Cara Mengatur Keuangan Pribadi – Gaji 1 Juta, 2 Juta, dan 3 Juta

Bagaimana ya cara mengatur keuangan pribadi? Buat kamu yang mulai peduli dengan keuangan sendiri, simak informasi berikut ini.

Bekerja dan menghasilkan uang tentu memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. Sayangnya, tidak semua orang beruntung mendapatkan gaji yang besar.

Besar kecilnya gaji yang diterima setiap orang juga tergantung oleh faktor pendidikan, keahlian/keterampilan, dan beban tanggung jawab tugas yang diberikan.

Lalu, apakah dengan gaji yang besar sudah pasti orang akan bahagia? Jawabannya adalah belum tentu, apalagi jika memiliki banyak cicilan dengan bunga yang tinggi.

Sebetulnya, bahagia dengan gaji minim pun dapat diciptakan dengan perasaan cukup yang kita miliki. Kata “cukup” ini juga harus didukung dengan pola pikir dan gaya hidup yang sederhana.

Berapa pun gajimu, kamu harus tetap bersyukur dengan apa yang diterima.

Usahakan pula gaji yang kamu dapatkan masih bisa dialokasikan untuk hal-hal yang bermanfaat di masa depan, seperti asuransi, investasi, tabungan, dana darurat, dana pensiun, dan lain-lain.

Untuk kamu yang saat ini sedang bekerja dan digaji minim (misalnya masih di bawah UMR), bagaimana cara mengatur keuangan pribadi agar tetap hemat?

Gaji 1 juta, 2 juta, ataupun 3 juta Rupiah, apa mungkin masih bisa disisihkan untuk yang lain? Simak ulasannya berikut ini!

Cara mengatur keuangan pribadi gaji 1 juta Rupiah

Cara Mengatur Keuangan Pribadi – Gaji 1 Juta, 2 Juta, dan 3 Juta

Gaji Rp1 jutaan mungkin dianggap sangat kecil untuk memenuhi kebutuhan hidup saat ini apalagi bagi yang tinggal di perkotaan.

Lalu, bagaimana cara mengatur keuangan pribadi hanya dengan gaji Rp1 jutaan dalam sebulan? Apakah masih bisa untuk ditabung dan ikut asuransi? Berikut ini beberapa tipsnya.

1. Ikut asuransi kesehatan pemerintah kelas menengah ke bawah

Misalnya, kamu bisa menjadi peserta BPJS Kelas 3 dengan iuran hanya Rp35.000. Hal ini untuk antisipasi jika sakit, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk berobat.

2. Buat rencana keuangan dan target pribadi

Dengan memiliki rencana keuangan dan target, kamu akan lebih disiplin untuk perlu atau tidaknya membelanjakan uang.

Misalnya, targetmu menabung dalam sebulan Rp100.000 dan dalam setahun kamu bisa memiliki Rp1.200.000 di tabungan.

3. Memilih investasi yang tepat

Tidak salah jika kamu harus mencicil asalkan barang yang kamu cicil dapat bermanfaat di masa depan.

Misalnya, investasi reksa dana pasar uang dengan modal mulai dari Rp100 ribu. Rata-rata reksa dana pasar uang menawarkan return atau profit hingga 6 persen.

4. Tidak perlu memiliki kartu kredit karena adanya biaya tahunan

5. Pikir ulang untuk memenuhi keinginan dan hobi

Lebih baik keinginan dan hobi ditunda dan dialihkan ke kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan mendesak.

6. Memenuhi kebutuhan dengan berbelanja barang promo atau diskon

7. Mencari penghasilan tambahan dengan bekerja sebagai freelancer atau part-time.

Cara mengatur keuangan pribadi gaji 2 juta Rupiah

Untuk gaji 2 juta Rupiah, cara mengaturnya agak lebih baik nih dibanding Rp1 juta.

Walaupun secara trik dan prinsipnya hampir mirip dengan yang bergaji Rp1 juta, kamu tetap harus mengatur keuangan dengan disiplin dan terkontrol.

