Cara Mengecek Aki Mobil Kering dan Basah dengan Multitester

Bagaimana ya cara mengecek aki mobil?

Accumulator atau yang biasa disebut accu atau aki adalah salah satu komponen penting dalam sistem kelistrikan kendaraan. Aki ibaratnya baterai yang menyimpan dan menyediakan energi listrik pada mobil.

Emangnya buat apa aja sih energi listrik di mobil?

Kegunaannya adalah untuk menghidupkan lampu, dinamo starter, sampai semua komponen elektrik pada mobil bersumber dari aki. Jadi, gak heran ya kenapa komponen ini disebut sebagai bagian yang cukup vital.

Biar aki tetap awet, kamu harus rawat dan cek secara rutin. Sebab salah satu kunci dari keamanan dan kenyamanan mobil saat berkendara bisa dipengaruhi aki.

Nah, bagaimana cara mengecek aki yang mudah dan bisa kamu lakukan sendiri? Simak ulasannya berikut ini!

Cara mengecek aki mobil dengan mudah

Cara Mengecek Aki Mobil Kering dan Basah dengan Multitester

Selama pandemi Covid-19, mungkin mobil kamu terlalu lama diam aja di rumah dan jarang banget digunakan ke mana-mana. Hal ini bisa membuat aki mobil menjadi soak atau bermasalah lho.

Untuk antisipasinya, kamu harus rutin nih melakukan cara mengecek aki mobil. Kalau ke bengkel, pasti pakai battery tester. Namun, kalau cek sendiri di rumah, bagaimana cara mengecek aki mobil?

Caranya gampang kok. Pengecekan standar dapat dilakukan dengan mengecek lampu indikator aki yang ada di dashboard mobil atau cek indikator elektrolit aki.

Kalau lampu indikator aki di dashboard mobil menyala, itu berarti ada yang gak beres nih dengan akimu.

Untuk pengecekan indikator elektrolit aki di bagian atas aki, kamu bisa lihat atau cek sendiri juga. Pada aki basah, kamu cukup lihat kondisi batas atas dan bawah cairan elektrolit.

Kalau kurang, itu berarti kamu harus menambahkan air akinya.

Sementara pada aki kering mobil, kalau warnanya terlihat biru, itu berarti aki masih berfungsi dengan baik.

Kalau terlihat berwarna putih, itu berarti aki hanya kekurangan setrum. Namun, kalau berwarna merah, itu berarti aki kamu harus segera diganti ya.

Jenis aki mobil

Bukan cuma aki basah dan aki kering. Ada juga lho jenis aki lainnya. Mungkin kamu belum pernah dengar sebelumnya. Disimak yuk beberapa jenis aki berikut ini!

1. Aki basah

Jenis aki basah ini paling umum digunakan dan paling mudah kamu temukan, apalagi di berbagai jenis mobil keluaran Toyota. Penamaan basah karena ada cairan elektrolit berupa asam sulfat di dalamnya.

Dalam cairan ini juga, ada kandungan timah antimony yang berfungsi untuk penguat timbal si baterai. Namun, timah ini gampang banget menguap. Jadi, air akinya cepet habis deh.

Kalau kamu mau isi ulang, kamu bisa bawa mobilmu ke bengkel ya.

2. Aki kering

Walaupun namanya kering, jenis aki ini tetap memiliki cairan elektrolit di dalamnya. Namun, kandungan timahnya adalah timah kalsium yang relatif lebih rendah dan gak gampang menguap.

Jenis aki ini di design untuk gak perlu dilakukan pengisian ulang. Jadi, aki kering lebih mudah dirawat dibanding aki basah.

3. Aki kalsium

Aki kalsium sebenarnya merupakan jenis yang lebih baik dibanding basah dan kering.

Hal ini dikarenakan tingkat penguapannya yang jauh lebih rendah daripada aki kering maupun basah. Jadi, aki ini pun diklaim sebagai yang paling irit.

Aki ini juga memiliki daya tahan baterai yang sangat baik dalam menyalurkan listrik. Dinamakan aki kalsium karena kutub akinya yang terbuat dari kalsium.

Dengan kelebihannya itu, gak heran harganya mahal ya. Sayangnya, jenis kalsium ini gak populer dan jumlahnya terbatas di Indonesia.

4. Aki hybrid

Seperti namanya, aki ini biasa digunakan mesin mobil hybrid. Aki hybrid adalah perpaduan antara aki basah, kering, dan kalsium.

Penguapan aki ini juga tergolong minim dengan perawatan yang mudah. Kamu bisa lebih hemat deh untuk biaya perawatan.

Namun, cairan elektrolit dalam aki hybrid punya efek korosif terhadap mesin mobil. Jadi, untuk jangka pendek, cairan aki ini bisa merusak komponen mesin.

