Sukuk Negara Ritel – Keuntungan, Tenor, dan Cara Berinvestasinya

Apa itu Sukuk Negara Ritel? Sukuk Negara Ritel (sukuk ritel) adalah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang diterbitkan pemerintah dan bisa dimiliki ritel.

Tujuan diterbitkannya sukuk ritel adalah sebagai salah satu sumber pembiayaan anggaran negara sekaligus juga menarik partisipasi para pemodal individu.

Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) terbagi menjadi:

  • Sukuk Ritel
  • Sukuk Tabungan

Sebagai efek yang diperdagangkan di pasar modal berdasarkan Syariat Islam, sukuk mulai berkembang pada awal tahun 2000.

Sukuk telah menjadi instrumen keuangan Islam yang penting sebagai sumber pendanaan guna membiayai proyek jangka panjang dan digunakan korporasi dan negara untuk sumber pendanaan alternatif.

Bagaimana keuntungan, tenor, dan cara investasi melalui sukuk ritel? Simak ulasannya berikut ini!

Karakteristik Suku Negara Ritel

Sukuk Negara Ritel – Keuntungan, Tenor, dan Cara Berinvestasinya

Karena dikelola berdasarkan prinsip syariah, sukuk ritel tidak boleh mengandung unsur maysir (judi), gharar (ketidakjelasan), dan usury(riba).

Prinsip ini juga harus disetujui Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Sukuk Ritel diterbitkan menggunakan struktur akad Ijarah.

Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk kegiatan investasi berupa pembelian hak manfaat barang milik negara untuk disewakan kepada Pemerintah serta pengadaan proyek untuk disewakan kepada Pemerintah.

Imbalan berasal dari keuntungan hasil kegiatan investasi tersebut.

Beberapa karakteristik sukuk negara ritel, yaitu:

  • Ditujukan untuk individu Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Pengelolaan investasi dengan prinsip syariah.
  • Pemesanan mulai dari Rp1 juta.
  • Tenor 3 tahun.
  • Imbalan tetap dibayarkan setiap bulan.
  • Dapat diperdagangkan di pasar sekunder antarinvestor domestik.
  • Menjadi bukti kepemilikan suatu aset berwujud atau hak manfaat (beneficial title).
  • Pendapatan dalam bentuk bagi hasil (fee), baik berupa cicilan ijarah maupun mudharabah, sesuai dengan akad yang dipergunakan.
  • Bebas dari unsur maysir, gharar, dan riba (MaGhRib).
  • Penerbitannya melalui special purpose vehicle (SPV), yaitu perusahaan penerbit SBSN.
  • Memerlukan underlying asset ataupun underlying transaction.
  • Penggunaan dana penerbitan SBSN harus sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Keuntungan Sukuk Negara Ritel

Ada beberapa manfaat dan keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika berinvestasi melalui sukuk, yaitu:

1. Aman dan dijamin pemerintah 100 persen

Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2008 tentang SBSN dan UU tentang APBN menjamin pembayaran pokok dan imbalan sukuk, sebagai salah satu bentuk SBN, pada saat jatuh tempo, tepat jumlah, dan tepat waktu.

2. Imbal hasil yang menarik dan kompetitif

Tingkat imbal hasil lebih tinggi dari suku bunga deposito bank BUMN saat ditawarkan di pasar perdana.

Keuntungan atau imbal hasil ini berupa uang sewa (ujrah) dengan persentase tertentu sesuai dengan prinsip syariah Islam yang tidak mengandung unsur riba.

Imbal hasil dapat diterima setiap bulan oleh investor hingga Sukuk Negara Ritel tersebut jatuh tempo ataupun investor menjual Sukuk Negara Ritel di pasar sekunder.

3. Early redemption

Meski Sukuk Tabungan tidak bisa diperdagangkan, instrumen ini bisa dicairkan lebih awal tanpa dikenakan biaya (redemption cost) oleh pemerintah. 

4. Likuiditas yang tinggi

Instrumen Sukuk Negara Ritel memiliki tingkat likuiditas yang tinggi di pasar sekunder dengan adanya Agen Penjual yang bertindak selaku pembeli siaga (standby buyer).

Investor tidak perlu khawatir untuk melakukan penjualan di pasar sekunder apabila membutuhkan dana investasi di Sukuk Negara Ritel tanpa harus menunggu hingga jatuh tempo.

5. Akses online

Transaksi pembelian sukuk dan pengajuan pencairan sebelum jatuh tempo (early redemption) dilakukan melalui sistem elektronik (online) karena sukuk tabungan merupakan jenis SBN khusus ritel yang ditawarkan secara online (e-SBN).

6. Berpotensi untuk memperoleh keuntungan berupa capital gain

Hal tersebut dapat diperoleh investor dengan melakukan penjualan SBSN apabila harga jual di pasar sekunder melebihi harga pembelian di pasar perdana.

