Deposito – Keuntungan Bunga, Tenor, dan Simulasi Perhitungannya

Deposito pasti menjadi kata yang tidak asing untuk kamu yang ingin berinvestasi. Apa itu deposito? Deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu dan syarat-syarat tertentu.

Deposito atau simpanan berjangka memiliki karakteristik dapat dicairkan setelah jangka waktu berakhir dan dapat diperpanjang secara otomatis jika mendekati jatuh tempo.

Dana penempatannya dapat berupa mata uang rupiah ataupun mata uang asing.

Dalam simpanan berjangka, bunga dibayarkan hanya pada akhir periode investasi. Berbeda dengan rekening tabungan biasa, bunga dihitung tiap hari dan biasanya dibayarkan pada tiap akhir bulan.

Karena jangka waktu dan suku bunga yang tetap, kamu bisa dengan mudah menghitung jumlah bunga yang akan kamu terima pada akhir periode investasi simpanan berjangka.

Tertarik untuk berinvestasi dalam bentuk deposito? Simak ulasannya berikut ini!

Jenis deposito

Deposito – Keuntungan Bunga, Tenor, dan Simulasi Perhitungannya

Deposito dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu deposito berjangka, sertifikat deposito dan deposito on-call. Pahami tiga jenis simpanan berjangka ini agar kamu tidak salah langkah dalam memilih.

1. Deposito berjangka

Jenis ini paling umum digunakan masyarakat Indonesia. Deposito berjangka adalah jenis tabungan berjangka dalam waktu tertentu sesuai kesepakatan, mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan.

Kamu diharuskan untuk menyimpan uang pada waktu tertentu dan pihak bank akan memberikan bunga ke simpanan berjangka nasabah.

Tingkat bunga yang ditawarkan akan lebih tinggi dari tabungan biasa. Penarikan bunga dapat dilakukan secara tunai atau pemindahbukuan dan akan dikenakan pajak sesuai jumlah bunga yang diterima.

Simpanan ini dapat diterbitkan atas nama perorangan ataupun lembaga.

2. Sertifikat deposito 

Jenis ini tidak mengacu pada nama perorangan atau lembaga tertentu karena nantinya sertifikat deposito dapat dipindahtangankan atau diperjualbelikan ke pihak lain.

Simpanan ini juga memiliki penerapan jangka waktu tertentu yang berlaku, mulai dari 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan. Namun, pencairan bunga dapat dilakukan di muka tiap bulan atau tiap jatuh tempo.

3. Deposito on-call

Deposito on-call adalah tabungan berjangka yang relatif singkat dengan waktu minimal satu minggu hingga satu bulan.

Pencairan bunganya dapat dilakukan pada saat pencairan simpanan ini dengan syarat nasabah sudah memberitahukan sebelumnya bahwa tabungan tersebut akan diambil atau dicairkan.

Bentuk setoran ini akan diterbitkan atas nama pemilik dan tidak dapat diperjualbelikan. Jumlah atau besaran bunga dihitung per bulan dan ditentukan berdasarkan negosiasi antara nasabah dan pihak bank.

Suku bunga deposito berjangka dan tenornya

Dalam simpanan berjangka, kata suku bunga sudah pasti akan menjadi pertanyaan bagi para nasabah.

Suku bunga simpanan berjangka adalah nilai yang harus diberikan pihak bank kepada nasabah sebagai imbalan atas simpanan nasabah saat ini yang akan dikembalikan bank pada kemudian hari.

Nilai suku bunga simpanan berjangka berbanding lurus dengan dana yang disimpan. Semakin besar dana deposito, semakin besar pula bunga yang akan didapat. 

Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi acuan suku bunga simpanan dan kredit perbankan, termasuk juga simpanan berjangka.

Suku bunga berlaku antara 3% dan 6%, tergantung pada jangka waktu itu sendiri (1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, 24 bulan, hingga 36 bulan).

Hal lain yang mempengaruhi suku bunga tentunya kebijakan dari tiap-tiap bank yang bersangkutan.

Simulasi cara menghitung bunga deposito berjangka

Cara menghitung bunga deposito dapat dibagi menjadi dua, yaitu berdasarkan total pendapatan yang akan didapatkan di akhir jatuh tempo dan berdasarkan profit yang akan kamu dapatkan dari suku bunga setiap bulan.

Cara menghitung ini juga bisa digunakan untuk melakukan simulasi deposito semisal simulasi deposito BCA.

