Berhenti Asuransi, Apakah Uang Kembali?

Memiliki asuransi merupakan salah satu upaya meminimalkan risiko keuangan akibat keadaan-keadaan darurat, termasuk sakit, kecelakaan, bahkan meninggal dunia. Namun, banyak orang bertanya, jika berhenti asuransi, apakah uang kembali? Simak terus ulasan berikut ini.

Hingga kini banyak orang yang masih enggan memiliki asuransi karena tidak siap dengan komitmen yang panjang untuk membayar premi hingga puluhan tahun.

Tak jarang pula dari mereka yang khawatir dengan premi yang sudah dibayarkan tidak akan kembali jika kepesertaannya berhenti di tengah jalan atau sudah selesai waktunya.

Wajar saja jika muncul pertanyaan, jika berhenti asuransi, apakah uang kembali? Nah, simak ulasannya berikut ini lengkap dengan cara menutup polis yang benar.

Berhenti asuransi, apakah uang kembali?

Berhenti Asuransi, Apakah Uang Kembali?

Ini adalah salah satu pertanyaan yang paling sering berada di benak calon nasabah asuransi. Sebelum menjawabnya, kita harus memahami beberapa hal berikut ini.

  • Risiko yang mungkin terjadi pada peserta asuransi akan dialihkan ke perusahaan asuransi. Itu berarti perusahaan asuransi akan melakukan manajemen risiko yang mungkin terjadi pada kita.
  • Premi yang dibayarkan setiap bulan ke perusahaan asuransi akan dimanfaatkan untuk kepentingan kita sebagai nasabah. 
  • Saat kita mengalami risiko yang dipertanggungkan, seperti kecelakaan, masalah kesehatan, hingga meninggal dunia, premi yang dibayarkan tersebut akan digunakan untuk menanggung seluruh biaya yang terjadi akibat risiko tersebut. 

Namun, bagaimana jika kita tidak pernah mengalami risiko-risiko tersebut selama menjadi nasabah asuransi? 

Apakah itu berarti kita rugi karena terus membayar premi bulanan, tetapi tidak mendapatkan manfaatnya? 

Tentu saja tidak. Pasalnya, kita tidak akan pernah tahu nasib buruk apa yang akan menimpa kita di masa depan. 

Memiliki asuransi berarti mengantisipasi segala risiko yang mengancam keuangan. 

Bayangkan, jika mobil kamu tertabrak kendaraan lain dan rusak parah, tentu biaya perbaikan yang dikeluarkan sangat besar. Berkat adanya asuransi, nominal biaya perbaikan bisa diminimalkan.

Bagaimana jika tidak ada klaim hingga kepesertaan selesai? Kamu harus siap menerima konsekuensi premi yang dibayarkan tidak akan kembali.

Meskipun begitu, nilai pertanggungan asuransi dengan premi yang dibayarkan rutin tiap bulan atau tahun jelas lebih besar dibandingkan kamu harus menanggung biaya sendiri.

Kembali ke pertanyaaan, apabila kita tetap ingin menutup asuransi karena tidak merasakan manfaatnya, apakah uang kita akan kembali? 

Pada umumnya, asuransi murni tidak akan mengembalikan premi yang sudah kita bayarkan setiap bulan sekalipun kita tidak pernah melakukan klaim.

Namun, beberapa polis asuransi jiwa dan kesehatan (bukan murni) memberikan manfaat pengembalian premi sesuai dengan perjanjian dalam polis. 

Salah satu produk asuransi yang memiliki manfaat tersebut adalah asuransi jiwa dengan pengembalian premi (asuransi jiwa RoP atau return of premium) yang akan dibayarkan saat masa pertanggungan berakhir jika memang tidak terjadi klaim pada periode tertentu (no claim bonus). 

Tidak semua asuransi jiwa memiliki fitur Return on Premium (ROP) ini. Karena itu, sebelum membeli asuransi, ada baiknya kita mencermati dokumen polis ketika hendak mengambil keputusan.

Kita juga harus tahu asuransi yang menawarkan fitur tersebut, preminya akan lebih mahal dibandingkan asuransi biasa. 

Selain itu, pengembalian preminya juga beragam dan tidak sama besar dengan jumlah yang kita bayarkan, yakni berkisar antara 25% hingga 100%.

Alasan yang tepat untuk menutup polis asuransi

Jika kita tetap ingin menutup polis asuransi, apa alasan yang tepat untuk melakukannya?

  1. Pindah domisili ke luar negeri dan mengganti kewarganegaraan. Sebab kebanyakan asuransi dalam negeri belum memiliki benefit perlindungan asuransi hingga ke luar negeri. Namun, jika polis asuransi milik kita ternyata memiliki coverage hingga luar negeri, kita tidak perlu menutupnya.
  2. Memiliki banyak polis, tetapi manfaat gabungan dari polis-polis tersebut tidak optimal. Ada baiknya kita memilih polis-polis yang memang bermanfaat dan menutup sebagian lainnya.
  3. Meningkatkan perlindungan terhadap risiko yang tidak dapat dipenuhi polis asuransi yang sekarang dimiliki. Misalnya, kita membutuhkan uang pertanggungan (UP) Rp4 miliar, tetapi produk asuransi kita hanya mampu memberikan UP hingga Rp2 miliar.
  4. Ada asuransi lain yang lebih menarik dengan manfaat pertanggungan yang lebih luas dengan premi yang lebih murah.

Cara menutup polis asuransi secara umum

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menutup polis asuransi. 

