Cara Tune Up Mobil Injeksi dari Komponen hingga Radiator

Bagaimana ya cara tune up mobil injeksi?

Perkembangan teknologi di dunia otomotif memang cukup pesat ya. Teknologi sudah mampu meningkatkan performa kendaraan, baik dari segi mesin maupun komponen lainnya. 

Salah satu contohnya adalah sistem Electronic Fuel Injection atau EFI. EFI adalah sistem bahan bakar dengan cara menginjeksikan bahan bakar ke intake manifold yang dikontrol secara elektronik.

Sebelumnya, mobil lebih mengenal sistem bahan bakar konvensional dengan menggunakan karburator mesin untuk mencampurkan udara dengan bahan bakar.

Karburator berperan untuk menyuplai bensin dengan kapasitas yang pas.

Sayangnya, sistem konvensional ini tidak dapat memenuhi volume bahan bakar hingga 100% sehingga mesin tidak dapat bekerja maksimal dan akan berimbas pada emisi kendaraan. 

Lalu, apa saja komponen dan bagaimana cara kerja sistem EFI ini? Apakah sistem ini lebih unggul dibanding karburator?

Bagaimana juga cara tune up mesin mobil injeksi agar performanya tetap terjaga? Kalau mau tahu, simak yuk ulasannya berikut ini!

Sebelum lakukan cara tune up mobil injeksi, cek komponennya

Beberapa komponen dasar sistem EFI masih akan kamu temui juga sebagaimana di sistem karburator, seperti tangki bahan bakar, pompa bahan bakar, dan beberapa komponen utama lainnya.

Namun, pada EFI, sistem bahan bakarnya akan terlihat sedikit lebih rumit karena adanya beberapa komponen tambahan terkait sistem elektronik yang digunakan.

Lalu, apa saja komponen dan bagaimana cara kerja sistem EFI? Berikut ini ulasannya!

Komponen sistem EFI

Ada 13 komponen umum dalam sistem EFI, yaitu:

1. Tangki bahan bakar

Biasa disebut fuel tank, komponen ini berfungsi sebagai tempat menyimpan bahan bakar sebelum disalurkan ke ruang pembakaran.

2. Saringan bahan bakar

Disebut juga fuel filter. Fungsinya adalah untuk menyaring kotoran yang ada di dalam bahan bakar. Kalau gak disaring dan banyak kotoran, bisa menyumbat komponen lain dan kinerja sistem terganggu.

3. Pompa bahan bakar

Pompa bahan bakar ada dua jenis, yaitu mekanik dan listrik. Fungsinya adalah untuk memompa bahan bakar agar bergerak menuju ruang pembakaran di setiap silinder mesin.

4. Pipa bahan bakar

Disebut juga fuel line atau selang bahan bakar. Fungsinya adalah sebagai tempat untuk menjalarnya bahan bakar dari satu komponen ke komponen lain.

5. Pipa pembagi bahan bakar

Disebut juga fuel delivery pipe. Berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar ke setiap injektor. Komponen ini terhubung langsung dengan injektor.

6. Fuel pressure regulator

Banyak yang mengenalnya cukup pressure regulator saja. Tugas komponen ini adalah menjaga tekanan bahan bakar pada pipa pembagi agar tekanan tetap stabil.

Kalau tekanan pada pipa pembagi melebihi spesifikasi, katup fuel pressure regulator ini akan membuka dan bahan bakar akan dialirkan kembali ke tangki.

7. Fuel pulsation damper

Fungsi komponen ini adalah mencegah terjadinya fluktuasi tekanan bahan bakar atau meredam kejutan tekanan bahan bakar di pipa pembagi. Tidak semua mesin EFI memiliki komponen ini.

8. Injektor 

Injektor berfungsi menyemprotkan atau menginjeksikan bahan bakar ke ruang pembakaran. Ada dua tipe, yaitu MPI (injeksi ke intake manifold) dan GDI (injeksi ke ruang bakar).

9. Cold start injector

Komponen ini adalah injektor tambahan dan akan bekerja saat start mesin dingin.

Jadi, kalau mesin dingin sekalipun, akan tetap mudah dihidupkan seperti saat mesin sudah di warming-up. Tidak semua mesin EFI memiliki komponen ini.

