BPJS Ketenagakerjaan – Jenis Program, Manfaat, dan Iurannya

BPJS Ketenagakerjaan adalah program pemerintah yang memberikan proteksi atau perlindungan sosial ekonomi untuk seluruh tenaga kerja di Indonesia. 

Mulanya, BPJS Ketenagakerjaan merupakan perubahan dari Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) yang dipayungi landasan undang-undang No. 33 Tahun 1992. Kemudian melalui PP No 36 Tahun 1995 ditetapkan PT Jamsostek sebagai Badan Penyelenggara Sosial Tenaga Kerja. 

Tak berbeda jauh, berdirinya Jamsostek pun memberikan perlindungan dasar untuk memenuhi kebutuhan minimal tenaga kerja dan keluarganya. Artinya, Jamsostek memberi perlindungan penghasilan yang hilang akibat risiko sosial. 

Kemudian di tahun 2011, pemerintah menetapkan UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Sesuai amanat UU, pada 1 Januari 2014 PT Jamsostek (Persero) berubah menjadi Badan Hukum Publik. Jamsostek pun bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan dengan tetap menjalankan program jaminan sosial tenaga kerja. 

Jenis program BPJS Ketenagakerjaan 

Ada empat jenis program yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan, yaitu:

Jaminan kecelakaan kerja (JKK) 

Program ini memberi perlindungan bagi pekerja atas risiko kecelakaan kerja yang terjadi saat berangkat atau pulang bekerja. Selain itu, program ini juga memberi perlindungan penyakit yang diderita akibat lingkungan kerja. 

Jaminan kematian (JKM) 

Memberi manfaat uang tunai kepada ahli waris setelah pekerja meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja. 

Jaminan hari tua (JHT) 

Berbentuk uang tunai yang nilainya dari akumulasi iuran per bulan selama aktif bekerja ditambah hasil pengembangannya. 

Jaminan pensiun (mulai 1 Juli 2015) 

Menjamin kehidupan yang layak bagi peserta dan ahli warisnya dengan memberi penghasilan setelah memasuki usia pensiun atau mengalami cacat. 

Fungsi dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan 

BPJS Ketenagakerjaan – Jenis Program, Manfaat, dan Iurannya

Menjadi peserta BPJSTK bisa membuat pekerja lebih tenang dan nyaman dalam bekerja. Pasalnya, pekerja langsung mendapat jaminan sosial tak hanya untuk dirinya, tapi juga untuk keluarganya. 

Pekerja yang tenang dan nyaman bekerja otomatis akan berdampak pada kinerja tenaga kerja. Lantaran dirinya tetap fokus pada pekerjaan saja, karena negara telah menjamin manfaat bagi ahli warisnya kelak. 

Karena itu, program ini memiliki beberapa fungsi yang bisa didapatkan tenaga kerja, antara lain: 

Jaminan kecelakaan kerja 

Perusahaan yang memberikan pekerjanya perlindungan BPJSTK sama saja melindungi pekerjanya atas risiko kecelakaan kerja. Kecelakaan yang berhubungan dengan kerja yang dimaksud adalah insiden yang terjadi saat dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya. 

Selain itu tenaga kerja juga dilindungi dari kecelakaan yang menimpanya saat perjalanan dinas atau bahkan terkena penyakit akibat lingkungan kerja. 

Tenaga kerja akan mendapat biaya sesuai kebutuhan medis pekerja hingga sembuh. Santunan upah selama tidak bekerja juga akan didapat pekerja peserta BPJSTK. Lebih dari itu, pekerja juga mendapat upah utuh 100 persen selama 12 bulan pertama dan seterusnya 50 persen hingga sembuh. 

Untuk kematian akibat kecelakaan kerja, keluarga pekerja akan mendapat santunan sebesar 48 kali upah pekerja. Ditambah lagi dengan beasiswa pendidikan sebesar Rp12 juta per anak. 

Jaminan kematian 

Di luar kecelakaan kerja, bila peserta meninggal dunia maka akan tetap diberikan santunan duka cita. Bantuan dana selama 24 bulan sebesar Rp 4,8 juta yang diberikan sekaligus.

