Mesin Mobil Cepat Panas – Penyebab dan Cara Mengatasinya

Perawatan berkala atau servis rutin menjadi prosedur standar yang wajib kamu lakukan sebagai pemilik mobil. Kalau kamu malas dan lalai, jangan heran jika terjadi mesin mobil cepat panas.

Apalagi mobil yang kamu gunakan merupakan andalan untuk menjalani kegiatan setiap hari. Seiring dengan pemakaiannya, pasti ada saja beberapa komponen yang mengalami perubahan, rusak, atau fungsinya berkurang. 

Nah, salah satu indikator penurunan fungsi dan kinerja mobil adalah mesin mobil yang cepat panas. Kalau mobilmu seperti ini, usahakan segera dicek dan cari tahu penyebab serta cara mengatasinya.

Untuk tahu lebih lanjut, simak yuk ulasannya berikut ini!

Penyebab mesin mobil cepat panas

Mesin Mobil Cepat Panas – Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mesin mobil memang akan mengalami kenaikan suhu atau panas ketika digunakan. Namun, jika kenaikan suhu tersebut terjadi sangat cepat atau overheat, itu berarti ada yang salah dengan komponen mesinnya.

Hal ini nggak cuma terjadi pada mobil tua atau lama, tapi bisa juga pada mobil baru karena kelalaian pemakaian.

Dampak terburuk dari overheat adalah mesin mobil bisa saja tiba-tiba mati. Kalau sudah begini, yang ada kamu malah tambah repot karena harus pergi ke bengkel dan melakukan pengecekan serta perbaikan.

Ada beberapa penyebab utama kenapa mesin mobil cepat panas nih, yaitu:

1. Radiator rusak

Komponen radiator adalah bagian yang paling umum dapat menyebabkan mesin mobil cepat panas.

Radiator berfungsi untuk menjaga agar suhu mobil tetap stabil. Kalau radiator mengalami masalah, itu berarti mesin mobil juga turut bermasalah. 

Untuk komponen radiator saja, ada beberapa penyebabnya yang menjadikan mesin cepat panas, seperti:

Sirkulasi air dalam radiator bermasalah

Radiator harus memiliki sirkulasi yang lancar. Kalau terhambat, akan mengganggu jalannya air radiator.

Hal ini akan menyebabkan radiator tidak bisa bekerja untuk mendinginkan mesin mobil ketika dikendarai. Jadi, mesin langsung panas bahkan hingga overheat.

Salah menggunakan cairan radiator

Air untuk radiator sebenarnya tidak boleh menggunakan air biasa karena bisa mengandung kotoran apalagi logam serta mineral.

Elemen kotoran tersebut dapat menimbulkan endapan sehingga menyumbat saluran radiator. Sebisa mungkin gunakan cairan yang mengandung coolant agar radiator bisa bekerja dengan baik.

Kebocoran selang radiator

Kebocoran selang dapat membuat air radiator cepat habis sehingga coolant tidak bekerja untuk mendinginkan mesin mobil.

Selang yang rusak bisa disebabkan karena penempatan yang kurang pas, bagian sambungan yang tidak kencang, atau masalah lainnya. Kalau selang sudah bocor, ada baiknya segera ganti dengan yang baru ya.

Kerusakan water pump

Komponen water pump dalam radiator berfungsi sebagai pompa air sehingga sirkulasinya berjalan baik. Kondisi water pump yang rusak umumnya karena terdapat karat atau pengunci yang mulai rusak.

Seperti kebocoran selang, waterpump yang rusak harus diganti dengan yang baru. Namun, kalau kerusakan hanya pada seal-nya, kamu hanya perlu mengganti seal-nya.

Kipas radiator mati

Nama lainnya adalah Visco Fan. Komponen ini ada di belakang radiator di sebelah kipas putaran mesin. Fungsi utamanya adalah untuk membuang udara panas yang keluar dari mesin. 

Kerusakan kipas radiator bisa disebabkan karena kipas belt yang putus atau bagian karet yang sudah keras terkena karat.

Panas pada mesin mobil pun tidak akan terbuang dan air yang mengalir tidak bekerja sebagai coolant dengan baik. 

