Minyak Rem – Fungsi, Harga, dan Bedanya DOT 3 dengan DOT 4

Dalam mengendarai kendaraan bermotor, salah satu sistem keamanan yang penting adalah pengereman. Kalau sistem pengereman kacau, bisa-bisa akan membahayakan kamu nantinya.

Cara kerja rem adalah adanya tekanan yang disalurkan ke pipa minyak rem saat pengemudi menginjak pedal rem. Minyak akan menekan kaliper rem sehingga menghentikan pergerakan roda kendaraan.

Walaupun kelihatan sepele, ternyata minyak rem mempunyai peranan yang penting ya. Terus gimana kalau seandainya minyak berkurang atau habis?

Kamu bisa mengetahui kondisinya dari lampu indikator rem menyala atau pedal rem akan terasa blong.

Nah, untuk tahu lebih banyak fungsi, jenis, dan kapan waktu yang tepat untuk mengganti minyak rem, simak ulasannya berikut ini!

Fungsi minyak rem

Minyak Rem – Fungsi, Harga, dan Bedanya DOT 3 dengan DOT 4

Rem pada kendaraan bermotor berfungsi untuk menghentikan laju kendaraan, tapi kerja rem tidak akan maksimal kalau nggak didukung minyak.

Walaupun tidak setenar komponen lain, minyak tetap memiliki peranan penting dalam mengontrol kecepatan kendaraan.

Sebagai bagian dari sistem rem, minyak rem berfungsi untuk melumasi komponen logam, yaitu cakram dan kampas.

Cara kerjanya adalah cakram dan kampas akan saling bergesekan untuk mengurangi atau menghentikan kecepatan mobil.

Adanya gaya gesek akan menghasilkan panas sekaligus juga dapat mempercepat kedua komponen tadi aus.

Dengan adanya minyak, jadi gesekan dua logam tadi akan lebih tahan terhadap panas dan tidak kering. 

Selain itu, minyak juga memiliki sifat layaknya fluida sehingga dapat berperan sebagai penyalur tenaga hidrolik ke bagian-bagian sistem rem di roda-roda, seperti silinder roda atau kaliper.

Umumnya minyak rem mengandung Poly Glycol, Glycol Ether, dan Additive. Poly Glycol adalah cairan dengan tingkat kekentalan yang tinggi dan berfungsi sebagai pelumas serta mengurangi pengaruh terhadap karet.

Kemudian Glycol Ether akan mengontrol kekentalan, titik didih, dan kestabilan karet. Sementara Additive bertugas untuk mencegah korosi dan oksidasi.

Jadi, minyak rem bukan sembarang minyak ya. Sebab kandungannya pun memiliki peranan tertentu yang bermanfaat untuk komponen mobilmu.

Perbedaan minyak rem untuk motor dan mobil

Banyak yang penasaran dan mungkin tertarik untuk mencobanya. Apakah minyak rem pada motor bisa digunakan untuk mobil dan sebaliknya?

Apa ada pengaruh nantinya terhadap komponen motor atau mobil yang digunakan? Kalau nggak boleh, memang apa saja sih bedanya?

Walaupun sama-sama memiliki rem cakram pada sistem pengereman, kekuatan, dimensi, dan spesifikasi rem cakram untuk mobil dan motor sangat mungkin bisa berbeda.

Begitu pula dengan penggunaan minyaknya. Kamu perlu ingat bahwa nggak semua jenis minyak cocok untuk digunakan pada berbagai jenis kendaraan.

Hal ini karena minyak juga memiliki spesifikasinya tersendiri. 

Untuk mengetahui minyak mana yang tepat untuk jenis kendaraan, kamu bisa melihat perbedaan spesifikasinya dari kemasan minyak berupa kode DOT atau Departement of Transportation.

Kode ini biasanya dilengkapi dengan satu angka, seperti DOT 3, DOT 4, dan DOT 5. 

DOT merupakan kode yang berarti titik didih minyak saat sistem pengereman bekerja. Kalau angka DOT semakin tinggi, semakin tinggi pula titik didihnya. 

Titik didih juga ada dua jenis, yaitu titik didih kering dan titik didih basah.

Titik didih kering adalah titik didih minyak sewaktu masih baru. Sementara titik didih basah adalah titik didih minyak pada saat kandungan air mencapai 3,7%. 

