Cara Meningkatkan Performa Mesin Mobil Injeksi

Bagaimana cara meningkatkan performa mesin mobil injeksi?

Seperti yang kamu ketahui, mesin mobil injeksi telah diimplementasikan berbagai merk mobil. Keberadaan mobil injeksi pun laris manis di pasar otomotif.

Mesin mobil injeksi banyak diminati karena memiliki sistem yang lebih mudah dibanding karburator.

Beberapa komponen dalam mesin injeksi dibantu berbagai sensor dan analisis data penyemprotan bahan bakar dengan menggunakan sistem elektronik (ECU).

Namun, yang namanya barang apa lagi mesin, kalau sudah digunakan terlalu sering dan lama, pasti performanya bisa turun dan gak sebagus waktu masih baru.

Nah, kita punya tips modifikasi dan cara untuk meningkatkan performa mesin mobil injeksi. Mau tahu? Simak yuk ulasannya berikut ini!

Meningkatkan performa mesin mobil injeksi dengan modifikasi

Cara Meningkatkan Performa Mesin Mobil Injeksi

Ada berbagai bentuk modifikasi yang bisa kamu lakukan agar performa mesin mobil injeksi semakin powerful.

1. Saluran bahan bakar

Saluran bahan bakar pada mobil injeksi akan menentukan besar kekuatan mobil yang dikeluarkan. Contoh ukuran selang bahan bakar yang dijual di pasaran ialah 3,80 inci, 5/16 inci, dan 7/6 inci.

Misalnya, mobil injeksi dengan daya tinggi menggunakan selang 3,8 inci. Kalau kamu mau ingin meningkatkan lagi dayanya di atas 500, kamu bisa menggantinya dengan selang ukuran 7/16 inci agar performanya lebih baik lagi.

Namun, ingat juga, kamu harus paham kemampuan dan kondisi mobil injeksimu sendiri. Kalau dipaksakan bisa-bisa juga malah jadi tekor.

2. Tuning dan reflash

ECU mobil injeksi sudah diatur produsen mobil agar mesin tidak mengeluarkan tenaga hingga 100%. Tujuannya adalah untuk mematuhi regulasi.

Misalnya, mobil dengan harga Rp500 juta hanya boleh memiliki horse power (tenaga) di kisaran 200 HP.

Sayangnya, hal ini sering kali merugikan pemilik mobil karena mobil jadi terasa tidak kencang tarikannya.

Reflash atau remap ataupun tuning adalah suatu prosedur untuk mengalibrasi ulang dan menghilangkan setelan batasan tenaga mesin pada ECU. 

Kalau mesin injeksi bisa mengeluarkan tenaga hingga mencapai 100%, pengemudi pun akan ketagihan untuk melajukan mobilnya.

Namun, ingat, tidak semua mekanik dapat melakukannya karena ada beberapa regulasi yang harus ditaati.

3. Tumpukan kecepatan

Tumpukan kecepatan adalah alat yang diletakkan pada bagian saluran masuk udara dan berfungsi untuk mengurangi turbulensi pada mobil injeksi.

Pengurangan turbulensi akan berimbas pada peningkatan performa mesin injeksi. Namun, hal ini bisa terjadi kalau tumpukan kecepatan dirawat dengan telaten seperti perawatan pada poros engkol. 

4. Volt stabilizer

Volt stabilizer memiliki cara kerja dengan mengumpulkan daya listrik dari mobil dan mengumpulkannya sebelum akhirnya disebarkan ke perangkat alat elektronik.

Kamu bisa menambahkan volt stabilizer di mobil injeksi agar alat elektronik lebih terawat, performa mesin meningkat, dan penggunaan bahan bakar pun jadi lebih hemat.

5. Throttle body spacer

Cara kerja throttle body spacer adalah menambah kecepatan udara ketika masuk ke ruang pembakaran.

Kalau oksigen yang dibawa lebih banyak, pembakaran pun jadi lebih sempurna. Hasil pembakaran inilah yang membuat kinerja mesin menjadi efektif dan efisien.

Kamu bisa memilih sendiri throttle body spacer yang saat ini sudah banyak dijual di pasaran. Silakan sesuaikan dengan jenis mobilmu ya.

6. Sistem pembuangan

Tidak hanya modifikasi bagian dalam mesin, kamu juga bisa lho meningkatkan performa mesin mobil injeksi dengan mengganti knalpot.

Kalau kamu ingin menambah kecepatan, kamu bisa menggunakan knalpot racing karena minimnya, bahkan silencer free yang membuat sistem pembuangan lancar.