Seperti yang dilansir dari website resmi bpjsketenagakerjaan.go.id, ahli waris bakal mendapatkan:

  • Mendapat biaya pemakaman Rp 3 juta.
  • Satu orang anak dari ahli waris bakal mendapatkan beasiswa Rp 12 juta.
  • Ahli waris bakal mendapatkan uang tunai Rp 36 juta.
  • Mendapat santunan sekaligus sebesar Rp 16,2 juta.

Jaminan pensiun 

Pekerja peserta juga akan mendapat jaminan pensiun. Jaminan diberikan dalam bentuk penghasilan setelah peserta masuk usia pensiun. Selain itu, peserta berhak mendapat pensiun cacat berupa uang tunai bulanan kepada pekerja yang mengalami cacat total. Batas minimal kepesertaan untuk mendapat manfaat ini adalah satu bulan. 

Dengan mendaftarkan jaminan pensiun ini juga peserta akan mendapat uang tunai bulanan jika peserta sudah memenuhi iuran minimum 15 tahun atau 180 bulan saat memasuki usia pensiun sampai meninggal dunia. Maksimal dua anak dari pekerja peserta pun berhak mendapat uang tunai bulanan ahli waris. Dengan catatan, kedua anak tersebut sudah didaftarkan dalam program pensiun terlebih dulu. Pemberian uang pensiun hingga anak mencapai usia 23 tahun.

Jaminan hari tua 

Untuk program hari tua, BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan uang tunai sebesar nilai akumulasi iuran selama bekerja plus pengembangannya. Untuk diketahui, hasil pengembangan dari iuran ini nilainya di atas bunga deposito. 

Uang tersebut nantinya akan diberikan sekaligus saat peserta menginjak usia 56 tahun, meninggal dunia maupun cacat total tetap. 

Jenis kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan 

Pekerja yang termasuk peserta BPJSTK adalah sebagai berikut:

Pekerja penerima upah (PU) 

Kategori pekerja penerima upah adalah mereka yang bekerja dan mendapat gaji, upah atau imbalan sebagai hasil kerjanya. Penerima upah dapat mengikuti empat program yang ada di BPJS Ketenagakerjaan secara bertahap yang sudah ditetapkan perusahaan. 

Pekerja bukan penerima upah (BPU) 

Golongan ini adalah mereka yang bekerja secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan usahanya tersebut. Pekerja BPU bisa mengikuti program ini secara bertahap dan memilih program sesuai kemampuan dan kebutuhan peserta. 

Jasa konstruksi (Jakon) 

Pekerja yang termasuk dalam kategori Jakon ini adalah pemberi kerja selain penyelenggara negara pada skala usaha besar, menengah, kecil dan mikro yang bekerja di bidang konstruksi. Umumnya pekerja Jakon mempekerjakan pekerja harian lepas, borongan dan kontrak. 

Pekerja migran Indonesia (PMI)

Kategori PMI adalah WNI yang akan, sedang, atau telah bekerja dengan menerima upah dari luar Indonesia. Biasanya program jaminan sosial bagi CPMI atau PMI yang wajib diikuti antara lain jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Sedangkan program yang sukarela diikuti yaitu jaminan hari tua. 

Iuran BPJS Ketenagakerjaan 

BPJS Ketenagakerjaan – Jenis Program, Manfaat, dan Iurannya

Dengan manfaat yang menguntungkan tadi, lalu timbul pertanyaan berapa iuran yang harus dibayarkan pekerja untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan? 

Berikut rinciannya: 

Iuran JHT  

Agar dapat menikmati manfaat dan fasilitas program jaminan hari tua, berikut besaran iuran yang harus dibayar per bulan : 

  • Penerima upah: 5,7 persen per bulan dari upah yang dilaporkan dengan pembagian 2 persen dari upah pekerja dan 3,7 persen dari perusahaan.
  • Bukan penerima upah: 2 persen per bulan dari penghasilan yang dilaporkan.
  • Pekerja migran Indonesia: Rp 105 ribu hingga Rp 600 ribu per bulan.

