Pengertian Obligasi, Jenis, Serta Kelebihannya untuk Investasi

Ada banyak macam pilihan instrumen investasi yang bisa kamu coba, salah satunya adalah investasi obligasi. Mungkin bagi sebagian orang, investasi jenis ini masih cukup awam apalagi para pemula. Padahal obligasi termasuk instrumen investasi yang cukup menjanjikan.

Secara sederhana, obligasi sendiri disebut sebagai surat utang jangka panjang yang biasanya diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan dengan jangka waktu tertentu, yakni antara 1-10 tahun.

Kita sebagai pembeli surat utang akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk bunga berupa kupon sesuai dengan perjanjian. 

Apabila kamu tertarik berinvestasi dengan jenis investasi ini, ketahui beberapa informasi terkait obligasi, jenis-jenisnya, keuntungan, hingga cara membelinya berikut ini.

Apa itu obligasi?

Pengertian Obligasi, Jenis, Serta Kelebihannya untuk Investasi

Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002, yang dimaksud dengan obligasi adalah surat berharga berupa surat utang yang pembayaran bunga dan juga pokoknya dijamin oleh negara sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan. 

Bentuk surat utang yang dikeluarkan bisa dalam bentuk rupiah hingga valuta asing. 

Sedangkan menurut IDX, obligasi adalah salah satu jenis efek yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang kedudukannya sama seperti efek yang lain seperti Sukuk, Saham hingga Efek Beragun Aset.

Surat utang ini pun bisa dipindahtangankan dan berisi perjanjian di mana pihak yang mengeluarkan wajib membayar utang pokok beserta bunganya pada investor. 

Menurut OJK, obligasi adalah surat utang jangka panjang yang bisa dipindahtangankan atau diperjualbelikan di pasar sekunder.

Salah satu tujuan diterbitkannya surat utang menurut OJK yakni untuk meningkatkan pertumbuhan investasi yang lebih stabil dan risiko yang lebih stabil dibanding dengan investasi saham.

Jenis-jenis obligasi dan contohnya

Ada beberapa jenis surat utang yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan. Ada jenis berdasarkan lembaga yang mengeluarkan, jumlah nominal, hingga berdasarkan bunga.

Berikut ini jenis obligasi berdasarkan lembaga yang mengeluarkannya yang sering dipilih oleh para investor.

Obligasi pemerintah

Jenis obligasi ini diterbitkan oleh negara Republik Indonesia dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN). Khusus di Indonesia, obligasi pemerintah biasanya diterbitkan sebanyak satu kali dalam setahun yang dikenal dengan nama ORI atau Obligasi Negara Ritel. 

Pemerintah Indonesia sendiri menerbitkan obligasi dengan beberapa kupon, yakni kupon tetap atau fixed rate, kupon variabel atau variabel rate, dan juga sukuk negara. 

Kupon fixed rate ini jumlahnya tetap dari surat utang diterbitkan hingga waktu jatuh tempo. Sementara variable rate, nilai kuponya bisa mengalami fluktuasi karena beberapa faktor. 

Dibanding jenis surat utang yang lain, obligasi dari pemerintah ini dianggap aman dan menguntungkan karena risiko gagal bayarnya termasuk rendah. 

Contoh obligasi pemerintah yakni surat utang dalam bentuk mata uang negara atau valuta asing, seperti ORI, SUN, dan SBN.

Obligasi pemerintah daerah

Surat utang ini dikeluarkan oleh pemerintah daerah dengan tujuan untuk pembiayaan pembangunan di daerah tersebut, sehingga daerah bisa berkembang, mandiri, dan tidak bergantung pada pemerintah pusat.

Namun, perlu berhati-hati karena jenis obligation ini memiliki risiko gagal bayar yang tinggi. Jadi, sebelum membelinya kamu lebih baik melakukan riset terlebih dahulu, ya. 

Obligasi korporasi

Jenis surat utang ini diterbitkan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan juga perusahaan swasta. 

Apabila kamu berniat mengambil surat utang jenis ini, ada baiknya kamu mengetahui peringkat obligasi untuk mencegah risiko gagal bayar. Peringkat yang tinggi menandakan bahwa investasinya cukup bagus dan aman. 

Contoh jenis surat utang ini yakni yang dikeluarkan oleh perusahaan seperti Angkasa Pura, BRI, Kereta Api Indonesia, Bank Capital, hingga Adira Finance.

Karakteristik obligasi

Pengertian Obligasi, Jenis, Serta Kelebihannya untuk Investasi

Selain mengetahui jenis-jenisnya, kamu sebaiknya juga mengetahui karakteristik surat utang sebelum mulai berinvestasi. Hal ini bertujuan untuk mencegah kamu mengalami kerugian. 

Tingkat bunga

Karakteristik yang pertama adalah tingkat bunga kupon, di mana hal ini merupakan imbal hasil yang diperoleh investor dan harus segera dibayar oleh penerbit surat utang. Periode pembayaran biasanya akan ditentukan saat surat utang pertama kali diterbitkan. 

Tanggal jatuh tempo

Dalam aturannya, obligasi memiliki waktu jatuh tempo untuk pelunasan nilai pokok dan bunga yang sudah ditentukan.

