premi dengan skema ini adalah sebagai berikut:

  • Merupakan petani hortikultura, kebun, atau peternak dalam skala kecil.
  • Petani yang ingin bergabung harus sudah tergabung ke dalam kelompok tani dan merupakan anggota yang aktif dalam kelompok tersebut.
  • Penerimaan skema subsidi akan mengutamakan petani yang termasuk ke dalam pertanian pangan berkelanjutan
  • Jika petani merupakan petani penggarap maka petani tidak memiliki lahan usaha pertanian pribadi. Lahan yang digarap juga tidak boleh lebih dari dua hektare.
  • Jika petani memiliki lahan pribadi maka lahan pengerjaan tidak lebih dari dua hektare
  • Jika petani menerima bantuan premi, maka harus melaksanakan pertanian atau peternakan dengan baik dan sungguh-sungguh.

Simulasi Perhitungan Premi Asuransi Pertania

Supaya kamu lebih paham mengenai sistem premi dari asuransi pertanian di Indonesia, simak contoh simulasinya berikut ini:

  • Ongkos produksi per musim tanam: Rp6 juta
  • Premi asuransi: 3% dari ongkos produksi
  • Biaya premi sebelum disubsidi pemerintah: 3/100 x Rp6 juta = Rp180 ribu / 1 hektar (ha)
  • Biaya premi sesudah disubsidi pemerintah 80%: 20/100 x Rp180 ribu = Rp36 ribu / 1 hektar (ha)

Jadi besaran premi yang harus dibayarkan petani adalah sebesar 20%. Berikut detail rincian lengkapnya:

  • Premi per 2 ha = Rp72 ribu
  • Premi per 1 ha = Rp36 ribu
  • Premi per ½ ha = Rp18 ribu
  • Premi per ¼ ha = Rp9 ribu

Cara Klaim Asuransi Pertanian

Prosedur klaim asuransi pertanian akan bisa dilakukan ketika memenuhi ketentuan. Untuk itu berikut cara klaim asuransi pertanian selengkapnya:

  • Tertanggung menyampaikan pemberitahuan kejadian kerusakan kepada petugas (PPL/POPT-PHP) tentang indikasi terjadinya kerusakan (banjir, kekeringan dan OPT).
  • Petugas (PPL/POPT-PHP) bersama-sama dengan tertanggung mengisi Form-6 selambat-lambatnya 6 (enam) hari kerja melalui aplikasi SIAP.
  • Tertanggung tidak diperkenankan menghilangkan bukti kerusakan tanaman sebelum petugas asuransi dan penilai kerugian melakukan pemeriksaan. 
  • Tertanggung dapat melakukan penanaman kembali disertai bukti foto open camera kerusakan dengan menyertakan titik koordinat yang disebabkan eradikasi (pemusnahan).
  • Saran pengendalian diberikan oleh PPL/POPT-PHP dan asuransi pelaksana dalam upaya menghindari kerusakan yang lebih luas.
  • Tertanggung mengambil langkah-langkah pengendalian yang dianggap perlu bersama-sama dengan petugas dinas pertanian setempat untuk menghindari kerusakan tanaman yang lebih luas.
  • Jika kerusakan tanaman tidak dapat dikendalikan lagi, PPL/POPT-PHP bersama petugas penilai kerugian (loss adjuster) yang ditunjuk oleh perusahaan asuransi pelaksana, melakukan pemeriksaan dan perhitungan kerusakan.
  • Berita Acara Hasil Pemeriksaan Kerusakan (Form AUTP-7) diisi oleh Tertanggung dengan melampirkan bukti kerusakan (foto-foto kerusakan) ditandatangani oleh Tertanggung, POPT, dan petugas dari asuransi pelaksana, serta diketahui oleh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota.
  • Jika klaim disetujui maka petani berhak menerima ganti rugi sesuai dengan ketentuan dalam polis.

Cara Daftar Asuransi Pertanian

Cara daftar asuransi pertanian akan disesuaikan dengan jenis pembayaran premi yang kamu pilih, yaitu melalui subsidi pemerintah atau swasta. Berikut informasi cara daftar selengkapnya:

1. Cara Daftar Asuransi Pertanian Swasta (Non-Subsidi) Secara Online di Jasindo

  • Menghubungi asuransi Jasindo di 1500-073 atau contactcenter@asuransijasindo.co.id
  • Mengatakan bahwa ingin membeli asuransi pertanian.
  • Mengisi formulir pendaftaran dan melengkapi dokumen yang diminta.
  • Menandatangani polis.

2. Cara Daftar Asuransi Pertanian Bersubsidi

  • Mengikuti pendataan yang dilakukan oleh Dinas Kabupaten atau Kota. Selanjutnya, data akan dikirim ke Kementerian Pertanian.
  • Petani selaku tertanggung perlu mengisi formulir pendaftaran sebagai calon peserta asuransi. 
  • Pemerintah akan melakukan verifikasi data yang kamu ajukan.
  • Selanjutnya, petani bertemu dengan perusahaan asuransi pertanian di Indonesia yang ditunjuk yaitu Jasindo Asuransi
  • Pemerintah akan mengadakan sosialisasi tentang cara membayar premi dan pemilihan risiko dalam asuransi.
  • Setelah polis asuransi pertanian terbit, petani dapat mengajukan klaim jika terjadi gagal panen.