​​​​​​​5. Aki gel

Aki ini menggunakan gel, bukan cairan elektrolit seperti lainnya.

Karena menggunakan gel, aki ini gak bersifat korosif dan merusak komponen mesin mobil. Perawatannya juga simpel banget. Usia pemakaiannya pun bisa jadi awet dan tahan lama.

6. Aki MF AGM 

MF AGM adalah singkatan dari Maintenance Free Absorbent Glass Mate. Keunggulan jenis aki ini adalah adanya teknologi yang membuat air aki terperangkap di dalam separator khusus. 

Kalau kamu pecinta mobil off-road, kamu perlu banget pakai aki jenis ini karena unggul pada daya tahan dan kekuatan dibanding aki lainnya.

Hebatnya lagi, meski mobil dalam keadaan miring, aki gak akan tumpah dan tetap bekerja sebagaimana mestinya.

Penyebab aki rusak

Rusak atau soaknya aki pasti karena ada penyebabnya, ya. Apakah aki mobilmu sekarang sedang rusak? Coba cek beberapa hal penyebab aki rusak berikut ini, siapa tahu karena kelalaian mu juga, lho!

1. Mobil jarang digunakan atau dipanaskan

Kalau kamu masih berpikir bahwa mobil yang jarang digunakan maka komponen-komponen di dalamnya akan tetap prima, sebaiknya mulai hilangkan pikiran ini, ya. Karena hal ini salah banget.

Aki mobil justru membutuhkan suplai aliran listrik yang cukup, lho. Kalau pandemi bikin kamu gak bisa bawa jalan mobilmu kemana-mana, seenggaknya kamu harus rutin panaskan mobil setiap hari.

Kalau nggak, kapasitas listrik yang ada di aki jadi tidak optimal sehingga menyebabkan aki mobil kamu soak dalam hitungan bulan.

2. Tingginya intensitas penggunaan mobil

Kalau mobil terlalu lama jarang dipakai adalah salah, sama halnya juga dengan mobil yang terlalu sering digunakan.

Penyebabnya jelas, aki mobil kamu bisa cepat habis karena sering digunakan terus. Apalagi aki yang kamu gunakan adalah aki basah.

Kalau kamu jarang melakukan pemeriksaan, gak heran deh kalau aki mobil kamu bakal berhenti berfungsi nantinya.

3. Aki mobil memiliki ampere kecil

Ampere aki mobil yang terlalu kecil sangat mungkin menyebabkan aki soak bahkan rusak sebelum waktunya.

Kebutuhan listrik dan kapasitas kelistrikan komponen mobil yang tinggi perlu diimbangi aki mobil dengan ampere yang besar ya.

Kalau dipaksakan, maka aki mobil kamu bisa mengalami over supply. Jadi, usia aki akan lebih singkat dan pelan-pelan mulai soak deh.

4. Aksesoris mobil tambahan

Boleh-boleh aja sih kamu modif dan memasang beberapa aksesoris mobil seperti audio atau alat elektronik nonstandar lainnya.

Tapi ingat, hal-hal yang berhubungan dengan kelistrikan seperti itu akan mengurangi usia pakai aki mobil kamu. Jadi kalau mau pasang aksesoris mobil, seimbangkan juga dengan kapasitas aki mobilmu, ya.

5. Kelalaian kamu sendiri

Buat kamu yang memiliki sifat lalai, perlu hati-hati nih. Mungkin secara tidak sadar kamu meninggalkan mobil dengan salah satu komponen listrik masih menyala dan tidak dimatikan dalam jangka waktu yang lama.

Hal-hal seperti ini bisa membuat aki mobilmu cepat soak atau rusak, lho. 

Apa saja contoh kelalaian komponen kelistrikan dalam mobil masih menyala saat ditinggal?  

  • Lupa mematikan lampu mobil
  • Pintu mobil gak tertutup rapat
  • Radio tape masih menyala dengan kondisi mute
  • Charger ponsel yang masih menempel pada cigarette lighter

Jadi, pastikan sebelum meninggalkan mobil untuk waktu yang lama, semua komponen kelistrikan sudah benar-benar mati, ya.

6. Aki sudah tua dan sangat lama

Aki juga bisa mati mendadak karena usia aki yang sudah tua atau sangat lama. Saat membeli, coba perhatikan kapan tanggal aki tersebut dibuat.

Kalau memang aki sudah tua, ya harus diganti. Jangan dipaksakan tetap digunakan karena justru bisa membahayakan nantinya.

Tanda-tanda aki soak

Umumnya, aki mobil memiliki waktu pakai selama 2-3 tahun. Tapi ini juga bisa lebih cepat atau lebih panjang tergantung bagaimana kamu merawatnya.