Waktu jatuh tempo ini biasanya akan ditentukan saat transaksi surat utang yang pertama dengan jangka waktu 1-10 tahun. Untuk mencegah risiko yang tinggi, biasanya seseorang akan memilih jangka waktu 5 tahunan.

Waktu pembayaran

Pembayaran untuk kupon tingkat bunga harus dilakukan tepat waktu sesuai dengan kesepakatan yang sudah dibuat, misalnya 1 bulan sekali atau 6 bulan sekali. 

Values obligasi

Nilai obligasi adalah jumlah uang yang akan diterima oleh investor berupa nilai pokok obligasi dan juga jumlah bunganya setelah waktu jatuh tempo tiba. 

Apa beda sukuk dan obligasi?

Beberapa orang mungkin menganggap apabila sukuk termasuk ke dalam obligasi negara. Padahal keduanya adalah investasi yang menganut prinsip yang berbeda. 

Sukuk sering disebut sebagai obligasi syariah karena mengeluarkan sertifikat berharga sebagai bukti kepemilikan atas aset atau proyek. 

Berbeda dengan obligasi yang mengeluarkan surat utang saja. Berikut ini perbedaan.

Perbedaan Sukuk Obligasi
Prinsip dasar Berbentuk sertifikat kepemilikan bersama atas proyek atau aset tertentu. Surat utang yang diterbitkan oleh penerbit obligasi.
Keuntungan Keuntungan dalam bentuk bagi hasil sesuai dengan akad yang dilakukan tentunya disesuaikan dengan syariat Islam.

Bagi hasil yang didapatkan dari margin, ujrah (uang sewa), dan keuntungan lain yang sudah disepakati.

Keuntungan dalam bentuk kupon bunga dan capital gain sesuai kesepakatan dan dibayarkan sesuai jatuh tempo.
Syarat Memiliki aset underlying seperti bangunan, tanah, jasa, dan proyek. Tidak harus memiliki underlying asset
Biaya administratif Ada tambahan biaya untuk Dewan Pengawas Syariah. Tidak ada tambahan biaya lainnya dan hanya membayar biaya administrasi biasa.
Dokumentasi Ada dokumentasi tambahan terkait transaksi syariah seperti pembiayaan syariah dan lebih lengkap Ada laporan pertanggungjawaban dan biasa disebut sebagai dokumentasi.
Pengelolaan Sesuai dengan syariat Islam dan bebas dari riba, gharar, serta judi. Bebas, tidak sesuai ketentuan syariat Islam.

Bagaimana cara kerja obligasi?

Baik pemerintah maupun perusahaan biasanya tidak terlalu sering mengeluarkan surat utang. Hanya dalam kurun waktu tertentu saja ketika membutuhkan modal untuk pembiayaan pembangunan atau proyek. 

Ketika kebutuhan akan modal ada, maka pihak penerbit seperti pemerintah atau perusahaan akan menerbitkan surat utang dengan berbagai cara yakni melalui lelang, penjaminan emisi, atau penerbitan khusus. 

Berikut ini alur pembelian surat utang hingga mendapatkan keuntungan sesuai dengan tanggal jatuh tempo.

  • Pihak penerbit akan mengumumkan penerbitan surat utang dengan rincian modal yang dibutuhkan, ketentuan tanggal jatuh tempo, kupon bunga, hingga metode pembayarannya. 
  • Pihak penerbit surat utang akan memberikan kupon bunga setelah investor mengeluarkan dana yang ditetapkan.
  • Investor tinggal menikmati keuntungan yang diperoleh sesuai dengan jatuh tempo, mulai dari pertama pembelian hingga waktu jatuh tempo terakhir.

Mekanisme penerbitan obligasi

Penerbitan surat utang terdiri dari beberapa cara, seperti:

  • Penjaminan emisi: surat utang yang sudah diterbitkan akan dibeli oleh perusahaan sekuritas seperti bank atau lembaga keuangan lainnya, kemudian dijual kembali pada investor umum dengan harga yang sudah ditentukan. 
  • Lelang: beberapa lembaga keuangan seperti bank menawarkan nominal tertentu untuk membeli obligasi pemerintah.
  • Penerbitan khusus: pihak penerbit hanya menjual surat utang pada perusahaan atau lembaga-lembaga tertentu saja dan tidak dijual untuk umum.

Kelebihan dan kekurangan obligasi

Namanya produk investasi, tidak akan selalu mendapatkan keuntungan. Pasti ada juga risiko-risiko lainnya yang bisa terjadi.

Berikut ini beberapa keuntungan sekaligus risiko berinvestasi dengan surat utang yang perlu kamu pahami. 

Keuntungan

  • Nilai kupon lebih tinggi dari deposito, sehingga potensi keuntungan yang didapat juga lebih tinggi.
  • Bisa dijadikan sebagai jaminan untuk syarat mengajukan pinjaman ke bank. 
  • Bisa digunakan untuk membeli saham di bursa efek.
  • Mendapatkan kupon bunga dalam beberapa waktu sesuai dengan tanggal jatuh tempo.
  • Mendapatkan capital gain.
  • Ada banyak pilihan efek yang bisa dipilih di pasar sekunder.
  • Aman karena sudah dijamin oleh Undang-Undang, sehingga risiko pembayaran gagal minim.