Bagaimana cara mengatur keuangan pribadi dengan gaji Rp 2 juta? Haruskah tetap memenuhi keinginan atau hobi? Cek triknya berikut ini!

1. Membuat skala prioritas

Ketika gaji sudah ditangan, coba langsung buat list kebutuhan pokok dan pisahkan uangnya. Kebutuhan pokok dapat berupa transportasi, makan, cicilan, dan biaya asuransi kesehatan pemerintah (misalnya BPJS kelas 2).

Usahakan jangan mengutak-atik uang untuk skala prioritas ini, termasuk barang promo tetapi tidak masuk ke dalam kebutuhan pokok.

2. Menabung

Biasakan menyisihkan uang untuk ditabung di awal gajian, bukan di akhir (sisa pengeluaran bulanan). Dengan disiplin dan konsisten, nantinya kamu akan terbiasa melakukan ini.

Kamu juga bisa menggunakan cara menabung lain seperti mengumpulkan uang receh atau menyisihkan uang dengan nominal tertentu secara teratur (misal kumpulkan Rp10.000 setiap habis berbelanja).

3. Gunakan metode 50/30/20 atau 80/20

Metode 50/30/20 adalah cara pembelanjaan kebutuhan dengan 50% kebutuhan pokok atau sehari-hari, 30% kebutuhan sekunder atau tidak tetap, dan 20% tabungan masa depan.

Sementara metode 80/20 adalah cara pembelanjaan kebutuhan dengan 20% langsung di tabung dan 80%nya dihabiskan untuk kebutuhan.

4. Berhemat atau gaya hidup sederhana

Hal-hal yang tidak terlalu berpengaruh terhadap gaya hidup bisa kamu kurangi atau hentikan sementara seperti shopping di mall, jalan-jalan, nongkrong di cafe, nonton film di bioskop, berlangganan netflix, dll.

5. Investasi dan hindari kredit atau hutang yang tidak perlu

Dibanding mengambil cicilan untuk barang konsumtif, lebih baik dana tersebut dialokasikan untuk investasi.

6. Mencari penghasilan tambahan

Jika gaji 2 juta rupiah masih dirasa kurang, cobalah mencari pekerjaan tambahan lain yang dapat disesuaikan dengan waktumu seperti freelancer atau part-time.

Cara mengatur keuangan pribadi gaji 3 juta Rupiah

Gaji lebih besar bukan berarti harus diiringi dengan memiliki gaya hidup yang lebih tinggi juga ya.

Prinsip yang harus diterapkan justru semakin besar gaji semakin besar pula dana yang harus kamu alokasikan ke tabungan atau investasi.

Banyak masyarakat kita justru terjebak dengan gaji yang besar maka semakin tergiur oleh banyaknya tawaran cicilan barang konsumtif.

Hal ini dapat beresiko di masa mendatang, misal pandemi lalu di PHK dan cicilan menjadi tidak terbayar.

Untuk kamu yang memiliki gaji 3 jutaan Rupiah, sepertinya kamu bisa agak sedikit memenuhi keinginan atau hobi nih. Usahakan jangan terlena dan kebablasan untuk memenuhi segala keinginan yang kamu lihat.

Cara mengatur keuangan pribadi dengan gaji 3 jutaan Rupiah sebenarnya tidak jauh berbeda dengan gaji 1 jutaan ataupun 2 jutaan Rupiah.

Kebutuhan pokok, tabungan, investasi dan asuransi harus tetap diutamakan, mungkin hanya persen besar kecilnya saja yang berbeda. Berikut ini tipsnya.

1. Mencatat keuangan

Untuk mengetahui arus kas masuk dan keluar agar lebih terperinci.

2. Melakukan penghematan

Hanya karena nominal 3 juta lebih besar dari 1 dan 2 juta bukan berarti tidak perlu berhemat ya. Hemat merupakan prinsip agar keuangan tetap aman apalagi jika terjadi keadaan darurat.

