Overhaul Mesin – Biaya, Komponen, dan Langkah-Langkahnya

Mau overhaul mesin, kira-kira berapa ya biayanya? Apa saja komponen yang diganti? Cek informasinya dalam ulasan berikut ini dan langkah-langkahnya.

Memiliki mobil gak boleh harus keren dari bodi luar aja ya. Sayang banget kalau mobilmu eksteriornya bagus, tapi bagian dalam mesinnya bobrok.

Apalagi untuk kamu yang mengendarai mobil hampir setiap hari, pengecekan mesin secara teratur itu penting banget lho. Tujuannya pun adalah agar kamu lebih nyaman juga dalam berkendara.

Nah, apa mobil kamu asap knalpotnya berwarna putih, overheat, atau bahkan mesinnya sering mati mendadak? Kalau iya, mobilmu perlu overhaul mesin.

Overhaul mesin atau banyak orang menyebutnya turun mesin adalah proses membongkar mesin yang bermasalah agar dapat diperiksa dengan lebih teliti.

Dalam overhaul, dilakukan juga penggantian terhadap komponen-komponen mesin yang bermasalah. Untuk lebih jelasnya, simak yuk ulasan tentang overhaul mesin berikut ini!

Tanda-tanda perlu overhaul mesin mobil

Overhaul Mesin – Biaya, Komponen, dan Langkah-Langkahnya

Walaupun kamu tidak mengerti banyak tentang mesin mobil, seenggaknya kamu perlu tahu ada beberapa tanda kalau mobilmu sedang “sakit”.

Tanda-tanda ini gak bisa diremehkan begitu saja karena bisa mengganggu kenyamanan kamu dalam berkendara nantinya.

Apa saja tanda-tanda mesin mobil perlu dilakukan overhaul?

1. Overheat atau mobil lebih cepat panas

Kalau mesin mobil terasa panas karena digunakan, itu hal yang wajar. Namun, kalau suhu mesin semakin panas walaupun dalam kecepatan rendah, itu bisa menyebabkan overheat hingga mati mendadak.

Jika sudah overheat, jangan langsung menyalakan mesin ya. Kamu perlu tunggu suhu panas mesin turun hingga kondisi normal.

Cek juga bagaimana sistem pendingin pada mobil. Untuk lebih amannya lagi, segera bawa mobilmu ke bengkel untuk dilakukan overhaul mesin.

2. Asap knalpot berwarna putih

Asap knalpot yang baik itu tidak berwarna.

Kalau asap knalpot mobilmu berwarna putih dan mengeluarkan bau yang gak enak, seperti besi terbakar saat melaju kencang, usahakan segera cek, dan lakukan overhaul pada mobilmu.

Hal ini bisa disebabkan karena kerusakan pada bagian piston yang akan berakibat pada penurunan kinerja mesin. Lebih buruknya lagi, hal ini bisa membuat mesin jadi mati mendadak dan gak bisa dihidupkan lagi.

Kejadian seperti itu gak hanya untuk mobil yang memiliki mesin tua, tetapi juga bisa terjadi pada mobil baru yang tidak dirawat secara berkala. 

​​​​​3. Busi penuh oli

Kondisi busi yang selalu diliputi oli bisa mengindikasikan bahwa oli telah tercampur di ruang kompresi. Jika dibiarkan, oli bisa terbakar sehingga cepat habis meskipun mobil hanya digunakan sebentar.

4. Air radiator cepat habis

Overheat yang dibiarkan dan terus-menerus terjadi dapat menyebabkan air radiator berkurang secara drastis dan menyembur ketika mesin mobil dinyalakan. Kalau sudah begini, komponen mesin pun bisa rusak nantinya.

Hal ini bisa diindikasikan dengan suara menggelitik dari mesin yang diakibatkan keausan beberapa komponen, seperti pada ring piston, kepala silinder, dan komponen lainnya.

5. Air radiator berminyak

Air radiator berminyak juga menjadi salah satu ciri bahwa mobil kamu perlu dilakukan overhaul mesin.

Air radiator yang berminyak biasanya disebabkan oli yang masuk pada saluran air radiator ataupun air yang masuk pada ruang kompresi kendaraan.

Air tersebut bisa menimbulkan korosi di sekitar blok kepala silinder. Cara memperbaikinya adalah kamu harus mengganti silinder head dengan yang baru.