Beberapa varian tingkat titik didih minyak, yaitu:

  • DOT 3 titik didih kering 205 derajat celcius dan titik didih basah 140 derajat celcius.
  • DOT 4 titik didih kering 230 derajat celcius dan titik didih basah 155 derajat celcius.
  • DOT 5 titik didih kering 260 derajat celcius dan titik didih basah 190 derajat celcius.
  • DOT 5.1 titik didih kering 270 derajat celcius dan titik didih basah 180 derajat celcius.

Jadi, apakah minyak rem mobil bisa digunakan untuk motor atau sebaliknya? Jawabannya adalah bisa saja asalkan spesifikasi minyak tersebut sesuai dengan rekomendasi pabrik dan kebutuhan kendaraan itu sendiri. 

Misalnya, motor direkomendasikan pakai minyak DOT 3. Penggunaan minyak rem mobil dengan spesifikasi serupa masih aman digunakan.

Namun, jika spesifikasinya tidak sesuai rekomendasi pabrik, ada baiknya jangan asal pakai ya.

Tipe minyak rem berdasarkan bahan dasarnya

Minyak Rem – Fungsi, Harga, dan Bedanya DOT 3 dengan DOT 4

Minyak rem dibagi menjadi dua jenis menurut bahan dasarnya, yaitu bahan glycol dan bahan silikon. Kedua bahan dasar ini sangat berpengaruh terhadap kualitasnya ya.

Minyak dengan bahan glycol merupakan jenis yang paling banyak digunakan dengan sifatnya higroskopis yang sangat menyerap air.

Usia pakai jenis ini kurang lebih satu tahun, paling lama dua tahun, tapi harus diganti meskipun kendaraan jarang dipakai. Jenis ini memiliki varian DOT 3, DOT 4, dan DOT 5.1. 

Ada juga varian DOT 5 dengan bahan dasar silikon yang digunakan untuk kebutuhan khusus seperti kendaraan militer atau kompetisi.

Sifatnya hidrofobik atau tidak akan bercampur dengan air dan dinilai bisa bertahan lama. Jenis DOT 5 ini juga dapat digunakan pada lingkungan yang lembab dan sesuai dengan semua jenis karet rem.

Berikut ini adalah beberapa tipe minyak beserta kelebihan dan kekurangannya.

1. DOT 3

Minyak tipe DOT 3 mengandung polyglycol ether yang higroskopis atau menyerap air. Jika tercampur dengan air, minyak tersebut tetap berwujud sama. 

Kelebihan minyak ini adalah mudah sekali menyerap air dan sangat mudah juga untuk didapatkan. Sementara beberapa kekurangannya adalah dapat merusak karet alami, merusak cat, dan cepat menimbulkan karat

2. DOT 4

Jenis cairan rem DOT 4 ini sangat sering digunakan untuk tipe kendaraan model lama. Kalau kamu memiliki dan hobi kendaraan jadul, minyak ini sepertinya cocok untukmu.

Kelebihannya antara lain mudah diperoleh dan titik didihnya lebih tinggi dari DOT 3 (pas untuk digunakan pada mobil yang mempunyai sistem rem bersuhu tinggi).

Beberapa kekurangannya meliputi:

  • Tidak mudah menyerap air seperti DOT 3.
  • Dapat merusak cat.
  • Harga lebih mahal dari DOT 3.
  • Cepat menimbulkan korosi pada sistem rem.

3. DOT 5

DOT 5 adalah jenis minyak yang berbahan dasar silikon. Biasanya DOT 5 sering digunakan pada kendaraan militer.

Keunggulan dari minyak ini, yaitu:

  • tidak menyerap air (hidrofobik).
  • mengurangi kemungkinan penyebab korosi sehingga lebih stabil pada sistem rem bersuhu tinggi,
  • tidak merusak cat,
  • cocok digunakan pada kondisi lembab, dan
  • sesuai dengan semua jenis karet rem.

Kekurangannya adalah:

  • daya pelumas kurang baik,
  • diperlukan tenaga lebih besar ketika ingin mengerem,
  • tidak cocok untuk mobil yang dilengkapi ABS, dan
  • tidak mudah didapat (tidak dijual di toko biasa).

Apakah DOT 5 bisa diaplikasikan seperti DOT 4 atau DOT 3? Belum tentu. Kamu perlu membuat ulang sistem hidrolik pada kendaraan untuk menggunakan DOT 5.

Jangan lupa juga bahwa DOT 5 ini tidak menyerap air sehingga kelembapan pada sistem hidrolik akan mengumpul pada satu bagian. Oleh karena itu, korosi minyak akan menggumpal pada satu titik bagian saja. 

4. DOT 5.1

Meskipun cairan rem DOT 5.1 adalah inovasi lanjutan dari DOT 5, minyak DOT 5.1 ini berbahan dasar glycol lho, bukan silikon seperti DOT 5.

