Mengenal Reksadana, Jenis, Keuntungan dan Cara Investasi

Reksadana bisa menjadi pilihan untuk kamu yang bingung mencari wadah untuk perencanaan keuangan. Kamu bisa mulai dengan nilai pembelian terendah yang cuma Rp10 ribu sekali top-up.

Dengan reksadana kamu akan mempunyai saluran passive income yang sangat berguna di masa depan baik untung pendidikan atau saat pension. Yuk, pelajari reksadana melalui penjelasan di bawah ini!

Apa itu reksadana?

Mengenal Reksadana, Jenis, Keuntungan dan Cara Investasi

Reksadana adalah kumpulan dana yang dikelola untuk keperluan investasi seperti membeli saham, obligasi dan instrumen keuangan lainnya.

Reksa dana bisa dikatakan sebagai salah satu investasi yang mudah mengingat modalnya tidak terlalu besar. Rekasana dapat dilakukan secara individu maupun institusi di mana terdapat manajer investasi (MI) yang akan membantu.

Reksa dana diatur dalam Undang-Undang yang tertera pada Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995. Aktivitas Reksa dana diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga kamu tidak perlu khawatir dalam memilih investasi reksa dana.

Investasi reksadana menjadi pilihan terbaik baik bagi para pemodal yang tidak banyak memiliki waktu, pengetahuan atau pengalaman untuk berinvestasi di pasar modal. Alhasil, investasi ini sangat sederhana.

Investor cukup membeli paket-paket investasi atau Unit Penyertaan yang disediakan oleh MI yang berupa saham, obligasi, dan pasar uang yang risikonya sudah diperhitungkan manajer investasi.

Hal inilah yang membuat investasi reksa dana cocok untuk investor pemula yang belum tau cara untuk memilih saham.

  • Cara kerja reksa dana secara umum adalah:
  • Manajer investasi menghimpun dana dari nasabah
  • Dana akan diinvestasikan ke sejumlah instrumen investasi sesuai dengan kesepakatan
  • Nasabah menerima laporan investasi dari manajer investasi tentang dananya secara berkala berupa kinerja produk, komposisi aset dan portofolio efek.

Macam-macam reksadana

Reksadana mempunyai berbagai pilihan investasi di mana setiap jenisnya menawarkan keuntungan reksa dana dan cara kerja yang berbeda.

Sebelum kamu memutuskan untuk memiliki reksa dana, ada baiknya mengetahui lebih detail tentang contoh-contoh reksa dana seperti di bawah ini:

1. Reksadana Pasar Uang (RDPU)

Reksadana pasar uang atau RDPU menempatkan 100 persen investasinya pada produk efek pasar uang atau efek berjangka waktu kurang dari satu tahun, contohnya adalah deposito, Sertifikat Bank Indonesia, dan surat utang lainnya yang waktu jatuh temponya kurang dari satu tahun.

Alhasil, tidak sedikit orang menganggap RDPU sebagai reksadana yang punya risiko paling rendah di antara yang lain. Tapi, kamu perlu tahu kalau potensi keuntungan RDPU tidak terlalu tinggi dan bahkan terbatas.

2. Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT)

Reksa dana pendapatan tetap atau yang dikenal RDPT adalah jenis reksa dana yang dana atau uang investasinya dialokasikan ke obligasi minimal 80%.

Pengembalian reksa dana pendapatan tetap lebih besar dari reksa dana pasar uang yang umumnya mencapai 10% per tahun.

3. Reksadana Saham (RDS)

RDS atau Reksa dana saham punya risiko yang paling tinggi di antara yang lain walaupun imbal hasilnya juga paling tinggi. Underlying asset (aset dasar) reksadana ini berupa saham di mana 20 persen aset lainnya berupa instrumen pasar uang.

Oh iya, bagi kamu yang mau membeli RDS, kamu gak bisa lho menikmati hak dividen layaknya pemegang saham. Tapi, tenang saja, tingkat risikonya terbilang lebih terukur. Saat harga saham di portofolio RDS ini naik, RDS juga akan naik.

4. Reksadana Campuran (RDC)

Namanya juga campuran, RDC menempatkan dana investasi ke instrumen campuran seperti saham, obligasi, dan deposito.

RDC memiliki resiko yang tinggi karena akan berinvestasi pada saham. Tapi, karena komposisi sahamnya tidak sebanyak RDS, maka risikonya masih lebih rendah dari RDS.