Namun, jika oli sudah tercampur dengan air radiator, segera bawa mobilmu ke bengkel untuk turun mesin.

​​​​​6. Mesin sering mati mendadak

Salah satu efek dari overheat tadi adalah mesin mati mendadak. Walaupun bisa dikarenakan hal lain, mesin yang sering mati mendadak adalah kondisi serius sehingga mobil perlu overhaul.

Ada juga loh penyebab tambahan lain kenapa mobil harus turun mesin, seperti:

7. Mesin terendam air

Mengendarai mobil saat banjir akan mengakibatkan mesin mobil terendam air. Hal ini bisa menyebabkan piston menjadi berlubang hingga pecah. Jadi, jangan memaksakan menjalankan mobil untuk menerjang banjir ya.

8. Pelumasan buruk

Kalau sistem pelumasan tidak bekerja dengan baik, tentu saja komponen-komponen tersebut mengalami kerusakan karena gesekan tanpa adanya pelumas.

Coba kamu cek berapa liter oli yang tersisa dengan bantuan deep stick oil secara rutin. Perhatikan juga indikator oli pada dashboard mobil.

9. Timing belt putus

Timing belt pada mobil berfungsi sebagai penyalur tenaga dari poros engkol. Jika timing belt putus, piston dan katup-katupnya akan bertubrukan dan dapat terjadi kerusakan.

Overhaul sering dianggap menyeramkan bagi para pemilik mobil, padahal hal ini sebenarnya sangat penting untuk menjaga performa mobil tetap terjaga.

Jadi, jangan ragu untuk bawa mobilmu ke bengkel dan melakukan overhaul ya.

Langkah-langkah overhaul mesin mobil

Overhaul Mesin – Biaya, Komponen, dan Langkah-Langkahnya

Untuk kamu yang gak mengerti mesin dan gak mau ribet, silakan bawa mobilmu ke bengkel sambil memperhatikan saat overhaul dikerjakan montir.

Namun, untuk kamu yang mengerti dan tertantang ingin melakukan overhaul mesin sendiri, kamu bisa mengikuti berbagai tahapan langkah di bawah ini.

1. Dinginkan mesin

Pastikan mesin dalam keadaan yang sudah dingin agar tidak membahayakan dan pastikan juga air pendingin sudah kosong.

2. Melepaskan tutup klep

Lepaskan tutup yang terdapat pada bagian atas katup atau klep. Setelah itu, lepaskan intake manifold atau saluran buangnya yang tertempel pada kepala silinder

3. Lepaskan distributor

Cabut kabel busi, selang dari vacuum advance control canister, dan murs penahan distributor serta cabut distributor dari kop silinder.

4. Lepas pompa air

Copot mur pada dudukan pompa air lalu lepaskan tangkai penyetel alternator dan lepas pompa air serta gasketnya.

5. Lepas thermostat

Lepaskan baut dan cabut tutup thermostat bersama dengan gasketnya kemudian copot thermostat.

6. Lepas jalur isap dan karburator

Lepaskan mur-mur pada karburator dan juga saluran isap secara menyeluruh bersama dengan gasketnya.

7. Keluarkan oli mesin

Buka baut pembuangan pada carter menggunakan kunci khusus sehingga oli nantinya bisa dibuang.

8. Melepaskan starter motor

Buka dua buah baut starter yang terpasang pada starter motor tersebut.

9. Lepaskan baut kepala silinder

Pakai arah silang supaya kekuatan dari daya tekan bisa tetap dalam keadaan seimbang disemua bagian kepala silinder.

10. Melepas kepala silinder

Lepas kepala silinder dari dudukan dan buat katup serta pushboard terlepas juga. Kepala silinder memiliki packing sehingga harus dilepas secara perlahan supaya tidak merusak packing.

11. Lepas poros kam

Lepas beberapa baut yang tertempel dan rocker mm serta gasket kemudian cabut selang oli pada 1/2 lingkaran dari tepi ujung kop silinder dan pasang SST untuk menahan roda gila kemudian lepas mur ring.

12. Memisahkan transmisi mesin

Membuka bagian baut antara transmisi dan mesin.

13. Melepaskan penutup kopling

Lepaskan penutup kopling dengan plat koplingnya.

14. Melepas pulley

Lepas baut pulley sampai pulley terlepas dengan sempurna.

