Tekanan Ban Mobil Depan Belakang – Brio, Voxy, hingga Xenia

Salah satu faktor yang cukup krusial dalam laju sebuah mobil adalah tekanan ban mobil.

Besar tekanan ban yang sesuai dengan standar selain bisa membuat berkendara menjadi lebih nyaman tentu juga akan menjadi lebih aman.

Tekanan ban pada tiap-tiap mobil umumnya memiliki standarnya masing-masing. Bahkan, ada juga mobil yang memiliki tekanan ban depan dan belakang berbeda.

Sebagai contoh, ukuran tekanan ban Avanza depan dan belakang ternyata memiliki perbedaan. Tekanan ban depannya adalah 34 psi (234 kPa, 2,3 bar), sedangkan tekanan ban belakangnya lebih besar, yaitu 38 psi (260 kPa, 2,6 bar).

Berbeda hal dengan tekanan ban Voxy yang ternyata sama untuk ban depan ataupun belakang, yaitu 35 psi (240 kPa, 2.4 bar).

Mengapa harus rutin mengecek tekanan ban mobil?

Tekanan Ban Mobil Depan Belakang – Brio, Voxy, hingga Xenia

Informasi mengenai tekanan ban standar atau ideal tiap-tiap mobil biasanya terdapat pada frame pilar pintu depan kanan mobil (pintu pengemudi).

Ada baiknya gunakan aturan standar tersebut ketika akan mengisi ulang ban mobil kamu.

Memeriksa tekanan ban idealnya dilakukan sebulan sekali atau akan lebih baik jika melakukan pemeriksaan juga ketika akan berkendara jauh.

Pemeriksaan tekanan ban secara rutin rupanya memang memiliki banyak efek positif, yaitu:

1. Menghemat bahan bakar

Tekanan ban yang pas akan membantu kerja mesin agar tidak terlalu berat sehingga tidak memakan lebih banyak bahan bakar.

Tekanan ban yang kurang atau ban kempes membuat mesin harus bekerja lebih keras karena telapak ban harus mengalami gesekan yang lebih lebar. Hal inilah yang membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih banyak.

2. Menjaga kualitas ban agar awet

Menjaga tekanan ban tetap sesuai dengan ukuran standarnya adalah salah satu cara untuk menjaga kualitas ban agar tetap baik dan berumur lebih panjang.

Biasanya ban yang sering digunakan dalam kondisi kempes atau kurang angin akan cepat rusak, terutama mengalami retak pada bagian samping ban.

3. Meminimalkan risiko kecelakaan

Penting untuk menjaga tekanan ban kamu sesuai standar, tidak terlalu kempes atau juga terlalu keras. Kedua hal ini bisa memicu ban pecah ketika dikendarai dan berisiko menyebabkan kecelakaan.

Terlebih jika kamu melaju dengan kecepatan tinggi, tentu ini akan lebih membahayakan.

Perlu diperhatikan juga ketika kamu mengendarai mobil di jalan tol. Umumnya tekanan ban di tol memang harus benar-benar sesuai standar atau diperbolehkan naik 1-2 psi per bannya.

Hal ini karena di jalan tol umumnya pengendara akan berkendara dengan kecepatan tinggi sehingga dibutuhkan kondisi mobil yang stabil.

Faktanya, hampir 80% kecelakaan di jalan tol justru disebabkan tekanan ban yang tidak standar atau tidak seimbang.

4. Mempermudah kontrol kemudi

Tekanan ban yang kurang juga ternyata dapat memengaruhi kontrol kemudi. Umumnya tekanan ban depan belakang memang berbeda, tetapi kanan dan kiri harus seimbang.

Jika misalnya pada ban mobil depan memiliki tekanan yang kurang serta tidak seimbang antara kiri dan kanan, kemudi akan lebih sulit dikontrol.

Ban justru akan cenderung mengarah pada posisi ban yang tekanannya lebih kecil dan ini tentu bisa membahayakan.

Cara mengukur tekanan ban mobil

Tekanan Ban Mobil Depan Belakang – Brio, Voxy, hingga Xenia

Secara kasat mata tekanan, ban yang kurang umumnya memang bisa terlihat. Namun, agar tekanan ban bisa benar-benar sama dan seimbang, tentu harus menggunakan alat khusus untuk mengukurnya.

Alat pengukur tekanan ban ini biasanya mudah kamu temui di bengkel atau penjual nitrogen yang ada di SPBU. Cara mudah mengukur tekanan ban dengan alat ini, yaitu:

  • Buka tutup pentik pada ban lalu masukkan alat ke ujung pentil ban mobil. 
  • Alat pengukur akan secara otomatis membaca berapa besar tekanan ban kamu saat itu. 
  • Tambahkan angin jika ternyata tekanan kurang atau kurangi jika ternyata tekanannya berlebih.  
  • Pengukuran tekanan ban sebaiknya dilakukan dalam kondisi dingin. Sebab dalam kondisi panas, biasanya udara dalam ban sedang mengembang sehingga angka yang terbaca mungkin akan lebih besar. 
  • Ketika kamu akan menambahkan angin saat kondisi ban sedang panas, bisa ditambahkan 1 psi. 

Tekanan ban mobil standar berbagai varian mobil

Beberapa faktor memang dapat menyebabkan tekanan ban yang dibutuhkan suatu mobil akan berbeda dengan mobil yang lainnya.

Misalnya, jenis mobil SUV akan memiliki standar tekanan ban yang berbeda dengan jenis mobil niaga. Hal ini karena tiap-tiap mobil sudah didesain untuk kebutuhan yang berbeda pula. 

Berikut ini adalah beberapa contoh standar ukuran tekanan ban untuk berbagai jenis kendaraan roda empat.