RDC dikategorikan sebagai salah satu reksadana yang memiliki tingkat risiko dan imbal hasil yang moderat.

5. Reksa Dana Terproteksi

Capital Protected Fund (CPF) atau reksadana terproteksi memberikan perlindungan untuk nilai investasi awal si investor apabila investor memegang produk CPF sampai tanggal jatuh tempo. Secara berkala CPF juga melakukan pembagian hasil investasi dalam bentuk dividen.

Keuntungan investasi reksadana

Mengenal Reksadana, Jenis, Keuntungan dan Cara Investasi

Buat kamu yang masih ragu mau investasi dengan instrumen apa, coba baca keuntungan reksadana di bawah ini siapa tahu membuat kamu yakin bakal investasi reksa dana.

1. Keuntungan tinggi

Keuntungan yang diberikan reksa dana cukup tinggi yaitu rata-rata sampai 20% per tahun yang dihasilkan salah satunya oleh RDS.

Karenanya, RDS memberikan kesempatan pada investor untuk menggunakan Reksa dana Saham sebagai instrumen mempersiapkan dana pendidikan dan dana pensiun.

2. Diversifikasi risiko

Diversifikasi risiko pada reksa dana menguntungkan pihak investor karena uang investor disebar ke berbagai instrumen sehingga jika terjadi resiko tidak semuanya turun.

Reksadana Saham tidak menempatkan 1 saham saja, tetapi membaginya ke berbagai saham untuk mencegah turunnya nilai investasi disebabkan 1 harga saham yang turun.

Diversifikasi tidak mudah dilakukan oleh investor individual karena terbatasnya dana investasi mengingat dana yang dikelola adalah kumpulan dari berbagai investor, sehingga diversifikasi risiko bisa optimal.

3. Dikelola Manajer investasi professional

Bagi yang masih belum paham dengan reksa dana bisa diatasi dengan menyerahkan prosesnya kepada Manajer Investasi atau MI yang profesional dan berpengalaman dalam pengelolaan portofolio investasi.

Kamu bisa kok menilai kinerja Manajer Investasi dan membandingkan kinerjanya untuk mencari MI terbaik.

Karena reksadana adalah kumpulan investor maka fee Manajer Investasi dibagi ke semua investor, sehingga biayanya lebih murah.

4. Investasi bisa dimulai dari Rp10 ribu saja

Investasi reksadana sangat terjangkau di mana kamu bisa memulai hanya dengan minimal Rp10 ribu saja. Investasi reksadana seharga kopi ini bisa kamu dapatkan di salah satu e-commerce Indonesia.

5. Beli dan jual lewat online

Kini trend platform reksa dana sudah banyak dalam bentuk online di mana transaksinya cukup dilakukan melalui website.

Selain mempermudah, platform online membuat biaya transaksi menjadi lebih murah, dan monitoring lebih mudah. Beberapa platform online, saya lihat bahkan menggratiskan biaya investasi reksa dana.

Risiko investasi reksadana

Setiap produk investasi memiliki risiko berbeda sesuai dengan jenisnya. Begitupun dengan reksa dana, selain memberikan potensi keuntungan, reksadana juga memiliki risiko, lho. Apa saja risiko investasi reksa dana?

1. Risiko penurunan nilai

Harga reksa dana tercantum dalam nilai aktiva bersih per unit penyertaan (NAB/UP) yang merupakan perhitungan nilai semua aset dan dikurangi biaya-biaya kemudian dibagi dengan jumlah unit.

Harga reksa dana dihitung tiap hari bursa dan bisa naik atau turun karena ada risiko pasar (market risk). Perubahan harga aset menyebabkan reksa dana harganya naik turun.

Reksadana saham risikonya termasuk tinggi karena fluktuasi saham jangka pendek yang terjadi. Reksa Dana minim risiko yang bisa kamu pilih adalah reksa dana pasar karena berisi deposito dan obligasi jatuh tempo kurang dari setahun.

2. Risiko likuiditas

Likuiditas erat kaitannya dengan pencairan reksa dana yang muncul akibat manajer investasi terlambat menyediakan dana untuk membayar redemption atau pencairan yang dilakukan oleh investor.

Menurut peraturan, pembayaran pencairan harus dilakukan manajer investasi maksimal tujuh hari kerja (Sabtu, Minggu, dan hari libur tidak termasuk).

