Power Steering – Fungsi, Cara Kerja, dan Harganya

Apa itu power steering?

Power steering adalah sistem dalam mobil yang akan meningkatkan tenaga saat pengemudi hendak memutar roda kemudi.

Dengan begitu, mobil menjadi lebih mudah berbelok, bahkan bermanuver. Power steering atau sistem kendali setir menjadi komponen penting yang menunjang kenyamanan dan keamanan saat berkendara.

Teknologi ini pun sudah digunakan produsen mobil ternama karena bisa membuat tarikan mobil menjadi lebih ringan.

Fungsi power steering

Power Steering – Fungsi, Cara Kerja, dan Harganya

Pada umumnya, fungsi utama sistem kendali setir adalah memudahkan pengemudi untuk mengendalikan setir mobil.

Jadi, setelah membelokkan setir, sistem kendali setirlah yang akan membuatnya kembali ke posisi semula sehingga kamu tidak perlu repot-repot mengeluarkan tenaga lagi.

Bayangkan jika kamu harus mengembalikan setir ke posisi semula setelah berbelok secara manual. Tentu akan sulit dan melelahkan, bukan?

Fungsi sistem kendali setir juga bisa dibedakan berdasarkan tiap-tiap komponen yang berada di dalamnya. Berikut penjelasannya.

1. Reservoir

Komponen ini berfungsi untuk menjaga dan menampung cadangan oli power steering yang akan mempermudah pergerakan kemudi.  

2. Pompa

Komponen ini berguna untuk menghasilkan tekanan fluida ke semua rangkaian yang ada di sistem steering sehingga kemudi menjadi ringan.

3. Katup pengatur

Komponen ini berfungsi mengatur sirkulasi aliran ke tekanan fluida atau oli, sesuai dengan arah kemudi.

4. Silinder tenaga

Komponen ini berfungsi untuk menyalurkan aliran oli sebagai pelumas ke long tea rod yang sesuai dengan arah kemudi.

Jenis-jenis power steering dan perbedaannya

Ada tiga jenis sistem kendali setir, yaitu hydraulic power steering, electronic power steering (EPS), dan hybrid power steering.

Namun, hanya dua yang umum digunakan, hydraulic power steering dan EPS. Meski begitu, ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing karena sistem kerjanya juga berbeda. 

1. Hydraulic power steering

Sistem kendali setir yang menggunakan fluida sebagai media penghantar tenaga. Sementara tenaganya dihasilkan dari putaran mesin. Komponen dalam sistem kendali setir ini adalah:

  • Pompa power untuk mengubah sebagian energi mesin ke tekanan hidrolis.
  • Steering rack adalah rangkaian roda gigi yang memiliki ruang fluida untuk berguna untuk melakukan power assist.
  • Pinion and vane adalah roda gigi yang terhubung dengan poros roda kemudi mobil dan mengatur arah aliran fluida berdasarkan arah kemudi.
  • Fluida adalah media pengantar tekanan dari pompa. Fluida yang digunakan biasanya berjenis ATF atau automatic transmission fluid atau oli transmisi matic.
  • Reservoir yang digunakan untuk menampung cadangan fluida dari dalam sistem steering.

Kelemahan sistem kendali setir ini adalah saat mesin mogok, setir akan terasa berat karena sistem ini masih menggunakan tenaga mesin.

Daya mesin pun tidak bisa maksimal karena masih menanggung beban pompa sistem kendali setir.

2. Electronic power steering (EPS)

Sesuai namanya, sistem ini tidak lagi menggunakan tekanan fluida, tetapi sudah memakai tenaga listrik sehingga mesin menjadi bertenaga dan irit.

Pengendalian sering juga bisa lebih bervariasi karena besar daya motor elektrik bisa disesuaikan secara otomatis. Sayangnya, EPS rentan bermasalah apalagi jika mobil harus menerjang genangan air.

Oleh sebab itu, kamu harus memastikan cover-nya tertutup rapat.

EPS memiliki komponen yang berbeda dengan hydraulic power steering. Komponen pada EPS adalah:

  • Steering rack adalah rangkaian roda gigi yang memanjang antara tie rod kiri dan kanan yang digunakan sebagai tempat untuk power assist.
  • Steering motor yang berfungsi menyediakan tenaga putar untuk meringankan beban kemudi.
  • Steering and torque sensor adalah sensor yang akan mendeteksi arah kemudi. Sensor ini juga bisa mendeteksi berapa kecepatan kemudi yang diputar secara akurat.
  • EPS Module adalah rangkaian elektronik untuk menentukan kinerja motor berdasarkan data sensor.
  • Arus listrik sebagai sumber tenaga penggerak EPS.