Iuran JKK  

Penerima upah: 0,24 persen hingga 1,74 persen. Buat fasilitas yang bakal dibayarkan oleh pemberi kerja atau perusahaan dengan persentase yang berbeda-beda tergantung dari besarnya risiko, seperti:

  • Tingkat risiko rendah sekali, sebesar 0,24 persen dari upah.
  • Tingkat risiko rendah, sebesar 0,54 persen dari upah.
  • Tingkat risiko sedang, sebesar 0,89 persen dari upah.
  • Tingkat risiko tinggi, sebesar 1,27 persen dari upah.
  • Tingkat risiko tinggi sekali, sebesar 1,74 persen dari upah.
  • Bukan penerima upah: sebesar 1 persen dari penghasilan yang dilaporkan.
  • Jasa konstruksi: mulai dari 0,21 persen yang nilainya berdasarkan nilai proyek.
  • Pekerja migran Indonesia: sebesar Rp 370 ribu.

Iuran JKM 

Untuk dapat Jaminan Kematian, para peserta wajib membayar iuran setiap bulannya sebesar:

  • Penerima upah: 0,3 persen dari upah yang dilaporkan dan dibayarkan oleh pemberi kerja atau perusahaan.
  • Bukan penerima upah: Rp6.800 per bulan.
  • Jasa konstruksi: mulai dari 0,21 persen yang nilainya berdasarkan nilai proyek.
  • Pekerja migran Indonesia: Rp370 ribu.

Iuran JP 

Fasilitas yang satu ini cuma ditujukan buat pekerja penerima upah dengan membayar iuran setiap bulan sebesar 1 persen dari pekerja dan 2 persen dari perusahaan.

Cara daftar BPJS ketenagakerjaan

Jika kamu ingin melakukan pendaftaran secara manual bisa langsung datang ke Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Alur pendaftarannya seperti ini : 

  • Mengisi formulir dan melengkapi dokumen pendaftaran kepesertaan 1A
  • Mengambil nomor antrian untuk layanan pendaftaran
  • Dipanggil oleh petugas
  • Menerima informasi jumlah iuran yang harus dibayarkan
  • Menerima tanda terima dokumen pendaftaran dan kode bayar iuran
  • Melakukan pembayaran iuran
  • Kartu peserta paling lama diterima 7 hari setelah pembayaran
  • Melakukan penilaian kepuasan melalui e-survey

Sedangkan bila dilakukan secara online, tahapan yang harus kamu lalui, untuk pekerja bukan penerima upah atau wiraswasta adalah seperti di bawah ini : 

  • Lakukan registrasi melalui situs resmi www.bpjsketenagakerjaan.go.id 
  • Pilih Tombol Pendaftaran Peserta lalu pilih Bukan Penerima Upah (BPU) 
  • Masukkan alamat email dan kode captcha, klik Daftar Cek email dan klik aktivasi pendaftaran 
  • Isi data individu (Pekerja BPU) 
  • Lakukan pembayaran iuran setelah kode iuran diterima melalui email 
  • Kartu kepesertaan diterima paling lama 7 hari setelah pembayaran iuran

Cara bayar iuran 

Lalu, bagaimana cara bayar iuran BPJS Ketenagakerjaan? 

Salah satu cara paling mudah untuk membayar iuran BPJS TK adalah melalui electronic payment sistem atau EPS. Bagi perusahaan, ini menjadi cara paling mudah dilakukan. 

Cara bayar iuran ini bisa melalui bank dengan beberapa langkahnya berikut ini:

  • Datang ke ATM bank yang sudah bermitra dengan BPJS Ketenagakerjaan seperti BCA, Mandiri, BNI dan BRI
  • Input Kartu ATM dan tekan PIN kamu
  • Pilih menu bayar atau beli
  • Pilih menu BPJS. Kemudian BPJS Ketenagakerjaan
  • Pilih menu e-payment
  • Input kode iuran, kemudian pilih correct atau benar
  • Pastikan semua informasi yang muncul di layar sudah benar (nama perusahaan pembayaran, kode iuran, NPP, divisi serta total iurannya sudah benar). Bila sudah benar, pilih yes untuk menyelesaikan proses pembayaran. 
  • Akan muncul informasi jika transaksi sudah berhasil dilakukan

Pastikan lagi iuran BPJS Ketenagakerjaan sudah terbayarkan. Kamu bisa login ke akun EPS, dan cek status iuran yang sudah terbayar dengan tanda keterangan PAID. 

Cek saldo bpjs ketenagakerjaan

Sebelum masa pensiun, apakah bisa mengecek saldo BPJS Ketenagakerjaan? Bisa. Untuk mengecek saldo BPJS Ketenagakerjaan ada empat cara yang bisa dilakukan, yaitu 

Cek saldo BPJS Ketenagakerjaan via BPJSTKU Mobile.  