3. Risiko wanprestasi

Risiko kredit atau gagal bayar terjadi jika rekan usaha manajer investasi gagal memenuhi kewajibannya. Rekan usaha di sini tidak terbatas pada emiten, pialang, bank kustodian dan agen penjual efek reksa dana.

4. Risiko ekonomi dan politik

Risiko ini muncul berkaitan dengan kondisi ekonomi dan politik baik di dalam maupun di luar negeri seperti saat ada perubahan peraturan yang dapat menyebabkan terpengaruhnya kinerja reksa dana.

Demikian sejumlah risiko investasi reksadana dan harus ditanggung oleh investor. Setiap jenis reksa dana memiliki tingkat risiko yang berbeda, seiring dengan kemampuannya memberikan potensi keuntungan. Semakin tinggi risiko, semakin tinggi juga potensi keuntungan (high risk high return).

Cara investasi reksadana

Cara memulai investasi reksa dana termasuk gampang. Lho. Buat kamu yang gak mau ribet pasti tertarik. Yuk, cari tahu tahapan membeli dan cara investasi reksadana di bawah ini.

1. Unduh aplikasi penjual reksa dana

Cara pertama adalah dengan cukup menggunakan ponsel pintar. Kamu cukup mengunduh aplikasi agen penjual reksa dana yang tersedia di Google Play store atau AppStore. Kamu juga bisa kok membelinya di beberapa e-commerce.

2. Lakukan registrasi

Setelah mengunduhnya, langkah selanjutnya adalah proses registrasi di aplikasi atau platform tersebut. Siapkan dokumen yang dibutuhkan  seperti KTP, NPWP dan terkadang fotokopi buku tabungan untuk keperluan proses transaksi.

3. Dapatkan nomor Single Investor Identification (SID)

Kamu akan mendapatkan nomor SID secara otomatis melalui email setelah melakukan proses registrasi. Setelah nomor SID jadi, kamu sudah tercatat sebagai investor reksa dana dan bisa melakukan transaksi.

4. Pilih produk yang diinginkan

Umumnya agen penjual menyediakan bermacam produk di pasaran. Tugas kamu selanjutnya adalah mencari produk yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasimu.

Langkah selanjutnya jika sudah memilih produknya adalah melakukan transfer dan menunggu sehari. Jika transaksi dilakukan sebelum pukul 13.00, maka reksa dana akan masuk ke portofolio keesokan harinya.

Reksadana cocok buat kamu yang gak mau ribet cari instrumen investasi. Hadirnya MI akan mempermudah kamu mencapai tujuan investasi reksadana mengingat peran aktifnya untuk melaporkan kinerja saham atau obligasi yang dipilih.

FAQ seputar reksadana

Apa itu reksadana dan bagaimana cara kerjanya?

Reksadana adalah kumpulan dana yang dikelola untuk keperluan investasi seperti membeli saham, obligasi dan instrumen keuangan lainnya.

Cara kerja reksa dana secara umum adalah:

  • Manajer investasi menghimpun dana dari nasabah
  • Dana akan diinvestasikan ke sejumlah instrumen investasi sesuai dengan kesepakatan
  • Nasabah menerima laporan investasi dari manajer investasi tentang dananya secara berkala berupa kinerja produk, komposisi aset dan portofolio efek.

Berapa minimal investasi reksadana?

Investasi reksa dana sangat terjangkau di mana kamu bisa memulai hanya dengan minimal Rp10 ribu saja. Investasi reksadana seharga kopi ini bisa kamu dapatkan di salah satu e-commerce Indonesia.

Apa saja contoh reksadana?

Macam-macam contoh reksadana:

  1. Reksadana Pasar Uang
  2. Reksadana Pendapatan Tetap
  3. Reksadana Saham (RDS)
  4. Reksadana Campuran (RDC)
  5. Reksa Dana Terproteksi

Bagaimana cara investasi reksadana?

Berikut ini cara untuk memulai investasi reksadana:

1. Unduh aplikasi penjual reksadana yang tersedia di Google Play store atau AppStore. Kamu juga bisa kok membelinya di beberapa e-commerce.

2. Lakukan registrasi dengan menyiapkan dokumen yang dibutuhkan  seperti KTP, NPWP dan terkadang fotokopi buku tabungan untuk keperluan proses transaksi.

3. Dapatkan nomor Single Investor Identification (SID) secara otomatis melalui email setelah melakukan proses registrasi. Setelah nomor SID jadi, kamu sudah tercatat sebagai investor reksa dana dan bisa melakukan transaksi.

4. Pilih produk yang diinginkan