3. Buat dan rencanakan keuangan

Tetap buat list prioritas seperti kebutuhan pokok, transport, makan, tabungan, asuransi, investasi, bayar cicilan dll. Sisanya baru boleh digunakan untuk sedikit keinginanmu, misal nongkrong di cafe, ke mall dll. 

4. Menabung

Misalnya, masih terdapat sisa dari dana keinginan atau hiburan, langsung alokasikan lagi untuk tabungan sekalipun uang kecil seperti 10 ribu atau 20 ribu. 

5. Belanja kebutuhan dengan harga promo atau diskon dan memasak sendiri

Salah satu bentuk dari sikap hemat dan juga pasti lebih sehat.

6. Asuransi

Kamu bisa mengandalkan asuransi kesehatan pemerintah kelas 1 ataupun asuransi kesehatan dan jiwa swasta yang dapat menjadi investasi di masa depan.

7. Investasi dan tabungan

Setidaknya, 30% atau sekitar Rp900.000 dari gaji 3 juta Rupiah harus kamu sisihkan di awal untuk ditabung dan investasi.

Misalnya,  dari Rp900.000 kamu bisa bagi dua menjadi Rp400.000 tabungan di bank, dan Rp500.000 untuk 0,5 gram emas setiap bulannya. Dalam satu tahun, kamu sudah memiliki uang tabungan Rp4.800.000 dan 6 gram emas.

8. Teliti dalam memilih kartu kredit

Jika memang sangat dibutuhkan, pilih kartu kredit yang dapat disesuaikan dengan kondisi kemampuan membayarmu saat ini. Kalau dirasa memberatkan karena adanya biaya tahunan, tetap hindari penggunaan kartu kredit ya.

Laporan arus kas (cash flow) dan fungsinya dalam keuangan pribadi

Cara Mengatur Keuangan Pribadi – Gaji 1 Juta, 2 Juta, dan 3 Juta

Kamu memiliki gaji rutin setiap bulan, merasa sudah memiliki gaya hidup yang hemat, tapi sering kehabisan uang sebelum akhir bulan?

Mungkin ada pengeluaran-pengeluaran kecil yang sering terjadi tapi kalau dijumlahkan ternyata cukup besar juga.

Mengatasi hal seperti ini, cobalah untuk membuat laporan arus kas atau cash flow. Membuat catatan arus keuangan pribadi akan sangat bermanfaat untuk membantu menganalisis keuangan. 

Apa itu arus kas?

Arus kas atau cash flow menggambarkan adanya arus uang masuk (cash in flow) dan uang yang keluar (cash out flow). Kedua arus kas ini bisa kita terapkan dan evaluasi dari lingkup pribadi, rumah tangga maupun perusahaan.

Sedangkan laporan arus kas adalah suatu laporan keuangan yang berisi kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi, kegiatan transaksi pembiayaan/pendanaan, dan kenaikan atau penurunan bersih selama periode tertentu.

Apa saja yang perlu kita catat dalam laporan arus kas? Kita bisa mencatat seperti:

  • Arus kas masuk (pendapatan primer, sekunder, sampingan)
  • Arus kas keluar (pengeluaran tetap dan tidak tetap)
  • Arus kas bersih (selisih pendapatan dengan pengeluaran selama periode tertentu)

Hal tersebut juga berdasarkan dari tiga aktivitas utama kita dalam membelanjakan uang yaitu kas operasional, kas pembiayaan dan kas investasi.

Fungsi arus kas

Pada dasarnya, penyusunan laporan arus kas memiliki sejumlah fungsi, di antaranya:

  • Memprediksi cash flow periode berikutnya berdasarkan data periode saat ini.
  • Dasar pengambilan keputusan dalam mengelola sistem keuangan pribadi (apa yang benar-benar dibutuhkan untuk dibeli ataupun tidak).
  • Menentukan kemampuan pribadi dalam membayar kewajiban dan cicilan.
  • Mengetahui laba bersih dan menentukan ukuran keberhasilan dari investasi dan tabungan.

