Investasi – Jenis, Contoh, dan Cara Memulai untuk Jangka Panjang

Investasi menjadi sangat familier beberapa waktu belakangan ini di Indonesia. Hal ini dipermudah dengan semakin banyaknya cara berinvestasi seiring berkembangnya teknologi dewasa ini. Sebenarnya, apa sih investasi itu?

Secara bahasa investasi berasal dari bahasa Italia yaitu investire. Memiliki arti memakai atau menggunakan. Orang yang melakukan investasi adalah investor.

Secara umum, investasi adalah melipatgandakan harta (modal) dengan tanpa mengeluarkan usaha yang lebih dengan menempatkan modal, baik berupa uang maupun aset kepada suatu pihak, dan akan mendapatkan keuntungan dalam kurun waktu tertentu.

Sementara itu menurut KBBI, investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.

Untuk lebih detail, kita bahas investasi atau penanaman modal satu per satu mulai dari tujuan sampai bagaimana hukum investasi di indonesia!

Tujuan investasi dan risikonya

Investasi – Jenis, Contoh, dan Cara Memulai untuk Jangka Panjang

Banyak tujuan yang melatarbelakangi investor untuk melakukan kegiatan penanaman modal.

Tentu saja tujuan-tujuan tersebut secara garis besar adalah untuk mendapatkan keuntungan atau melipatgandakan modal yang sudah diinvestasikan.

Beberapa tujuan dari investasi, yaitu:

  1. Menjaga nilai uang agar tidak tergerus inflasi.
  2. Memperoleh keuntungan atau profit.
  3. Sebagai jaminan utang.
  4. Mempersiapkan dana pensiun.

Walaupun penanaman modal adalah kegiatan yang dapat memberi keuntungan, bukan berarti kegiatan ini tidak memiliki risiko ya.

Dalam konteks penanaman modal, pengertian risiko penanaman modal adalah ketidakpastian yang menyebabkan tidak tercapainya tujuan keuangan atau penanaman modal.

Sementara menurut para ahli, risiko penanaman modal adalah penyimpangan (variabilitas) antara keuntungan yang diharapkan (expected return) dan keuntungan sesungguhnya (actual return).

Semua jenis penanaman modal, baik di pasar uang maupun pasar modal, pasti memiliki risiko. Setiap investor juga memiliki sikap toleransi terhadap risiko yang berbeda-beda.

Sebagian investor ada yang merasa nyaman untuk mengambil risiko (risk-takers), sebagian kurang berani atau ragu-ragu (risk-moderate), dan ada juga yang benar-benar tidak berani untuk mengambil risiko (risk-averse).

Beberapa jenis risiko dari kegiatan penanaman modal, yaitu:

  1. Risiko sistematik (risiko suku bunga, risiko inflasi, risiko nilai tukar mata uang/valas, risiko komoditas).
  2. Risiko tidak sistematik (risiko likuiditas, risiko reinvestment, risiko finansial, risiko bisnis)

Cara kerja investasi

Secara umum, cara kerja penanaman modal adalah dengan menitipkan atau membeli sebuah produk investasi kepada lembaga atau pihak yang memiliki izin atau memiliki kemampuan untuk mengelola dana atau aset para investor.

Cara kerja penanaman modal berbeda-beda tergantung di mana dan bagaimana kita berinvestasi. Sebagai contoh, penanaman modal di reksa dana.

Cara kerja reksadana secara garis besar dalam sistem penanaman modal adalah sebagai berikut.

  • Manajer investasi menghimpun dana dari nasabah.
  • Total dana yang dihimpun diinvestasikan ke sejumlah efek sesuai reksa dana yang dipilih, apakah reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, ataupun reksa dana campuran.
  • Nasabah menerima laporan penanaman modal dari manajer investasi tentang dananya yang diinvestasikan secara berkala. Isinya seputar kinerja produk, komposisi aset, dan portofolio efek.

Jenis investasi dan contohnya

Investasi – Jenis, Contoh, dan Cara Memulai untuk Jangka Panjang

Secara umum, ada dua jenis penanaman modal berdasarkan waktunya, yaitu penanaman modal jangka panjang dan jangka pendek.

