Growth Investing – Cek Info dan Bedanya dengan Value Investing

Apa itu growth investing? Growth investing adalah strategi investasi yang berorientasi pada potensi pertumbuhan atau perkembangan sebuah bisnis.

Saham yang dipilih biasanya berasal dari perusahaan baru yang sedang rajin melakukan ekspansi bisnis. Investor pun tidak memedulikan apakah harga saham yang mereka beli mahal ataupun murah.

Dengan memilih strategi ini, investor berharap perusahaan akan tumbuh dan harga sahamnya terus mengalami kenaikan hingga beberapa tahun ke depan.

Dengan begitu, profit yang didapatkan investor akan menjadi berlipat ganda. Profit tersebut berasal dari capital gain, yaitu selisih harga jual dan harga beli saat harga saham naik.

Perusahaan yang sedang berkembang biasanya tidak membagikan dividen. Mereka lebih memilih untuk menerapkan kebijakan reinvestasi dan berekspansi agar bisnisnya semakin tumbuh.

Cara melakukan growth investing

Growth Investing – Cek Info dan Bedanya dengan Value Investing

Untuk melakukan strategi investasi ini, investor harus menganalisis potensi pertumbuhan perusahaan dan kondisi pasar.

Sebenarnya, tidak ada cara khusus untuk mengevaluasi potensi ini karena analisis didasarkan kepada interpretasi individu dan kejelian dalam membaca pasar.

Namun, secara umum, ada lima faktor utama yang bisa menjadi pertimbangan untuk memilih berinvestasi pada saham growth investing tertentu. Inilah lima faktor tersebut.

1. Historical earning growth

Pertimbangkan histori pertumbuhan pendapatan perusahaan dan pilih yang mempunyai earning growth stabil setidaknya 5 tahun hingga 10 tahun ke belakang.

Namun, kamu harus tahu, pertumbuhan earning per share (EPS) bisa berbeda-beda, tergantung ukuran perusahaannya.

Jika valuasinya lebih dari Rp50 miliar, pertumbuhannya harus mencapai 5%. Sementara jika valuasinya kurang lebih Rp5 miliar hingga Rp50 miliar, pertumbuhan perusahaan idealnya mencapai 7%.

Perusahaan yang lebih kecil dari itu, pertumbuhannya minimal mencapai 12%.

2. Future/forward earning growth

Pilih perusahaan yang pertumbuhannya di atas rata-rata sektor industri.

Hal ini bisa kamu ketahui dari laporan equity analyst tentang perkiraan pendapatan perusahaan sebelum pengumuman resminya yang dilakukan per tahun.

3. Profit margin

Pilih perusahaan yang menunjukkan peningkatan profit margin dari tahun ke tahun, yakni keuntungan yang didapat dari mengurangi pengeluaran (tanpa pajak) untuk penjualan dan dibagi dengan hasil penjualan itu sendiri.

4. Return on equity (ROE)

Pilih perusahaan yang memiliki ROE, yaitu nilai dari pembagian net income dengan shareholder equity yang terus meningkat. Sebab peningkatan ROE yang stabil mengindikasikan manajemen yang bagus.

5. Stock performance

Pilih perusahaan yang harga sahamnya terus meningkat minimal dua kali lipat dalam lima tahun. Usahakan memilih yang menunjukkan peningkatan 15% growth rate.

Cara menemukan saham untuk growth investing

Pada dasarnya, memilih saham untuk strategi investasi ini bisa dilakukan dengan pertimbangan analisis yang matang. Kamu bisa memilih saham perusahaan baru yang masih terus berkembang dan belum sepenuhnya mapan.

Sebab pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan tersebut akan berdampak pada kenaikan harga saham. Biasanya perusahaan di sektor teknologi dan industri lah yang bertumbuh dengan cepat.

Selain itu, kamu perlu memastikan lima hal berikut ini untuk memilih saham growth investing.