15. Melepas rumah timing chain

Lepaskan carter dan bagian packing-nya, timing chain baru bisa dilepas jika baut tersebut sudah berhasil dicopot.

16. Lepas poros cam

Lepaskan juga rantai timing-nya serta sepatu yang menekan rantai dan juga poros cam atau juga dikenal dengan camshaft dari dudukannya.

17. Lepas penahan katup

Lepaskan penahan katup serta dudukan per atas, per katup, dan dudukan pcr bagian bawahnya.

18. Lepaskan crankshaft

Pasang SST agar roda gila bisa ditahan lalu lepaskan baut kemudian cabut pulley dari poros engkolnya.

19. Lepas tensioner

Lepaskan baut dan pemandu rantainya, kemudian lepaskan juga baut serta penahan getaran rantainya.

20. Lepas pompa bensin dan filter oli

Lepas beberapa komponen, seperti filter oli dan pompa bensin yang tertempel pada bagian sisi samping mesin serta saringan oli yang ada di bagian dalam carter.

21. Lepas bak oli

Balikkan blok silinder lalu lepaskan beberapa baut dan lepas oli bersamaan dengan gasketnya.

22. Lepas taplasan oli

Copot beberapa baut yang tertempel dan taplasan oli beserta dengan gasketnya.

23. Melepas piston

Copot baut yang mengikat serta connecting rod cup-nya. Posisikan piston dengan titik mati bagian atas kemudian dorong piston dari dalam sehingga piston bisa keluar.

24. Lepas spaser

Lepaskan spraser atau ganjal, sproket poros pada engkol dan juga tutup dari poros engkolnya lalu lepaskan pasak sproke yang ada di poros engkol.

25. Lepas busi pijar

Lepas juga busi pijar dan juga penghubungnya lalu buka injector dan lepaskan penutup dari kepala silinder.

26. Periksa keadaan komponen

Setelah semua komponen berhasil dilepas dengan baik, cek keadaan komponen-komponen mesin tersebut.

27. Mengukur komponen

Ukur juga kerataan dari dinding kepala silinder, diameter piston, diameter dalam silinder, dan lihat ketipisan serta bentuk oval silinder piston dengan memakai dial bore gauge.

28. Periksa komponen lain

Periksa beberapa komponen lain seperti saringan oli, keadaan ruang bakar, keadaan katup atau klep, keadaan packing, dan semua komponen lain yang ada pada mesin tersebut.

29. Pemeriksaan lengkap

Periksa visual komponen transmisi, poros input, poros output, bantalan poros input, poros counter, roda gigi percepatan, ring synchromesh, clutch hub, hub sleeve, pegas pengunci, pengukuran dan pemeriksaan ring sincromesh.

30. Pasang kembali komponen

Setelah selesai memeriksa semua komponen, pasang kembali semua komponen yang sudah dilepas tadi dengan cara terbalik dari langkah membongkar.

31. Memasang piston

Saat memasang piston, perhatikan tanda seperti coakan yang harus diarahkan menghadap ke bagian depan mesin atau ke silinder satu. Di situ terdapat tanda connecting rod cup dan jangan sampai kamu memasang dengan terbalik.

32. Memasang saringan oli

Pasang saringan oli kembali pada dudukannya dan tutup. Jangan lupa memasang packing sebelum memasang saringan oli pada dudukan tersebut.

33. Pasang camshaft kembali

Arahkan pada top 1 atau 4 sehingga piston nomor 1 dan 4 ada pada titik mati bagian atas dan barulah pasang kembali camshaft pada dudukan.

34. Pasang rantai timing

Perhatikan tanda yang terdapat pada rantai timing, yakni dua mata rantai yang memiliki warna berbeda serta tanda titik pada gear timing-nya.

Letakkan mata rantai yang memiliki warna berbeda tersebut pada gear timing dan mata rantai yang berbeda warna lainnya pada sisi lainnya juga.

35. Pasang sepatu penekan rantai

Pasang sepatu penekan rantai dan tutup kembali timing chain dan jangan lupa untuk memasang bautnya kembali dengan kencang.

36. Melihat poros nok

Pasang pulley dengan memperhatikan tanda yang ada, setel mesin di posisi top silinder 1 dengan cara memutar piston 1 dan juga 4 yang berada pada titik mati di bagian atas dan untuk memastikan silahkan lihat poros nok dan bantu pasang pushrod.