Karena peranannya yang penting untuk kelistrikan di mobil, kamu mungkin paham kalau ada hal yang gak beres dengan aki pasti ada beberapa tanda atau gejalanya.

Berikut ini adalah beberapa tanda atau gejala kalau aki mobilmu soak atau rusak, seperti:

1. Mesin mobil sulit distarter

Kondisi mobil yang sulit distarter bisa menjadi pertanda bahwa aki mulai melemah dan harus diganti dengan yang baru.

Ketika kunci kontak dicoba untuk starter mesin, suara yang muncul justru suara mesin tersendat atau mungkin tidak ada suara sama sekali. 

Biasanya, kondisi ini disebabkan air aki yang berada di batas minimal, sehingga sulit mengalirkan daya listrik sesuai kebutuhan. 

Baik pemilik mobil dengan jenis aki basah maupun kering harus waspada dengan kondisi ini, ya. Masalah seperti ini juga bisa terjadi ketika aki terguncang hingga merusak cell yang berada di dalam aki. 

2. Suara klakson melemah atau mati

Suara klakson yang kencang dan menggelegar gak akan kamu dengar kalau aki mobilmu soak atau rusak.

Suara klakson yang lemah atau bahkan mati walaupun sudah ditekan maksimal menandakan kamu harus segera mengecek kondisi aki mobilmu.

3. Lampu penerangan utama meredup

Coba kamu nyalakan lampu penerangan utama, apakah cahayanya terang atau redup?

Kalau redup, segera cek kondisi aki mobilmu karena hal ini bisa membahayakan kamu lho. Apalagi ketika kamu sedang berkendara di tempat gelap. Cek juga apakah usia lampu sudah melebihi batas pemakaian.

4. Kualitas audio menurun

Kalau kualitas suara audio menurun atau tidak jelas padahal volume sudah tinggi, coba cek kondisi akimu.

Apakah akimu masih bagus atau sudah sesuai dan mampu menampung kapasitas audio atau aksesoris tambahan dalam mobilmu? Kalau belum, akimu bisa jadi bermasalah nih dan bisa merembet juga ke komponen lainnya.

5. Kurangnya tegangan aki

Untuk mengecek kondisi ini, kamu perlu menggunakan load tester atau cranking.

Kurangnya tegangan aki juga bisa menjadi ciri bahwa aki kendaraan mulai soak. Aki yang benar-benar rusak hanya memiliki tegangan aki di bawah 10 Volt. 

6. Usia aki kendaraan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kamu juga harus mengecek lama masa pakai aki saat membeli.

Jika aki yang kamu gunakan sudah memasuki usia 2 tahun dan tanda-tanda yang dijelaskan tadi muncul, mungkin memang sudah waktunya akimu diganti.

Tapi, keawetannya tergantung pemakaian dan perawatan yang kamu lakukan, ya. Ada juga kok usia aki melebihi 2-3 tahun tapi masih tetap prima karena dirawat dengan baik.

Cara merawat aki mobil

Setelah tahu penyebab dan tanda aki soak, kamu tentu gak mau dong tekor menguras kantong untuk mengganti aki kalau memang belum waktunya? 

Dengan harga yang lumayan mahal dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, akan jauh lebih irit kalau kamu mau meluangkan waktu untuk sering mengecek dan merawat kondisi aki mobilmu secara teratur.

Nah, ada beberapa tips nih merawat aki mobil, yaitu:

  1. Perhatikan beban penggunaan aki
  2. Rutin membersihkan aki
  3. Panaskan mobil secara berkala, tidak hanya saat digunakan
  4. Pastikan ketersediaan listrik dalam aki
  5. Lepas kabel aki saat tidak digunakan
  6. Memeriksa bagian terminal pada aki mobil
  7. Perhatikan daya pengisian bahan bakar pada mobil
  8. Rutin mengecek kondisi aki
  9. Matikan perangkat yang tersambung listrik saat mobil tidak digunakan
  10. Rutin memeriksa air pada aki
  11. Hati-hati ketika aki mengalami kebocoran
  12. Memeriksa pengikat aki
  13. Jangan menyalakan AC dan memutar radio saat mesin dalam keadaan mati dan kunci kontak tetap on.

Cara cas aki mobil

Cara Mengecek Aki Mobil Kering dan Basah dengan Multitester

Aki membutuhkan pengisian ulang secara mandiri. Beberapa hal yang menyebabkan aki harus di cas antara lain masalah pada charging system, aki mobil tekor, mesin mobil sudah lama tidak dipanasi, dan lain sebagainya.

Kalau kamu punya alat charger aki mobil sendiri, kamu bisa lho mencoba langkah-langkah cas aki seperti berikut ini!

