Biaya HSG di Klinik dan Rumah Sakit, Plus Prosedurnya

Biaya HSG menjadi  anggaran tes kesuburan yang harus disiapkan pasangan suami istri yang ingin memiliki momongan. Biaya HSG atau histerosalpingografi pun bervariasi, tergantung dari kualitas klinik kesehatan yang rumah sakit yang menyelenggarakan.

Biaya HSG 2021 di beberapa klinik dan rumah sakit di Indonesia mulai dari Rp500 ribuan hingga Rp3,5 jutaan. Angka itu khusus untuk tes HSG saja, karenanya pasutri dianjurkan untuk menyiapkan dana darurat untuk kebutuhan tak terduga sekira 20-30 persen dari biaya yang diperkirakan. 

Selain kualitas klinik dan rumah sakit penyelenggara HSG, faktor inflasi pun ikut membuat perbedaan harga tes. Seperti biaya HSG di RS Fatmawati tahun 2014 dipatok harga Rp500 ribuan, dan di tahun 2016 naik menjadi Rp800 ribuan. 

Tujuan dari tes HSG adalah untuk melihat ada tidaknya sumbatan pada salah satu atau kedua saluran telur. Bila saluran telur tersumbat, maka perempuan sulit untuk hamil karena sel sperma terhambat masuk ke sel telur. 

Pemeriksaan HSG sendiri merupakan salah satu bagian dari rangkaian program hamil bagi pasutri yang merindukan buah hati di tengah mereka. Lebih lengkap mengenai tes HSG dan biayanya, akan diulas dalam artikel ini. 

Apa itu pemeriksaan HSG? 

Sebuah kehamilan bisa terjadi bila kondisi ovarium rutin berovulasi, rahim dalam kondisi baik, dan saluran tuba terbuka. Jika salah satu dari bagian tersebut tidak berfungsi dengan baik, maka kehamilan pun sulit terjadi. 

Tuba falopi merupakan penghubung antara ovarium dan rahim. Saluran ini berfungsi sebagai tempat berjalannya sel telur dari ovarium menuju rahim, saat ovulasi. Tuba falopi juga sebagai tempat bertemunya sel telur dengan sperma saat pembuahan. 

Nah, bila saluran ini tersebut, maka sperma pun jadi sulit mencapai sel telur. Sehingga sel telur pun sulit untuk dibuahi dan tidak dapat masuk ke dalam rahim. Ada banyak faktor yang menyebabkan tuba falopi tersumbat. Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan pemeriksaan HSG. 

HSG atau histerosalpingografi adalah tes yang menggunakan sinar X atau sinar rontgen dan pewarna kontras untuk melihat bentuk internal rahim. Tes ini sekaligus untuk mendiagnosa apakah ada sumbatan dalam saluran tuba atau tidak. 

Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengetahui bentuk, ukuran, dan struktur rongga rahim sehingga bisa mendeteksi beberapa kelainan. Kelainan yang umumnya ditemui dalam tes kesuburan antara lain adanya tumor jinak dalam rongga rahim, polip rahim, perlengketan dinding rahim, atau adanya sekat pada rahim. 

Tes HSG tidak membutuhkan rawat inap, karena hanya memakan waktu kurang lebih 5-10 menit saja. Umumnya tes ini dilakukan setelah menstruasi dan sebelum ovulasi terjadi. Atau pada hari ke 2 – 5 hari setelah menstruasi. Karena rentang waktu tersebut belum ada terjadi pembuahan atau belum berovulasi. 

Biaya HSG di klinik dan rumah sakit di Indonesia 

Biaya HSG di Klinik dan Rumah Sakit, Plus Prosedurnya

Seperti dijelaskan sebelumnya banyak faktor yang mempengaruhi perbedaan biaya HSG di klinik kesehatan dan rumah sakit. Secara umum, biaya yang dipatok untuk tes kesuburan ini berkisar dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. 