10. Pipa pengembali

Disebut juga return pipe bahan bakar. Fungsinya adalah sebagai tempat menyalurkan kelebihan tekanan pada pipa pembagi untuk kembali ke tangki bahan bakar.

11. Sensor-sensor

Sebagai alat pendeteksi, hasil deteksian akan menjadi rujukan bagi ECU untuk menentukan berapa lama injektor terbuka atau berapa banyak bahan bakar yang disemprotkan. 

Ada sembilan jenis sensor, yaitu :

  • IAT atai Intake Air Temperature.
  • MAF atau Mass Air Flow.
  • TPS atau Throttle Position Sensor.
  • MAPs atau Manifold Absolute Pressure sensor.
  • CKP atau Crankshaft Position sensor.
  • CMP atau Camshaft Position sensor.
  • ECT atau Engine Coolant Temperature.
  • HO2S atau Heated Oxygen sensor.
  • Knock sensor.

12. ECU

Electronic Control Unit adalah alat yang berfungsi untuk memproses data yang diperoleh dan dikirimkan sensor lalu mengirimkan sinyal balik untuk memberi kondisi yang harus dilakukan

13. Baterai

Sistem EFI tidak bisa dijalankan tanpa adanya arus dari baterai. Baterai berfungsi sebagai pemberi tegangan referensi (umumnya 5 volt) yang nantinya akan diolah sensor untuk memberikan tegangan balik ke ECU dengan nilai tegangan antara 0 hingga 5 volt.

Cara kerja sistem EFI

Secara umum, cara kerja sistem EFI meliputi:

1. Saat kunci kontak “on”

Saat kunci kontak berada pada posisi “ON”, sistem elektrikal pada mobil akan aktif dan ECM atau Engine Control Module akan mengaktifkan fuel pump dalam selang waktu tertentu. Hal ini bertujuan untuk membangkitkan tekanan bahan bakar mencapai 315-340 KPa.

ECM juga akan mengatur pompa untuk otomatis mati saat jelang waktu tertentu. Umumnya proses ini menggunakan komponen semikonduktor semisal condenser.

Bahan bakar pun mengalir dari tangki ke delivery pipe. Saat tekanan bahan bakar maksimal tercapai, pressure regulator akan membuka saluran return feed agar bahan bakar kembali ke tangki.

2. Saat engine start dan run

Saat kunci kontak diputar pada posisi Start, motor starter akan memutar flywheel dan mengakibatkan engine berputar atau cranking. Di sini sensor-sensor mulai bekerja untuk mendeteksi keadaan.

Sensor CKP dan CMP akan menginformasikan ke ECM bahwa mesin sedang berputar. ECM akan memberi tegangan ke pompa bahan bakar agar tetap hidup selama mesin berputar.

Bahan bakar kembali dipompa dari tangki menuju delivery pipe sehingga di dalam sistem bahan bakar timbul tekanan mencapai 315-340 KPa.

ECM akan memberikan tegangan ke tiap injector dengan waktu sesuai dengan perhitungan ECM. Bahan bakar dapat keluar dari lubang injektor karena di dalam delivery pipe ada tekanan.

Sensor, seperti MAF, IAT, MAP, O2, atupun TPS, akan menjadi acuan ECM dalam menentukan banyaknya bahan bakar yang akan diinjeksikan ke dalam intake manifold.

Untuk mengatur jumlah bahan bakar yang akan diinjeksikan, ECM menggunakan pengaturan waktu pembukaan injector.

3. Pengaturan kecepatan idle

Sistem EFI menggunakan komponen ISC atau Idle Speed Control ataupun IAC atau Idle Actuator Control. ISC berfungsi sebagai katup yang akan mengatur aliran udara melalui idle port pada throttle body.

ISC terdapat pada sistem EFI yang masih menggunakan katup gas pengendali manual atau kawat.

Komponen dan cara kerja mesin diesel

Nggak banyak orang yang mau menggunakan mobil diesel karena terkenal sebagai mesin yang berisik, bau, dan kurang bertenaga. Padahal, mesin diesel dan kontrol sistem injeksi mereka sekarang sudah jauh lebih halus lho. 