Kerusakan karet tutup radiator

Umumnya semua komponen dalam mobil selalu dilengkapi dengan tutup yang terbuat dari karet. Tujuan dari tutup ini adalah untuk membuat tekanan air dalam sistem tetap aman. 

Kalau karet tutup radiator rusak, air dalam radiator akan keluar. Hal ini sama seperti rusaknya selang radiator. Untuk mencegah hal tersebut, kamu bisa mengganti tutup yang sudah getas dengan yang baru.

2. Oli tidak sesuai standar

Fungsi utama oli adalah sebagai pelumas komponen dalam mesin agar bisa bergesekan dengan mudah. Selain itu, oli mesin juga berperan sebagai pendingin agar ketika terjadi gesekan kuat antarmesin yang menyebabkan overheat bisa dihindari.

Selain komponen radiator yang rusak, penyebab mesin mobil cepat panas juga bisa dikarenakan jumlah oli mesin berkurang karena pemakaian.

Pengurangan jumlah oli mesin ini terjadi karena adanya proses penguapan akibat dari bersinggungan langsung dengan ruang pembakaran. 

Selain berkurangnya jumlah oli, kualitas oli pun juga sangat mempengaruhi kinerja mesin. Jangan menggunakan oli dengan kualitas buruk hanya karena harganya yang murah.

Carilah oli mesin dengan kualitas bagus dan terjamin. Gunakan oli sesuai dengan rekomendasi pabrikan mobil yang sudah sesuai dengan spesifikasi.

Jangan lupa juga untuk mengganti oli secara teratur saat kamu melakukan pengecekan atau servis berkala. Hal ini juga bisa menjadi pencegahan agar tidak terjadi kerusakan pada komponen mobil lainnya.

3. Thermostat tidak berfungsi

Thermostat adalah alat untuk mengukur suhu dalam mesin mobil. Alat ini berhubungan langsung dengan sistem kerja alat radiator mobil. 

Kalau suhu mesin rendah, thermostat mampu mengatur supaya air berada dalam radiator. Namun, ketika suhu mesin berubah menjadi panas, air radiator akan mengalir dan bekerja sebagai pendingin. 

Ada beberapa ciri dan penyebab thermostat mobil menjadi rusak atau tidak berfungsi, yaitu:

Thermostat terlihat terbuka pada temperatur ruang

Keadaan thermostat normal pasti akan selalu tertutup pada temperatur ruang.

Kalau temperatur berkisar 30 derajat celcius dan sudah terbuka, ini menandakan bahwa sirkulasi air pendingin atau water pump pada thermostat mobil kamu bermasalah.

Thermostat macet

Kalau kondisi temperatur cukup tinggi hingga mencapai suhu 90 derajat celcius, thermostat justru bisa tidak kunjung terbuka atau macet.

Hal ini akan membuat saluran air di dalam radiator tidak bisa bersiklus dan membuat mesin tetap dalam keadaan panas.

Kinerja mesin butuh waktu yang lama

Jika thermostat rusak atau terus-menerus terbuka, bisa membuat mesin lama mencapai temperatur kerjanya.

Bahan bakar jadi lebih boros

Hal ini karena suhu mesin yang terus dalam keadaan rendah menyebabkan konsumsi bahan bakarnya menjadi lebih banyak. 

4. Kipas pendingin bermasalah

Ketika mesin mobil kamu cepat panas, coba periksa kipas pendingin pada mobil. Hal ini karena kipas pendingin berfungsi untuk menyedot udara dingin dari luar.

Kalau kipas ini rusak, udara luar yang dingin tidak bisa memasuki mesin mobil sehingga mesin akan lebih mudah panas.

Hal yang menyebabkan kipas pendingin tidak berfungsi normal adalah dinamo yang menggerakan kipas dan pemasangan kipas yang terbalik sehingga membuatnya menyedot udara panas.

Cara mengatasi mesin mobil cepat panas

Mesin Mobil Cepat Panas – Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jika kamu mengalami mesin mobil panas atau overheat, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan nih, seperti:

1. Berhenti dan matikan mesin mobil di pinggir jalan

Ketika terjadi overheat pada mesin mobil, segera berhenti dan bawa ke pinggir jalan. Lalu, segera matikan mesin mobil agar mobil kamu tidak mengalami kerusakan yang lebih parah. Kemudian cek jarum temperatur.

