Obligasi Pemerintah – Jenis, Keuntungan, dan Risiko 

Obligasi pemerintah bisa jadi pilihan lain bagi kamu yang ingin berinvestasi dengan aman. Di Indonesia, ada tiga jenis investasi bentuk obligasi, antara lain obligasi pemerintah, obligasi korporasi dan obligasi ritel. 

Obligasi atau surat utang yang diterbitkan pemerintah, perusahaan atau kelompok dengan imbalan bunga dan melunasi pokok hutang dari periode waktu yang telah ditentukan.

Sederhananya, kamu meminjamkan uang pada pemerintah, kelompok atau perusahaan. Nah, dalam periode tertentu kamu akan mendapatkan keuntungan berupa bunga secara reguler atau di akhir masa jatuh tempo, uang yang dipinjamkan tadi akan kembali alias balik modal.

Meski penggambarannya mudah, tapi bila melihat kenyataannya langsung investasi obligasi terbilang rumit. 

Salah satu jenis obligasi yang akan kita bahas adalah obligasi pemerintah. Lalu, apa yang dimaksud dengan obligasi pemerintah? Berikut penjelasannya. 

Apa itu obligasi pemerintah?

Obligasi Pemerintah – Jenis, Keuntungan, dan Risiko 

Menurut Investopedia, obligasi pemerintah adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah guna mendukung pengeluaran dan kewajiban pemerintah. 

Dalam memberikan bunga atau kupon, obligasi pemerintah umumnya membayar secara berkala. Umumnya masyarakat menganggap obligasi pemerintah atau goverment bond merupakan investasi dengan risiko rendah karena dijamin oleh pemerintah. Karena dikenal dengan risiko yang rendah, otomatis berpengaruh juga pada tingkatan suku bunga yang juga rendah. 

Umumnya, goverment bond memiliki jangka waktu mulai dari 1-10 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, kamu akan mendapat keuntungan dari negara berupa imbal hasil dan pengembalian dana investasi pokok. 

Obligasi pemerintah dikenal juga dengan sebutan surat utang negara.

Jenis obligasi pemerintah

Menurut jenisnya, ada empat jenis obligasi pemerintah yaitu : 

  • Obligasi Ritel Indonesia (ORI)
  • Sukuk Ritel (SuKri) 
  • Saving Bond Ritel (SBR) 
  • Sukuk Negara Tabungan (SNT)

Berikut pengertiannya: 

Obligasi Ritel Indonesia (ORI)

Mengutip dari laman Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pengertian obligasi ritel Indonesia (ORI0 adalah salah satu instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang ditawarkan kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui Mitra Distribusi di Pasar Perdana.

ORI merupakan salah satu instrumen investasi yang terbilang aman karena didukung penuh oleh pemerintah Republik Indonesia. Saat ini seri ke-20 yang dikeluarkan pemerintah untuk ORI adalah seri ORI020, dimana penjualannya bisa dilakukan secara online melalui e-SBN. 

Sukuk Ritel (SuKri) 

SuKri adalah surat berharga dengan konsep syariah yang diterbitkan dan diatur penjualannya oleh negara melalui Kemenkeu. Tahun ini ada enam seri SBN Ritel yang dikeluarkan oleh pemerintah, salah satunya SuKri seri SR015. 

Bila dibandingkan dengan ORI, perbedaan investasi surat berharga ini hanya terletak pada pengelolaannya saja. SuKri menggunakan konsep syariah sedangkan ORI tidak. Sedangkan selebihnya seperti durasi tenor, kupon, perdagangan di pasar sekunder hingga potensi capital gain, semuanya sama. 

Saving Bond Ritel (SBR) 

Investasi surat berharga negara lainnya adalah SBR yang dikeluarkan oleh pemerintah agar penduduknya bisa ikut berkontribusi dalam pembangunan negara. 

Melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, SBR dikeluarkan. Karena itu, dana investasi untuk membeli produk ini pun sudah diatur pemerintah, sehingga terjamin keamanannya. 

Imbal hasil atau kupon yang didapat sifatnya mengambang, Namun, pembayaran pokok dan imbal hasilnya telah dijamin UU No. 19 Tahun 2008 dan UU tentang APBN. 

Sukuk Negara Tabungan 

Jenis surat berharga negara ini diperuntukkan bagi masyarakat ritel, yang memiliki modal terbatas. Nilai pemesanan surat berharga ini pun sangat terjangkau, mulai dari Rp1 juta (1 unit) degan kelipatan Rp1 juta hingga Rp3 miliar (3.000 unit) per orang selama masa penawaran. 

Bagi masyarakat yang menginginkan investasi dengan prinsip Islami, sukuk bisa jadi pilihan. Selain bebas riba, keuntungan yang ditawarkan pun berbentuk imbal hasil, uang sewa (ujrah) dengan persentase tertentu sesuai prinsip syariah Islam. 