Keuntungan utama mesin diesel dibandingkan mesin bensin adalah biaya pengoperasiannya yang lebih rendah sehingga lebih hemat.

Terus, kenapa kita harus bahas mesin diesel juga? Karena mesin diesel juga gak jauh-jauh dari kata injektor dan injeksi. Simak ulasan berikut ini biar kamu lebih paham gimana cara kerja mesin diesel!

1. Komponen mesin diesel

Komponen utama mesin diesel akan terlihat sama seperti mesin bensin. Namun, suku cadang mesin diesel harus dibuat jauh lebih kuat karena beban yang terlibat jauh lebih tinggi.

Dinding blok mesin diesel biasanya jauh lebih tebal dan memiliki lebih banyak jaring penguat untuk memberikan kekuatan ekstra dan menyerap tekanan.

Selain lebih kuat, blok tugas berat juga dapat mengurangi kebisingan dengan lebih efektif.

Piston, batang penghubung, poros engkol, dan tutup bantalan harus dibuat lebih kuat dari mesin bensin. Desain kepala silinder juga harus berbeda karena injektor bahan bakar dan juga bentuk ruang pembakaran dan pusarannya.

Injeksi dalam mesin diesel terdapat dua jenis, yaitu langsung dan tak langsung.

Injeksi langsung

Injeksi langsung berarti bahan bakar disemprotkan langsung ke ruang bakar di bagian atas mahkota piston.

Walaupun bentuk ruangnya lebih baik, masih sulit untuk membuat bahan bakar bercampur dengan udara dan terbakar tanpa menghasilkan suara diesel yang keras dan khas.

Injeksi tidak langsung

Injeksi tidak langsung berarti bahan bakar disemprotkan ke dalam ruang pra-pembakaran kecil yang mengarah ke ruang bakar utama.

Swirl chamber menciptakan turbulensi pada bahan bakar sehingga tercampur lebih baik dengan udara di ruang bakar.

Cara kerja mesin diesel

Perbedaan utama mesin diesel dan bensin terletak pada cara bahan bakar dinyalakan dan cara pengaturan keluaran tenaga.

Kalau pada mesin bensin, campuran bahan bakar/udara dipicu percikan api. Pada mesin diesel, penyalaan dicapai dengan kompresi udara saja.

Rasio kompresi tipikal untuk mesin diesel adalah 20:1 dibandingkan dengan 9:1 untuk mesin bensin. 

Kompresi yang besar ini akan memanaskan udara ke suhu yang cukup tinggi untuk menyalakan bahan bakar secara spontan, tanpa perlu percikan.

Mesin diesel selalu menarik udara dalam jumlah yang sama (pada setiap putaran mesin), melalui saluran masuk yang dibuka dan ditutup hanya oleh katup saluran masuk (tidak ada karburator atau katup kupu-kupu).

Ketika piston mencapai ujung dari induksi, katup masuk menutup. Piston yang digerakkan tenaga piston lain dan momentum flywheel akan bergerak ke atas silinder, memampatkan udara menjadi sekitar 20 volume aslinya.

Saat piston mencapai puncak perjalanannya, bahan bakar diesel yang telah diukur akan disuntikkan ke dalam ruang pembakaran.

Panas dari kompresi akan langsung membakar campuran bahan bakar/udara. Ini memaksa piston ke bawah, memutar poros engkol.

Saat piston bergerak ke atas silinder, katup buang akan terbuka dan memungkinkan gas yang terbakar dan mengembang mengalir ke bawah pipa knalpot.

Beberapa mesin diesel ada yang memiliki busi pijar. Busi pijar adalah kabel yang dipanaskan secara elektrik dengan memanaskan ruang bakar dan menaikkan suhu udara saat mesin dingin sehingga mesin bisa hidup.

Kelebihan dan kekurangan mesin mobil injeksi

Walaupun banyak merek dan jenis mobil saat ini menggunakan sistem EFI dan menjadi favorit masyarakat, teknologi ini tetap memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing ya.