  • Penanaman modal jangka pendek adalah penanaman modal yang keuntungannya diharapkan dapat terwujud setidaknya dalam kurun waktu 1-3 tahun.
  • Penanaman modal jangka panjang adalah penanaman modal yang pengembaliannya bisa didapatkan dalam kurun waktu di atas 3 tahun.

Jangka waktu penanaman modal ini biasanya juga terkait dengan jumlah return. Itu sebabnya, lazimnya penanaman modal jangka panjang memberi return yang lebih besar ketimbang investasi jangka pendek.

Apa pun jenis penanaman modal yang kamu pilih, tetap harus disesuaikan dengan kondisi finansial saat ini. Apalagi setiap orang juga memiliki kepentingan, kebutuhan dan perencanaan keuangan yang berbeda-beda.

Beberapa contoh penanaman modal, yaitu pembelian saham, sukuk, deposito, obligasi, dan reksa dana.

Bentuk contoh penanaman modal lainnya, yakni pembelian tanah, emas dan perhiasan, hingga menjalankan bisnis.

Cara memulai investasi jangka pendek

Untuk kamu yang memilih penanaman modal jangka pendek, kamu bisa memulai dari jenis deposito ataupun reksa dana pasar uang.

Penanaman modal jangka pendek memiliki beberapa tujuan tertentu yang bermanfaat untuk kamu yang merencanakan sesuatu dalam jangka waktu 1-3 tahun, seperti:

  • Memiliki tujuan tertentu, misalnya merencanakan untuk membeli sesuatu atau liburan.
  • Antisipasi kebutuhan tidak terduga, misalnya kesulitan penghasilan.
  • Menghindari utang.

Return dari penanaman modal jangka pendek diupayakan stabil dan investor bisa langsung merealisasikan keuntungannya.

Cara memulai investasi jangka panjang

Nah, untuk kamu yang lebih memilih penanaman modal jangka panjang, ada banyak pilihan untuk dicoba.

Enam jenis pilihan penanaman modal jangka panjang yang paling umum bagi para investor adalah obligasi, saham, dan reksa dana saham.

Penanaman modal jangka panjang biasanya tidak akan dijual selama 3 tahun atau lebih. Dengan kesabaran, potensi jumlah keuntungan yang akan didapatkan dari penanaman modal jangka panjang terbilang sangat tinggi.

Untuk kamu yang memilih penanaman modal jangka panjang, beberapa tips untuk memulainya, yaitu:

1. Pilih investasi jangka panjang yang dimengerti

Perhatikan detail penanaman modal apa yang akan dilakukan. Jangan sampai kamu tidak tahu sama sekali sehingga nanti bisa menimbulkan kerugian yang besar!

2. Mulai investasi jangka panjang secepat mungkin

Semakin lama uang diinvestasikan maka keuntungan yang didapatkan akan semakin besar. Jadi, jangan ragu untuk memulai penanaman modal sejak dini karena dapat menjaga aset kekayaan kamu di masa depan.

3. Adaptasi dan sabar

Terdengar sepele, tapi memiliki tujuan untuk menuai keuntungan yang besar.

Tanpa kesabaran, sangat mungkin kamu akan menghentikan penanaman modal di pertengahan dan mendapatkan keuntungan yang tidak seberapa besar. 

Cara investasi online

Baik jenis penanaman modal jangka pendek maupun jangka panjang, perkembangan teknologi saat ini memudahkan kita untuk dapat berinvestasi secara online.

Beberapa contoh penanaman modal online yang dapat kamu pilih, yaitu deposito, obligasi, saham, dan reksa dana.

Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam berinvestasi online, yaitu:

1. Memilih investasi online yang tepat

Mekanisme tingkat keuntungan yang didapat dan risiko yang ditanggung akan berbeda-beda sesuai pemilihan penanaman modal yang kamu lakukan.

Kenali jenis penanaman modal online dengan baik agar kamu bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal.

2. Menilai kredibilitas broker

Investasi online juga difasilitasi broker. Pastikan kamu tahu broker yang menyediakan fasilitas investasi. Broker ini harus tercatat dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

3. Memahami komposisi efek dalam investasi reksa dana online

Untuk investasi di reksa dana, manajer investasi yang kredibel pasti melakukan komposisi efek yang jelas bagi investornya.

Komposisi ini dapat dijadikan sebagai gambaran mengenai metode pengelolaan dana dan dapat menjadi penilaian, apakah reksa dana tersebut layak dibeli ataupun tidak.