Knalpot racing umumnya berbentuk lurus atau minim lekukan sesuai dengan cara kerjanya yang meminimalkan silencer.

Namun, ada risikonya juga nih. Pergantian knalpot bisa mengakibatkan proses pembuangan yang cepat memberi pantulan tekanan kembali ke dalam mesin dan membuatnya cepat aus.

Suara bisingnya juga cukup membuat telinga lelah dan kepala pusing.

Cara meningkatkan performa mesin mobil injeksi

Selain enam modifikasi di atas, ada lagi nih beberapa cara yang mungkin umum kamu dengar untuk meningkatkan performa mesin mobil injeksimu, seperti:

1. Tune up

Nggak cuma mesin mobil injeksi, sebenarnya tune up ini mungkin “wajib” dilakukan untuk apa pun jenis mobilnya. Apalagi jika mobilmu berusia di atas 5-10 tahun.

Tune up adalah metode perawatan sederhana dengan melakukan pembersihan untuk menyegarkan kondisi mobil. Kalau sudah di tune up, performa mobil bisa meningkat sekitar 20% lho.

Usahakan lakukan tune up rutin berdasarkan jarak tempuh, yaitu sekitar 5.000-6.000 km.

Kamu juga bisa melakukan tune up setiap 3-5 bulan sekali untuk mobil yang memiliki jarak tempuh pendek, tapi digunakan sebagai kendaraan sehari-hari. 

2. Pelumas sintetik

Kamu mungkin pernah mendengar penggunaan pelumas sintetik untuk motor. Nah, cara kerjanya mirip kok untuk mesin mobil injeksi.

Kamu bisa memberikan pelumas sintetik, yaitu cairan yang berfungsi untuk mengurangi gesekan antarmesin. Pelumas sintetik juga memberikan perlindungan pada mesin, seperti menjaga kestabilan suhu mesin.

Kalau suhu mobil tidak cepat naik, mesin mobil injeksimu jadi lebih awet dan memiliki masa hidup yang lebih lama deh.

3. Kompresi

Meningkatkan kompresi pada mesin mobil injeksi dianggap sebagai cara yang paling efisien untuk meningkatkan performa mesin.

Banyak yang meyakini, produktivitas mobil akan menjadi jauh lebih baik. Perbedaan sebelum dan sesudah meningkatkan kompresi juga sangat terasa berbeda.

Untuk memastikan peningkatan kompresi berada di jalur yang tepat, kamu harus menggunakan mekanik yang berpengalaman di bidang injeksi ya.

Sebab kalau salah-salah, peningkatan kompresi justru bisa mengakibatkan kompresi bocor.

Kalau kompresimu rusak, yang ada malah nantinya mesin akan sulit membakar BBM, mobil tidak bertenaga, bahkan sulit untuk dinyalakan.

Ciri mesin mobil injeksi yang bagus

Walaupun usia mobilmu sudah tua atau lama, gak menutup kemungkinan masih memiliki ciri dan performa yang bagus. Hal ini bisa terjadi selama mobilmu dirawat dan pengecekan serta servis berkala dilakukan secara teratur.

Begitu pula dengan mesin mobil injeksi. Beberapa ciri mesin mobil dengan kondisi yang bagus, yaitu:

1. Suara mesin halus

Mesin mobil injeksi yang masih bagus memiliki suara halus dan konstan saat dihidupkan maupun dijalankan. 

2. Tidak ada bahan bakar atau oli bocor

Pastikan bagian baut dan mur pada mesin terpasang dengan baik. Kalau ada rembesan cairan, segera cek atau kalau perlu bawa ke bengkel.

3. Ujung knalpot bersih

Bagian ujung knalpot yang bersih dan sedikit coklat kemerahan setelah digunakan menandakan keadaan mesin mobil yang masih baik.

4. Perpindahan gigi berlangsung cepat

Mesin mobil yang baik akan memiliki perputaran gigi yang cepat. Kalau agak tersendat dan sulit, sepertinya ada yang salah dengan mesinmu.

5. “Bandel” saat tanjakan

Ketika melewati tanjakan tajam sekitar 20 sampai 30 derajat, mesin injeksi yang bagus tidak akan mengeluarkan suara mesin yang meraung atau kasar. Mobil pun dapat menanjak secara aman dan tidak tersendat.

6. Tidak ada lampu indikator menyala

Jika lampu indikator mobil hidup atau menyala terus apalagi di gambar engine, itu menandakan ada kerusakan yang terjadi pada mesin.