Beberapa kelebihan sistem mesin mobil injeksi meliputi:

  1. Emisi gas buang lebih rendah dan lebih ramah lingkungan.
  2. Penggunaan BBM lebih irit dan konsisten.
  3. Tenaga yang dihasilkan lebih besar.
  4. Perawatan lebih mudah.
  5. Dapat mengatur air/fuel ratio berdasarkan kebutuhan dari mesin dan kondisi cuaca.
  6. Dapat mengatur air/fuel berdasarkan kadar emisi yang diwajibkan sehingga emisi lebih baik.
  7. Ketika temperatur dan tekanan udara berubah, sistem dapat menyesuaikannya.
  8. Lebih mudah dihidupkan saat mesin dingin.
  9. Bahan bakar dapat disemprotkan lebih dari satu kali ke ruang bakar sesuai dengan kebutuhan.
  10. Dapat dengan mudah dikombinasikan dengan perangkat elektronik.

Beberapa kekurangan sistem mesin mobil injeksi, yaitu:

  1. Harga lebih mahal dibanding sistem karburator karena lebih banyak terdapat komponen elektronik. 
  2. Jumlah komponen lebih banyak dan kompleks.
  3. Perawatan harus menggunakan alat khusus dan teknik tertentu oleh tenaga ahli. 
  4. Sangat tergantung pada pasokan listrik dari aki khususnya yang sudah menggunakan sistem fuel pump elektrik.
  5. Sensitif terhadap kualitas bahan bakar, direkomendasikan menggunakan bahan bakar standar pabrikan.
  6. Berisiko jika harus di utak-atik sendiri
  7. Tidak leluasa mengatur komposisi perbandingan bahan bakar dan udara.
  8. Semua data dan proses harus dilakukan secara sempurna. Jika tidak, akan berakibat fatal pada sistem yang menyebabkan mesin tidak dapat bekerja.
  9. Kinerja mesin kurang responsif karena bekerja dengan sensor
  10. Tidak semua bengkel bisa menangani jika terjadi kerusakan. 

Cara tune up mobil injeksi

Mobil yang sering digunakan harus dibarengi dengan perawatan yang baik agar performa kendaraan tetap terjaga. Perawatan mobil inilah yang dikenal dengan tune up.

Karena sistem injeksi ini berhubungan dengan komponen elektronik yang kompleks, tune up sangat direkomendasikan dilakukan orang yang profesional atau berkompeten dalam bidang ini.

Sebab kalau ada kesalahan sedikit saja, bisa menyebabkan kendaraan eror.

Jika kamu akan melakukan tune up di bengkel bersama montir resmi terpercaya, kamu bisa belajar dan cek sendiri juga nih tahapan tune up mesin mobil injeksi berikut ini!

1. Persiapan

Kenali dan pahami terlebih dahulu kondisi mesin mobil injeksi, dalam tahap persiapan, kamu bisa melakukan hal-hal berikut ini.

  • Periksa ketinggian air radiator, tambahkan seperlunya bila kurang.
  • Cek volume dan kondisi oli mesin
  • Cek visual mesin, tekankan mesin pada keadaan yang aman untuk dihidupkan.
  • Hidupkan mesin dalam perputaran stasioner selama 5-7 menit.

2. Pengecekan komponen

Ada beberapa komponen umum yang kamu harus pastikan dicek dalam sistem mesin mobil injeksi, seperti:

  • Air filter/Saringan udara. Cek kondisi saringan udara, semprot dengan udara bertekanan untuk menghilangkan kotoran.
  • Sistem pendingin. Cek tinggi air pendingin, usahakan sampai garis penuh untuk reservoir radiator. Cek apakah ada kerusakan radiator atau selang, klem selang kendur, kisi radiator berkarat, kebocoran pompa air dan radiator.
  • Cek tutup radiator. Cek dengan radiator cup tester tegangan pegas dan posisi katup vakum dari tutup radiator. Tutup radiator harus ditukar jika tutup buka untuk desakan di bawah angka detail. Spesifikasi: standar 0,75 kg per cm2 – 1,05 kg per cm2, limit 0,6 kg per cm2.
  • V-belt atau fan belt. Disebut juga dengan tali kipas. Cek kondisi (hancur atau aus, kena oli, persinggungan dengan pulley tidak maksimal).
  • Cek dan setel kekencangan v belt. Tekan v belt dengan beban 10 kg, ukur kelenturan v belt dengan penggaris, lenturan v belt untuk desakan 10 kg: pompa air – alternator 7-11 mm, engkol – kompresor 11-14 mm.
  • Baterai. Cek kondisi baterai: penyangga berkarat, terminal kendur, terminal berkarat dan keretakan bodi baterai. Ukur berat macam elektrolit dengan hydrometer (spesifikasi minimal  1,25 kg per cm3 untuk suhu 20 derajat Celcius).