Secara kualitas, minyak DOT 5.1 ini dapat dikatakan satu tingkat lebih tinggi dari DOT 4. Hal ini karena cairan rem DOT 5.1 punya titik didih yang lebih tinggi dalam keadaan basah maupun kering.

Keunggulan minyak ini adalah kompatibel dengan berbagai formulasi karet rem sehingga sering digunakan pada kendaraan masa kini.

Kapan waktu yang tepat untuk ganti minyak rem?

Agar sistem pengereman mobil dapat bekerja secara optimal, perlu dilakukan perawatan secara berkala untuk menghindari merembetnya kerusakan komponen lain.

Secara umum, penggantian minyak dapat dilakukan pada interval 2 tahun atau pada 40.000 km pemakaian. Namun, hal ini juga tergantung minyak yang dipakai ya.

Minyak dengan kualitas bagus mungkin masih dapat bertahan hingga 2 tahun pemakaian tanpa masalah.

Namun, kalau kamu menggunakan minyak dengan kualitas kurang bagus dan murahan, mungkin setahun saja sudah “ngempos” atau wajib diganti.

Kenapa 2 tahun? Sebab kalau lebih dari dua tahun, kandungan air pada minyak akan semakin banyak. Dalam kurun waktu dua tahun saja, sudah sekitar dua hingga tiga persen ada kandungan air di dalamnya.

Semakin banyak air, titik didihnya pun juga akan semakin menurun.

Risiko jarang mengganti minyak rem

Pengecekan secara berkala ataupun penggantian terhadap komponen dan minyak rem mobil penting untuk dilakukan agar kendaraan tetap dapat berjalan dengan stabil.

Walaupun kendaraan merupakan benda mati, usia pakai yang lama dan awet akan tergantung dari bagaimana cara kamu merawatnya.

Kalau kamu tipikal pemilik mobil yang malas untuk melakukan pengecekan dan perawatan rutin, siap-siap saja akan dampak negatif yang bisa memperburuk performa kendaraan saat dikemudikan.

Beberapa risiko yang bisa diakibatkan kalau kamu jarang mengganti minyak, yaitu:

  • rem menjadi kurang maksimal saat digunakan,
  • laju kendaraan tidak terkontrol,
  • muncul gelembung putih yang menyebabkan titik didih menjadi berkurang hingga tidak bisa digunakan secara maksimal,
  • potensi terjadinya bahaya atau kecelakaan ketika kendaraan sedang dioperasikan.

FAQ

Harga minyak rem berapa?

Harga minyak rem mobil termurah mulai Rp10.000 hingga yang termahal Rp675.000. Sementara harga minyak rem motor termurah mulai Rp8.000 hingga yang termahal Rp267.000

Apa minyak rem yang bagus?

Beberapa rekomendasi merk minyak yang memiliki kualitas bagus, yaitu:

  • Mobile Brake Fluid DOT 5 500ml.
  • Wurth Brake Fluid DOT 4 250ml.
  • Total minyak DOT 4 500ml.
  • Fuso DOT 3 Brake Fluid Neutral minyak Bening Netral 946 ml.
  • Prestone DOT 3 Brake Fluid Neutral minyak 1 L.
  • Seiken Brake Fluid Neutral DOT 3 Merah 1 L.
  • STP DOT 3 Brake Fluid minyak Neutral Bening 1 L.
  • Amsoil Brake Fluid DOT 3 & 4 355 ml.
  • Redex Brake Fluid DOT 3 48 x 50 ml.
  • Lucas Brake Fluid Synthetic DOT 4.

Bagaimana cara mengetahui minyak rem yang bagus?

Setiap mobil memiliki spesifikasi minyak yang berbeda-beda. Kamu bisa mengetahui minyak terbaik untuk mobil kamu berdasarkan buku manual.

Ada yang menyarankan minyak DOT 3, tapi ada juga yang merekomendasikan DOT 4. Semakin tinggi angka DOT, semakin tinggi pula kemampuannya dalam menghadapi suhu kerja ekstrem.

Di mana letak minyak rem mobil?

Buka kap mesin dan temukan wadah minyak. Wadah ini biasanya berbentuk kecil, berwarna pucat (dengan tutup berwarna gelap) dan terletak di dekat ujung atas bagian pengemudi pada ruang mesin.

Wadah minyak tersambung dengan master rem silinder. Dari bagian depan, bagian ini terlihat seperti kotak kecil dari logam atau selang di dekat bagian belakang mesin.