1. Perhitungan bunga deposito berdasarkan total pendapatan per jatuh tempo

  • Setoran Pokok + (Profit dari Bunga – Jumlah Pajak)
  • Profit Bunga: (Setoran Pokok x Suku Bunga x Tenor*dalam satuan hari)/365 (hari)
  • Jumlah Pajak: Tarif Pajak x Profit Bunga
  • Contoh: Deposito Rp20.000.000, jangka waktu 6 bulan, suku bunga deposito tertinggi sebesar 3%, potongan pajak 20%
    • Profit dari bunga = (Rp20.000.000 x 3% x 180 hari)/365 hari = Rp295.890
    • Pajak = 20% x Rp295.890 = Rp59.178
    • Total pendapatan setelah 6 bulan = Rp20.000.000 + (Rp295.890 – Rp59.178) = Rp20.236.712

2. Perhitungan bunga deposito berdasarkan keuntungan bunga setiap bulan

  • (Suku Bunga x Setoran Pokok x 30 hari x 80%)/365 hari
  • Contoh: Deposito Rp20.000.000, jangka waktu 6 bulan, suku bunga 3%, potongan pajak 20%
  • Keuntungan bunga setiap bulan = (3% x Rp20.000.000 x 30 hari x 80%) / 365 hari = Rp39.452

Kelebihan dan kekurangan deposito

Karena setiap investasi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, begitupun dengan deposito.

Kelebihan

  • Sarana investasi yang menguntungkan.
  • Suku bunga yang lebih tinggi dibanding tabungan biasa.
  • Kemudahan dalam mengakses bunga.
  • Risiko kerugian yang rendah atau cukup kecil.
  • Aman, umumnya telah mendapat jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
  • Mengontrol pengeluaran yang impulsif, khususnya bagi orang-orang yang sulit mengatur keuangan atau boros.
  • Pendapatan per tenor.

Kekurangan

  • Hasil imbal atau keuntungan termasuk kecil atau rendah dibanding produk investasi lain karena bunga bersifat tetap.
  • Deposito lemah terhadap inflasi
  • Nilai investasi yang tidak akan bertambah atau tidak fleksibel karena setoran hanya diberikan sekali di awal pembukaan.
  • Sanksi bisa menjadi kerugian bagi deposan. Jika dana diambil sebelum jangka waktu pengambilan, tidak hanya menyebabkan penalti, tapi juga mengakibatkan hilangnya bunga tersebut. 
  • Sebagai pemilik dana, kita tidak dapat terlibat dalam pengelolaan dana

Syarat minimal deposito BRI, BCA, BNI, Mandiri, dan bank lainnya

Setiap bank memiliki acuan dan ketentuannya tersendiri dalam membuat tenor dan setoran minimal.

Berikut ini adalah beberapa bank di Indonesia untuk referensimu jika ingin menyimpan dana dalam bentuk simpanan berjangka.

No Nama Bank Tenor (bulan) Setoran minimum
1 BRI 1, 3, 6, 12, 24, 36 Rp10 juta, online Rp5 juta
2 BCA 1, 3, 6, 12 Rp8 juta
3 BNI 1, 3, 6, 12, 24 Rp10 juta
4 Mandiri 1, 3, 6, 12, 24 Rp10 juta, online Rp1 juta
5 BTPN 1, 3, 6, 12, 18, 24 Rp10 juta
6 CIMB Niaga 1, 3, 6, 12 Rp5 juta
7 Commonwealth 1, 3, 6, 12 Rp50 juta
8 Danamon 1, 3, 6, 12 Rp8 juta
9 DBS 1, 3, 6, 12 Rp1 juta
10 HSBC 1, 2, 3, 6, 12 Rp20 juta
11 KEB HANA 1, 3, 6, 12 Rp8 juta
12 MAYBANK 1, 3, 6, 12, 24 Rp10 juta
13 MEGA 1, 3, 6, 12, 24 Rp8 juta
14 MNC Internasional 1, 3, 6, 12 Rp10 juta
15 OCBC NISP 1, 3, 6, 12 Rp8 juta

Cara menempatkan dana di deposito

Beberapa hal atau poin penting yang harus diperhatikan sebelum kamu menempatkan uang di simpanan berjangka, yaitu:

  1. Perhatikan dan bandingkan reputasi bank yang akan dipilih (reputasi baik dan memenuhi standar kualifikasi dari Bank Indonesia).
  2. Bandingkan jenis simpanan berjangka yang paling sesuai untuk dirimu (sistem pembayaran bunga, tenor, minimum setoran awal dan hal lain yang ditawarkan tiap-tiap bank).
  3. Waspada terhadap tawaran suku bunga yang tinggi (apalagi jika diatas ketentuan Lembaga Penjamin Pinjaman).