Misalnya biaya HSG di Prodia mencapai Rp1.650.000. Sementara itu, biaya HSG di Rumah Sakit Hermina berada di kisaran Rp1jutaan. Tetapi biaya HSG di Jakarta biasanya berbeda di kota lain, seperti Bandung, Depok, dan Makassar.

Sebagai gambaran, Duitpintar memberi informasi mengenai kisaran biaya HSG di beberapa klinik dan rumah sakit di Indonesia, yang dikutip dari Alodokter dan berbagai sumber. 

Nama klinik atau rumah sakit Biaya tes HSG
Hermina Pekanbaru  Rp1.000.000
Siloam Hospitals Bogor  Rp2.000.000 
Klinik Teratai – Gading Pluit  Rp1.700.000
RS Cendana  Rp1.200.000 
Siloam Hospitals Kebon Jeruk  Rp3.582.000 
RS Harum Sisma Medika  Rp855.000 
Rumah Indonesia Sehat Hospital  Rp1.375.000 
Siloam Hospitals TB Simatupang  Rp2.500.000 
Columbia Asia Hospital Pulomas  Rp1.591.590 
RS EMC Sentul  Rp1.850.000 
RS Kartika Kasih Sukabumi  Rp825.000 
RS Citra Medika Depok  Rp650.000 
Siloam Hospitals Yogyakarta  Rp1.495.000
RSU Amira Purwakarta  Rp586.500
Biaya HSG di Prodia Klinik  Rp1.650.000
RS Immanuel  Rp730.200 
Siloam Hospitals Bekasi Timur  Rp2.711.000 
RS Graha Juanda Bekasi timur  Rp1.100.000
RS YPK Mandiri  Rp1.300.000
Mitra Keluarga Kemayoran  Rp2.045.000
Siloam Hospitals Surabaya  Rp3.159.000
RS Keluarga Kita  Rp1.050.000
RS Rafflesia Bengkulu  Rp770.000
Siloam Hospitals Balikpapan  Rp2.512.000
Siloam Sriwijaya Palembang  Rp1.990.000
RS Islam Asshobirin  Rp1.404.000
RS Permata Bekasi  Rp1.263.000
RSU Bunda BMC Padang  Rp1.800.000
Mitra Keluarga Bekasi  Rp1.610.000
RS Islam Karawang  Rp900.000
Siloam Hospitals Denpasar  Rp2.587.360
SamMarie Wijaya  Rp1.405.000 

Selain biaya HSG tersebut, kamu juga harus menyiapkan biaya jasa konsultasi dokter spesialis kandungan. Tarif jasa dokter kandungan mulai dari Rp300 ribu – Rp500 ribu per satu kedatangan. Jangan lupa menyiapkan dana darurat di luar biaya HSG, jasa konsultasi dokter spesialis dan obat-obatan. 

Apakah biaya HSG ditanggung BPJS Kesehatan?

Biaya tes kesuburan untuk program hamil membutuhkan dana yang tidak sedikit. Karenanya butuh persiapan matang saat memutuskan menjalani program ini. 

Meski saat ini tersedia asuransi kesehatan dari pemerintah, BPJS Kesehatan yang bisa dimanfaatkan untuk kondisi urgensi. Namun ternyata untuk tes kesuburan seperti HSG, BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya tersebut. Artinya, biaya HSG harus disiapkan sendiri dari pasutri yang menginginkan kehamilan. 

Persiapan sebelum melakukan tes HSG 

Meski tes HSG terbilang ringan dan cepat, tapi ada baiknya kamu tetap didampingi suami atau keluarga terdekat. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi efek samping yang mungkin dirasakan. Sebelum tes HSG, pasutri akan dilarang untuk melakukan hubungan intim minimal 2 hari sebelum tes dilaksanakan. 

