Cara Menghitung Bunga Deposito BCA, BRI dan Bank Mandiri 

Cara menghitung bunga deposito menjadi hal yang harus dipikirkan saat kamu berkeinginan berinvestasi dalam bentuk simpanan berjangka ini. Sebab, bisa dibilang instrumen investasi ini memiliki risiko minim tapi menjanjikan keuntungan yang kompetitif. 

Perlu jadi catatan, bunga deposito ditentukan oleh suku bunga acuan Bank Indonesia. Rumus yang berlaku, saat BI rate naik maka otomatis bunga deposito pun akan ikut naik. 

Deposito adalah salah satu instrumen investasi berbentuk tabungan berjangka yang disediakan oleh bank. Aturan mainnya, produk investasi ini hanya boleh diambil dalam jangka waktu tertentu mulai dari 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan. 

Sayangnya, saat ini bunga deposito berada di angka yang kurang diminati para investor. Tren bunga acuan belakangan, seiring dengan pandemi COVID-19, mengalami penurunan. Meski begitu, instrumen investasi ini masih menjadi primadona karena tingkat risiko yang minim. Selain itu, deposito juga memiliki keamanan yang tinggi karena ditanggung oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Artinya, saat terjadi krisis ekonomi, dana deposito kamu aman tanpa ada pengaruh apa-apa. 

Apa itu bunga deposito? 

Cara Menghitung Bunga Deposito BCA, BRI dan Bank Mandiri 

Bunga deposito adalah nilai keuntungan yang harus diberikan pihak bank kepada investornya, dalam hal ini nasabah, sebagai bentuk imbalan atas sejumlah uang yang disimpan dalam jangka waktu tertentu di bank tersebut. 

Bunga deposito berbeda dengan bunga bank, karena nasabah baru akan merasakan bunga tersebut setelah masa investasinya berakhir. Meski begitu, besaran bunga deposito lebih besar dibanding dengan bunga bank. 

Dalam menentukan besaran bunga, setiap bank memiliki kebijakan dalam menentukannya. Akan hal ini berlaku berbanding lurus antara bunga deposito dengan besaran uang yang disimpan. Jadi, bila uang yang disimpan kecil, maka bunga pun kecil. Begitu juga sebaliknya. 

Lalu, bagaimana cara menghitung bunga deposito? Perhitungan bunga deposito disesuaikan dalam dua kondisi yaitu pendapatan saat jatuh tempo dan pendapatan per bulan. Berikut penjelasannya. 

Cara menghitung bunga deposito bulanan 

Metode ini digunakan untuk mengetahui keuntungan yang didapat setiap bulannya. Cara menghitung bunga deposito ini membantu kamu memperkirakan berapa keuntungan yang bakal didapat. Supaya nggak berlama-lama, berikut rumus perhitungannya. 

Rumus bunga deposito = bunga x dana pokok deposito x 30 hari x 80% (pajak) : 365 hari. 

Sebagai informasi, angka pajak sebesar 80 persen merupakan pengurangan persentase pendapatan dengan pajak yang harus ditanggung, 100%-20%. 

Berikut contohnya: 

  • Deposito awal : Rp100.000.000 
  • Bunga deposito : 2,45% 
  • Tenor penyimpanan : 12 bulan 
  • Pajak deposito : 20% (Pph untuk dana deposito >Rp7.500.000) 
  • Maka bunga deposito yang didapat tiap bulannya : 
  • 2,45% x Rp100 juta x 30 x 80%:365 hari = Rp161.095

Sebagai informasi tambahan, angka 30 merupakan perhitungan hari dalam satu bulan, 80% merupakan pengurangan pajak deposito dan 365 merupakan jumlah hari dalam satu tahun. 

Kalau kamu bisa menghitung bunga deposito dengan benar, kamu bisa memilih bank yang menawarkan bunga lebih besar. Selain itu, dengan mengetahui bagaimana cara menghitung bunga deposito, kamu juga dapat merencanakan keuangan dalam jangka waktu tertentu. Dengan begitu, investasi deposito kamu akan menghasilkan keuntungan yang maksimal. 