  • Tekanan ban Xenia, Mobilio, Avanza, Kijang, Sigra, Ertiga, dan jenis MPV lainnya memiliki standar tekanan ban 30-33 psi.
  • Tekanan ban Brio, Jazz, Picanto, Ayla, Agya, Yaris, dan jenis City Car lainnya memiliki standar tekanan ban 29-32 psi.
  • Tekanan ban pick up, angkot, dan jenis kendaraan niaga lainnya umumnya memiliki standar tekanan ban sebesar 30-35 psi.
  • Mobil sedan, seperti Honda Civic, Toyota Corolla, Vios, dan sejenisnya, memiliki standar tekanan ban sebesar 28-31 psi.
  • Mobil jenis SUV, seperti Fortuner, Pajero, dan sebagainya memiliki standar tekanan ban sebesar 35-40 psi.

Banyak orang yang berpikir bahwa tekanan ban juga dipengaruhi ukuran ring ban itu sendiri.

Misalnya, tekanan ban ring 14 harusnya lebih besar dari tekanan ban ring 13 karena memiliki ukuran diameter ban yang lebih besar. Lantas, benarkah hal demikian?

Faktanya tekanan ban tidak begitu terpengaruh oleh ukuran ring ban ataupun ukuran velg. Meskipun kamu mungkin sudah mengubah atau memodifikasi ukuran ban, belum tentu juga tekanan ban ikut berubah. 

Tekanan ban sendiri sebenarnya dipengaruhi tiga faktor utama, yaitu:

  • Distribusi bobot.
  • Bobot atau berat.
  • Pengaturan suspensi. 

Risiko bahaya tekanan ban mobil kurang

Banyak orang yang lebih suka mengatur tekanan ban lebih rendah dari tekanan ideal atau standarnya. Hal ini sebetulnya tidak disarankan. Sebab dapat menimbulkan beberapa resiko, seperti:

1. Ban mobil jadi lebih cepat botak

Ketika tekanan ban terlalu rendah, sedangkan mobil harus membawa berat beban yang sama atau bahkan lebih, ini akan membuat gesekan ban dengan jalan semakin besar dan berat.

Akibatnya, alur pada ban akan cepat botak atau halus. Itu berarti mengurangi tekanan ban dari ukuran seharusnya justru membuat kamu harus lebih sering mengganti ban baru. 

2. Risiko kecelakaan yang membahayakan pengendara

Tekanan ban ditentukan berdasarkan banyak hal, berat mobil, berat maksimal beban, dan sebagainya.

Fungsi dan tekanan ban sendiri adalah untuk menyerap guncangan pada permukaan jalan, menopang beban kendaraan dan beban penumpang atau muatan, penerus traksi dan gaya pengereman, serta mendukung kinerja ban.

Itu berarti tekanan dalam ban memang memiliki fungsi yang vital bagi sebuah mobil.

Jika tekanan ban dibuat lebih rendah, tentu ini akan mengganggu kinerja mobil dan dapat menimbulkan risiko kecelakaan yang dapat membahayakan pengendara.

3. Memicu pecah ban

Tekanan ban yang lebih rendah dari standar idealnya juga bisa memicu kerusakan pada ban.

Tak hanya retak atau lubang, ban mobil kamu bahkan bisa meledak. Hal ini bisa sangat berbahaya dan bahkan bisa menyebabkan kecelakaan.

Risiko bahaya tekanan ban mobil berlebih

Selain mengatur tekanan ban lebih rendah, biasanya orang juga akan mengatur agar tekanan ban jauh lebih besar dari ukuran semestinya.

Sebenarnya, penambahan tekanan ban hingga 1-2 psi di atas standar masih dinilai aman. Akan tetapi, jika sampai terlalu berlebihan, juga dapat menimbulkan risiko, seperti:

1. Menurunnya daya penyerapan getaran oleh ban

Tekanan ban yang terlalu tinggi membuat volume udara dalam ban juga semakin tinggi sehingga membuat ban akan terasa sangat keras.

Hal ini ternyata dapat membuat kemampuan ban untuk menyerap getaran semakin menurun. Akibatnya, muncul rasa tidak nyaman ketika berkendara.

2. Stabilitas kemudi berkurang

Saat tekanan ban terlalu besar, efek sampingnya adalah handling mobil menjadi berkurang. Tekanan ban yang terlalu tinggi membuat ban menjadi keras sehingga ban akan semakin kaku.

Hal ini juga akan berefek pada menurunnya kemampuan ban dalam mencengkeram jalan dan dapat mengakibatkan mobil slip.

3. Bagian tengah ban lebih cepat tipis

Saat ban terlalu keras, bagian tengah dari ban akan terlihat lebih menonjol. Hal ini dapat menyebabkan bagian tengah ban lebih cepat halus.

Padahal, ban yang sudah tampak halus harus segera diganti. Sebab dapat menimbulkan risiko kebocoran ban akibat benda tajam dan juga semakin menurunnya daya cengkram ban.

FAQ

Apakah tekanan ban mobil depan dan belakang harus sama?

Tekanan ban mobil depan dan belakang tidak harus sama.

Beberapa jenis mobil mengatur standar tekanan ban depan dan belakang berbeda, seperti Avanza yang memiliki tekanan ban depan 34 psi dan ban belakang 38 psi.

Ada baiknya ikuti aturan standar tekanan ban kamu sesuai petunjuk pabrik.

Berapa tekanan ban mobil di tol?

Tidak ada aturan pasti, yang jelas tekanan ban ketika berkendara di jalan tol harus sesuai standar pabrik dan seimbang antara ban kanan dan kiri guna menghindari oleng.

Berapa tekanan angin mobil sedan?

Tekanan ban sedan adalah 30-33 psi.