Reksadana Saham – Keuntungan, Risiko dan Cara Kerja

Reksadana saham cocok buat kamu yang lagi cari investasi jangka panjang. Reksadana ini nominal investasinya sangat terjangkau dengan imbal hasil yang relatif tinggi. Keuntungan tersebut tentu tergantung dari beberapa risiko seperti wanprestasi, kondisi ekonomi dan politik, performa manajer investasi, dan risiko lainnya.

Sebelum investasi reksa dana saham, ada baiknya cari informasi terkait pada artikel di bawah ini agar kamu lebih siap dalam berinvestasi.

Apa itu reksadana saham?

Reksadana Saham – Keuntungan, Risiko dan Cara Kerja

Reksadana saham adalah pos pengumpulan dana dari investor yang mayoritas diinvestasikan ke saham dan sisanya ke pasar uang. Investasi reksadana ini bisa dibilang investasi “patungan” dari dana yang dikelola.

Sesuai namanya, saham adalah portofolio dari reksa dana ini. Jadi, manajer investasi mengelola portofolio dengan jual beli saham. Keuntungan atau kerugian diperoleh dari kenaikkan atau penurunan yang terjadi.

Pada reksadana saham atau equity fund, manajer investasi tidak boleh sembarangan dalam berinvestasi melainkan harus pada saham perusahaan berbadan hukum di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau bursa efek di luar negeri.

Dengan demikian, aturan tersebut akan melindungi para pemodal. Untuk diketahui, perusahaan yang bisa mencatatkan saham di bursa efek harus lolos serangkaian kriteria yang ketat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, terdapat juga upaya perlindungan pemodal, OJK telah mengatur perilaku investasi reksadana saham dengan ketentuan:

  • Dilarang membeli saham di bursa efek luar negeri yang tidak dapat diakses dari Indonesia baik melalui media massa atau internet.
  • Investasi maksimum pada satu saham adalah 10 persen dari nilai asset.
  • Dilarang menguasai lebih dari 5 persen modal perusahaan dari saham terkait.

Perbedaan reksadana saham dan saham

Sama-sama punya kata saham, apakah reksa dana saham dan saham itu sama? Atau malah berbeda? Buat kamu yang masih bimbang mau berinvestasi pada reksadana saham atau saham, yuk temukan perbedaannya!

1. Perantara

Saat investasi saham, kamu membeli langsung perusahaan yang terdaftar di bursa efek. Jual-beli saham hanya dilayani perusahaan sekuritas, bukan menentukan saham yang harus dibeli atau dijual atau dibeli.

Jika investor reksa dana saham, manajer investasi akan membelanjakan dana investasi dan memilih sahamnya. Misalnya, kamu berinvestasi Rp10 juta, maka MI akan membelanjakan 80 persen atau Rp8 juta dana tersebut.

2. Keuntungan

Ketika investasi saham, ada dua jenis imbal hasil yaitu capital gain dari hasil jual saham lebih tinggi dari harga beli sementara yang lainnya adalah dividen untuk para investor.

Pada equity fund tidak ada yang namanya penerimaan dividen. Imbal hasil berupa dividen dalam reksadana. Keuntungan biasanya akan langsung diinvestasikan oleh manajer investasi untuk menambah Nilai Aktiva Bersih (NAB).

3. Risiko

Ketika kamu membeli saham sebuah perusahaan melalui sekuritas, maka setiap risiko dari setiap transaksi menjadi tanggung jawab kamu sendiri.

Saat kamu menjadi investor pada reksa dana saham, manajer investasi akan menganalisa pasar untuk memutuskan apakah akan membeli atau menjual saham.

4. Cara buka rekening

Pada rekening saham, investor akan berhubungan langsung dengan perusahaan sekuritas dengan menyetorkan sejumlah dana ke rekening di bank kustodian.

Dengan demikian, kamu harus punya modal besar karena investasi minimal di saham adalah 1 lot saham atau 100 lembar saham. Jika harga saham X Rp5.000/lembar, maka butuh Rp500 ribu. Lebih murah reksa dana saham yang hanya dimulai Rp100 ribu.

