P2P Lending – Cara Kerja, Keuntungan, dan Daftarnya di OJK

Masih awam mendengar kata P2P Lending? Kamu tidak asing dengan kata pinjaman online (pinjol)? Pengertian dan prinsip keduanya sebenarnya hampir sama ya. 

Kemajuan teknologi saat ini mampu membuat siapa pun dapat mengirim ataupun meminjam uang secara online dengan sistem peer to peer lending (P2P Lending).

Sasaran peer to peer lending adalah masyarakat yang khusus membutuhkan dana pinjaman, misalnya untuk pendidikan, kesehatan, mengembangkan bisnis (pelaku UMKM), hingga kebutuhan konsumtif.

Dua pelaku utama dalam peer to peer lending adalah debitur atau borrower (penerima pinjaman) dan kreditur atau lender (pemberi pinjaman).

Nah, peer to peer lending hadir sebagai penengah atau perantara agar keduanya menikmati manfaat pinjaman berbunga kompetitif untuk borrower dan imbal hasil terbaik untuk lender.

Beberapa platform P2P Lending terbaik yang mungkin sering kamu dengar adalah Investree, Amartha, Koinworks, UangTeman, Asetku, Modalku, Danamas, Akseleran, Kredit Pintar, dan TaniFund.

Kamu tertarik untuk menjadi borrower ataupun lender lewat peer to peer lending? Simak ulasannya berikut ini!

Cara kerja P2P Lending

P2P Lending – Cara Kerja, Keuntungan, dan Daftarnya di OJK

Walaupun proses peer to peer lending adalah sekadar kegiatan pinjam-meminjam dana, sistem ini tetap memiliki tahapan yang harus dilakukan borrower ataupun lender ya.

Cara kerja peer to peer lending adalah sebagai berikut.

  1. ​​Pengguna (lender dan borrower) harus melakukan registrasi secara online melalui komputer atau smartphone.
  2. Borrower melakukan pengajuan pinjaman.
  3. Platform peer to peer lending akan melakukan analisis dan memilih borrower yang layak untuk mengajukan pinjaman, termasuk menetapkan tingkat risiko borrower tersebut.
  4. Borrower yang terpilih akan ditempatkan di marketplace peer to peer lending secara online beserta informasi komprehensif tentang profil dan risiko borrower tersebut.
  5. Lender melakukan analisis dan seleksi atas borrower yang tercantum dalam marketplace peer to peer lending yang disediakan platform.
  6. Lender dapat melakukan pendanaan ke borrower yang dipilih melalui platform P2P lending.
  7. Borrower mengembalikan pinjaman sesuai jadwal pengembalian pinjaman ke platform peer to peer lending.
  8. Lender menerima dana pengembalian pinjaman dari borrower melalui platform.

Dalam peer to peer lending, sebagai pemberi ataupun peminjam dana, kamu juga harus memerhatikan poin penting seperti tabel berikut ini!

Pemberi dana/investor/lenderPeminjam dana/borrower
Platform p2p terdaftar dan berizin OJK dan AFPIPlatform p2p terdaftar dan berizin OJK dan AFPI
Pilih platform p2p yang selektif dalam memilih borrowerBandingkan suku bunga dan tenor antar p2p sesuai kemampuan membayar
Pilih platform p2p dengan TKB 90% lebihPilih platform p2p terbaik dari review borrower

Jenis P2P Lending

Seperti kegiatan ekonomi pasar jual beli, jenis peer to peer lending di Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu produktif dan konsumtif. Nah, berikut ini adalah perbedaannya!

1. P2P Lending produktif

Pendanaan yang difokuskan ke sektor produktif atau bisnis semisal UMKM. Tujuannya biasanya untuk mengembangkan bisnis agar profit bertambah.

2. P2P Lending konsumtif

Peminjam dana dapat dengan bebas menggunakan uang yang dipinjam untuk keperluan konsumtif.

Jenis pinjamannya adalah pinjaman untuk jangka pendek yang pembayarannya biasanya dilakukan saat peminjam mendapat gajian (payday loan).

Kelebihan dan kekurangan P2P Lending bagi peminjam dan pendana

Sama halnya dengan jenis investasi lain, peer to peer lending juga memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Kelebihan P2P Lending

  • Aman (resmi diatur dan diawasi OJK).
  • Pendaftaran yang mudah dan praktis.
  • Suku bunga cukup signifikan (keuntungan yang tinggi).
  • Tenor yang pendek.
  • Membantu bisnis UMKM.
  • Kemudahan akses peminjaman dana.
  • Quick funding.
  • Sebagai alat pemasaran untuk membantu bisnis.
  • Diversifikasi investasi.