37. Memasang pulley

Setelah top silinder 1, pasang pulley dan perhatikan tanda berupa coakan yang terdapat pada pulley bagian dalam dan letakkan tanda coakan tersebut tepat pada garis angka nol di rumah mesin atau bodi mesin.

38. Pasang filter oli dan pompa bensin

Pasang juga filter oli dan juga pompa bensin, setelah itu pasang kembali kepala silinder dan jangan sampai lupa untuk memasang packing dengan cara mengencangkan baut ke arah berlawanan.

39. Pasang pushboard

Pasang kembali pushboard dan juga stel supaya posisi yang ada pada bagian bawah ditekan katup.

40. Pasang intake manifold

Pasang intake manifold atau saluran buang pada kepala silindernya. Perhatikan agar packing tidak bocor dan pasang kembali penutupnya untuk menyelesaikan.

Jenis overhaul mesin

Kondisi mobil yang “sakit” ada tingkatannya lho, seperti berat, sedang, dan ringan. Nah, dalam overhaul mesin, itu juga sama.

Ada dua jenis overhaul, yaitu overhaul major dan minor. Untuk overhaul major atau overhaul total, keseluruhan komponen mesin mobil akan diperiksa.

Sementara untuk semi overhaul/engine semi overhaul, hanya beberapa komponen mesin saja yang diperiksa. Umumnya, komponen mesin diperiksa tanpa membongkar blok silinder mobil.

Baik overhaul major maupun minor, keduanya memiliki tujuan agar mengembalikan performa mesin dan menghindari mesin dari kerusakan.

Beberapa tujuan lain dari dilakukannya overhaul mesin adalah:

  1. Membersihkan bagian ruang bakar mesin mobil dari kotoran berupa tumpukan karbon.
  2. Memeriksa kondisi komponen-komponen di dalam mesin mobil. Jika rusak, harus diperbaiki ataupun diganti. Pemeriksaan ini meliputi bagian saringan oli, piston, camshaft atau poros nok, hingga crankshaft atau poros engkol.
  3. Mengatur ulang dudukan katup (valve seat) di mesin mobil.

Komponen-komponen overhaul mesin mobil

Secara umum, mesin mobil terdiri dari dua bagian yaitu komponen yang tidak dapat bergerak dan komponen yang dapat bergerak. 

Komponen mesin yang tidak dapat bergerak, yaitu:

  • Blok silinder atau cylinder block.
  • Kepala silinder atau cylinder head.
  • Bak oli atau carter.

Sementara untuk komponen mesin yang dapat bergerak adalah:

  • Poros engkol atau crank shaft.
  • Torak (piston).
  • Poros hubungan atau cam shaft.
  • Gigi timing atau timing gear.
  • Mekanisme katup atau valve mechanisms.
  • Roda penerus atau flywheel.

Selain itu, mesin mobil juga memiliki komponen tambahan lainnya yang membantu kinerja mesin mobil lho, seperti:

  1. Sekring berfungsi untuk mencegah terjadinya konslet pada mesin mobil.
  2. Kunci kontak berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan aliran listrik di dalam mobil.
  3. Amperemeter berfungsi untuk mengontrol arus listrik.
  4. Regulator berfungsi untuk mengubah aliran arus Ac menjadi arus DC.
  5. Karburator berfungsi untuk mencampurkan bahan bakar kendaraan.
  6. In house manifoll berfungsi untuk menjadi saluran bahan bakar gas baru.
  7. Eks House berfungsi untuk menjadi saluran pembuangan sisa pembakaran.
  8. Tutup radiator berfungsi menahan tekanan air.
  9. Radiator berfungsi untuk menampung dan mendinginkan air radiator.
  10. Radiator bagian atas berfungsi untuk tempat penampungan air panas.
  11. Radiator bagian bawah berfungsi untuk tempat penampungan air dingin.
  12. Kepala silinder berfungsi sebagai dudukan busi serta menjadi ruang bakar.
  13. Tutup kepala silinder berfungsi untuk melindungi mekanisme katup.
  14. Motor starter berfungsi untuk menggerakkan pulas mesin.
  15. Termostat berfungsi untuk mengoptimalkan dari kinerja mesin.
  16. Alternator berfungsi sebagai generator listrik serta menyuplai baterai.
  17. Kipas berfungsi untuk mendinginkan mesin bagian luar dan radiator mesin.
  18. Busi berfungsi sebagai pemantik api.
  19. Pompa air berfungsi untuk mengatur sirkulasi dari air pendingin yang ada di dalam mesin menuju radiator.
  20. Switch temperatur berfungsi untuk mengontrol suhu pada saat mesin bekerja.
  21. Blok mesin berfungsi sebagai dudukan dari beberapa komponen seperti poros engkol, busi, dan lainnya.
  22. Pompa bensin berfungsi sebagai pemompa bensin.
  23. Stick oli berfungsi untuk mengukur kondisi dan volume oli mobil.
  24. Flywheel berfungsi untuk menjadi penerus putaran mesin kendaraan menuju sistem transmisi dan kopling mobil.
  25. Saringan bensin berfungsi untuk menyaring bahan bakar yang menuju pompa mesin.
  26. Pully berfungsi sebagai dudukan dari panbell.