Kamu hanya perlu mendatangi manajer investasi jika ingin investasi reksa dana saham. Rata-rata minimal dana yang harus dikeluarkan untuk memulai investasi ini hanya Rp100 ribu.

5. Besar pajak

Perbedaan reksa dana saham dan saham adalah besaran pajaknya. Pajak saham dikenakan 0,1 persen, sudah termasuk biaya penjualan saham. Namun, pajak dividen lebih besar yaitu 10 persen yang otomatis dipotong saat dividen dibayarkan.

Pada reksadana saham, keuntungan tidak termasuk objek pajak. Alhasil, imbal hasil yang kamu dapatkan bebas pajak. Oh iya, kamu harus melaporkannya dalam SPT Tahunan.

Cara kerja reksadana saham

Mekanisme cara kerja reksa dana saham umumnya sama seperti jenis reksa dana lainnya. Ini dia langkah-langkahnya:

  • Buka rekening di perusahaan penyedia reksadana.
  • Pilih jenis reksadana untuk investasi.
  • Setorkan dana ke manajer investasi sejumlah yang sudah disepakati.
  • Manajer investasi akan mengelola dana tersebut ke sektor efek yang sesuai dengan instrumen reksadana yang dipilih.
  • Kalau bisa disimpulkan, kamu hanya perlu setor dana ke manajer investasi dan tinggal menunggu hasilnya.

Keuntungan investasi reksadana saham

Reksadana Saham – Keuntungan, Risiko dan Cara Kerja

Salah satu pilihan cerdas untuk berinvestasi untuk masa depan adalah dengan memilih reksa dana saham. Di samping semakin mudah dijangkau, reksa dana saham juga menyimpan banyak keuntungan. Apa saja?

1. Nominal investasi terjangkau

Kini ada banyak produk reksa dana saham yang bisa dibeli mulai dari Rp500.000. Bahkan, ada juga beberapa reksadana saham yang bisa dibeli dengan Rp100.000 saja.

Sangat murah, ya! Dengan nominal tersebut, tentu siapapun bisa membeli reksadana saham sebagai alternatif berinvestasi.

2. Bantuan dari manajer investasi

Dana yang diinvestasikan biasanya akan dipecah ke beberapa pos. Manajer investasi akan membantu kamu mengelola dana tersebut.

Kemudahan itu tidak akan kamu jumpai di investasi saham. Karena terbilang mudah dan sangat membantu, investasi reksadana saham sangat cocok untuk para investor pemula.

3. Imbal hasil relatif lebih tinggi

Return reksadana saham terbilang yang cukup menggiurkan. Perlu diketahui bahwa reksadana saham tergolong sebagai investasi jangka panjang. Butuh waktu untuk menikmati hasilnya.

Oleh karena itu, kamu tidak perlu bingung jika bunga reksadana saham pada awalnya akan bernilai minus. Tenang saja, kesabaran kamu akan terbayarkan dengan return yang relatif tinggi.

4. Bebas pajak

Sampai saat ini belum ada aturan terkait pemungutan pajak pada produk reksadana. Alhasil, keuntungan dari investasi reksadana ini bisa kamu peroleh tanpa potongan pajak. Namun, ada sebagian manajer investasi yang menarik potongan sebagai fee.

5. Diawasi OJK

Semua jenis reksadana sudah diawasi OJK, baik yang dibeli langsung di bank, manajer investasi, maupun investasi online. Dana dijamin aman dan tidak akan hilang begitu saja atau disalahgunakan.

Walaupun demikian, kamu juga harus ingat bahwa reksadana saham tergolong sebagai investasi berisiko tinggi. Jadi, kamu wajib memahami strategi investasi dan manajemen keuangan yang baik.

Risiko investasi reksadana saham

Selain menawarkan imbal hasil yang tinggi dibandingkan produk reksadana lainnya, equity funds juga punya risiko, lho. Hal ini harus disadari investor sejak awal agar lebih siap ketika merugi. Apa saja risiko equity funds?