Daftar bunga deposito tertinggi saat ini 

Saat ini bank di Indonesia mengalami tren penurunan suku bunga simpanan. Hal tersebut merupakan imbas dari perlambatan simpanan berjangka yang terjadi pada nasabah perorangan dan nasabah lainnya. Meski begitu ada empat bank yang tetap menawarkan 

Perlambatan terutama terjadi pada simpanan berjangka di wilayah Jawa Timur dan Banten. Berdasarkan golongan nasabah, perlambatan simpanan berjangka terjadi pada nasabah perorangan dan nasabah lainnya. 

Berikut daftar bunga deposito tertinggi saat ini diambil dari Laporan Harian Bank Umum (LHBU) per 12 November 2021. 

Nama Bank  1 Bulan (%)  3 Bulan (%)  6 Bulan (%)  12 Bulan (%) 
Bank Victoria International  5.25 5.13 5.13 4.88
Bank MNC Internasional Tbk 4.63 4.50 4.38 4.25
Bank INA Perdana  4.63 4.75 3.50 3.50
Bank Capital Indonesia  4.25 4.88 4.00 3.88
Bank Maspion Indonesia  4.25 4.63 4.63 4.63
Bank IBK Indonesia Tbk  4.13 4.75 4.88 5.00
Bank Index Selindo  3.88 3.50 3.50 3.50
Bank of India Indonesia  3.63 3.75 3.88 3.88

Cara menghitung bunga deposito BCA 

Per 1 November 2021, Bank Central Asia (BCA) menurunkan suku bunga simpanan menjadi 2,35 persen berlaku untuk semua tenor. Berikut cara menghitung bunga deposito di BCA dengan jumlah simpanan Rp150.000.000. 

Berikut cara menghitung bunga deposito BCA 

  • Dana deposito awal : Rp150.000.000 
  • Tenor deposito : 6 bulan 
  • Suku bunga deposito : 2,35% 
  • Pajak bunga deposito : 20% 
  • Bunga deposito BCA yang didapat per bulan : 
  • 2,35% x Rp150.000.000 x 30 x 80% : 365 hari = Rp231.780 

Cara menghitung bunga deposito BRI

Cara Menghitung Bunga Deposito BCA, BRI dan Bank Mandiri 

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI belum lama ini menetapkan suku bunga deposito sebesar 2,75 persen untuk masa penyimpanan 1 dan 3 bulan. Sementara untuk tenor 6,12,24, dan 36 bulan dipatok suku bunga deposito sebesar 2,85 persen per tahun. 

Berikut cara menghitung bunga deposito BRI 

  • Dana deposito awal : Rp150.000.000 
  • Tenor deposito : 6 bulan 
  • Suku bunga deposito : 2,85%
  • Pajak bunga deposito : 20% 
  • Bunga deposito BRI yang didapat per bulan : 
  • 2,85% x Rp150.000.000 x 30 x 80% : 365 hari = Rp281.095

Cara menghitung bunga deposito Bank Mandiri 

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mematok bunga deposito rupiah sebesar 2,7 persen untuk tenor 1 dan 3 bulan. Adapun untuk tenor 6, 12, dan 24 bulan, Bank Mandiri menetapkan suku bunga deposito sebesar 2,75 persen.

Berikut cara menghitung bunga deposito Bank Mandiri 

  • Dana deposito awal : Rp150.000.000 
  • Tenor deposito : 6 bulan 
  • Suku bunga deposito : 2,75%
  • Pajak bunga deposito : 20% 
  • Bunga deposito Bank Mandiri yang didapat per bulan : 
  • 2,75% x Rp150.000.000 x 30 x 80% : 365 hari = Rp271.232

Tips memilih deposito bank terbaik 

Deposito merupakan instrumen investasi yang menjanjikan keuntungan kompetitif, memiliki risiko yang kecil dan tingkat keamanan yang tinggi karena dijamin oleh LPS. Tak salah bila deposito menjadi favorit banyak orang untuk berinvestasi. 