Kekurangan P2P Lending

  • Pemberi dana tidak bisa menarik dana semaunya.
  • Risiko keterlambatan atau bahkan gagal bayar (bunga dan pokok pinjaman).
  • Waspada penipuan (dana investasi dibawa kabur).

Daftar fintech P2P Lending yang berizin dan terdaftar OJK

Untuk kamu yang tertarik dalam investasi peer to peer lending, pastikan kamu bergabung dengan fintech lending yang berizin dan terdaftar di OJK. Berikut ini daftarnya!

  1. Danamas
  2. Investree
  3. Amartha
  4. DOMPET Kilat
  5. KIMO
  6. TOKO MODAL
  7. UANGTEMAN
  8. Modalku
  9. KTA KILAT
  10. Kredit Pintar
  11. Maucash
  12. Finmas
  13. KlikACC
  14. Akseleran
  15. Ammana.id
  16. PinjamanGO
  17. KoinP2P
  18. Pohondana
  19. MEKAR
  20. AdaKami
  21. ESTA KAPITAL FINTEK
  22. KREDITPRO
  23. FINTAG
  24. RUPIAH CEPAT
  25. CROWDO
  26. Indodana
  27. JULO
  28. Pinjamwinwin
  29. DanaRupiah
  30. Taralite
  31. Pinjam Modal
  32. ALAMI
  33. AwanTunai
  34. Danakini
  35. Singa
  36. DANAMERDEKA
  37. EASYCASH
  38. PINJAM YUK
  39. FinPlus
  40. UangMe
  41. PinjamDuit
  42. DANA SYARIAH
  43. BATUMBU
  44. Cashcepat
  45. klikUMKM
  46. Pinjam Gampang
  47. Cicil
  48. Lumbungdana
  49. 360 KREDI
  50. Dhanapala
  51. Kredinesia
  52. Pintek
  53. ModalRakyat
  54. SOLUSIKU
  55. Cairin
  56. TrustIQ
  57. KLIK KAMI
  58. Duha SYARIAH
  59. Invoila
  60. Sanders One Stop Solution
  61. DanaBagus
  62. UKU
  63. KREDITO
  64. AdaPundi
  65. ShopeePayLater
  66. Modal Nasional
  67. Komunal
  68. Restock.ID
  69. TaniFund
  70. Ringan
  71. Avantee
  72. Gradana
  73. Danacita
  74. IKI Modal
  75. Ivoji
  76. Indofund.id
  77. iGrow
  78. Danai.id
  79. DUMI
  80. LAHAN SIKAM
  81. qazwa.id
  82. KrediFazz
  83. Doeku
  84. Aktivaku
  85. Danain
  86. Indosaku
  87. Jembatan Emas
  88. EDUFUND
  89. GandengTangan
  90. PAPITUPI SYARIAH
  91. BantuSaku
  92. Danabijak
  93. Danafix
  94. AdaModal
  95. SamaKita
  96. KlinikCair
  97. SAMIR
  98. UATAS
  99. TunaiKita (terdaftar)
  100. Cashwagon (terdaftar)
  101. Findaya (terdaftar)
  102. CROWDE (terdaftar)
  103. KawanCicil (terdaftar)
  104. Asetku (terdaftar)
  105. ETHIS (terdaftar)
  106. KAPITALBOOST (terdaftar)

Perbedaan P2P Lending dan crowdfunding

P2P Lending – Cara Kerja, Keuntungan, dan Daftarnya di OJK

Nah, jika peer to peer lending adalah kegiatan pinjam-meminjam dengan konsekuensi pengembalian dana harus secara utuh beserta bunganya, ada lagi nih platform untuk mencari dana, yaitu melalui crowdfunding (urun/penggalangan dana).

Apa saja perbedaan P2P Lending dan crowdfunding? Simak penjelasannya berikut!

1. P2P Lending

  • Pihak yang terlibat adalah pemberi dana (lender), peminjam dana (borrower), dan penyedia platform.
  • Dana berupa pinjaman yang harus dikembalikan utuh beserta bunga.
  • Bunga cukup tinggi per bulannya.
  • Mekanisme transaksi dapat dilakukan secara online.
  • Bisa mendapatkan pinjaman tanpa perlu agunan.
  • Terikat dalam perjanjian tertulis tentang kewajiban kepada pemberi pinjaman.