Keuntungan investasi obligasi pemerintah

Setelah memahami jenis obligasi pemerintah yang dikeluarkan negara, kamu perlu tahu juga apa keuntungan berinvestasi di sini. Berinvestasi di goverment bond memiliki kredit yang kecil. Selama negara Indonesia berdiri, maka berinvestasi di obligasi pemerintah sangat aman dan menguntungkan. Jadi, nggak perlu ragu untuk berinvestasi di instrumen ini. 

Selain itu keuntungan lain dari obligasi pemerintah adalah : 

  • Investasinya dijamin pemerintah dengan pengembalian nilai pokok 100 persen setelah jatuh tempo. 
  • Tingkat imbal hasil yang lebih tinggi dibanding deposito meski memiliki tenor yang sama. 
  • Sebagai pemegang kekuasaan, pemerintah bisa menaikkan suku bunga hingga mencetak uang untuk melunasi pembayaran obligasi saat jatuh tempo. 
  • Keamanan pembayaran imbal hasil goverment bond pun terjamin dalam UU No. 24 Tahun 2002 dan UU Nomor 19 Tahun 2008.
  • Imbal hasil dibayar secara berkala selama jangka waktu obligasi. Selain itu obligasi pemerintah memungkinkan investor mendapat selisih harga atau capital gain bila dijual di pasar sekunder. 
  • Obligasi pemerintah dapat dijual kapan pun sebelum jatuh tempo. Saat nilai obligasi naik, kamu akan mendapat tambahan imbal hasil. 

Risiko obligasi pemerintah

Meski memiliki keuntungan yang aman, pembayaran tepat waktu, tapi sebagai investor perlu waspada juga dengan risiko yang mungkin ada. Meski kecil tapi dalam dunia investasi tetap saja itu bernilai risiko. 

Umumnya dalam investasi obligasi ada empat kemungkinan risiko yang perlu diketahui investor, antara lain : 

Risiko likuiditas

Artinya risiko dimana negara tidak mampu memenuhi kewajiban keuangan dalam jangka pendek, karena asetnya tidak bisa diubah menjadi uang tunai. Hal ini biasanya terjadi bila daya beli berkurang dan harga yang terlalu tinggi. 

Risiko ini yang paling mungkin ditemui di semua jenis obligasi, baik itu obligasi pemerintah atau korporasi. 

Risiko maturitas

Risiko ini erat kaitannya dengan waktu jatuh tempo atau tenor. Biasanya semakin lama tenor yang diambil maka berpengaruh pada tingkat risiko yang tinggi juga. Hanya saja, hal tersebut terbayarkan dengan tawaran bunga yang tinggi pula dari penerbit obligasi. 

Untuk mencegah risiko itu terjadi, kamu bisa menyiasatinya dengan mengambil tenor yang lebih pendek. Dibanding obligasi pemerintah, risiko ini paling mungkin ditemui di obligasi korporasi. 

Risiko suku bunga 

Dalam investasi obligasi perlu dipahami dulu cara mainnya dimana harga obligasi berbanding terbalik dengan suku bunga. Bila BI Rate turun, maka sudah pasti harga obligasi cenderung naik. Begitu juga sebaliknya. 

Agar bisa menjadi investasi yang optimal, investor harus bisa melihat peluang atau membaca pergerakan bunga. 

Risiko default 

Goverment bond termasuk kecil memiliki risiko gagal bayar seperti ini. Biasanya risiko ini ditemui di obligasi korporasi. Tapi, tetap investor harus mewaspadai risiko ini mungkin saja terjadi. 

Cara membeli obligasi pemerintah

Obligasi Pemerintah – Jenis, Keuntungan, dan Risiko 

Bila melihat dari keuntungan dan minimnya risiko, investasi obligasi pemerintah menarik minat para investor. 

Apakah kamu tertarik untuk membeli obligasi pemerintah? Saat ini pembelian goverment bond dapat dilakukan dalam dua cara yaitu melalui pasar obligasi primer dan lewat pasar sekunder.

Melalui pasar primer 

Pembelian di pasar primer atau perdana hanya bisa dilakukan saat penjualan perdana dalam waktu yang sudah ditetapkan. Kelebihan membeli obligasi di pasar primer ini adalah kamu bisa mendapat harga terbaik dengan nominal 100 persen harga jual. 

Sederhananya di pasar primer kamu seperti membeli barang di agen, yaitu harga beli sesuai harga modal. Misalnya nih, kamu membayar Rp1 juta maka nilai investasi yang kamu terima juga sebesar Rp1 juta. 

Buat kamu yang tertarik berinvestasi di obligasi pemerintah seperti ORI dan ingin membeli di pasar primer, maka yang harus kamu lakukan adalah sebagai berikut : 

1. Registrasi 

Registrasi bisa dilakukan kapan saja sebelum masa penawaran SBN Ritel dibuka. Calon investor bisa mendaftarkan diri melalui sistem elektronik yang disediakan Mitra Distribusi (Midis). 