7. Getaran mesin terlihat wajar

Mesin mobil normal akan memberikan getaran wajar dan seirama saat dinyalakan. Hal ini juga menunjukkan engine mounting dan sistem kelistrikan mobil dalam keadaan lancar dan tidak tersendat.

8. Warna asap terlihat normal

Mesin mobil dengan kondisi bagus terdapat tetesan air pada knalpot dan tidak akan memiliki warna asap (putih atau hitam menandakan pembakaran tidak baik dan oli tercampur di ruang mesin). 

9. Kepala silinder tidak melengkung

Kepala silinder yang tidak melengkung menandakan oli tidak akan bercampur dengan air dan mesin dalam keadaan stabil dan tidak bermasalah.

10. Sistem pelumasan baik dan tidak kotor

Periksa oli lewat deep stick oli, jika masih penuh dan tidak kotor, berarti mesin masih dalam keadaan baik. Ganti oli secara rutin agar performa mesin tetap terjaga.

11. Timing belt tersambung

Pastikan timing belt tersambung dengan baik. Kalau terputus, mesin akan bermasalah dan bisa terjadi tabrakan antarklep dan juga piston.

12. AC terasa dingin

Jika kondisi AC masih dalam keadaan normal atau dingin, bisa dipastikan mesin juga masih dalam keadaan yang normal. 

13. Air radiator tidak muncrat saat mesin dinyalakan

​​Kamu bisa mencoba buka tutup air radiator sebelum menyalakan mesin. Kalau nggak ada air yang muncrat besar, itu berarti waterpump dalam keadaan normal.

14. Tenaga mesin maksimal

Hal ini berhubungan dengan kompresi ya. Kalau kompresi mesin dalam keadaan bocor, tenaga dari mesin yang akan dikeluarkan sangat kecil atau lemah.

15. Temperatur mesin normal

Mesin yang overheat atau di atas suhu normal menggambarkan mesin yang rusak dan bisa berakibat fatal untuk pengendara.

16. Putaran mesin berubah saat kabel busi dicabut

Kamu bisa mencoba menghidupkan mesin mobil lalu cabut kabel businya satu persatu. Jika ada perubahan pada putaran mesin, mesin mobilmu masih baik. 

17. Tidak ada knocking di mesin turbocharger

Tidak adanya knocking pada mesin turbocharger juga menunjukkan mesin dalam keadaan prima.

Tekanan tinggi pada ruang pembakaran mesin bisa membuat piston mengalami kerusakan dan mesin menimbulkan gejala knocking.

18. Mesin tidak mengeluarkan bau

Pelumas berfungsi tidak hanya untuk membantu kelancaran pergerakan dari komponen, tapi juga menjaga kestabilan suhu pada komponen mesin sehingga mesin tidak akan mengeluarkan bau seperti saat overheat.

Tanda injeksi mobil rusak

Cara Meningkatkan Performa Mesin Mobil Injeksi

Walau bukan termasuk komponen yang mudah rusak, tapi kerusakan pada injektor bisa saja terjadi.

Kalau injeksi mobil rusak, fungsinya sebagai pengelola penggunaan bahan bakar pun tidak berjalan berjalan dengan baik dan mobil bisa mengalami mati mesin. 

Ada beberapa gejala umum jika injeksi bahan bakar mobil kamu buruk atau rusak, seperti:

1. Mesin macet

Injeksi mobil yang kotor atau rusak bisa menyebabkan mesin kendaraan kamu macet. Hal ini dikarenakan injeksi bahan bakar gagal mencampur keseimbangan antara bahan bakar dan udara yang memasuki mesin.

Salah satu tandanya adalah kendaraan kamu tergagap dan terguncang ketika berhenti atau terjebak saat macet. Kondisi ini juga bisa disusul dengan penurunan tiba-tiba RPM dan kebisingan mesin yang terasa seperti kehabisan bensin.

2. Boros bahan bakar

Injeksi bahan bakar dengan kinerja baik akan membantu kendaraan kamu memaksimalkan bahan bakar.

Kalau injeksi bermasalah, kamu bisa lebih sering mengisi bahan bakar karena daya yang dibutuhkan untuk menyalakan mesin lebih besar. 

3. Jarum RPM terus bergerak

Saat mengemudi kamu pasti sesekali mengamati dashboard. Umumnya jarum gas akan bergerak dari “F” ke “E.” Saat Anda ber akselerasi, speedometer bergerak dari “0” ke “60.”