Biaya overhaul mesin mobil

Banyak yang menganggap overhaul mahal dan mengeluarkan biaya ekstra. Hal ini tidak salah, mengingat overhaul sangat mungkin akan mengganti komponen besar.

Untuk kamu yang penasaran berapa harga kisaran overhaul untuk mobil keluaran Jepang, beberapa diantaranya adalah seperti berikut ini.

  • Untuk ongkos jasa turun mesin berkisar Rp2 juta sampai Rp5 juta.
  • Komponen bisa mencapai Rp5 juta sampai Rp10 juta ke atas.
  • Packing set seharga Rp1,5 juta.
  • Piston Rp1,8 juta.
  • Stang piston Rp325 ribu.
  • Ring piston Rp450 ribu. 
  • Engine mounting Rp630 ribu.
  • Biaya lain (lem silicon, oli mesin, filter oli, oli perseneling, dan gardan) Rp690 ribu.

Jika kamu memiliki mobil keluaran Eropa, siap-siap lagi untuk merogoh kocek lebih dalam. Tidak heran karena mobil mewah dan mahal memiliki harga sparepart atau komponen yang mahal pula.

Perbedaan overhaul dan tune up

Overhaul dan tune up adalah dua hal yang berbeda dalam hal memperbaiki mesin kendaraan kamu.

Dari segi pengertiannya, overhaul adalah membongkar mesin kendaraan untuk memperbaiki komponen-komponen didalam mesin yang mengalami kerusakan.

Sementara tune up adalah cara untuk mengembalikan performa mesin seperti semula tanpa membongkar keseluruhan.

Tune up mobil sebaiknya rutin dilakukan minimal enam bulan sekali ketika kendaraan sudah memberikan gejala-gejalanya.

Tune up juga dapat dikatakan sebagai upaya mencegah mesin kendaraan kamu mengalami kerusakan yang parah sehingga diharuskan turun mesin.

FAQ

Kapan mesin mobil harus dilakukan overhaul?

Jika kamu menemukan beberapa gejala berikut ini di mobilmu, seperti:

  • Overheat atau mobil lebih cepat panas.
  • Asap knalpot berwarna putih.
  • Air radiator cepat habis dan berminyak.
  • Busi penuh oli.
  • Mesin mobil suka mati mendadak.

Apa tujuan overhaul mesin?

Untuk mengembalikan performa mesin dan menghindari mesin dari kerusakan, tujuan lain dari dilakukannya overhaul mesin adalah sebagai berikut.

  • Membersihkan bagian ruang bakar mesin mobil dari kotoran berupa tumpukan karbon.
  • Memeriksa kondisi komponen-komponen di dalam mesin mobil. Jika rusak, harus diperbaiki ataupun diganti. Pemeriksaan ini meliputi bagian saringan oli, piston, camshaft atau poros nok, hingga crankshaft atau poros engkol.
  • Mengatur ulang dudukan katup (valve seat) di mesin mobil.

Berapa lama waktu untuk melakukan overhaul?

Tidak ada waktu yang sama untuk setiap kendaraan. Namun, idealnya, pengerjaan turun mesin mobil adalah 2-5 hari dan maksimalnya hingga 1 minggu.

Jika lebih dari itu, biasanya terjadi karena memang bengkel tersebut tidak memiliki spare part yang sesuai dengan jenis mobil kamu.