Biaya Klaim Asuransi Mobil – Cek Juga Cara Pengajuan Klaim

Biaya klaim asuransi mobil adalah biaya yang harus dibayar pemilik asuransi mobil ketika akan mengajukan klaim.

Biaya klaim asuransi mobil disebut juga dengan deductible dan biasanya akan dikenakan pada asuransi mobil jenis All Risk.

Biaya klaim asuransi ini bertujuan untuk membuat para pemilik asuransi mobil tetap berhati-hati dalam mengendarai mobil sekalipun sudah memiliki asuransi. 

Selain itu, pemberlakuan biaya deductible juga bertujuan untuk menghindari adanya nilai klaim yang terlalu kecil. Pemberlakuan biaya klaim asuransi mobil ini bahkan diatur pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Ketentuan biaya klaim asuransi mobil

Biaya Klaim Asuransi Mobil – Cek Juga Cara Pengajuan Klaim

Jika melihat lebih teliti pada polis asuransi, umumnya poin mengenai biaya klaim asuransi mobil All Risk atau biaya deductible ini akan ditulis dengan tambahan kalimat “Per anyone accident”.

Hal ini menandakan bahwa biaya klaim tersebut akan dibayarkan per kejadian atau risiko.

Artinya, jika pemilik asuransi mengajukan dua kali klaim dan disetujui pihak asuransi, pemegang polis juga harus membayar biaya klaim sebanyak dua kali. 

Hal tersebut kemudian menjadi salah satu ketentuan dari pembayaran biaya klaim asuransi mobil.

Selain itu, biaya klaim asuransi ini juga memiliki ketentuan bahwa pembayaran tersebut berlaku untuk klaim asuransi yang terjadi akibat adanya kerusakan fisik.

Biaya klaim tidak berlaku untuk  kerugian yang bersifat nonfisik, seperti terjadinya tuntutan hukum yang disebabkan karena risiko yang terjadi.

Nominal biaya klaim asuransi mobil

Nominal biaya klaim asuransi mobil bisa dikatakan cukup bervariasi. Hal ini tergantung pada produk asuransi yang dipilih serta premi yang dibayarkan.

Misalnya saja, biaya klaim asuransi mobil ACA dan biaya klaim asuransi mobil Sinar Mas bisa jadi berbeda.

Besarnya premi juga mempengaruhi besaran biaya klaim. Semakin besar premi yang dibayarkan, umumnya biaya klaimnya akan semakin kecil dan berlaku sebaliknya.

Meski begitu, penetapan biaya klaim asuransi mobil ini juga diatur dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Adapun peraturan terbaru yang memuat tentang biaya deductible ini tertera dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 6/SEOJK.05/2017 tentang Penetapan Tarif Premi atau Kontribusi pada Lini Usaha Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor tahun 2017.

Melalui aturan tersebut, OJK memberikan batas atas dan batas bawah besarnya biaya klaim asuransi mobil. Dengan begitu, biaya yang dikenakan pada nasabah akan tetap dalam koridor yang sesuai.

Peraturan itu juga menetapkan bahwa:

  • Perusahaan asuransi dapat memberlakukan ketentuan risiko sendiri atau deductible minimal sebesar Rp300 ribu atas setiap kejadian.
  • Untuk kendaraan roda dua, biaya deductible yang dikenakan minimal sebesar Rp150 ribu atas setiap kejadian.

Meski begitu, bukan berarti setiap klaim asuransi mobil akan dikenakan biaya sebesar Rp300 ribu.

Bisa saja biaya klaim yang harus dibayarkan menjadi lebih besar, khususnya jika pemegang polis membayar premi yang cukup kecil nilainya atau bisa juga karena penyebab kejadian.

Sebagai contoh, perusahaan asuransi dapat mengenakan biaya deductible untuk kejadian yang disebabkan huru hara sebesar 10 persen dari nilai klaim atau minimal Rp500 ribu.

Pembayaran biaya klaim biasanya akan dilakukan dengan memotong uang pertanggungan.

Jadi, kamu mendapatkan pertanggungan senilai Rp10 juta, kamu hanya akan menerima Rp9,7 juta yang mana Rp300 ribu digunakan sebagai biaya klaimnya. 

Syarat dokumen pengajuan klaim

Dalam pengajuan klaim atas kerusakan atau kehilangan kendaraan, tentu dibutuhkan beberapa persyaratan dokumen.

Pada beberapa kejadian kecelakaan ataupun kehilangan, biasanya ada perbedaan persyaratan. Untuk lebih jelasnya, coba simak ulasan berikut ini.