Nah, kalau mesin injeksi bahan bakar mu kotor, jarum pada tachometer (pengukur yang menampilkan RPM kendaraan) bisa bergerak tanpa terduga, lho. 

4. Mesin mati atau tidak menyala

Mesin mati karena injeksi mobil rusak umumnya jarang terjadi. Namun, dalam beberapa kasus, masalah injeksi bahan bakar dapat menyebabkan kegagalan mesin sehingga mesin tidak mau menyala.

Kehabisan bensin juga dapat menyebabkan masalah injeksi bahan bakar. Jadi jangan membiarkan mobil berjalan dengan bahan bakar tipis.

5. Asap knalpot pekat

Ketika injeksi mengalami kerusakan, maka suplai bahan bakar terus berlangsung menyebabkan campuran udara dan bahan bakar terus terjadi.

Akibatnya ada over pembakaran, yang menghasilkan asap hitam pekat disertai bau bensin keluar dari knalpot. Sebaiknya segera bawa mobilmu ke bengkel, ya.

Tips menghemat biaya servis mobil

Kerusakan mobil yang disebabkan injeksi bermasalah bisa lumayan menguras kantongmu, ya. Sebelum itu terjadi, sebenarnya kamu bisa melakukan beberapa hal sederhana dan hemat sebagai upaya pencegahan.

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan antara lain:

1. Bersihkan filter bensin dan udara

Coba secara rutin cek dan bersihkan bagian filter bensin dan udara untuk mengurangi tingkat kerusakan yang lebih parah.

2. Cek aki

Karena performa injeksi terkait dengan pasokan listrik, kamu juga harus rutin nih cek kondisi aki mobil untuk memastikan suplai tegangan ECU dan sensor tetap stabil.

3. Bersihkan sensor

Sensor-sensor dalam mesin mobil injeksi juga berperan besar, jadi jangan lupa juga untuk dibersihkan secara berkala.

4. Lakukan servis berkala

Melakukan servis berkala secara rutin sesuai rekomendasi pabrik pasti akan membuatmu lebih hemat, lho. Coba bayangkan kalau kamu malas servis berkala, yang ada mobil mu bisa overhaul atau turun mesin nantinya.

Mulai servis berkala dari 1.000 km hingga 100.000 km dan setiap kelipatan 10.000 km, coba ikuti semua secara patuh dan tepat waktu, ya.

5. Servis di bengkel resmi atau terpercaya

Ingat, jangan sembarangan memilih bengkel, pilih yang benar-benar terpercaya dengan mekanik yang benar-benar paham luar dalam mobil. Untuk poin ini sangat direkomendasikan servis dilakukan di bengkel resmi.

6. Gunakan suku cadang asli

Banyak suku cadang kendaraan dijual dipasaran, tapi nggak semuanya suku cadang asli (genuine part). Gunakan selalu suku cadang asli.

Meski harganya dominan lebih tinggi dari yang tiruan, kualitasnya akan lebih terjamin agar usia pakai lebih awet.

7. Manfaatkan promo servis

Nggak perlu malu, ya. Memanfaatkan promo servis yang dibuat oleh dealer termasuk solusi penting untuk menghemat biaya servis. Karena banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan.

8. Manfaatkan promo pembelian mobil

Ada juga nih promo yang biasa disertakan dalam penjualan unit baru. Meskipun hanya biaya jasa yang digratiskan, itu cukup mengurangi pengeluaranmu lho.

Apalagi jika ada promo bebas part pengganti seperti oli mesin dan pelumas yang lain. 

FAQ

Apa perbedaan tune up dan servis berkala?

Servis berkala adalah kegiatan servis yang dilakukan untuk kendaraan dengan jadwal tertentu. Sementara tune up mobil adalah penyetelan ulang, pengecekan dan pembersihan semua komponen mobil.

Apa itu kompresi?

Kompresi merupakan indikator yang menunjukkan jumlah tekanan yang ada di dalam silinder mesin kendaraan. 

Perlukah mobil menggunakan volt stabilizer?

Kamu perlu memasang volt stabilizer jika ada masalah pada sistem kelistrikan di mobilmu. Fungsi volt stabilizer antara lain:

  • Membuat aliran listrik pada internal mobil menjadi stabil.
  • Memudahkan kamu melakukan starter untuk menghidupkan mobil.
  • Nyala lampu mobil bisa lebih terang.
  • Kinerja AC mobil menjadi maksimal.
  • Membuat usia pakai aki mobil lebih awet.