Biaya Kesehatan – Inflasi, Cara Mengalokasikan, dan Tipsnya

Biaya kesehatan adalah dana yang harus disediakan yang nantinya akan dimanfaatkan untuk keperluan kesehatan yang diperlukan oleh perorangan, keluarga dan masyarakat.

Biaya ini bisa didapatkan dari beberapa alokasi pos keuangan sehingga bisa membatasi pengeluaran dan memastikan kesiapan dana untuk keperluan yang harus dibiayai.

Kehadiran health costs ini sangat penting, lho. Jangan sampai pas ada kebutuhan medis, kamu panik setengah mati karena dananya ternyata sudah dipakai. Yuk, belajar mengenai biaya kesehatan di bawah ini!

Inflasi dalam biaya kesehatan 

Biaya Kesehatan – Inflasi, Cara Mengalokasikan, dan Tipsnya

Kenyataan bahwa ongkos kesehatan itu semakin mahal sangatlah benar adanya. Jika kondisinya seperti ini, maka menyisihkan dana untuk biaya kesehatan bisa meminimalisir habisnya tabungan untuk kebutuhan kesehatan.

Willis Tower Watson menyebutkan biaya kesehatan di Indonesia dalam 3 tahun terakhir naik 10%-11% setiap tahunnya. Dalam 2021 Global Medical Trends Survey Report, Willis Tower Watson memperkirakan biaya kesehatan di Indonesia akan naik 12% di tahun 2021.

Ambil  contoh paket biaya melahirkan sectio (cesaria) di Mayapada Hospital Kuningan pada tahun 2015 adalah Rp25 juta untuk kelas VIP. Sementara di tahun 2021, paket melahirkan secara caesar untuk kelas VIP naik menjadi Rp42 jutaan.

Sementara itu, data BPS menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, dana kesehatan yang harus dikeluarkan masyarakat selalu meningkat bahkan hampir selalu di atas kenaikan harga-harga pada umumnya.

Contohnya, laju inflasi kesehatan pada 2020 menurut BPS adalah 2,79%, naik lebih tinggi dari angka inflasi umum, 1,68%. Jika dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi, angka ini malah minus 2,07%.

Penyebab mahalnya biaya kesehatan

Kamu pasti bertanya apa penyebab inflasi biaya kesehatan jadi mahal. Sebab akibat juga berlaku lho pada baiknya biaya kesehatan ini. Tarif ini tidak melulu berpatok pada biaya rumah sakit saat kamu berobat. Pasalnya, dana yang disiapkan lebih dari itu dan bahkan biaya-biaya keseharian saat kamu dirawat.

Adapun beberapa penyebab yang membuat semakin naiknya biaya kesehatan adalah sebagai berikut: 

1. Naiknya permintaan kebutuhan akan kesehatan

Naiknya kebutuhan terhadap fasilitas kesehatan diikuti dengan naiknya harga jual. Contohnya saat masa pandemi corona saat ini di mana kebutuhan masyarakat terhadap masker meningkat. Alhasil, harga masker pun ikut naik.

2. Meningkatnya biaya produksi

Meningkatnya biaya produksi barang dan jasa di bidang kesehatan juga meningkatkan biaya kesehatan di mana penyedia jasa ikut andil dalam meningkatkan tarif layanannya.

Contohnya nih upah tenaga pekerja di bidang medis juga ikutan naik. Gak cuma itu, ongkos pemeliharaan rumah sakit pun demikian. Kenaikan-kenaikan harga tadi biasanya sih dibebankan juga ke pasien atau pengguna jasa kesehatan.

3. Ketidakpastian dan manipulasi

Ketidakpastian ini misalnya ketika terjadi krisis ekonomi, penyedia jasa memilih untuk melakukan spekulasi dan manipulasi dengan memasang tarif jasa layanan agar tidak rugi.

4. Motif mencari keuntungan

Dari survey Willis Tower Watson, 52% responden mengaku penyebab meningkatnya biaya kesehatan terutama rumah sakit adalah karena adanya motif mencari keuntungan.

Sementara responden lainnya menyebut faktor penggunaan teknologi (49%) dan akibat dampak pandemi (37%) .

Strategi menyiasati naiknya biaya kesehatan

Gak ada kata terlambat, buat kamu yang baru sadar pentingnya biaya kesehatan, coba lakukan strategi buat menyiasatinya.

Selain itu, strategi tersebut juga bisa membuat perencanaan keuangan lebih matang. Berikut ini beberapa strategi yang bisa kamu lakukan:

1. Menjadi peserta program jaminan kesehatan

Cara yang pertama adalah dengan mendaftar menjadi peserta dalam program jaminan kesehatan baik dari pemerintah maupun swasta.

Untuk jaminan kesehatan dari pemerintah kamu bisa daftar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan untuk mendapat jaminan kesehatan secara gratis tentunya dengan ketentuan yang berlaku.

2. Menggunakan asuransi kesehatan swasta

Menjadi peserta asuransi kesehatan swasta akan memberikan fasilitas yang lebih sesuai dengan keinginan seperti lebih cepat dalam berobat tanpa prosedur pengobatan berjenjang).

Selain itu, asuransi swasta lebih fleksibilitas dan produknya beragam yang bisa disesuaikan dengan kemampuan dan keinginan kamu.

