Dana Darurat – Manfaatnya untuk Apa Saja dan Cara Hitungnya

Apa itu dana darurat? Dana darurat adalah sejumlah uang yang sengaja dicadangkan pemiliknya untuk keperluan darurat.

Banyak yang menganggap dana ini adalah sama dengan tabungan, padahal dana darurat atau emergency fund tidak diperuntukkan untuk tujuan keuangan tertentu.

Apa saja yang membolehkan kita untuk menggunakan dana ini?

Kondisi seperti kehilangan pekerjaan (kena PHK), terkena musibah atau sakit, alat transportasi rusak, perabot rumah tangga rusak, kerusuhan domestik dan terkena dampak bencana alam.

Pada masa pandemi seperti sekarang ini, dana darurat sangat berperan. Apa saja dan bagaimana manfaat, cara menghitung dan menyiapkannya? Simak ulasannya berikut ini!

Manfaat dana darurat untuk apa saja?

Dana Darurat – Manfaatnya untuk Apa Saja dan Cara Hitungnya

Pada dasarnya, ada beberapa tujuan atau manfaat jika kita memiliki dana darurat, seperti:

1. Terhindar dari kebingungan mencari uang tunai dalam jumlah besar

Dana ini dapat memberikan ketenangan bagi kita, terutama saat tiba-tiba membutuhkan uang dalam jumlah besar.

2. Tidak kehilangan momentum penting

Misalnya, proyek penting yang membutuhkan modal besar, kamu tidak perlu mengusik tabungan, apalagi kesempatan baik tidak datang dua kali.

3. Anggaran dana investasi yang tidak tergerus

Konsep terbaik adalah memiliki emergency fund yang terpisah dari dana tabungan atau investasi sehingga tabungan atau investasi tetap aman dan tidak terusik.

4. Sebagai dana cadangan untuk antisipasi kerugian berlebih

Dana ini dapat berfungsi sebagai cadangan untuk antisipasi kerugian berlebih sehingga cash flow dan usaha menjadi tidak terganggu saat ada kejadian tak terduga menimpa.

5. Terhindar dari menggadaikan barang hingga mencari pinjaman konsumtif

Dana darurat dapat membantu kebutuhan yang sifatnya mendesak. Kamu bisa langsung mengambil pos emergency fund tanpa harus khawatir terlilit utang.

6. Membuat hidup menjadi lebih tenang dan terjamin

Kita dapat menjalani hidup dengan lebih tenang dan terjamin karena memiliki cadangan dana yang bisa digunakan saat kondisi mendesak.

Cara menghitung besaran dana darurat ideal

Dana Darurat – Manfaatnya untuk Apa Saja dan Cara Hitungnya

Setiap orang tentu memiliki pekerjaan atau usaha dan gaya hidup yang berbeda. Hal ini tentu juga akan berpengaruh terhadap besar kecilnya emergency fund yang harus kita miliki. 

Idealnya, dana ini harus mampu menutupi pengeluaran minimal tiga hingga enam bulan, tetapi menyiapkan uang yang lebih besar justru lebih baik.

Namun, setiap orang dalam situasi yang berbeda dan persyaratan emergency fund akan bervariasi.

Misalnya, orang yang bekerja sendiri tentu memiliki emergency fund yang lebih kecil dibanding dengan orang yang sudah menikah apalagi memiliki anak.

Pengeluaran total juga merupakan faktor penentu dalam hal rincian dana ini. Perhitungan emergency fund ideal dapat dibagi menjadi empat, yaitu:

  • Sebesar 3 kali pengeluaran rutin bulanan bagi lajang yang tidak memiliki komitmen utang dan tanggungan untuk orang tua
  • Sebesar 6 kali pengeluaran rutin bulanan bagi yang telah memiliki pasangan dan memiliki utang bulanan.
  • Sebesar 9 kali pengeluaran rutin bulanan bagi pasangan muda yang belum memiliki anak dan masih memiliki utang bulanan.
  • Sebesar 12 kali pengeluaran rutin bulanan bagi pasangan yang telah menikah, memiliki anak, turut menanggung orang tua, dan memiliki utang bulanan

Kelihatan besar dan terasa berat untuk dikumpulkan ya. Namun, kita tidak perlu langsung menyiapkannya saat itu juga kok.

Dana ini akan sangat bermanfaat jika dialokasikan lebih banyak apalagi seiring banyaknya tanggungan. Ada beberapa tips nih bagaimana cara mengumpulkan emergency fund agar teratur dan terencana, seperti:

  1. Tentukan jumlah emergency fund yang harus dikumpulkan (lihat berapa kali lipat emergency fund ideal disesuaikan dengan status dan pengeluaran bulanan).
  2. Sisihkan 5-10% dari pemasukan bulanan. Misalnya, pemasukan bulanan orang yang masih lajang Rp5 juta per bulan, sektiar 5-10%nya adalah Rp250.000 hingga Rp500.000.
  3. Cari pemasukan tambahan. Jika hanya mengandalkan gaji bulanan terasa kurang untuk menyisihkan dana ini, coba cari jenis pekerjaan tambahan lain atau usaha dengan modal kecil namun berpotensi keuntungan maksimal.
  4. Simpan emergency fund di tempat yang aman dan mudah dicairkan. Hal ini bertujuan agar uang mudah diambil di saat kondisi mendesak atau darurat, namun usahakan pisahkan dengan rekening utama.