Metode arus kas dan rumusnya

Dua metode untuk membuat laporan arus kas atau cash flow adalah metode langsung (direct cash flow) dan metode tidak langsung (indirect cash flow).

1. Metode langsung

Metode langsung merupakan metode membuat laporan arus kas dengan mengelompokkan kegiatan operasi ke dalam berbagai kategori.

Untuk membuat arus kas metode langsung, siapkan buku kas bank dan buku kas kecil lalu lakukan pemeriksaan silang antar buku kas bank, rekening koran, bonggol check atau buku kas kecil.

2. Metode tidak langsung

Berbeda dengan metode langsung, rumus cash flow metode tidak langsung mengutamakan perbedaan antara laba bersih dan arus kas dari aktivitas operasi.

Metode ini menunjukkan hubungan antara laporan keuangan laba rugi, neraca dan arus kas (cashflow).

Dalam metode ini arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pembiayaan disusun berdasarkan laporan laba rugi dan neraca.

Rumus cash flow

Untuk rumus menghitung cash flow, dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

1. Kas Masuk Bersih = Earning after tax (EAT) + Penyusutan

Cara ini dilakukan apabila usaha yang dilakukan dibiayai dengan modal sendiri tanpa pinjaman maupun hutang dari pihak lain. Penyusutan dihitung karena tidak termasuk pengeluaran tunai dan dapat timbul pada saat aktiva tetap dibeli.

2. Kas Masuk Bersih = Earning after tax (EAT) + Penyusutan + Bunga (1-tax)

Cara ini dilakukan apabila usaha yang dilakukan dibiayai dengan modal dari pinjaman pihak lain.

Ada pula empat langkah penyusunan cash flow, yaitu :

  1. Menentukan minimal uang
  2. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran
  3. Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk menutupi defisit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak lain atau pihak ketiga
  4. Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi finansial dan budget kas yang final.

Tips mengelola keuangan

Memiliki kondisi finansial yang independen di masa depan pasti menjadi harapan banyak orang. Untuk mewujudkannya, kamu juga perlu untuk mengelola keuangan dengan cara yang tepat dan niat serta disiplin yang kuat.

Sesuaikanlah cara mengatur keuangan pribadi dengan kebutuhan dan gaya hidup masing-masing.

Walaupun bukan hal yang mudah, mengatur keuangan memang harus diajarkan dan dibiasakan sejak dini agar masa depan dapat terjaga dengan baik.

Beberapa tips untuk mengelola keuangan yang tepat, adalah:

  1. Buat atau siapkan anggaran keuangan secara rutin dan detail
  2. Belajar untuk menabung. Usahakan di awal gajian, namun boleh juga sesuaikan dengan kemampuanmu.
  3. Hindari berhutang. 
  4. Buat catatan dan laporan keuangan.
  5. Atur anggaran sesuai prioritas kebutuhan.
  6. Miliki bayangan kehidupan di masa depan.
  7. Mulai berinvestasi sedini mungkin.

FAQ

Bagaimana cara mengatur keuangan agar tidak boros?

Membuat anggaran keuangan, membuat catatan keuangan, melunasi utang dan jangan menambah utang baru, menabung, pilih alat atau aplikasi pengatur keuangan yang tepat atau gunakan jasa perencana keuangan.

Bagaimana cara mengatur keuangan bulanan?

Gunakan metode 50/30/20 atau 80/20 dalam mengelola keuangan bulanan: 50% untuk kebutuhan hidup, 30% untuk kebutuhan tidak tetap dan 20% untuk tabungan, atau 80% untuk kebutuhan hidup dan 20% untuk tabungan.

Bagaimana cara agar hidup lebih hemat?

Bayar semua tagihan di awal, buat anggaran dan catatan keuangan, tidak menggunakan kartu kredit, berbelanja barang kebutuhan dengan harga promo/diskon, membuat makanan sendiri, tidak berutang, disiplin dalam menabung dan jalani hidup dengan prinsip minimalis/sederhana.

Tinggalkan komentar