Meski begitu, kamu tetap harus berhati-hati dalam memilih jenis investasi seperti deposito. Alih-alih mendapat keuntungan sesuai ekspektasi, kamu malah seperti menabung biasa dan keuntungan tidak maksimal. 

Berikut beberapa langkah yang harus kamu perhatikan sebelum memilih bank untuk menyimpan dana deposito. 

1. Pilih bank dengan reputasi baik 

Langkah ini sangat penting, agar dana deposito kamu berada di tempat yang aman. Jangan tergiur dengan bunga yang tinggi untuk mendapat keuntungan maksimal. Pastikan bank yang kamu pilih telah memenuhi standar Bank Indonesia. Jika perlu pastikan juga kalau bank tersebut sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

2. Sesuaikan masa tenor 

Sesuaikan jangka waktu deposito dengan kebutuhan. Misalnya kamu menyimpan uang untuk kebutuhan pernikahan, pastikan jangka waktu yang dipilih pas dengan keperluan tersebut. Ada banyak pilihan masa tenor yang ditawarkan bank, mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 hingga 24 bulan. Setelah menentukan waktu yang pas, kamu juga bisa membandingkan suku bunga dengan bank kompetitor. 

3. Pertimbangkan suku bunga 

Saat berinvestasi, salah satu yang terpikirkan adalah profit yang maksimal. Dalam hal ini adalah bunga deposito yang besar. Namun, setiap bank memiliki kebijakan dalam ambang batas maksimal suku bunga deposito yang ditawarkan. Satu hal yang pasti, hindari memilih bank dengan suku bunga di atas jaminan LPS, agar bila terjadi hal yang tak diinginkan dana deposito kamu aman. 

4. Aturan penalti 

Meski ini bentuk investasi tapi ada beberapa biaya yang harus kamu ketahui dan perhitungkan. Pastikan kamu memilih masa tenor yang tepat agar tidak mendapat penalti bila terpaksa harus mencairkan dana sebelum jangka waktu deposito selesai. Biasanya kondisi seperti ini akan membuat bank menghilangkan bunga yang menjadi hak nasabah sebagai bentuk penalti. 

5. Potongan pajak 

Selain biaya di atas, kamu juga harus memperhatikan biaya administrasi dan kebijakan pajak bunga deposito. Pastikan kamu memahami bila bunga deposito akan dipotong sebesar 20 persen untuk dana deposito di atas Rp7,5 juta. Sedangkan di bawah angka itu akan terbesar dari potongan pajak. 

6. Fitur perpanjangan otomatis

Nilai lebih lain yang harus kamu pertimbangkan dari bank adalah layanan perpanjangan otomatis atau automatic roll over. Dengan adanya fitur ini memudahkan kamu saat bertransaksi. Meski begitu, belum semua bank memberlakukan layanan ARO ini. 

FAQ cara menghitung bunga deposito

Bagaimana cara menghitung bunga deposito? 

Cara menghitung bunga deposito ini menggunakan rumus bunga deposito = bunga x dana pokok deposito x 30 hari x 80% (pajak) : 365 hari. 

Apa itu bunga deposito? 

Bunga deposito adalah nilai keuntungan yang harus diberikan pihak bank kepada investornya, dalam hal ini nasabah, sebagai bentuk imbalan atas sejumlah uang yang disimpan dalam jangka waktu tertentu di bank tersebut. 

Apa yang harus dipertimbangkan dalam memilih bank untuk deposito? 

  1. Pilih bank dengan reputasi bagus 
  2. Sesuaikan masa tenor
  3. Pertimbangkan suku bunga 
  4. Aturan penalti 
  5. Potongan pajak 
  6. Fitur perpanjangan otomatis