Tips Memilih Asuransi Pertanian

Memiliki manfaat yang cukup menguntungkan membuat kamu sebagai petani akan tertarik membeli produk asuransi pertanian.

Namun sebelum itu, simak tips memilih asuransi pertanian terbaik berikut ini agar kamu tidak salah pilih:

1. Pilihlah Polis Sesuai Kebutuhan

Supaya mendapatkan manfaat yang optimal, pilihlah polis sesuai kebutuhan.

Contohnya, kamu bisa memilih polis yang memberikan ganti rugi gagal panen akibat banjir, hama dan lain-lain.

2. Pilihlah Premi Asuransi yang Tidak Memberatkan

Selain manfaat pertanggungan yang sesuai pilihlah jenis premi yang tidak memberatkan.

Menggunakan subsidi pemerintah ataupun swasta. Jika memilih subsidi dari pemerintah pastikan kamu memenuhi syarat pengajuannya.

3. Cari Pendaftaran dan Klaim yang Mudah

Proses klaim dan pendaftaran yang mudah akan sangat menguntung bagi kamu.

Untuk itu, ketika memilih asuransi pertanian Jasindo yang sudah bekerjasama dengan pemerintah maka proses pendaftaran dan klaim bisa menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP).

Sementara ketika kamu memilih asuransi swasta cari dulu informasi perusahaan tersebut sebanyak mungkin.

Mulai dari cara klaim, proses pendaftaran, sampai dengan profil perusahaan.

FAQ: Orang Juga Bertanya

Apa yang Dimaksud dengan Asuransi Pertanian?

Pengertian asuransi pertanian adalah asuransi yang menjamin risiko kerugian gagal panen petani.

Selain itu, asuransi pertanian juga ada yang menyasar peternak sapi dan nelayan.

Mengapa Asuransi Pertanian Kurang Berkembang?

Kurangnya sosialisasi ke pihak petani menjadi kendala asuransi pertanian Indonesia tidak berkembang.

Dilansir dari Republika, program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) masih belum mencapai target per Juli 2019.

Baru 392 ribuan hektar lahan yang dilindungi oleh asuransi pertanian. 

Jumlah tersebut tentu saja relatif kecil dibandingkan dengan luas lahan padi yang ada di Indonesia.

Angka itu hanya mencapai 39,26 persen dari target satu juta hektar lahan di 27 provinsi.

Hingga Juli 2019, total petani yang mengikuti program asuransi pertanian tercatat sebanyak 676.455 orang.

Sementara itu, jumlah premi yang sudah dibayarkan sebanyak Rp 70,67 miliar dan jumlah klaim yang sudah dibayarkan mencapai Rp10,94 miliar.

Sehingga menurut, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania menilai bahwa permasalahan asuransi pertanian adalah pemerintah perlu meningkatkan sosialisasi untuk mencapai target program AUTP.

Caranya melakukan kerjasama dengan perusahaan asuransi lain untuk membantu Jasindo memperluas jangkauannya di seluruh Indonesia.

Setelah itu, pemerintah bisa mengurangi subsidi premi secara bertahap dan mengalihkan budgetnya untuk memperbaiki layanan AUTP. 

Mengapa pemerintah Indonesia berkewajiban melindungi usaha tani yang dilakukan oleh petani dalam bentuk asuransi pertanian?

Karena sudah ada Undang-undang No. 19 Tahun 2013 Pasal 37 ayat 1, yang mengatur hal tersebut.

Selain itu, fasilitas asuransi pertanian juga diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 40 Tahun 2015 tentang Fasilitasi Asuransi Pertanian.

Bagaimana Penerapan Asuransi Pertanian di Indonesia?

Penerapan asuransi pertanian di Indonesia kurang bisa maksimal karena minimnya sosialisasi.

Jadi, pemerintah perlu melakukan kerjasama dengan perusahaan asuransi lain untuk membantu Jasindo memperluas jangkauannya di seluruh Indonesia.

Setelah itu, pemerintah bisa mengurangi subsidi premi secara bertahap dan mengalihkan budgetnya untuk memperbaiki layanan AUTP.

Apa Saja Contoh Asuransi Pertanian di Indonesia?

Saat ini produk asuransi pertanian di Indonesia ditawarkan oleh Jasindo.

Untuk contoh produknya ada asuransi pertanian untuk petani, nelayan, sampai dengan asuransi peternak.


Asuransi Pertanian Terbaik 2023 Plus Promo Premi dan Manfaat
Dapatkan Diskon 10% + Cashback 10% Daftar sekarang untuk penawaran terbatas
+62