BPJS Kesehatan – Iuran, Manfaat, dan Cara Berobat

BPJS Kesehatan adalah badan hukum publik yang bertanggung jawab pada presiden, dimana tugas utamanya memberi jaminan kesehatan pada masyarakat Indonesia. 

Sebelum berganti nama menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan, perusahaan asuransi milik negara ini bernama PT Askes Indonesia. Program pemerintah ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2004 yang mewajibkan seluruh warga negara untuk memiliki asuransi kesehatan ini. Bahkan, secara konteksnya BPJS Kesehatan mengikat perusahaan dengan mewajibkan karyawannya memiliki asuransi kesehatan. Hal tersebut tertuang dalam pasal 14 UU BPJS, dimana perusahaan wajib mengikutsertakan karyawan dalam jaminan kesehatan ini.

Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sendiri terbagi menjadi dua kelompok yaitu, penerima bantuan iuran (PBI) yang masuk dalam keluarga miskin dan tidak mampu, sehingga iurannya dibayar pemerintah sebagai peserta program jaminan kesehatan. 

Kelompok kedua adalah bukan PBI jaminan kesehatan yang meliputi pekerja penerima upah, pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja. Untuk kelompok ini pembayaran iuran dibagi dua yaitu untuk pekerja penerima upah, maka perusahaan yang memfasilitasi iuran BPJS Kesehatan. 

Berbeda dengan bukan pekerja penerima upah dan bukan pekerja atau perorangan, yang membayar iuran atau premi bulanan secara mandiri. 

Biaya iuran BPJS Kesehatan 

BPJS Kesehatan – Iuran, Manfaat, dan Cara Berobat

Perbedaan mendasar dari BPJS dengan asuransi kesehatan swasta adalah biaya preminya yang murah. Besaran iuran BPJS Kesehatan diatur dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 yang menjelaskan secara rinci iuran yang harus dibayar per bulan untuk mendapat jaminan kesehatan dari negara. 

Besaran iuran BPJS Kesehatan 2021 adalah sebagai berikut : 

  • Iuran Kelas 1: Rp150.000 
  • Iuran Kelas 2: Rp100.000 
  • Iuran kelas 3: Rp42.000 

Rencananya pemerintah akan menghapus sistem kelas 1, 2, dan 3 BPJS dan menggantinya dengan sistem satu kelas atau kelas standar bagi peserta perorangan atau mandiri. 

Manfaat BPJS Kesehatan 

Berbicara manfaat, seperti umumnya asuransi kesehatan lainnya, BPJS menanggung biaya kesehatan dari pesertanya. Mulai dari yang bersifat penyuluhan, kontrol atau berobat jalan, rawat inap hingga tindakan operasi. 

Selain itu, program ini juga menanggung biaya pengobatan hampir semua penyakit, dari yang ringan hingga yang berisiko tinggi. Selain itu, banyak manfaat lain yang bisa dirasakan, antara lain :  

Pelayanan kesehatan tingkat pertama 

Fasilitas kesehatan tingkat pertama 

Peserta BPJS saat rawat jalan atau rawat inap mendapat pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti Puskesmas, praktik mandiri dokter, praktik mandiri dokter gigi, klinik pertama atau yang setara termasuk fasilitas kesehatan tingkat pertama milik TNI/Polri, rumah sakit kelas D Pratama atau yang setara dan faskes penunjang seperti apotik dan laboratorium. 

Rawat jalan tingkat pertama 

  • Penyuluhan kesehatan perorangan 
  • Pelayanan imunisasi rutin sesuai ketentuan 
  • Keluarga berencana Skrining 
  • Riwayat kesehatan yang dapat dilakukan satu tahun sekali 
  • Pelayanan penapisan atau skrining kesehatan tertentu 
  • Peningkatan kesehatan bagi peserta penderita penyakit kronis Administrasi pelayanan 
  • Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis 
  • Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif Pelayanan obat, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai 
  • Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pratama Pemeriksaan, pengobatan dan tindakan pelayanan kesehatan gigi tingkat pertama.

Rawat inap tingkat pertama 

  1. Administrasi pelayanan 
  2. Akomodasi rawat inap 
  3. Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis 
  4. Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif Pelayanan persalinan dan neonatal Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai 
  5. Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pratama.

Pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan

Biasanya, bila peserta BPJS menderita sakit yang kompleks dan sulit ditangani di faskes pertama, maka peserta akan dirujuk ke faskes tingkat lanjutan. Manfaat yang didapat di faskes lanjutan ini antara lain : 

  • Administrasi pelayanan 
  • Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis dasar 
  • Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi spesialistik 
  • Tindakan medis spesialistik, baik bedah maupun non bedah sesuai dengan indikasi medis 
  • Pelayanan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai 
  • Pelayanan penunjang diagnostik lanjutan sesuai dengan indikasi medis Rehabilitasi medis 
  • Pelayanan darah 
  • Pemulasaran jenazah 
  • Peserta yang meninggal di fasilitas kesehatan 
  • Pelayanan keluarga berencana 
  • Perawatan inap non intensif 
  • Perawatan inap di ruang intensif.