1. Risiko fluktuasi nilai investasi

Risiko pertama disebabkan oleh kenaikan atau penurunan kinerja reksadana berdasarkan perubahan harga instrumen investasi seperti saham, biaya transaksi dan wanprestasi.

2. Risiko likuiditas

Arti dari risiko likuiditas adalah penjualan kembali (pelunasan) yang tergantung pada likuiditas portofolio atau kemampuan dari manajer investasi untuk melunasi dengan uang tunai. Hal ini bisa terjadi di saat yang bersamaan, investor menjual kembali unit reksadana dan manajer investasi gagal menyediakan dananya sebagai unit penyertaan.

3. Risiko wanprestasi

Risiko ini dapat terjadi ketika manajer investasi gagal memenuhi kewajibannya. Selain itu, hal ini bisa disebabkan oleh pihak lain seperti emiten, pialang, bank kustodian, dan agen penjual efek reksadana.

4. Risiko perubahan kondisi ekonomi dan politik

Risiko ini tergantung pada kondisi ekonomi dan politik dalam negeri maupun luar negeri yang berkaitan erat dengan fluktuasi pergerakan saham, suku bunga acuan, dan kinerja perusahaan.

Cara memilih reksadana saham

Walaupun kamu gak punya kuasa untuk memilih saham di reksadana yang mau kamu beli mengingat keputusan tersebut ada di tangan manajer investasi. Tapi kamu, berhak tahu underlying asset di dalam reksadana ini dengan membaca fund fact sheet dari reksadananya.

Lihatlah top holding dan lakukan analisis terhadap saham tersebut satu per satu. Perlu diketahui, nasib reksadana yang kamu beli bergantung pada saham-saham ini.

Jangan sampai kamu membeli reksa dana saham dengan underlying asset gorengan. Karena, ketika harga saham gorengan anjlok, tentu kamu sulit untuk berharap. Bisa-bisa harganya berubah jadi Rp50 tanpa kamu ketahui.

Jangan sampai deh hal di atas terjadi sama kamu. Berikut ini cara investasi reksadana saham yang perlu kamu pahami!

  • Pilih platform reksadana online agar lebih murah dan mudah dalam mengakses informasi terkait.
  • Daftar sebagai investor secara online.
  • Masuk ke aplikasi manajer investasi.
  • Kamu wajib deposit dana dengan jumlah tertentu dan mentransfernya.
  • Seleksi reksadana saham yang bakal kamu beli dan jangan terburu-buru.
  • Pertimbangkan pilihan reksadana saham berdasarkan kriteria yang ditampilkan seperti Reksadana Saham Terbaik, Return Tertinggi, atau Dana Kelolaan.
  • Klik ‘buy’ untuk beli dan ‘sell’ untuk jual.
  • Lakukan monitoring reksadana saham kamu.
  • Evaluasi kinerjanya saham dengan fitur online yang tersedia. Biasanya tersedia informasi potensi untung atau rugi.

Termasuk investasi jangka panjang, berniatkah kamu memulai investasi reksadana saham? Untungnya relatif tinggi plus bebas pajak dan nominal investasinya terjangkau.

FAQ

Apa yang dimaksud reksadana saham?

Reksadana saham adalah pos pengumpulan dana dari investor yang mayoritas diinvestasikan ke saham dan sisanya ke pasar uang. Investasi reksadana ini bisa dibilang investasi “patungan” dari dana yang dikelola.

Apa bedanya saham dan reksadana saham?

Perbedaan reksa dana saham dan saham adalah besaran pajaknya. Pajak saham dikenakan 0,1 persen, sudah termasuk biaya penjualan saham. Namun, pajak dividen lebih besar yaitu 10 persen yang otomatis dipotong saat dividen dibayarkan. Pada reksadana saham, keuntungan tidak termasuk objek pajak. Alhasil, imbal hasil yang kamu dapatkan bebas pajak. Oh iya, kamu harus melaporkannya dalam SPT Tahunan.