2. Crowdfunding

  • Pihak yang terlibat adalah pemilik project, pemberi dana, dan penyedia platform.
  • Dana yang diterima dalam bentuk donasi.
  • Pemilik project harus menceritakan ide bisnis dan prospek yang akan dijalankan.
  • Crowdfunding juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial.
  • Jika untuk kebutuhan bisnis, para investor yang tertarik untuk memberikan dana bisa mendapatkan sebagian saham dari pengembangan bisnis tersebut.

Perbedaan P2P Lending konvensional dan syariah

Adanya bunga dalam sistem peer to peer lending konvensional tentu membuat sebagian orang yang meyakini prinsip syariah Islam tidak akan mau meminjam dana lewat fintech ini.

Melihat peluang ini, beberapa peer to peer lending pun membuat sistem syariah yang akan membuatmu merasa aman untuk memberi ataupun meminjam dana.

Beberapa fintech peer to peer lending yang memiliki sistem berbasis syariah, yaitu Investree, Ammana.id, ALAMI, DANA SYARIAH, Duha SYARIAH, Qazwa, ETHIS, KAPITALBOOST, PAPITUPI Syariah, dan Finteck Syariah.

Apa saja perbedaan peer to peer lending konvensional dan syariah? Berikut ulasannya!

PerbedaanP2p lending konvensionalP2p lending syariah
AkadTidak adaMudharabah, Murabahah, Al-bai, Musyarakah, Qardh, Wakalah
Riba/bungaAdaTidak ada, disesuaikan dengan kesepakatan akad
RisikoDitanggung penuh oleh peminjam Ditanggung kedua belah pihak (pemberi dan peminjam dana)
Ketersediaan dan tujuan pendanaanUntuk sektor produktif maupun konsumtifPenawaran produk untuk keperluan tertentu (pendidikan, dana haji dll)
KehalalanTidakYa, dijamin DSN-MUI

Hukum P2P Lending di Indonesia

P2P Lending secara legal diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/ POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi sebagai dasar hukum terkait sistem pinjam meminjam dengan sistem elektronik.

Hal ini juga didukung dengan Pasal 3 Ayat (1) huruf e Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/12/PBI/2017 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial (“POJK 19/2017”) bahwa layanan pinjam uang berbasis aplikasi atau teknologi informasi merupakan salah satu jenis Penyelenggaraan Teknologi Finansial (Fintech) kategori Jasa Keuangan/Finansial Lainnya.

Hadirnya fintech khususnya model bisnis layanan pinjam-meminjam uang berbasis teknologi informasi peer to peer lending dapat memangkas proses panjang dalam mengajukan kredit.

Beberapa pasal terkait fintech di Indonesia meliputi:

  • Pasal 1 angka 3 POJK 77/2016
  • Pasal 3 ayat (1) huruf e POJK 19/2017 jo. Pasal 2 ayat (1) POJK 77/2016
  • Pasal 2 POJK 77/2016
  • Pasal 3 ayat (1) POJK 77/2016
  • Pasal 3 ayat (2) POJK 77/2016
  • Pasal 4 ayat (1) dan (2) POJK 77/2016
  • Pasal 4 ayat (3) POJK 77/2016
  • Pasal 5 ayat (1) POJK 77/2016
  • Pasal 1 angka 6, 7 dan 8 POJK 77/2016
  • Pasal 18 POJK 77/2016
  • Pasal 5 ayat (2) POJK 77/2016
  • Pasal 7 POJK 77/2016

FAQ

Apa saja contoh P2P Lending?

Beberapa contoh fintech peer to peer lending yang berizin dan terdaftar di OJK mencakup Koinworks, Modalku, Akseleran, Asetku, Amartha, Investree, Gandeng Tangan, dan Danamas.

Apakah P2P Lending halal?

Ya, khususnya bila kamu memilih platform peer to peer lending berbasis syariah dan telah dijamin kehalalannya, seperti Investree, Ammana.id, ALAMI, DANA SYARIAH, Duha SYARIAH, Qazwa, ETHIS, KAPITALBOOST, PAPITUPI Syariah, dan Finteck Syariah.

Siapa borrower dan lender dalam P2P Lending?

Debitur atau borrower adalah penerima pinjaman dan kreditur atau lender adalah pemberi pinjaman.