Pelayanan gawat darurat 

Dalam kasus gawat darurat, peserta BPJS tidak harus melewati tahapan prosedural. Artinya, tanpa harus melewati faskes pertama pasien bisa langsung mendapat layanan gawat darurat meski tanpa surat rujukan. 

Pelayanan ambulan 

Peserta juga mendapat manfaat layanan transportasi pasien rujukan dengan kondisi tertentu. Layanan ini untuk menjaga kestabilan kondisi juga keselamatan pasien. Peserta BPJS berhak mendapat layanan ambulan darat dan ambulan air. 

Cara berobat memakai BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan – Iuran, Manfaat, dan Cara Berobat

Selama kamu rutin membayar iuran BPJS tiap bulannya, maka kamu bisa langsung menggunakannya. Lalu, apakah peserta bpjs bisa berobat dimana saja? Jawabannya selama faskes tersebut bekerja sama dengan BPJS, maka bisa.

Berikut ini alur dan prosedur untuk menggunakan BPJS saat berobat:

Cara pakai BPJS di faskes pertama

Dalam hal klaim, BPJS menggunakan sistem rujukan berjenjang. Untuk memperoleh pengobatan, kamu harus mendatangi Faskes tingkat I terlebih dahulu, kecuali pada kondisi tertentu seperti gawat darurat atau kondisi lainnya.

Faskes dapat diperoleh ketika kamu mendaftar sebagai peserta JKN berupa klinik pratama, Puskesmas, praktek pribadi dokter, atau rumah sakit kelas D. Jika ingin menggunakan BPJS untuk berobat, kamu bisa mendatangi faskes ini terlebih dahulu.

Tunjukkan kartu BPJS milikmu, atau kartu digital yang diunduh di aplikasi Mobile JKN, sebagai bukti bahwa kamu merupakan peserta aktif. Setelah itu, ada beberapa prosedur berobat menggunakan BPJS di faskes tingkat 1 ini, yaitu:

  • Mengisi formulir pemeriksaan.
  • Pasien akan dipanggil dan bisa langsung masuk ke ruang pemeriksaan.
  • Kalau kondisi kesehatanmu dapat diatasi di Faskes tingkat I, dokter dapat langsung melakukan pemeriksaaan termasuk, meresepkan obat.

Cara berobat pakai BPJS Kesehatan di faskes lanjutan

Jika kondisi memerlukan pemeriksaan tambahan penunjang lain seperti tes laboratorium, maka dokter akan memberikan surat rujukan yang bisa dibawa oleh pasien ke faskes tingkat selanjutnya.

Jenis faskes yang termasuk tingkat lanjutan diantaranya rumah sakit umum, klinik utama, dan rumah sakit milik pemerintah maupun swasta.

Adapun cara berobat pakai BPJS di rumah sakit atau faskes lanjutan lainnya adalah sebagai berikut: 

  • Mendatangi faskes yang dituju dengan membawa kartu peserta baik fisik maupun digital, dan a surat rujukan dari faskes tingkat pertama.
  • Menuju bagian pendaftaran dengan menyerahkan surat rujukan, kartu peserta, dan kartu identitas jika diminta.
  • Pihak faskes akan menerbitkan Surat Eligibilitas Peserta (SEP) yang kemudian akan dilegalisir oleh petugas BPJS.
  • Berbekal SEP tersebut, peserta bisa mulai mendapatkan pemeriksaan sesuai kebutuhan, termasuk obat. Pasien akan mendapatkan surat bukti pelayanan dari faskes tersebut setelah pemeriksaan selesai. 

Bagi pasien rawat inap, surat rujukan ini dapat digunakan maksimal selama 3×24 jam hari kerja, sejak pasien masuk rumah sakit.  

Cara menggunakan BPJS dalam kondisi darurat

Untuk pasien yang mengalami kondisi kegawatdaruratan medis, maka dapat langsung memperoleh pelayanan di setiap fasilitas kesehatan, baik yang bekerja sama dengan BPJS, maupun yang tidak.

Jika pasien dirawat di faskes yang tidak bekerja sama dengan BPJS, maka setelah kondisi stabil, akan dipindahkan ke faskes yang bekerja sama. Sementara, biaya perawatan selama dalam penanganan gawat darurat akan ditagihkan faskes secara langsung ke BPJS Kesehatan. Artinya, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya lagi.

Kelebihan BPJS Kesehatan 

Selain iuran bulanan yang murah, BPJS menyimpan banyak kelebihan lain yang bisa dirasakan peserta. Kelebihannya adalah sebagai berikut: 

Hampir semua penyakit ditanggung BPJS Kesehatan 

Penyakit yang ditanggung BPJS saat ini kurang lebih ada 155 penyakit. Sebagian penyakit yang ditanggung meliputi : penyakit jantung, asma, stroke, kanker, diabetes melitus, katarak, vertigo, dan sebagainya. 

Selain penyakit, BPJS juga menanggung pemeriksaan ibu hamil dan persalinan. Biaya melahirkan secara normal ditanggung penuh, sedangkan persalinan secara cesar harus dengan syarat kebutuhan medis atau rekomendasi dokter. 