Aplikasi dana darurat

Pada masa perkembangan teknologi saat ini, banyak sekali aplikasi online yang dengan segera dapat meminjamkan kita uang dengan cepat dan mudah.

Aplikasi kredit online atau banyak juga yang menyebutnya sebagai pinjaman online (pinjol) memang banyak digunakan masyarakat karena tidak menetapkan banyak persyaratan dokumen yang rumit dan tanpa agunan. 

Meski begitu, sebagai konsumen, kita harus berhati-hati terhadap maraknya pinjaman online yang beroperasi tanpa izin dan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Inilah yang disebut sebagai pinjol ilegal.

Lalu, apa saja contoh aplikasi pinjaman online yang terdaftar dan berizin di OJK? Beberapa diantaranya adalah:

  • Danamas
  • Investree
  • Indodana
  • Amartha
  • Dompet kilat
  • Kimo
  • Toko modal
  • Uang teman
  • Modalku
  • KTA kilat
  • Kredit pintar
  • Maucash
  • Finmash
  • KlikACC

Kesalahan umum dalam menyimpan dana darurat

Banyak dari orang Indonesia yang masih awam akan pentingnya emergency fund, apalagi yang menganggap dana ini adalah tabungan pada umumnya.

Jika kamu telah merencanakan keuangan dan sudah memiliki emergency fund, coba periksa kembali, apakah kamu masih melakukan kesalahan-kesalahan di bawah ini.

  1. Mengalokasikan terlalu sedikit. Coba tinjau kembali dan usahakan memaksimalkan pos dana ini dengan kelipatan 3, 6, 9, atau 12 kali dari pengeluaran rutin bulanan sesuai statusmu saat ini.
  2. Mengembangkan emergency fund melalui instrumen investasi. Ingat, tujuan dana ini dapat digunakan pada saat keadaan darurat. Jangan sampai nantinya mengorbankan investasi yang telah kamu kumpulkan!
  3. Menyimpan dana dalam instrumen keuangan berisiko, misalnya dalam bentuk saham.
  4. Menggunakannya bukan untuk kondisi darurat, misalnya cicilan kartu kredit dan beli barang bermerek.
  5. Tidak mengisi saldo ketika emergency fund sudah terpakai. Tidak ada yang mengharapkan keadaan darurat terjadi lebih dari satu kali, usahakan selalu persiapkan dan isi kembali pos dana ini agar kehidupan finansialmu tetap aman.

Siapkan dana darurat saat pandemi

Pandemi Covid-19 yang terjadi dua tahun terakhir ini sudah tentu memperburuk keadaan finansial dari level pribadi hingga negara.

  • Merencanakan dan mengelola keuangan menjadi hal yang sangat penting karena kebutuhan hidup akan terus berjalan.
  • Mengatur keuangan disaat pandemi harus mengutamakan memperbesar porsi emergency fund, pinjaman usahakan tidak lebih dari 30% penghasilan dan tetap melakukan investasi. 
  • Dana darurat yang harus disiapkan pada masa pandemi setidaknya adalah 12 kali dari pengeluaran rutin bulanan. Ini menyangkut keadaan yang sangat tidak terduga seperti anggota keluarga terkena PHK, sakit, ataupun kejadian yang tidak diinginkan lainnya. 
  • Jika 5-10% dana pemasukan masih terasa sulit untuk dipisahkan karena masih banyak kebutuhan dan kewajiban lain, cobalah untuk menjual barang-barang yang kurang atau tidak esensial dari rumah. Hal ini dapat membantumu untuk tetap memiliki emergency fund di masa pandemi ini.

FAQ

Apa perbedaan dana darurat dan tabungan?

Perbedaannya terletak pada tujuan dan penggunaannya. Tabungan disiapkan untuk tujuan keuangan tertentu, sedangkan dana darurat disiapkan untuk kondisi darurat yang tidak bisa diprediksi (kapan pun).

Kapan waktu yang tepat untuk menggunakan dana darurat?

Kondisi seperti kehilangan pekerjaan (semisal PHK), terkena musibah atau sakit, alat transportasi rusak, perabot rumah tangga rusak, kerusuhan domestik, hingga terkena dampak bencana alam.

Dana darurat berapa kali gaji?

Minimal 3 kali gaji bulanan jika masih single dan 6 hingga 12 kali gaji jika sudah berkeluarga.