Di samping itu, berikut persiapan beberapa persiapan sebelum melakukan tes HSG : 

Konsultasi dengan dokter kandungan 

Persiapan pertama sebelum tes kesuburan ini dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter kandungan. Di sesi ini sebaiknya kamu tanya mendetail mengenai tes HSG ini. 

Mencatat siklus menstruasi 

Seperti dijelaskan tadi, tes HSG dilakukan sebelum masa subur dan setelah masa haid selesai. Karena itu, kamu harus mengetahui siklus menstruasi dengan tepat. 

Bagi yang memiliki siklus haid tidak teratur, biasanya dokter akan melakukan pengecekan lanjutan dengan menggunakan tes kehamilan. Hal ini sangat penting dilakukan, karena tes HSG tidak boleh dilakukan saat perempuan dalam kondisi hamil sebab bisa membahayakan janin.

Jenis pemicu alergi 

Saat konsultasi dengan dokter, pastikan dokter mengetahui riwayat alergen yang kamu miliki. Baik itu disebabkan makanan, minuman, obat-obatan dan sebagainya. Karena tes HSG menggunakan pewarna kontras yang disemprotkan ke dalam saluran telur. 

Jika pasien memiliki riwayat alergi, biasanya dokter akan menggantinya dengan pewarna alternatif yang lebih aman. 

Obat penghilang rasa sakit dan antibiotik

Sebelum prosedur HSG dilakukan, biasanya dokter akan meresepkan obat pereda nyeri dan antibiotik untuk diminum satu jam sebelum tes dilakukan.

Bagi sebagian perempuan tes ini akan terasa menyakitkan atau menimbulkan rasa nyeri setelah menjalani prosedur medis ini. Meminum obat pereda nyeri untuk meminimalisir rasa sakit dan nyeri yang ditimbulkan. Sedangkan antibiotik yang diresepkan dokter untuk mencegah terjadinya infeksi pasca tes HSG. 

Siapkan pembalut atau panty liner 

Sebelum tes HSG, tenaga medis akan menginformasikan apa saja yang dibutuhkan sebelum, selama dan setelah tes HSG. Salah satu yang disiapkan setelah prosedur HSG dilakukan adalah pembalut atau panty liner. Sebab setelah tes HSG akan keluar bercak dari pewarna kontras yang disemprotkan dalam saluran telur. 

Prosedur HSG

Biaya HSG di Klinik dan Rumah Sakit, Plus Prosedurnya

Pemeriksaan HSG akan dilakukan di dalam ruang X-ray selama 15-30 menit. Prosedur ini dilakukan oleh ahli radiasi di mana pelaksanaannya dibantu dengan X-ray dan zat kontras.

Fungsi zat kontras pada pemeriksaan HSG adalah untuk mewarnai rongga tertentu dalam tubuh sehingga dapat terlihat lebih jelas saat difoto. Zat ini nantinya dikeluarkan dari tubuh melalui urine. Beri tahu dokter kalau kamu memiliki riwayat alergi terhadap zat kontras seperti barium.

Adapun prosedur pemeriksaan HSG adalah sebagai berikut:

  • Berbaring dengan kaki sejajar dalam posisi tepat di bawah fluoroskopi. Kamera X-ray akan digunakan untuk mengambil foto bagian tubuh tertentu selama proses ini berlangsung.
  • Setelah bagian tubuh diambil gambarnya, dokter akan meminta kamu untuk membuka kaki lebar-lebar sambil ditekuk. Posisi ini mirip wanita yang inign melahirkan.
  • Ahli medis akan memasukan spekulum ke dalam vagina. Alat medis ini digunakan untuk melihat bagian dalam vagina dengan cara menahan dinding vagina agar tetap terbuka sehingga mulut rahim akan terlihat.
  • Mulut atau leher rahim akan dibersihkan dengan sabun khusus. Ujung serviks kemudian diberikan anestesi lokal sebagai pereda nyeri.  
  • Ketika spekulum telah berhasil dimasukkan, zat kontras pun siap dimasukkan. 