Tambahkan air suling jika jumlah elektrolit baterai di bawah garis low.

  • Oli mesin. Cek tinggi oli mesin. Harus ada di sinyal L dan F untuk stik oli mesin. Kalau lebih rendah, ada kemungkinan kebocoran atau memang harus ditambah oli mesin. Cek kualitas oli mesin. Kalau oli encer dan kotor, perlu diganti.
  • Busi. Retak atau kerusakan lain pada ulir isolator, gasket hancur atau beda wujud, elektroda terbakar atau kotor berlebih, bersihkan busi dengan amplas atau sikat kawat, setel sela busi dengan feeler gauge (standar optimal 1 mm).
  • Kabel tegangan tinggi. Cek fisik kabel dari retakan atau putus, cek ketahanan kabel dengan avometer.
  • Tekanan kompresi. Gunakan alat compression tester dengan melepas seluruh busi dari kepala silinder, pasang alat pada lubang busi, buka katup throttle lalu starter 4 kali, baca ukuran pada jarum alat (STD : 12,6 kg/cm2, Limit 9,5 kg/cm2).
  • Scan tools. Scan tools merupakan alat yang dapat membantu pengambilan data dari ECU. Cek juga lampu indikator mobil pada dashboard, jika sistem injeksi error maka akan menyala terus (normalnya mati ketika distarter). Hubungkan scan tools dengan data link connector (DLC), posisikan kunci kontak on, tentukan merk dan tipe kendaraan yang akan di scan, masuk ke menu data trouble code (akan muncul kode dan keterangan kerusakan yang terjadi), hapus DTC dan cek kembali, jika sudah normal posisikan kunci kontak off dan lepas scanner.

Perbedaan injeksi dan karburator

Perbedaan sistem mesin mobil injeksi dan karburator dapat kamu lihat secara ringkas pada tabel berikut ini!

Perbedaan Injeksi Karburator
Cara kerja Memerlukan arus listrik Tidak memerlukan arus listrik
Sensor Memiliki 9 sensor utama Sensor tidak sebanyak injeksi
Sistem atau tuas choke Tidak ada Ada
Campuran bensin Lebih ideal Bisa ideal bisa juga tidak
Pemakaian bensin Lebih irit Lebih boros
Perawatan Lebih rumit Sederhana
Pengaturan rasio Air/Fuel  Perlu alat khusus dan tenaga ahli Bisa disetel dengan mudah

FAQ

Apakah sistem injeksi lebih baik dari karburator?

Tidak juga, tergantung sistem mesin mobil apa yang membuatmu lebih nyaman. Sistem injeksi memiliki kelebihan berupa lebih irit, lebih ideal dalam campuran bensin, dan lebih praktis karena komponennya memerlukan berbasis elektronik.

Kapan waktu yang tepat untuk melakukan cara tune up mobil injeksi?

Kalau mobil sudah mencapai kilometer batas maksimal sekali service, misalnya mencapai lima ribu kilometer pasca melakukan perawatan atau service berkala.

Umumnya, jangka waktu tune up mobil dilakukan setahun sekali dengan berbagai rangkaian perawatan dan juga pencegahan.

Mengapa melakukan cara tune up mobil injeksi penting?

Sebab tune up akan memberikan beberapa manfaat untuk mobilmu, seperti:

  • Mengoptimalkan performa mesin.
  • Memastikan fungsi filter udara dan celah katup.
  • Memastikan komponen mesin tetap terjaga performanya.
  • Memperpanjang usia pakai mobil (mobil lebih awet).
  • Meningkatkan kenyamanan saat berkendara.