Dokumen klaim untuk kehilangan keseluruhan kendaraan karena tindak kejahatan

Untuk kasus kehilangan keseluruhan kendaraan akibat adanya tindak kriminal atau kejahatan, syarat dokumen klaim yang harus dipenuhi meliputi:

  • Fotokopi STNK kendaraan.
  • Fotokopi polis asuransi.
  • Surat Keterangan Kaditserse Kendaraan Hilang dari Polda setempat.
  • Fotokopi SIM pengemudi.
  • Surat blokir STNK.
  • Hasil investigasi dari lembaga investigasi independen jika diperlukan.
  • Laporan kerugian yang telah ditandatangani Tertanggung.

Dokumen klaim untuk kehilangan atau kerusakan sebagian dari bagian kendaraan karena tindak kejahatan

Untuk kasus kehilangan atau kerusakan sebagian akibat adanya tindak kriminal atau kejahatan, syarat dokumen klaim yang harus dipenuhi, yaitu:

  • Fotokopi STNK kendaraan.
  • Fotokopi polis asuransi.
  • Fotokopi SIM pengemudi.
  • Laporan kerugian yang telah ditandatangani tertanggung.
  • Surat keterangan dari kepolisian setempat.

Dokumen klaim untuk kerusakan kendaraan akibat kecelakaan

Untuk kasus kerusakan kendaraan akibat adanya kecelakaan, dokumen klaim asuransi mobil yang dibutuhkan, yaitu:

  • Fotokopi STNK kendaraan.
  • Fotokopi polis asuransi.
  • Laporan kerugian yang telah ditandatangani Tertanggung.
  • Fotokopi SIM pengemudi.
  • Surat pernyataan tuntutan ganti rugi dari pihak ketiga. Hal ini berlaku jika ada pihak ketiga yang mana surat ini akan menjadi jaminan dan peneguh posisi pemegang polis sebagai pihak yang mengakibatkan kerusakan pada mobil pihak ketiga.
  • Surat keterangan dari kepolisian setempat.
  • Surat pernyataan yang menyatakan bahwa pihak ketiga tidak memiliki asuransi.

Prosedur pengajuan klaim

Biaya Klaim Asuransi Mobil – Cek Juga Cara Pengajuan Klaim

Bagi beberapa pemilik kendaraan yang sudah pernah melakukan klaim asuransi mobil, mungkin sudah paham apa yang harus dilakukan.

Namun, bagi pemilik kendaraan yang masih awam mungkin agak bingung, langkah apa yang harus dilakukan jika kendaraan mereka mengalami masalah, seperti kehilangan keseluruhan, sebagian, atau kecelakaan. 

Jangan bingung! Jika kamu mengalami masalah dengan kendaraan atau mobilmu dan ingin melakukan klaim, berikut ini adalah langkah yang harus kamu lakukan.

1. Membuat laporan lengkap ke pihak asuransi

Setelah mengalami kehilangan atau kerusakan kendaraan, segeralah melapor ke pihak asuransi.

Kamu mungkin juga perlu memeriksa terlebih dahulu isi polis mengenai rentang waktu pelaporan dan persyaratan yang dibutuhkan untuk proses pelaporan.

Umumnya pihak asuransi akan memberikan tenggang waktu pelaporan dari waktu kejadian, misalnya rentang waktu pelaporan paling lambat 3 x 24 jam sejak kejadian.

Kamu mungkin memang panik dengan apa yang menimpamu, tapi pastikan bahwa kamu tidak melewatkan tenggang waktu pelaporan agar klaim asuransi dapat dilakukan.

2. Segera membuat laporan lengkap ke kepolisian

Saat pelaporan kejadian, biasanya pihak asuransi juga akan meminta surat keterangan kehilangan yang dikeluarkan pihak kepolisian.

Ada baiknya jika kamu baru saja kehilangan kendaraan, segera buat laporan ke kepolisian terdekat. Untuk kasus kecelakaan, asuransi juga mungkin akan meminta surat keterangan kecelakaan.

Artinya, surat dari kepolisian ini sangat dibutuhkan dalam pelaporan ke pihak asuransi ataupun untuk klaim.

3. Menjalani survei dari pihak asuransi

Jika kamu sudah mengajukan pelaporan pada pihak asuransi, umumnya pihak asuransi akan melakukan tindakan survei. Tentunya hal ini dilakukan untuk membuktikan, apakah laporan yang kamu buat benar atau tidak.

Jika mobil yang diasuransikan baru saja mengalami kecelakaan, alangkah lebih baik mobil tidak dikendarai terlebih dahulu hingga proses survei selesai dilakukan pihak asuransi.