Tidak membutuhkan medical check up untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan 

Bila dibandingkan dengan asuransi swasta yang mengharuskan nasabahnya melakukan medical check up, berbeda dengan BPJS Kesehatan yang tidak memerlukan hal tersebut. Sebab, iurannya sendiri bukan dilihat dari usia dan kondisi kesehatan dari tertanggung. Sehingga tidak membutuhkan medical check up untuk mengetahui riwayat kesehatan sebelumnya. 

Iuran bulanan yang relatif murah 

Perbedaan yang terlihat jelas dari asuransi swasta dan BPJS Kesehatan adalah besarnya iuran menentukan kelas kamar perawatan. 

Sistem pembayaran yang mudah

Meski saat ini diberlakukan pendebetan langsung setiap bulannya, tapi peserta BPJS Kesehatan bisa juga melakukan pembayaran di beberapa tempat berikut ini : 

  • Membayar melalui kantor pos terdekat 
  • Membayar melalui jaringan minimarket (Indomaret atau Alfamart) 
  • Pembayaran BPJS Kesehatan melalui e-commerce (Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak) 
  • Melalui dompet digital seperti OVO, Gopay, dan DANA 
  • Melalui aplikasi mobile JKN 
  • Menggunakan layanan bank yang bermitra dengan BPJS Kesehatan seperti Bank Mandiri, BNI, BTN, BRI, dan BCA. Peserta BPJS Kesehatan bisa melakukan pembayaran dengan ATM, internet banking atau mobile banking. 
  • Terakhir, dengan membayar langsung ke loket pembayaran di BPJS Kesehatan terdekat dengan membawa kartu peserta. 

Kesehatan seumur hidup terjamin 

BPJS Kesehatan sanggup menjamin perlindungan kesehatan untuk peserta jaminan kesehatan sepanjang hidupnya. Berbeda dengan asuransi swasta yang memberi proteksi pesertanya hingga usia 100 tahun. 

Kekurangan BPJS Kesehatan 

Tak hanya memiliki kelebihan saja, BPJS ternyata juga menyimpan kekurangan yang perlu diketahui. Berikut beberapa hal yang menjadi kelemahan dari jaminan kesehatan negara ini. 

Rujukan medis yang berjenjang 

Sistem rujukan ini menjadi satu dari beberapa kelemahan dari BPJS Kesehatan yang dirasakan peserta. Tanpa melewati faskes pertama, pasien yang melakukan rawat jalan akan sulit untuk langsung ke rumah sakit rujukan. Peserta harus melakukan pemeriksaan di faskes pertama hingga mendapat rujukan ke rumah sakit yang lebih lengkap, bila kondisi pasien tak kunjung membaik selama di faskes pertama. 

Hanya berlaku di Indonesia 

Jika asuransi swasta manfaatnya tetap bisa dirasakan meski berada di luar negeri, namun layanan BPJS Kesehatan terbatas di Indonesia saja. 

Antrian panjang 

Meski pengajuan rujukan sudah menggunakan sistem online, namun sebagian orang memilih untuk mengurus BPJS Kesehatan dengan cara mengantri. Alhasil, antrian menjadi panjang. Seringkali untuk menghindari antrian, peserta BPJS Kesehatan rela datang di pagi hari untuk mendapat urutan awal. 

Ada manfaat yang tidak ditanggung BPJS 

Setidaknya ada 21 layanan atau manfaat yang tidak ditanggung program kesehatan dari pemerintah ini, berikut sebagian di antaranya:  

  • Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetika.
  • Pelayanan kesehatan meratakan gigi.
  • Pelayanan kesehatan untuk mengatasi ketidakmampuan menghasilkan keturunan.
  • Pelayanan kesehatan akibat ketergantungan obat dan alkohol.
  • Gangguan kesehatan akibat melakukan aksi yang membahayakan diri sendiri.
  • Pengobatan alternatif yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan.
  • Pengobatan atau tindakan medis yang dikategorikan sebagai eksperimen.
  • Alat dan obat kontrasepsi.

Semoga artikel ini bisa membuat kamu lebih mengetahui manfaat, kelebihan dan kekurangan BPJS Kesehatan. 

Pertanyaan seputar BPJS Kesehatan

Apa itu BPJS Kesehatan? 

BPJS Kesehatan adalah badan hukum publik yang bertanggung jawab pada presiden, dimana tugas utamanya memberi jaminan kesehatan pada masyarakat Indonesia. 

Berapa iuran per bulan BPJS Kesehatan? 

Besaran iuran BPJS Kesehatan 2021 adalah sebagai berikut:

  • Iuran Kelas 1 : Rp150.000 
  • Iuran Kelas 2 : Rp100.000 
  • Iuran kelas 3 : Rp42.000 

Apakah peserta BPJS bisa berobat dimana saja?

Bisa selama faskes bekerja sama dengan BPJS. Untuk pasien yang mengalami kondisi kegawatdaruratan medis, maka dapat langsung memperoleh pelayanan di setiap faskes yang ada, baik yang bekerja sama dengan BPJS, maupun yang tidak.

Tinggalkan komentar