3. Mengalokasikan dana kesehatan

Cobalah sisihkan dana sekitar 5 – 10 persen dari penghasilanmu secara rutin untuk ongkos kesehatan ini. Dana tersebut bisa dipakai untuk membayar premi asuransi yang kamu pilih.

Alhasil, kapanpun risiko kesehatan datang, kamu udah gak khawatir lagi atau sibuk cari dana buat menutupi dana pengobatan.

4. Evaluasi

Lakukan evaluasi secara berkala terhadap keuangan dan produk-produk proteksi kesehatan yang kamu pilih. Apakah semuanya sudah sesuai keinginan, manfaatnya sesuai, apakah perlu penambahan, dan lainnya.

Manfaat mengalokasikan biaya kesehatan

Biaya Kesehatan – Inflasi, Cara Mengalokasikan, dan Tipsnya

Apa aja sih manfaat yang bakal didapat kalau kamu rutin mengalokasikan dana untuk kebutuhan kesehatan? Berikut ini adalah manfaat-manfaat yang dapat kamu peroleh ketika rutin mengalokasikan keuangan untuk pos dana kesehatan.

Sebagai ongkos untuk memeriksa kesehatan

Kamu gak bakal pusing soal uang kalau suatu saat melakukan tes atau cek kesehatan secara rutin karena sudah memiliki dana kesehatan. Pemeriksaan kesehatan ini penting untuk mengetahui apakah kondisi tubuhmu baik-baik saja. Kalaupun ada risiko penyakit, bisa segera ditangani sebelum keadaaan menjadi semakin parah.

Memenuhi ongkos layanan kesehatan

Saat sakit, tak jarang kamu membutuhkan layanan kesehatan untuk memulihkan kondisi. Dengan alokasi dana untuk kebutuhan yang terkait dengan kesehatan, kamu bisa segera memperoleh layanan kesehatan apabila dibutuhkan sehingga bisa cepat pulih.

Biaya darurat keperluan medis

Dana darurat medis bisa membantu kamu mendapatkan penanganan untuk meminimalkan risiko fatalitas suatu gangguan medias.

Kamu pasti pernah dengar dong kalau ada orang yang gak ditangani medis saat keadaan darurat karena ketiadaan dana. Ongkos kesehatan bisa menjadi pegangan pasti untuk membiayai kebutuhan darurat medis.

Penanganan terapi

Beberapa penyakit membutuhkan terapi saat proses penyembuhan dan memastikan fungsi tubuh pasien kembali normal. Biaya medis yang sudah dialokasikan juga dapat menjadi biaya penanganan terapi, lho.

Meminimalisir untuk berutang

Tidak sedikit orang harus berutang untuk berobat. Beberapa kasus, mereka terjebak dalam utang besar tersebut hingga menyebabkan kebangkrutan.  Nah, kalau kamu sudah rutin mengalokasikan keuangan untuk dana kesehatan, hal ini tidak perlu dikhawatirkan lagi. Kalau sakit dan harus berobat, biayanya tinggal ambil dari alokasi dana kesehatan yang sudah disisihkan.

Tips alokasi keuangan untuk biaya kesehatan

Alokasi keuangan untuk ongkos kesehatan harus dikelola dengan tepat biar kamu bisa merasakan manfaatnya.

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat kamu terapkan dalam mengalokasikan keuangan untuk biaya medis.

1. Sisihkan dana rutin tiap bulan

Hindari mengalokasikan keuangan untuk ongkos kesehatan dalam sekali waktu. Umumnya, alokasi keuangan untuk biaya medis maksimal berkisar 5-10 persen dari pendapatan.

2. Pilihlah asuransi yang tepat

Inflasi biaya kesehatan rata-rata 10-11 persen setiap tahunnya. Jika hanya menaruh dana kesehatanmu di tabungan, dijamin nilainya akan semakin berkurang dan sulit membiayai penanganan kesehatan.

Sebaiknya kamu alokasikan dana untuk kebutuhan medis ke dalam instrumen asuransi kesehatan. Pilihlah jenis asuransi kesehatan murni untuk premi yang lebih ringan dan hasil manfaatnya lebih maksimal.

Biaya kesehatan perlu kamu siapkan agar manfaatnya bisa digunakan manakala sakit dan harus berobat. Jangan lupa atur strateginya juga biar lebih maksimal dan manfaatnya lebih terasa.

Pertanyaan seputar biaya kesehatan

Apa itu biaya kesehatan?

Biaya kesehatan adalah dana yang harus disediakan yang nantinya akan dimanfaatkan untuk keperluan kesehatan yang diperlukan oleh perorangan, keluarga dan masyarakat.

Apa penyebab biaya kesehatan semakin mahal?

Penyebab biaya kesehatan semakin mahal:

  1. Naiknya permintaan kebutuhan akan kesehatan
  2. Meningkatnya biaya produksi
  3. Ketidakpastian dan manipulasi
  4. Motif mencari keuntungan

Berapa alokasi biaya kesehatan dari penghasilan?

Cobalah sisihkan dana sekitar 5 – 10 persen dari penghasilanmu secara rutin untuk ongkos kesehatan ini. Dana tersebut bisa dipakai untuk membayar premi asuransi yang kamu pilih.

Tinggalkan komentar