  • Apakah perusahaan tersebut mempunyai histori pertumbuhan pendapatan yang stabil selama 5 tahun hingga 10 tahun ke belakang?
  • Apakah perusahaan tersebut mempunyai proyeksi pertumbuhan yang baik lima tahun mendatang?
  • Apakah manajemen perusahaan berperan aktif untuk menekan biaya dan memperbesar pendapatan?
  • Apakah manajemen perusahaan menjalankan bisnis dengan efisien?
  • Apakah harga saham tersebut bisa meningkat menjadi dua kali lipat dalam waktu maksimal lima tahun?

Jika saham yang kamu pilih bisa memenuhi kriteria pertanyaan di atas, itu berarti perusahaan tersebut layak untuk growth investing.

Perbedaan growth investing vs value investing

Apa perbedaan value investing dan growth investing?

Value investing adalah strategi investasi saham yang berfokus pada saham-saham yang memiliki valuasi wajar atau bahkan lebih rendah dari nilai pasar.

Sementara growth investing berfokus untuk berinvestasi pada saham di perusahaan dengan potensi pertumbuhan yang tinggi.

Tidak peduli apakah harga sahamnya murah atau mahal. Sebab investor mengincar keuntungan dari capital gain bukan dari pembagian dividen.

Daftar buku growth investing

Growth Investing – Cek Info dan Bedanya dengan Value Investing

Ingin belajar tentang strategi investasi ini? Ada baiknya kamu membaca buku-buku ini.

  1. The Guru Investor: How to beat the market using History’s Best Investment Strategies. Karangan John P. Reese dan Jack M. Forehand, CFA.
  2. Get Rich With Dividend: A Proven System for Earnings Double – Digit Returns. Karangan March Lichtenfeld.
  3. Investing for Growth. Karangan Terry Smith.
  4. Only the Best Will Do. Karangan Peter Sailern.
  5. The Little Book that Makes You Rich. Karangan Louis Navellier.
  6. How to Make Money in Stocks. Karangan Willian H. O’Neil.
  7. The Smart Money Method. Karangan Stephen Clapham.

Tips investasi saham dengan strategi growth investing

Sebelum memulai berinvestasi saham dengan strategi growth investing, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan.

1. Melakukan riset

Ini adalah hal wajib yang harus kamu lakukan agar terhindar dari risiko kerugian. Kamu harus melakukan analisis fundamental dan mengevaluasi hal-hal, seperti historical earning growth sebelum memilih saham.

2. Cari perusahaan yang memiliki potensi dominasi market

Pilih perusahaan yang memiliki potensi untuk mendominasi market, misalnya di sektor teknologi.

Saham perusahaan teknologi biasanya berkembang pesat dan dapat meningkatkan potensi dominasi pasar secara signifikan.

3. Bersabar dan terus menganalisis investasi saham

Setelah melakukan riset dan menentukan satu saham perusahaan yang kamu anggap paling potensial, investasikan uangmu.

Setelah itu, bersabarlah dan jangan terburu-buru ingin mendapatkan keuntungan. Tunggu minimal satu tahun untuk melihat hasil dari investasi saham ini.

3. Lakukan diversifikasi

Lakukan diversifikasi portofolio saham untuk mengurangi dampak kerugian. Lakukan investasi pada perusahaan dan sektor industri yang berbeda.

Kamu juga bisa mencoba berinvestasi di perusahaan-perusahaan dengan valuasi yang berbeda dan memiliki likuiditas yang beragam.

FAQ

Apa risiko growth investing?

Dengan menerapkan strategi investasi ini, kamu cenderung lebih berisiko mengalami penurunan harga saham secara tiba-tiba.

Hal ini biasanya terjadi ketika ada sentimen negatif mengenai perusahaan terkait. Jadi, strategi ini lebih cocok bagi investor yang tekun dan memiliki toleransi risiko yang tinggi. 

Apa itu value investing dan growth investing?

Value investing adalah strategi investasi saham dengan mengutamakan harga saham yang rendah. Sementara growth investing adalah strategi investasi saham yang tidak memedulikan harga saham, baik tinggi maupun rendah.

Strategi ini lebih berfokus pada potensi pertumbuhan perusahaan karena investor mengharapkan keuntungan dari capital gain.

Apa arti value stock?

Value stock adalah perusahaan yang memiliki pertumbuhan pendapatan dan laba yang tergolong rendah pada masa lalu atau memiliki historical growth investing yang kurang baik.