Di sini calon investor harus melengkapi data diri, nomor single investor identification (SID), nomor rekening dana dan nomor rekening surat berharga. Bila investor belum mendapat data SIG, rekening dana atau rekening SBN, bisa menghubungi Midis. 

2. Pemesanan 

Setelah registrasi, langkah selanjutnya yang harus dilakukan calon investor adalah membaca ketentuan memorandum informasi. Setelah itu lakukan pemesanan pada saat masa penawaran. 

3. Pembayaran 

Setelah pemesanan terverifikasi, calon investor akan mendapat kode pembayaran melalui email atau sms. Selanjutnya kode pembayaran tersebut digunakan untuk penyetoran dana investasi dalam batas waktu yang ditentukan. 

4. Konfirmasi

Setelah pembayaran, calon investor akan menerima nomor transaksi penerimaan negara dan notifikasi complete order. Juga akan menerima alokasi obligasi pemerintah, dalam hal ini ORI, pada tanggal penerbitan. Setelah itu investor dapat meminta bukti konfirmasi kepemilikan ORI kepada Midis. 

Dalam pembelian ORI, Kemenkeu telah menunjuk 26 Midis yang melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui layanan online. Berikut daftarnya : 

  • PT Bank Central Asia Tbk
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
  • PT Bank Permata Tbk
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  • PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
  • PT Bank Maybank Indonesia Tbk
  • PT Bank CIMB Niaga Tbk
  • PT Bank OCBC NISP Tbk
  • PT Bank Panin Tbk
  • PT Bank Danamon Indonesia, Tbk
  • PT Bank HSBC Indonesia
  • PT Bank UOB Indonesia
  • PT Bank Commonwealth
  • PT Bank DBS Indonesia
  • PT Bank Victoria International, Tbk

Melalui Pasar sekunder  

Lain hal bila membeli di pasar sekunder, dimana harganya sangat variatif tergantung kekuatan pasar. Misalnya nilai di pasar primer Rp1 juta, maka di pasar sekunder bisa saja nilai obligasi tersebut menjadi Rp1,050 juta. 

Untuk dapat membeli obligasi pemerintah di pasar sekunder, berikut caranya : 

  • Pembelian ORI yang dilakukan dengan mekanisme bursa harus melalui Perusahaan Efek.
  • Pembelian ORI yang dilakukan dengan mekanisme non bursa (over-the-counter) dapat melalui Perusahaan Efek atau Bank Umum.

Melalui Perusahaan Efek dan Perusahaan Efek Khusus (APERD Financial Technology)

  • PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
  • PT BRI Danareksa Sekuritas
  • PT Bahana Sekuritas
  • PT Mandiri Sekuritas
  • PT Bareksa Portal Investasi
  • PT Star Mercato Capitale (Tanam Duit)
  • PT Nusantara Sejahtera Investama (Invisee)

Melalui Perusahaan Financial Technology (Peer-to-Peer Lending)

  • PT Investree Radhika Jaya (Investree)
  • PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku)
  • PT Lunaria Annua Teknologi (Koinworks)

Nah, itulah informasi seputar obligasi pemerintah yang bisa disampaikan. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

FAQ seputar obligasi pemerintah

Apa keuntungan obligasi pemerintah?

Keuntungan lain dari obligasi ini adalah: 

  • Investasinya dijamin pemerintah dengan pengembalian nilai pokok 100 persen setelah jatuh tempo. 
  • Tingkat imbal hasil yang lebih tinggi dibanding deposito meski memiliki tenor yang sama. 
  • Sebagai pemegang kekuasaan, pemerintah bisa menaikkan suku bunga hingga mencetak uang untuk melunasi pembayaran obligasi saat jatuh tempo. 
  • Keamanan pembayaran imbal hasil obligasi pemerintah pun terjamin dalam UU No. 24 Tahun 2002 dan UU Nomor 19 Tahun 2008.
  • Imbal hasil dibayar secara berkala selama jangka waktu obligasi. Selain itu obligasi satu ini memungkinkan investor mendapat selisih harga atau capital gain bila dijual di pasar sekunder. 
  • Surat utang dari pemerintah ini dapat dijual kapan pun sebelum jatuh tempo. Saat nilai obligasi naik, kamu akan mendapat tambahan imbal hasil. 

Apa saja jenis obligasi pemerintah?

Menurut jenisnya, ada empat jenis obligasi pemerintah yaitu : 

  1. Obligasi Ritel Indonesia (ORI)
  2. Sukuk Ritel (SuKri) 
  3. Saving Bond Ritel (SBR) 
  4. Sukuk Negara Tabungan (SNT)

Siapa yang menjamin obligasi pemerintah? 

Dalam memberikan bunga atau kupon, obligasi ini umumnya membayar secara berkala. Umumnya masyarakat menganggap obligasi pemerintah merupakan investasi dengan risiko rendah karena dijamin oleh pemerintah. Karena dikenal dengan risiko yang rendah, otomatis berpengaruh juga pada tingkatan suku bunga yang juga rendah.