1. Lepaskan aki dari mobil

Beberapa jenis mobil memerlukan reset ECU, yaitu menghapus data kode trouble yang tersimpan pada memori ECU dan atau melakukan kalibrasi sesuai spesifikasi dari pabrikan mobil.

Tujuan melepaskan aki dari mesin mobil adalah untuk menjaga keamanan saat proses mengecas berlangsung. Saat di cas, air aki akan mendidih, gelembung yang terciprat keluar dapat menyebabkan korosi pada body mobil.

Kalau kena kulitmu, bisa gatal-gatal, lho. Usahakan lakukan pelepasan aki dari mesin mobil dengan sangat hati-hati.

2. Buka tutup aki

Buka tutup ventilasi pada aki untuk memeriksa ukuran air aki sebelum dicas. Kalau airnya berkurang, kamu bisa tambahkan dengan air suling atau air aki yang memiliki kemasan botol biru.

Tidak perlu menambah air aki sampai penuh, cukup menyisakan ⅓ dari batas maksimum level ketinggian air aki. Pastikan juga tutup ventilasi aki terbuka dengan sempurna.

Kalau penutup aki tetap terpasang, tekanan dan uap air yang terjadi saat pengisian daya bisa menyebabkan aki yang di cas bisa meledak.

3. Pasang kabel charger ke aki

Pastikan pemasangan urutan kabel pengisi daya sudah tepat. Letakkan kabel positif terlebih dahulu, baru disusul memasang kabel negatif.

Pastikan juga posisi jepitan pada kabel charger yang terdapat di kutub aki sudah terpasang dengan kuat dan tepat. Karena kalau tidak, bisa berbahaya dan memunculkan percikan api.

4. Hidupkan charger dan atur saklar ke posisi yang tepat

Setelah tahapan sebelumnya sudah lengkap dan tepat, sekarang kamu bisa menghidupkan alat charger aki, lalu atur saklar pengisi daya ke posisi yang tepat.

Tidak hanya tombol on dan off saja, ada juga tiga saklar pengaturan lain yaitu pengatur arus pengisian, pengatur tegangan, dan pengatur waktu pengisian daya. 

Ikuti panduan penggunaan alat pengisian pada buku petunjuk agar tidak terjadi kesalahan yang tidak diinginkan.

5. Tunggu proses pengisian aki selesai

Waktu yang dibutuhkan untuk pengisian aki tergantung kapasitas serta pengaturan alat cas aki. Kamu bisa menentukan pengendaliannya, seperti slow maupun fast charging.

Untuk mode pengisian lambat, arus maksimal yang digunakan hanya 10% dan menghabiskan waktu sekitar 7 jam. Sedangkan untuk mode fast charging, biasanya memerlukan waktu sekitar 3 jam saja dengan arus hingga 40%. 

6. Matikan alat charger dan lepas kabelnya

Lepaskan alat charging dari badan akumulator setelah proses mengecas selesai. Matikan terlebih dahulu saklar charger, baru dilanjutkan dengan mencabut stop kontak alat pengisi daya dari arus listrik. 

7. Pasang kembali tutup aki

Pasang kembali tutup ventilasi air akumulator. Usahakan tutup terpasang dengan kencang dan sempurna. Jangan lupa juga untuk membersihkan sisa air aki yang terdapat pada sekitar lubang dan tutup ventilasi. Lakukan dengan hati-hati dan perlahan, ya. 

8. Pasang aki ke mobil

Saat pemasangan dilakukan, letakkan dan pasang aki tepat di posisinya. Utamakan pasang terminal positif terlebih dahulu, lalu dilanjut dengan memasang kutub negatif. Terakhir, pasang dan kencangkan besi penyangga pada aki.

FAQ

Aki rusak diperbaiki atau diganti?

Kamu bisa mengecek terlebih dahulu bagaimana kondisi kerusakan akinya. Tidak semua aki harus langsung diganti, ada juga yang hanya membutuhkan isi ulang/charge.

Apa saja aki mobil terbaik?

Aki mobil harus disesuaikan dengan jenis dari mobilmu dan aki itu sendiri. Beberapa aki mobil terbaik antara lain GS Astra, Motolite DIN 55530, Aki GForce, Aki Massiv, Global Battery, Odyssey PC680, Aki Delkor, XS Power D6500, Nagoya NS 40, Optima 34/78 RedTop.

Berapa kisaran harga aki mobil?

Mulai dari Rp500 ribuan hingga Rp2 jutaan.

Kapan aki mobil diganti?

Jika aki mobil telah mengalami penurunan fungsi atau dengan penggunaan mobil yang wajar tanpa modifikasi, penggantian aki mobil dapat dilakukan 2-3 tahun sekali sesuai usia pakai aki.