4. Memahami tingkat risiko investasi

Tingkat risiko akan selalu berbanding lurus dengan tingkat keuntungan yang mungkin diterima. Semakin tinggi keuntungan maka semakin besar juga risiko yang harus ditanggung investor.

Bandingkan risiko efek yang satu dengan efek yang lainnya untuk mengetahui sejauh mana kamu sanggup jika suatu saat dihadapkan pada risiko tersebut.

5. Melakukan diversifikasi

Berinvestasi di satu jenis instrumen sangat tidak disarankan karena risiko dan kerugian yang diterima akan menjadi besar.

Perbedaan investasi dengan trading

Jika kamu menganggap penanaman modal dan trading adalah hal yang sama, coba pikirkan kembali. Pada dasarnya, ada empat perbedaan mendasar antara kedua hal tersebut, yaitu:

1. Tujuan

Penanaman modal bertujuan menciptakan kekayaan dalam jangka panjang dengan membeli perusahaan bagus dan menahannya untuk jangka waktu lama.

Sementara trading bertujuan menghasilkan keuntungan dengan sering membeli dan menjual saham dalam waktu singkat

2. Jangka waktu

Jangka waktu untuk berinvestasi adalah jangka panjang, bahkan bisa sampai 10 tahun. Sementara jangka waktu trading adalah jangka pendek, bahkan bisa menit, jam, hari, ataupun beberapa minggu. 

3. Daya tarik bagi investor

Investor yang memilih penanaman modal dengan instrumen saham cenderung santai dalam membeli dan menjualnya, tergantung fluktuasi pasar.

Sementara mereka yang memilih trading atau disebut juga trader, cenderung menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Hukum investasi di Indonesia

Hukum investasi atau pasar modal di Indonesia, sudah diatur Pemerintah melalui UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.

UU ini memiliki beberapa pasal yang secara jelas mengatur hukum atau aturan penanaman modal di Indonesia.

UU No. 25 Tahun 2007 membahas tentang apa yang dimaksud dengan investasi atau penanaman modal sebagai bentuk investasi utama.

Menurut UU ini, yang dimaksud dengan penanaman modal adalah segala bentuk kegiatan yang dilakukan dalam rangka penanaman modal.

Adapun penanam modal atau investor yang dimaksud di sini bisa berupa investor dalam atau luar negeri.

Yang dimaksud dengan penanaman modal dalam negeri adalah penanaman modal yang ditujukan untuk melakukan usaha yang berada di dalam negeri dan dilakukan oleh penanam atau investor lokal.

Sementara penanaman modal luar negeri maksudnya adalah penanaman modal yang ditujukan untuk melakukan usaha yang berada di dalam negeri dan dilakukan oleh penanam atau investor asing baik penanaman modal ini dilakukan sepenuhnya oleh orang asing atau secara patungan.

Kegiatan penanaman modal yang dijelaskan dalam UU ini diselenggarakan dengan beberapa asas seperti:

  • Kepastian hukum
  • Keterbukaan
  • Akuntabilitas
  • Perlakuan adil yang tidak bisa dilihat karena perbedaan negara
  • Kemandirian
  • Kebersamaan
  • Berkelanjutan dan
  • Ada keseimbangan dengan kesatuan ekonomi Indonesia

Adapun untuk tujuan penanaman modal berdasarkan UU untuk:

  • menciptakan jumlah lapangan kerja lebih banyak lagi,
  • peningkatan pertumbuhan ekonomi negara,
  • membuat perubahan,
  • membantu ekonomi rakyat sehingga mereka mampu berkembang serta membuat kesejahteraan untuk masyarakat dengan adanya lapangan kerja yang memadai sehingga mereka tidak akan mengalami kesulitan mencari pekerjaan.

FAQ

Apa saja contoh investasi?

Contoh bentuk investasi adalah penempatan dana di deposito, reksa dana, saham, hingga obligasi.

Apa yang dimaksud investasi di pasar modal?

Pasar modal merupakan tempat berinvestasi jangka panjang. Jangka waktunya lebih dari satu tahun untuk memperoleh imbal hasil atau keuntungan maksimal.

Apa itu investasi bodong?

Investasi bodong adalah investasi ilegal yang menjanjikan keuntungan besar tanpa kerugian yang tergolong sebagai modus penipuan.