7. Halal dan bebas riba

Bagi investor yang meyakini prinsip-prinsip Islami, investasi Sukuk Tabungan bisa menjadi pilihan karena bebas dari unsur riba (bunga), maysir (judi), dan gharar (ketidakpastian). 

8. Proses pemesanan yang mudah

Pemesanan Sukuk Negara Ritel dapat dilakukan pada agen penjual yang telah ditunjuk oleh pemerintah dengan menyertakan data pribadi dan kartu identitas.

Pemesanan juga menjangkau seluruh negeri dengan tujuan penerbitan Sukuk Negara Ritel yang ingin menjangkau basis nasabah ritel.

9. Diversifikasi portofolio

Menambah pilihan bagi investor yang telah menempatkan dananya pada instrumen investasi di pasar keuangan.

Daftar sukuk ritel yang telah terbit

Berikut adalah daftar Sukuk Ritel, dari kupon, tenor, hingga masa penawaran.

Sukuk Ritel Kupon Tenor Masa Penawaran
SR-001 12,00% 3 tahun 30 Jan-20 Feb 2009
SR-002 8,70% 3 tahun 25 Jan-5 Feb 2010
SR-003 8,15% 3 tahun 7-18 Feb 2011
SR-004 6,25% 3,5 tahun 5-16 Mar 2012
SR-005 6,00% 3 tahun 8-22 Feb 2013
SR-006 8,75% 3 tahun 14-28 Feb 2014
SR-007 8,25% 3 tahun 23 Feb-6 Mar 2015
SR-008 8,30% 3 tahun 19 Feb-4 Mar 2016
SR-009 6,90% 3 tahun 27 Feb-17 Mar 2017
SR-010 5,90% 3 tahun 23 Feb-16 Mar 2018
SR-011 8,05% 3 tahun 1-21 Mar 2019

Cara berinvestasi Sukuk Ritel

Sukuk Negara Ritel – Keuntungan, Tenor, dan Cara Berinvestasinya

Cara beli atau berinvestasi di Sukuk Ritel terbilang mudah. Kamu hanya harus melalui empat tahap, yaitu registrasi, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi.

1. Registrasi

Lakukan registrasi melalui platform elektronik MiDis karena penjualan hanya dilakukan secara online melalui mitra distribusi.

Pilih salah satu mitra distribusi lalu buat Single Investor Identification (SID) dan rekening surat berharga via sistem pemesanan online.

2. Pemesanan

Lakukan pemesanan melalui sistem elektronik MiDis. Penting untuk baca ketentuannya terlebih dahulu.

Pemesanan yang sudah terverifikasi akan mendapatkan kode pemesanan via sistem elektronik MiDis ataupun email. Nantinya kode pemesanan akan menjadi kode referensi untuk penyetoran dana sesuai pemesanan. 

3. Pembayaran

Setelah selesai, lakukan pembayaran yang dilakukan di bank persepsi dengan berbagai saluran pembayaran seperti teller, ATM, M-banking.

Kamu akan memperoleh kode Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan notifikasi completed order via sistem elektronik MiDis dan email yang terdaftar.

4. Konfirmasi

Setelah semua tahapan selesai, kamu akan menerima bukti konfirmasi kepemilikan SBN ritel via MiDis dan email yang terdaftar.

Perbedaan sukuk ritel dengan Obligasi Negara (ORI)

Perbedaan Sukuk Ritel dan Obligasi Negara dapat dirangkum dalam tabel berikut ini.

Perbedaan Sukuk Ritel (SR) Obligasi Negara (ORI)
Sifat instrumen Penyertaan terhadap aset negara Pernyataan surat utang negara
Tenor (jatuh tempo) 3 tahun 3 tahun
Kupon/bunga Tetap, dibayar tiap bulan Tetap, dibayar tiap bulan
Perdagangan di pasar sekunder Bisa diperdagangkan Bisa diperdagangkan
Potensi capital gain Ada Ada
Jaminan pemerintah Ada 100% Ada 100%
Pernyataan halal (Syariah) Ada dari DSN-MUI Tidak ada

FAQ 

Siapa yang bisa berinvestasi di SBSN Ritel?

Setiap Warga Negara Indonesia (WNI), khususnya ritel atau investor individu.

SBSN digunakan untuk apa?

SBSN digunakan untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk membiayai pembangunan proyek.

Apakah investasi sukuk aman?

Ya, sukuk termasuk instrumen investasi syariah yang aman, mudah, terjangkau, dan menguntungkan.

Apa itu sukuk ijarah?

Sukuk yang diterbitkan berdasarkan perjanjian atau akad Ijarah yang mana satu pihak bertindak sendiri atau melalui wakilnya menjual atau menyewakan hak manfaat atas suatu aset kepada pihak lain berdasarkan harga sewa dan periode sewa yang disepakati, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan aset itu sendiri.