Risiko

  • Sifatnya sulit dicairkan, tidak seperti instrumen investasi lain seperti emas. Jadi, ketika ada kebutuhan mendesak tidak mudah menjual di pasar sekunder.
  • Apabila kamu memilih obligasi korporasi, harus siap dengan risiko gagal bayar yang tinggi. Oleh sebab itu wajib mengetahui tingkatan kelayakan sebelum membelinya. 
  • Apabila jatuh tempo yang diambil cukup banyak, ada risiko maturitas, khususnya untuk obligasi korporasi.

Untuk mencegah risiko gagal bayar yang tinggi, kamu bisa membeli obligasi pemerintah seperti Kemenkeu yang aturannya sudah dijamin UU Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara. 

Bagaimana cara investasi obligasi

Setelah membaca penjabaran di atas, mungkin kamu akan tertarik untuk membeli surat utang sebagai investasi masa depan.

Ada dua cara untuk berinvestasi dengan surat utang ini, yakni melalui pasar perdana dan pasar sekunder. 

Pada pasar perdana, kamu bisa membeli langsung pada perusahaan sekuritas yang sudah ditunjuk resmi oleh pemerintah. Sedangkan pasar sekunder, kamu membelinya melalui lembaga keuangan seperti bank atau bursa efek.

Berikut ini cara investasi yang bisa kamu ikuti dan juga beberapa tipsnya untuk mencegah terjadinya risiko-risiko yang tidak diinginkan. 

  • Membuka rekening sesuai dengan ketentuan perusahaan sekuritas atau bank yang menerbitkan surat utang.
  • Sebelum memutuskan membeli, pahami dulu produk surat utang agar tidak tertipu.
  • Analisa kondisi finansial terlebih dahulu, mengingat jenis investasi ini sulit dicairkan dan pembayaran dilakukan saat jatuh tempo saja.
  • Lebih selektif lagi dalam memilih pialang atau agen yang akan membeli surat utang sesuai dengan kebutuhan kamu. 

Untuk mencegah risiko gagal bayar seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sebaiknya kamu mengikuti tips berikut ini:

  • Memilih produk seperti SBN, ORI, atau sukuk negara yang keamanannya sudah dijamin oleh pemerintah. 
  • Perhatikan tingkatan kelayakan investasi apabila ingin membeli obligasi korporasi.
  • Jangan menginvestasikan semua dana yang sudah disiapkan untuk obligasi, gunakan sekitar 30-35 persennya saja.
  • Apabila masih ragu, kamu bisa memilih jasa seperti manajer investasi yang bisa membantu mengarahkan produk investasi yang dipilih. Pastikan memilih manajer investasi yang terpercaya. 

FAQ

Apa itu obligasi dan contohnya?

Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002, yang dimaksud dengan obligasi adalah surat berharga berupa surat utang yang pembayaran bunga dan juga pokoknya dijamin oleh negara sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan. 

Bentuk obligasi yang dikeluarkan bisa dalam bentuk rupiah hingga valuta asing. Contohnya seperti SBN, ORI, dan SUN.

Bagaimana cara kerja obligasi? 

  • Pihak penerbit akan mengumumkan penerbitan surat utang dengan rincian modal yang dibutuhkan, ketentuan tanggal jatuh tempo, kupon bunga, hingga metode pembayarannya. 
  • Pihak penerbit obligasi akan memberikan kupon bunga setelah investor mengeluarkan dana yang ditetapkan.
  • Investor tinggal menikmati keuntungan yang diperoleh sesuai dengan jatuh tempo, mulai dari pertama pembelian hingga waktu jatuh tempo terakhir.

Apa keuntungan dari obligasi?

  • Nilai kupon lebih tinggi dari deposito, sehingga potensi keuntungan yang didapat juga lebih tinggi.
  • Bisa dijadikan sebagai jaminan untuk syarat mengajukan pinjaman ke bank. 
  • Bisa digunakan untuk membeli saham di bursa efek.
  • Mendapatkan kupon bunga dalam beberapa waktu sesuai dengan tanggal jatuh tempo.
  • Mendapatkan capital gain.
  • Ada banyak pilihan efek yang bisa dipilih di pasar sekunder.
  • Aman karena sudah dijamin oleh Undang-Undang, sehingga risiko pembayaran gagal minim.

Apa yang dimaksud dengan obligasi ritel Indonesia? 

Obligasi Ritel Indonesia atau biasa disebut ORI adalah salah satu Surat Berharga Negara yang dijual pada perseorangan melalui perusahaan sekuritas yang sudah ditunjuk di pasar perdana. 

ORI diperjualbelikan dengan harga mulai dari Rp1 juta dan maksimal Rp2 miliar. Produk ORI bisa dibilang aman karena dijamin oleh pemerintah melalui Undang-Undang. Kupon bunga yang ditawarkan juga lebih tinggi dibanding dengan bunga deposito.