2. Buka kap mesin 

Jangan biarkan panas terperangkap di ruang mesin. Cari tuas kecil pembuka kap mesin lalu angkat. Lakukan dengan hati-hati karena terkadang tuas berada di dekat radiator sehingga ada risiko kamu tersengat panas radiator.

3. Jangan buka tutup radiator jika mesin masih panas

Jika kamu membuka tutup radiator pada saat mesin mobil masih panas, hal ini bisa mengakibatkan luka bakar serius jika terkena kamu.

4. Cek tabung cadangan air radiator dan isi jika perlu

Setiap mobil memiliki cadangan air radiator yang terhubung ke bagian atas radiator. Ini akan membantu kamu untuk melihat, apakah air radiator kurang ataupun tidak.

Cek indikator ketinggian air. Kalau air kurang, bisa berbahaya untuk mesin. 

Kamu bisa menambahkan cairan pendingin sampai posisi garis atas. Kamu juga bisa mengisi air di tabung meskipun mesin panas atau bisa juga menunggu kondisi mesin dingin.

Jika mobil kamu hanya memiliki radiator tanpa tabung cadangan, kamu harus menunggunya hingga dingin sebelum membukanya.

5. Cek kebocoran pada sistem pendinginan

Jika radiator atau kepala silinder rusak, mungkin terjadi kebocoran dalam sistem pendingin. Untuk kamu yang mengerti mesin, periksalah kebocoran pada komponen radiator, blok mesin, atau kepala silinder di dekat gasket.

Namun, kalau kamu nggak paham, kamu bisa bawa mobil ke bengkel terdekat dan minta montir melakukan tes tekanan sistem pendingin. Pemeriksaan ini mudah dan mungkin bisa dilakukan dengan gratis.

6. Ambil keputusan

Jika radiator hanya kekurangan cairan, kamu mungkin bisa mengisinya sendiri. Namun, jika kamu rasa overheating terlalu parah, kamu bisa lakukan beberapa cara berikut ini.

  • Jika air terlihat habis sama sekali, jangan jalankan mobil.
  • Jika bantuan mudah didapat, kamu bisa minta mobil derek daripada harus mengendarainya.
  • Jika tidak ada bantuan atau kondisi tidak aman, lebih baik kamu teruskan mengemudi demi keselamatan. 

Kamu juga bisa melakukan beberapa tips sederhana berikut ini saat mengendarai mobilmu yang mengalami kondisi overheat.

  • Matikan AC.
  • Nyalakan heater untuk mengurangi panas mesin.
  • Periksa petunjuk temperatur, menepi, dan matikan mesin jika perlu.
  • Matikan mesin, tapi segera putar kunci kembali ke “On” agar kipas radiator tetap berputar untuk mendinginkan air radiator.
  • Jalankan mobilmu dengan stabil.
  • Jangan jalankan mobil bila kondisi jalan macet lebih baik menunggu hingga kemacetan berkurang.

FAQ

Apa penyebab suhu mesin terlalu tinggi?

Suhu mesin yang tinggi atau overheat dapat disebabkan radiator rusak, kualitas oli buruk atau tidak sesuai standar, thermostat rusak atau tidak berfungsi, dan kipas pendingin bermasalah.

Apa yang harus dilakukan ketika mesin mobil panas?

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan saat mesin mobil panas, yaitu:

  • Berhenti dan matikan mesin mobil di pinggir jalan.
  • Buka kap mesin.
  • Hindari buka tutup radiator jika mesin masih panas.
  • Cek tabung cadangan air radiator dan isi jika perlu.
  • Cek kebocoran pada sistem pendinginan.
  • Matikan AC.
  • Nyalakan heater untuk mengurangi panas mesin.
  • Periksa petunjuk temperatur, menepi, dan matikan mesin jika perlu.
  • Matikan mesin, namun segera putar kunci kembali ke On agar kipas radiator tetap berputar untuk mendinginkan air radiator.

Mengapa mesin mobil cepat panas kalau pakai AC?

Sebab freon AC rentan terhadap kebocoran dan akan memicu kompresor terus bekerja tanpa henti. Hal inilah yang membuat suhu pada ruang mesin mobil cepat panas.