Cara membaca hasil HSG

Setelah pemeriksaan HSG dilakukan, ahli radiologi akan mengirimkan hasilnya kepada dokter. Selama pemeriksaan pun kamu dapat melihat tampilan X-Ray ditunjukkan pada layar monitor.

Hasil HSG normal dapat dilihat dari beberapa faktor, yaitu bentuk rahim dan tuba falopi normal, tidak tergores maupun terluka. Kemudian pewarna mengalir dari uterus, melalui tuba falopi, dan tumpah dengan normal ke dalam perut.

Lalu, tidak ditemukan benda (alat intrauterine atau IUD), tumor, atau pertumbuhan dalam rahim. 

Sebaliknya, hasil HSG abnormal ditujukan dengan bentuk tuba falopi yang tidak normal atau tergores. Hal ini membuat pewarna tidak dapat mengalir melalui tuba. Tuba falopi yang terhambat merupakan pertanda penyakit radang pelvis (PID) atau endometriosis.

Efek samping HSG 

Meski tergolong tes sederhana, namun kamu perlu mewaspadai adanya risiko pasca tes HSG. Pasien HSG umumnya akan mengalami kram seperti saat menstruasi atau mengalami pusing dan mulai. Selain itu pasca HSG memungkinkan juga kamu mengalami perdarahan pada organ intim. Dokter akan menganjurkan pemakaian pembalut setelah HSG. 

Untuk mengatasi efek samping setelah tes HSG, yang kamu perlukan adalah istirahat total dan mengkonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter. Selain itu untuk memulihkan tenaga, makan makanan yang sehat. 

Ada juga perempuan yang merasakan gejala berbeda dan mengharuskannya untuk menghubungi dokter. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai setelah tes HSG antara lain : 

  • Demam
  • Nyeri dan kram yang sangat hebat
  • Keluar cairan dari vagina yang berbau
  • Pingsan
  • Perdarahan hebat dari vagina
  • Muntah

Bagi pasutri yang mendambakan kehadiran buah hati, rangkaian tes kesuburan seperti HSG menjadi cara untuk mendapatkannya. Hanya saja, sebelum melakukan tes kesuburan ini ada baiknya mencermati lagi efek samping yang bakal ditimbulkan. 

Karena ada beberapa komplikasi yang memungkinkan dirasa pasien tes HSG seperti alergi terhadap pewarna, infeksi panggul, emboli paru, hingga kerusakan jaringan atau sel akibat radiasi sinar-X. 

Selalu konsultasikan dengan dokter kandungan atau kesuburan yang dipercaya untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi pasca tes HSG. 

FAQ biaya HSG 

Berapa biaya HSG di Indonesia? 

Biaya HSG 2021 di beberapa klinik dan rumah sakit di Indonesia mulai dari Rp500 ribuan hingga Rp3,5 jutaan. 

Apa itu HSG? 

HSG atau histerosalpingografi adalah tes yang menggunakan sinar X atau sinar rontgen dan pewarna kontras untuk melihat bentuk internal rahim. Tes ini sekaligus untuk mendiagnosa apakah ada sumbatan dalam saluran tuba atau tidak. 

Apakah tes HSG memiliki efek samping? 

Meski tergolong tes sederhana, namun kamu perlu mewaspadai adanya risiko pasca tes HSG. Pasien HSG umumnya akan mengalami kram seperti saat menstruasi atau mengalami pusing dan mulai. Selain itu pasca HSG memungkinkan juga kamu mengalami perdarahan pada organ intim. Dokter akan menganjurkan pemakaian pembalut setelah HSG. 

Apakah HSG ditanggung BPJS Kesehatan?

Untuk tes kesuburan seperti HSG, BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya tersebut. Artinya, biaya HSG harus disiapkan sendiri dari pasutri yang menginginkan kehamilan.