Cara paling mudah untuk cel saldo BPJS Ketenagakerjaan adalah melalui aplikasi mobile BPJSTKU yang bisa diunduh melalui Google Play Android dan App Store untuk pengguna iPhone.

Berikut cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan JHT:  

  1. Unduh aplikasi Jamsostek Mobile di smartphone 
  2. Login dengan memasukan email dan kata sandi. Apabila belum memiliki akun, maka klik “Buat Akun”  
  3. Setelah masuk ke dashboard akun, klik menu “Jaminan Hari Tua”  
  4. Klik “Cek Saldo” 
  5. Sistem akan menampilkan saldo JHT  

Cek saldo BPJS Ketenagakerjaan via website SSO BP Jamsostek  

  1. Buka laman https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/  
  2. Masuk dengan akun dan kata sandi, apabila belum terdaftar bisa mengklik “Buat Akun Baru”  
  3. Klik “reCAPTCHA Saya bukan robot  
  4. Setelah masuk ke dashboard akun, klik menu “Lihat Saldo JHT”  
  5. Sistem akan menampilkan saldo JHT terbaru  

Cek saldo BPJS Ketenagakerjaan via SMS  

Kalau kamu enggan untuk mendownload aplikasi mobile atau selancar di web resmi, ada cara lain untuk cek saldo BPJS Ketenagakerjaan melalui SMS ke nomor 2757. 

Hanya saja, peserta harus mendaftar terlebih dahulu melalui SMS dengan mengetik : Daftar(spasi)SALDO#NO_KTP#TGL_LAHIR(DD-MM-YYYY)#NO_PESERTA#EMAIL(bila ada). Kemudian kirim ke 2757. Setelah terdaftar, peserta bisa mengirim pesan dengan format SALDO (spasi) no peserta, lalu kirim ke 2757.  

Cek saldo BPJS Ketenagakerjaan via kantor cabang  

Cara terakhir cek saldo BPJS Ketenagakerjaan adalah dengan mendatangi langsung kantor cabang BPJS Jamsostek terdekat. Langkahnya pun cukup mudah hanya dengan menunjukkan kartu identitas atau KTP dan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan di petugas layanan. Sebelumnya, pastikan kamu mendatangi kantor saat hari kerja. 

Call Center BPJS Ketenagakerjaan

Call center BPJS Ketenagakerjaan merupakan layanan yang diberikan untuk membantu masyarakat atau peserta mengetahui informasi seputar program BPJS Ketenagakerjaan. 

Melalui call center pula, peserta bisa mendapat panduan saat menemukan kendala yang berhubungan dengan penggunaan BPJS Ketenagakerjaan. Berikut ini informasi seputar layanan call center yang dimiliki BPJSTK:

  • Nomor call center: 175. Nomor ini bisa dihubungi oleh masyarakat mulai pukul 06.00 hingga pukul 22.00 WIB.
  • Layanan WhatsApp: 081380070175.
  • Email: care@bpjsketenagakerjaan.go.id
  • Link layanan website: sso.bpjsketenagakerjaan.go.id
  • Aplikasi: JMO (Jamsostek Mobile) – Klaim JHT & Cek Saldo JHT

BPJS Ketenagakerjaan juga sudah memiliki sejumlah akun sosial media seperti facebook, twitter, instagram, hingga youtube sehingga masyarakat dapat mengakses informasi seputar BPJS Ketenagakerjaan lebih mudah.

Pertanyaan seputar BPJS Ketenagakerjaan 

Apa itu BPJS Ketenagakerjaan? 

BPJS Ketenagakerjaan adalah program pemerintah yang memberikan proteksi atau perlindungan sosial ekonomi untuk seluruh tenaga kerja di Indonesia. 

Apa fungsi dan manfaat yang didapat dari BPJS Ketenagakerjaan? 

  1. Jaminan kematian 
  2. Jaminan kecelakaan kerja 
  3. Jaminan pensiun 
  4. Jaminan hari tua 

Berapa iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk program jaminan pensiun? 

Fasilitas yang satu ini cuma ditujukan buat pekerja penerima upah dengan membayar iuran setiap bulan sebesar 1 persen dari pekerja dan 2 persen dari perusahaan.