3. Hybrid power steering

Sesuai dengan namanya, hybrid power steering adalah kombinasi antara tipe hidrolik dan elektrik.

Ini adalah sistem terbaru yang cara kerjanya sama seperti hydraulic power steering. Namun, tekanannya tidak berasal dari pompa mesin, teapi berasal dari pompa elektrik.

Dengan begitu, kinerja mesin tidak terbebani dengan sistem kendali setir, tetapi tetap memakai sistem hidrolik sehingga sistem kemudi menjadi lebih awet.

Sistem hibrid ini masih jarang digunakan karena membutuhkan biaya perawatan yang lebih mahal dibandingkan dua sistem lainnya.

Cara kerja power steering

Power Steering – Fungsi, Cara Kerja, dan Harganya

Cara kerja sistem kendali setir dibedakan berdasarkan jenisnya. Pada hydraulic power steering, putaran roda kemudi akan mempengaruhi serangkaian katup yang akan membuka aliran hidrolik dari pompa menuju rack steer.

Putaran mesin akan meningkatkan tekanan hidrolik yang disalurkan ke rack steer tersebut sehingga mampu mendorong arah kemudi. Secara lebih rinci, ini cara kerjanya:

  • Pasokan tenaga dari putaran mesin akan diteruskan dengan menggunakan komponen V belt ke vane pump melalui bagian pulley.
  • Tenaga tersebut akan diteruskan dan mendorong fluida ke piston yang terdapat dalam sistem kendali setir.
  • Dengan adanya pasokan tenaga tersebut, apabila roda kemudi diputar, fluida akan mendorong piston sehingga kemudi terasa menjadi lebih ringan.
  • Di dalam vane pump, terdapat relief valve yang berfungsi sebagai pegas percepatan. Jadi, jika kamu mengemudikan mobil dalam kecepatan tinggi, tekanan pada sistem kendali setir akan menjadi tinggi dan bisa membahayakan pengemudi dan penumpang.
  • Vane pump juga dilengkapi dengan relief valve yang bisa melindungi dari tekanan kecepatan.
  • Saat mobil dikemudikan dengan kecepatan tinggi, relief valve akan menghasilkan tekanan rendah pada sistem kendali setir yang akan mendorong pegas sehingga roda kemudi akan menjadi lebih berat.

Sementara dalam EPS, terdapat sebuah sensor arah kemudi yang juga mendeteksi momen puntir dari roda kemudi. Sensor tersebut akan menjadi acuan bagi motor steer untuk memutar rack steer.

Ketika sinyal pengemudian diterima rack steer, motor steer akan langsung bekerja. Berikut cara kerja electronic power steering secara lebih rinci.

  • Sensor pada EPS terletak pada bagian steering column mobil sehingga saat sensor menunjukkan adanya pergerakan setir, sinyal tersebut akan dikirimkan ke ECU.
  • ECU akan memerintahkan sistem EPS untuk bekerja mendorong setir dengan memberikan tenaga ekstra.
  • Tenaga ekstra inilah yang akan memudahkan pengemudi memutar setir dengan ringan.

Cara merawat power steering

Sistem kendali setir juga harus dirawat secara berkala sehingga terhindar dari kerusakan yang bisa membahayakan pengemudi saat menyetir kendaraan di jalanan. Apa saja yang harus dilakukan?

  • Pastikan tekanan udara ban mobil sesuai dengan psi yang disarankan produsen. Jika tekanan pada ban mobil tidak tepat atau tidak sesuai, hal ini bisa menyebabkan kemudi mobil menjadi kaku.
  • Pastikan tingkat cairan atau oli sistem kendali setir terpenuhi. Sebab jika kekurangan cairan, sistem ini tidak akan bisa digunakan secara maksimal.
  • Pastikan ketegangan katrol belt sesuai. Caranya adalah dengan mematikan mesin mobil lalu tekan sabuk dengan ibu jari dan periksa tingkat tegangannya.

FAQ

Berapa harga power steering?

Harga sistem kendali setir beragam tergantung merek, jenis, dan tipenya. Namun, rata-rata harganya sekitar Rp1,5 juta.

Apa penyebab power steering pada mobil rusak?

Kekurangan tekanan udara pada ban, kekurangan oli, ban mendadak bocor, terbiasa memutar kemudi sampai mentok, steering rack rusak, dan steering belt kendor. Semua bisa menjadi penyebab rusaknya sistem kendali setir pada mobil.