4. Mengisi formulir klaim dengan lengkap

Sebelum memutuskan untuk menerima atau menolak pengajuan klaim, pihak asuransi biasanya akan meminta pemegang polis untuk mengisi formulir.

Dalam formulir tersebut juga, terdapat kolom isian yang meminta pelapor untuk menjelaskan atau memberikan informasi mengenai kronologi kejadian kehilangan atau penyebab kecelakaan.

Sebaiknya, isilah formulir tersebut dengan baik, benar, dan sejelas mungkin. Informasi yang dibuat dengan kurang atau tidak jelas bisa mengakibatkan penolakan klaim yang akan merugikan pemegang polis.

Cek asuransi mobil dari perhitungan preminya berikut ini

Penetapan premi sebenarnya sudah diatur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga harapannya adalah tidak ada lagi perang harga yang dapat merugikan konsumen atau nasabah.

Aturan mengenai besaran premi tertera dalam Surat Edaran OJK Nomor: SE-06/D.05/2013 tentang Penetapan Tarif Premi.

Adapun besaran premi ini dibuat berdasarkan wilayah kendaraan yang beroperasi.

  • Wilayah I meliputi Sumatera dan kepulauan di sekitarnya;
  • Wilayah II meliputi Jakarta, Banten dan Jawa Barat; dan
  • Wilayah III semua daerah di Indonesia yang tidak termasuk Wilayah I dan II.

Selain pertimbangan wilayah, penetapan premi juga didasarkan pada harga jual kendaraan. Semakin mahal harga jual kendaraan, semakin kecil persentase preminya. Begitu juga sebaliknya. 

Ada dua jenis asuransi untuk kendaraan, yaitu asuransi TLO atau Total Lost Only dan All Risk. Berikut ini adalah gambaran perhitungan asuransi mobil.

Premi asuransi TLO

Untuk memberikan gambaran mengenai besaran premi asuransi mobil TLO, mari kita lihat contoh kasus berikut.

Nanda merupakan seorang pekerja yang tinggal di Jakarta dan baru saja membeli mobil dengan harga Rp180 juta.

Nanda memutuskan untuk mengambil produk asuransi mobil jenis TLO untuk berjaga-jaga jika terjadi kehilangan atau kerusakan.

Dari case ini, besaran premi yang akan dibayarkan Nanda:

  • Untuk wilayah Jakarta, premi asuransi kendaraan seharga Rp125 juta – Rp200 juta adalah sebesar 0,44% – 0,53%. Pihak asuransi yang dipilih Nanda kemudian menetapkan premi sebesar 0,5%.
  • Premi yang harus dibayarkan Nanda: 0,5% x Rp180.000.000 = Rp900.000

Premi asuransi All Risk

Dengan kasus yang sama dengan contoh di atas, kini mari kita anggap bahwa Nanda akan mengambil produk asuransi All Risk untuk mobil barunya. Maka gambaran besaran premi yang mesti dibayarkannya adalah:

  • Besaran premi asuransi all risk untuk harga mobil Rp 180 juta di wilayah Jakarta adalah 2,47-2,72 persen.
  • Jika asuransi yang dipilih Nanda memberlakukan besaran premi sebesar 2,52 % maka premi yang mesti dibayarkan Nanda adalah 2,52% x Rp 180.000.000 = Rp 4.050.000 per tahun. 

FAQ

Apakah klaim asuransi mobil bayar?

Klaim asuransi akan dikenakan biaya yang disebut dengan biaya deductible atau biaya klaim asuransi mobil. Biaya ini dibayarkan setiap kali pemegang polis melakukan klaim.

Berapa biaya klaim asuransi mobil lecet?

Besarnya biaya klaim asuransi mobil bisa jadi berbeda pada tiap produk atau perusahaan asuransi. Namun, mengacu pada Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 6/SEOJK.05/2017, besar biaya klaim minimum untuk mobil adalah Rp300.000.

Berapa lama klaim asuransi kerusakan mobil?

Klaim asuransi kerusakan mobil dapat berlangsung antara 1-2 hari untuk kerusakan kecil atau bisa juga mencapai 3-5 hari jika kerusakan cukup berat.

Asuransi mobil All Risk apa saja yang ditanggung?

Asuransi mobil All Risk menanggung segala bentuk kejahatan orang lain, kecelakaan, pencurian, segala sebab dan risiko selama penyeberangan laut dengan feri, biaya derek serta pengangkutan ke bengkel terdekat, kerusakan roda akibat kecelakaan dan beberapa pengecualian yang ada pada polis.