1. Menyampaikan langsung kepada agen asuransi

Agen asuransi akan menanyakan alasan kita memutuskan untuk menutup polis asuransi. Misalnya, apakah premi yang dibayarkan dirasa terlalu mahal, apakah manfaat yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan, atau apakah bersedia dialihkan ke produk lain yang sesuai dengan kebutuhan. 

Jika sudah yakin ingin menutup polis, kita harus mengisi formulir penutupan atau pembatalan polis asuransi dan melengkapi beberapa berkas yang dibutuhkan.

2. Berhenti membayar premi asuransi 

Langkah ini harus disesuaikan dengan cara pembayaran premi bulanan yang biasa dilakukan. Apakah melalui auto debet dari rekening tabungan, auto debet dari kartu kredit, ataukah lewat transfer manual.

Jika kita biasanya membayar premi lewat autodebet dari rekening tabungan, kita perlu mengosongkan saldo rekening tabungan tiap jatuh tempo pembayaran premi.

Jika kita menggunakan sistem autodebet dari kartu kredit, kita perlu menutup atau menghabiskan limit kartu kredit tersebut. 

3. Berhenti mentransfer pembayaran premi ke virtual account perusahaan asuransi

Tanpa adanya transfer premi ke akun perusahaan asuransi, polis asuransi akan memasuki fase lapse. Polis lapse adalah status polis yang tidak aktif yang disebabkan tidak dibayarnya premi.

Polis lapse mengakibatkan peserta tidak bisa melakukan klaim terhadap manfaat asuransi yang diperjanjikan.

Cara-cara ini hanya bisa dilakukan jika produk asuransi yang kita miliki adalah asuransi murni. Jika kita memiliki produk asuransi unit link, maka hal ini bisa mengganggu nilai investasi milik kita.

Cara menutup polis asuransi BRI Life

Berhenti Asuransi, Apakah Uang Kembali?

Ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk menutup polis asuransi BRI Life, yaitu datang langsung ke kantor BRI Life, melalui agen asuransi, dan lewat online.

1. Menutup polis BRI Life secara offline

Siapkan dokumen yang diperlukan, seperti kartu identitas, fotokopi sertifikat asuransi, kwitansi pembayaran premi, dan surat pengajuan klaim. 

Datang ke kantor cabang BRI Life terdekat dan sampaikan keinginan untuk menutup polis. 

Mengisi dokumen pernyataan penutupan polis dan usahakan untuk memahami seluruh biaya yang mungkin timbul dari keputusan ini.

2. Menutup polis BRI Life melalui agen asuransi

Kita juga bisa menghubungi agen asuransi yang selama ini membantu mengurus polis BRI Life. Serahkan seluruh dokumen yang dibutuhkan dan lengkapi data dalam dokumen pernyataan penutupan polis. 

Agen asuransi akan mengurusnya dan menyampaikannya kepada kita jika prosesnya telah selesai.

3. Menutup polis BRI Life secara online

Hubungi Call Center BRI Life atau kirim email ke cs@brilife.co.id untuk menyampaikan alasan kita menutup polis. 

Jika sudah, kita akan diarahkan untuk datang ke kantor BRI Life atau ke agen asuransi yang telah ditunjuk.

Dokumen yang disiapkan untuk berhentikan polis asuransi

Inilah beberapa dokumen yang harus kita siapkan jika ingin menutup polis asuransi.

  1. Fotokopi kartu identitas yang masih berlaku berupa KTP (WNI) dan paspor atau KITAS (WNA) milik pemegang polis.
  2. Fotokopi buku tabungan jika rekening yang kita gunakan berbeda dengan rekening pendebetan.
  3. Jika rekening yang kita gunakan bukan atas nama pemegang polis, kita harus melampirkan dokumen pendukung seperti fotokopi akte kelahiran atau kartu keluarga.
  4. Surat pernyataan penutupan polis.

Adakah asuransi kesehatan yang bisa uang kembali?

Hingga saat ini, tidak ada asuransi kesehatan yang menawarkan uang bisa kembali. Sebab Cost of Insurance (COI) asuransi kesehatan dalam setahun sangat tinggi. 

Bahkan, jumlahnya bisa mencapai setengah atau hampir sama dengan premi yang kita bayarkan. 

Jika ada asuransi kesehatan yang bisa uang kembali, asuransi tersebut biasanya berupa asuransi unit link bukan asuransi kesehatan murni. 

FAQ

Pembatalan asuransi apakah uang kembali?

Jika pembatalan asuransi dilakukan pada masa free look period selama 14-21 hari, kita berhak untuk mengajukan pembatalan dan mendapatkan pengembalian premi setelah dipotong dengan biaya administrasi. 

Potongan biaya tersebut mencakup biaya penerbitan polis, biaya pemeriksaan kesehatan tertanggung (jika ada), dan manfaat asuransi yang sudah dibayarkan atas polis tersebut.

Namun, jika kita mengajukan pembatalan setelah masa free look period berakhir, nilai tunai premi yang dikembalikan akan mengikuti ketentuan produk yang telah dijelaskan dalam dokumen polis.

Berhenti asuransi BNI Life apakah uang kembali?

Pada dasarnya, ketentuan pengembalian premi jika berhenti dari asuransi BNI Life sama dengan produk asuransi lain pada umumnya. 

Jika masih dalam masa free look period, hal itu biasa dilakukan dengan beberapa potongan biaya administrasi. 

Kalau pemberhentian dilakukan setelah 21 hari, ketentuannya mengikuti dokumen polis yang telah disepakati bersama.

Tinggalkan komentar