Sementara langkah-langkah umum untuk menempatkan dana di simpanan berjangka adalah sebagai berikut.

  1. Tentukan bank untuk mendaftar simpanan berjangka.
  2. Siapkan berkas identitas seperti KTP dan NPWP sebagai persyaratan pembukaan simpanan berjangka.
  3. Siapkan materai.
  4. Calon nasabah biasanya diharuskan sudah memiliki rekening di bank tempat kamu akan mendaftar simpanan berjangka.
  5. Tentukan tenor dan jenis berdasarkan produk-produk yang ditawarkan pihak bank.
  6. Isi formulir pendaftaran dengan lengkap dan sebenar-benarnya.
  7. Mengikuti arahan customer service ketika membuka simpanan berjangka.
  8. Melakukan setoran untuk membuka rekening.
  9. Setelah dinyatakan berhasil, kamu akan menerima bilyet sebagai bukti kepemilikan simpanan berjangka.

Perbedaan deposito konvensional dan syariah

Simpanan berjangka syariah adalah produk perbankan yang berdasarkan prinsip syariat Islam yang ditawarkan bank syariah. Beberapa manfaat atau kelebihan simpanan berjangka syariah dibanding konvensional, yaitu:

  • Imbal hasil berpotensi melebihi bunga konvensional bila performa bisnis bank bagus.
  • Tidak ada biaya penalti jika mengambil dana sebelum jatuh tempo.
  • Bisa berinvestasi sekaligus beribadah

Jika kamu tertarik untuk melakukan pembukaan, tetapi memegang teguh prinsip Syariah Islam, berikut ini adalah perbedaan dasar antara deposito konvensional dan syariah.

Perbedaan Deposito Konvensional Deposito Syariah
Status dana Dana dianggap sebagai piutang Dana menjadi investasi bank Syariah
Hubungan nasabah bank Nasabah (debitor), bank (kreditor) Nasabah (penyandang dana), bank (pengelola dana)
Pengelolaan dana Keuntungan sebesar-besarnya berdasarkan hukum Dikelola sesuai prinsip dan ajaran Islam
Penghitungan imbal hasil Tetap, berdasarkan nominal bunga Fluktuatif, tergantung keuntungan bank
Penalti Ada Tidak ada

Perbedaan deposito dan tabungan

Deposito – Keuntungan Bunga, Tenor, dan Simulasi Perhitungannya

Karena sama-sama dalam bentuk uang dan disimpan, mungkin masih banyak yang menganggap simpanan berjangka sama dengan tabungan. Padahal, ada beberapa poin yang mendasari perbedaan kedua produk ini, yaitu:

1. Jenis dan tujuan produk

Tabungan diperuntukkan untuk menabung, sedangkan simpanan berjangka bertujuan untuk investasi yang memiliki risiko rendah.

2. Fleksibilitas pengambilan uang

Uang dalam tabungan dapat diambil kapan pun sesuai kebutuhan, sedangkan uang di simpanan berjangka tidak bisa sembarangan diambil selama belum jatuh tempo.

Karena itu, usahakan uang yang akan didepositkan bukan merupakan uang darurat dan tidak akan terpakai dalam waktu dekat. 

3. Suku bunga

Suku bunga umumnya lebih tinggi dari tabungan. Dengan perbedaan ini, tentu akan memberikanmu keuntungan jika menempatkan uang di deposito ketimbang tabungan.

4. Bilyet dan buku tabungan

Buku tabungan dan fasilitas kartu debit/ATM adalah bukti fisik dari tabungan yang kamu miliki.

Sementara dalam simpanan berjangka, kamu akan diberikan bilyet deposito atau bukti kepemilikan atas sejumlah dana yang telah kamu setorkan ke bank.

FAQ

Apakah uang deposito bisa diambil?

Uang dapat diambil sesuai tanggal jatuh tempo. Jika penarikan uang dilakukan sebelum tanggal jatuh tempo, nasabah dapat dikenakan penalti.

Berapa minimal uang untuk diajukan deposito?

Setiap bank memiliki setoran minimal yang berbeda-beda, tapi umumnya berkisar Rp8 juta-Rp10 juta untuk setoran minimal pembukaan.

Berapa persen bunga deposito?

Persen bunga simpanan berjangka berbeda-beda di setiap bank, besar nya pun sangat fluktuatif mengacu pada persen suku bunga Bank Indonesia (BI). Umumnya berkisar antara 3%-6% dan tergantung tenor yang diajukan.